Rabu, 28 Desember 2011

kilas balik 2011

"kalo aku bengong-bengong saja, kehidupan ini akan terus berjalan tanpa ada apa-apa"
#Koyuki, from BECK Manga vol.4



Kutipan keren tersebut gw (sekali-kali pake “gu-we” gpp kan? Biar keliatan gaul kayak di tipi-tipi gitu) embat dari sebuah Manga (dibaca ‘mangga’, sebuah istilah untuk menyebut komik jepang) keren bikinan si om Harold Sakuishi, dalam manga tersebut doi mengangkat tema musik rock. Sebuah tema yang sangat menantang imajinasi pembacanya, yah kalian bisa ngebanyangin membaca sebuah komik bertema “musik” hanya dengan melihat “gambar” dari panel (bisa dibilang kotak-kotak adegan didalam komik, kalo di dalam film biasa di sebut shot) ke panel yang lain. Gw membaca BECK pertama kali ketika jaman SMA, jaman dimana gw sedang gandrung-gandrungnya dengan komik dan masa muda (ceileh masa muda yang mana nih). Saat itu bulan Juni 2004, di rental komik di daerah Kerten, ada sebuah komik tebel segede kamus bahasa inggris untuk pemula teronggok dengan rapi di rak berwarna coklat. Buku tersebut berjudul SHONEN MAGZ, edisi pertama. Bisa dibilang semacam kompilasi manga mainstream impor pertama di indonesia (setau gw sih gitu, kalo ada info yang lebih valid coment status gw ya). Berbagai mangaka ( istilah untuk menyebut komikus beraliran manga) kondang didalam kompilasi tersebut membuat gw cinta mati sama SHONEN MAGZ.


Dua manga yang membuat gw gemeter saat itu adalah BECK sama SCHOOL RUMBLE-nya Jin Kobayashi. Dua manga yang sangat berbeda rasa itu akhirnya memaksa gw untuk menyewa komik SHONEN MAGZ dengan sangat rajin. Namun awal 2006, SHONEN MAGZ , mulai banyak manga yang mbosenin yang membuat gw pindah haluan ke SHONEN STAR.


Hingga hari ini gw masih mengikuti SHONEN STAR, alasannya pilihan tema unik dan beragam semuanya ada di SHONEN STAR. Mungkin sudah hampir 5 tahun gw tidak menyewa SHONEN MAGZ, namun ada satu komik yang terus gw panteng. Komik tersebut adalah BECK. Serius, komik tersebut sangat menarik dari segi cerita maupun dari segi artwork.


Pada suatu ketika gw mendapat kabar dari temen, bahwa BECK akan di buat Live Action Movie-nya. Wuoooh, gw surprais banget, segera saja gw googling di mbah google, Dan akhirnya gw mendapatkan trailer keren di youtube. Karena dulu kagak ada modem akhirnya gw melupakan film tersebut dan hanya mengintip versi animenya (anime adalah sebutan untuk film kartun buatan jepang) di rental internet belakang kampus. Baru kesampaian download 3 hari yang lalu di komputernya kakak gw, pake modem, tentu saja, masak pake sandal.


Sepertinya biasa, gw kelepasan menceritakan tentang latar belakang manga tersebut pada kalian, namun sesekali tidak apa-apakan berbagi pengalaman membaca komik.
Kembali ke topik awal, sepertinya ini bakal jadi postingan terseru di tahun ini.dan gw rasa kalian adalah orang yang tepat untuk membaca kilas balik hidup gw selama setahun. Oke check this out dude:

a.Januari
Bulan itu adalah bulan perubahan terbesar gw, setelah 4 hari paling mengenaskan yang terjadi dibulan Desember 2010, akhirnya gw memutuskan untuk masa lalu dan membuka lembaran baru hidup gw. Pada bulan ini gw banyak pergi ke tempat-tempat yang baru, mengenal banyak orang dan menikmati hidup. Agenda bulan ini yang paling menyenangkan adalah 2 minggu berada di Jakarta dan Bogor dalam rangka promo kompilasi KOMISI SOLO 4 penjuru. Sempet mampir juga ke acara DISKOMVES di ISI JOGJA, dan tentu saja bergelut dengan mata kuliah agama:p


b.Februari
Di bulan ini gw bener-bener mulai menikmati hidup, apalagi di tambah dapet kesempatan ikutan workshop bersama komikus Prancis bernama Simon Huereu di CCF jakarta, bisa di bilang dalam acara tersebut gw mendapatkan pengalaman asik dari sudut pandang yang sangat berbeda. Sempet muter-muter juga di Bandung bersama AKADEMI SAMALI dan muter-muter labil bersama Kak Diyan Bijac di Bogor, trus bersama Hendro gw melancong di Surabaya. Gw juga mulai fokus ke karya, ada komik Joshephira dan Lemon Tea.


c.Maret
Even duet pertama antar komunitas KOMISI dan Tugitu. Gw meluncurkan komik berjudul Joshepira, komik curhat untuk pameran generasi biru. Sibuk mengerjakan storyboard, dan hampir jatuh cinta lagi dengan adik kelas di hari rabu:p, di bulan ini gw juga mulai menyebar isu buat pameran Komisi 4 penjuru.


d.April
Gw menyelesaikan komik Badai Otak, dan Si Amed. Si Amed dengan judul cita-cita itu termuat di koran Media Indonesia, dan si Badai Otak walau kagak menang lomba tapi sempet berpameran juga di Mataram, Nusa Tenggara. Komik Nabi gw yang katanya untuk penerbit berhasil kelar 2 chapter. Ada lounching HARTELUST ZINE #1 juga di akhir maret, sebuah zine curhatan gw.


e.Mei
Bulan ini gw bikin komik promonya Festival Film Solo, makin gila baca buku. Kadangkala sesekali galau, dan tentu saja berkutat bersama komunitas komik termuumumu yang bernama Komisi Solo. Oh iya, sama dapat zine keren dari mas Fery berjudul LOKER TUA.


f.Juni
komisi memamerkan logo dan isu untuk pameran Komisi #4 di pameran seni murni, komik Si Amed episode 2 dimuat lagi di koran media indonesia, status kali ini menunggu honor turun dari Jakarta. Dan masih bertarung dengan komik cinta


g.Juli
Pameran komik 4 penjuru, bersenang-senang dengan masyarakat di kampung gilingan. Mulai rutin menulis buku SMS, walau kadangkala ngadat sih. Banyak bengongnya juga bulan ini, dan Lemon Tea gw stop bentar buat ngurus kerjaan sama event.


h.Agustus
Gak banyak adegan penting di bulan ini, namun yang pasti kebiasaan nulis gw bertahan hingga bulan agustus nyampe sekarang, gw pergi ke tempatnya Pak Wagiman buat ngurusin tanggungan film dokumenter yang sempet juara 3 tingkat Jawa Tengah. Berkutat dengan Lemon Tea, dan tentu saja mulai ngeksist di berbagai media sebagai publik figur:p

i.September
Bikin event halal bi halal tergaul di anak muda solo, masih mengerjakan lemon tea dengan binal. Ada job keren dari mas Erwin, yaitu trailer novel Nibiru dan Kesatria Altantis. Sepertinya ini bulan terlabil gw, ketika gw cek di profile FB banyak share-share lagu-lagunya Didi Kempot sama Cherry Belle, adududuh :P



j.Oktober

Oktober ini usia gw 23 tahun, masih muda, dan masih berapi-api. Semuanya sangat cepat berlalu, masih disibukkan dengan kerjaan, komik cinta, ngeksis di media lagi dan urusan berkomunitas yang keren. Sempet gw bersama teman-teman Komisi mengadakan workshop menggambar di Jagalan, bantuin mas Mujadi membuat video musik diari. Intinya di bulan ini gw banyak belajar banyak tentang hidup.


k.November
Trio labil komisi mengadakan hajatan bernama KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL, sebuah acara ulang tahun komik terkeren bulan ini.


l.Desember
Gw menang desain kaos, alhamdulilah bisa buat bertahan hidup beberapa hari. Kemudian mengerjakan coloring sisa kemarin, sempet galau mendadak juga, ada workshop komik lagi di kelurahan palur dalam rangka ultah Tugitu ke 2.

Okey, gw kehabisan energi buat nerusin tulisan ini, gw harus bolak=balik dari blog ke FB, kemudian ke blog lagi buat melacak apa saja yang gw lakuin tahun ini. Menyebalkan memang, namun akan sangat menyenangkan suatu saat kelak membaca tulisan ini lagi.


Kalian masih ingat kutipan keren di awal postingan ini, yup setelah melihat kegiatan setahun ini gw menyimpulkan bahwa gw masih terlalu banyak bengong. Setahun ini gw tau bahwa ada beberapa agenda gw di tahun 2011 belum sempat tercapai di tahun ini, menyebalkan memang.

Namun, sebengong apapun gw di tahun 2011 setidaknya gw bisa melaluinya dengan gembira, yah cukup beralasan memang. Setelah mereview setahun ini gw berjanji akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, waktu itu gak bisa diulang, hilang dan lenyap entah dimana. Semoga kalian semua bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan kebanyakan bengong kayak gw:)


And the last word for this post is keep smiling, enjoy everything , move on , move on, and change your life for better future.


Mujix
SUMPEH, pake kata ganti "GW" ribet banget,
dan ini postingan paling melalahkan
sepanjang tahun 2011
Solo, 28 Desember 2011

Kamis, 22 Desember 2011

24 Desember 2011

hari ini dimulai dengan adegan mujix kebingungan sambil kayang gara-gara kehilangan sikat gigi, iya adegan sangat absurd itu terjadi selama 5 menitan dan cukup membuat ayam-ayam di sekitar kost tertegun takjub. ya.. ya.. gak setakjub ketika nemu uang 50.000 sih, tapi intinya gitu...



okey, setelah mengobrak-abrik kamar kost hingga jadi kandang ayam (semulanya kandang kambing berambut kribo), sikat gigi tersayangku itu ternyata sedang berbaring dengan pasrah di bawah kasur berpola bunga-bunga itu. anu.. aku heran, bukannya sikat gigi itu biasanya di kamar mandi? kok bisa ngumpet labil gitu di bawah kasur. emangnya si sikat gigi itu berevolusi menjadi kelinci dan loncat-loncat dari kamar mandi menuju ke kasur untuk berhibernasi? ampuuun dijeee...
*langsung kayang


setelah scene antiklimaks bersama gigi, akhirnya aku memutuskan untuk segera kewarnet. tentu saja sudah berdandan mirip Dude Herlino ketika mau melamar dek Nikita Willy seperti di sinetron "Putri Yang Ditukar", yang gak mirip adalah rambut kribonya. (kalian jangan membayangkan dude herlino pake rambut kribo yah. please)
agenda hari ini sepertinya masih belum tertata, masih bingung mau memulai seperti agenda biasanya. mujix kribo ini masih berkutat dengan lemon tea dan animasi, kalo siang ngerjain animasi sampe mateng,kalo malam berkomik sampe ganteng:D auwah
*langsung di gampar sama Dude Herlino


rambutku semakin panjang (boleh juga di baca kribo), semakin keaatas dan semakin mengokohkan posisiku sebagai cowok kribo terganteng di ISI Surakarta (iye.. yang kribo kan guwe doang). karena terlalu panjang dan mengganggu pandangan alhasil aku mengucirnya seperti para samurai gitu. yah,jadi sedikit rapi kok. lumayan, daripada di suruh keluar waktu nonton di twenty one sama petugas bioskop.


oh iya, sekarang aku hbi pake celana pendek. adeeeem gitu, sepoy-sepoy sesuatu banget. biasanya sih skiny jins warna item atau biru :p masyarakat di luar sono bilang skiny jins adalah simbol anak muda dan kebudayaan urban, namun bagi mujix saat ini skiny jins adalah celana super ketat yang gak enak buat tracing gambar, gak adem buat bepergian, dan tentu saja simbol peperangan kebudayaan antar bangsa. Kalo luamg, Ayo pake celana pendeeek *ajakan ini jangan terlalu dipikirkan


sabtu ini panas sekali, ceileh makin mirip bandeng berambut kribo di atas penggorengan. Lemon tea mengalami kemajuan pesat, walau tak sepesat kisah cintaku *auwah... sepertinya kisah asmaraku di masa muda yang menggila tak sesuai dengan skenario di tipi-tipi, ya.. ya.. bukan masalah besar sebenarnya, masih umur 23 tahun kok. Baru kali ini aku mengalami kesulitan untuk jatuh cinta kepada wanita. Bentar deh... kisah asmaraku di masa muda yang menggila sepertinya menunggu aba-aba dari Tuhan dulu. Masih ada deadline komik, dan job animasi yang belum kelar:)


desember ini aku belanja buku banyak sekali, karena habis menang kompetisi desain kaos nafsu beberlanjaku aku umbar di sembarang tempat.


Ini desainnya yang menang:D

buku-buku semacam “Writepreneur”, “ejaaan yang di sempurnakan”,novel grafis “CHE” ,“Yojimbo Usagi”, dan yang paling baru buku “komik humor 101 lalu lintas”-nya om Diyan Bijac, mereka semua biang kerok peludas dompet yang paling ramah. andaikan saja aku merokok kurasa hadiah kontes itu akan berubah menjadi asap gak jelas, andaikan saja aku gayus tambunan kurasa.... err.... oke, gw bukan gayus. Gayus tak seganteng gw, gw tak setajir Gayus,Titik.


Oke kerjaan di bulan desember ini cukup tertata rapi, berbagai list dan tanggungan dikit-dikit terselesaikan, yang berantakan cuman rambut kribo dan kamarnya mujix. Aku memang juaranya memberantakin sesuatu, apapun bakal jadi berantakan kalau aku datang, kurasa cukup berbakat menjadi penjahat seperti di komik-komik. Aku merasa melupakan satu hal, ada satu poin penting yang berhak menjadi juara “hal terberantakan” di desember ini. Hal tersebut adalah pola makanku sehari-hari, yeah sangat acur, acakadul, acak-acakan dan amburadul. Apalagi kalo sedang mengalami PMS (Pemuda Masa Stress), porsi makanku berlipat ganda. Macam-macam makanan sebangsa Mie ayam, Bakso, Tahu Kupat, dan kawan-kawannya menjadi pelampiasan pengubah mood terbaik sepanjang bulan ini.

satu lagi, rabu kemarin aku muter-muter sama mas Mujadi Tani bikin video diary, iya, doi cowok bersemangat yang aku ceritakan di postingan "Kesempurnaan Cinta", kapan-kapan aku ceritakan detailnya deh. kegilaan doi hari itu bisa dilihat sekarang, silahkan simak.


Garuda Buntut Kucing


Jokowi


sekedar catatan video "Motivator Kambuhan" asuhan mas Muj telah mencapai 207 video.


udah segitu aja dulu, sedang gak mood menulis soalnya.
okey sampai jumpa di curhatan selanjutnya :D
horeee


Mujix
ntar malem nungguin sinterklass dimana
om?
Solo, 24 Desember 2011

Sabtu, 17 Desember 2011

Aku, Kamu dan Pagi

Pagi hari di sudut kota tua, aku berjalan pelan berharap dia masih ada sekitar bangunan berwarna kuning pucat tersebut. aku menyembunyikan tubuhku di balik tembok, berharap tidak ada seorangpun yang tahu bahwa aku berada disana. Kurasa keadaan ini sangat mirip dengan James Bond mengintai musuhnya, tentu saja aku James Bond-nya. Dan gadis berkerudung itu target operasiku hari ini (ya.. ya.. kalian gak usah cerewet, aku tahu kalo James Bond di Tipi gak ada yang berambut kribo dan segalau diriku).


Tak lama kemudian terdengar riuh rendah suara anak-anak dari dalam ruangan, yah kurasa mata pelajaran tersebut akan segera berakhir, aku merasa jantungku berpindah ke dengkul karena berdegup kencang, sekencang Suzuki Shogun, heh? Dilarang promosi? Ya.. ya... nanti aku ralat lagi. Aku mengintip perlahan, yup, dia muncul. Sesosok gadis berkerudung merah muda dengan dikelilingi anak-anak kecil yang masih polos, aku merasa dia seperti malaikat yang membimbing para Cupid ke dunia manusia. she is Wonderfull girl today...


Kurasa jaraknya sekitar 8 langkah dari tempatku berdiri sekarang, terlihat dia sangat menikmati menjawab setiap celotehan anak-anak kecil di sekitarnya. Kurasa keceriaan itulah yang mebuatku tergila-gila kepadanya, terkadang dia membetulkan Cardigan warna merah yang kadang kala berantakan di tiup angin. Tersenyum simpul dan sesekali menatap langit cerah di pagi hari itu. Aku, aku bahkan masih berdiri mematung di sudut bangunan dan berharap Doraemon memberikan sekantung pil keberanian agar aku bisa menyapanya.


“ehem, hei... ” aku meyapanya perlahan, sial tidak ada Doraemon dimanapun.

“hei... mujix!! Kapan datang?” dia menoleh dan melihat kearahku dengan sedikit kaget.

“baru aja kok, baru 10 menit yang lalu. Aku ngumpet di belakang”
kataku tersipu

“hihihihi kamu dari dulu gak berubah, suka bikin keget orang” dia tersenyum dan menarik tanganku segera.

“ayo pindah tempat, gak enak sama anak-anak”


Iya, aku terkenal sebagai maniak tukang bikin kaget hadapannya, ada sekantong apel merah nangkring di depan kost lah, mencegat dengan cuek di tengah jalan hanya untuk memberikan sebuah Kaset favoritlah, pergi menentang hujan deras demi sekotak kado ultahlah. Masih banyak ketololan yang mebuat dia makin paham dengan pemikiran acakku.


Dia menggandeng tanganku melewati kerumunan anak-anak berbaju hijau yang tengah bermain, aku melihat berbagai macam kesibukan di sana. Ada beberapa tukang mengecat tembok yang mulai luntur, ada kerumunan ibu-ibu wali murid sibuk membereskan perkakas untuk pesta drama, ada pula pemuda kribo yang bengong gak jelas mau di bawa kemana oleh seorang wanita berkerudung. Saat ini adalah akhir tahun, bisa dibilang banyak kegiatan yang bersifat pertunjukan di Taman Kanak-kanak ini, seseorang yang menggamit tanganku ini adalah seorang wanita luar biasa.


“tahun ini bakal banyak murid baru yang daftar, makanya mereka semua bersibuk ria ”
dia berkata seperti tahu apa yang aku pikirkan.

“yaa acara ini bisa dibilang pesta anak-anak di sini gitu, ada lomba, dan berbagai pertunjukan yang akan di tampilkan lusa malam nanti”

“hmm....” aku berdehem sekilas, kurasa cukup terjawab mengenai kenapa untuk sebuah Taman Kanak-kanak tiba-tiba bisa seramai berubah pasar sayur dadakan.


Kami akhirnya berhenti di sebuah bangku beton berbentuk jamur, lucu juga kursinya. Sebuah tempat yang rindang, kalian bahkan bisa mendengarkan gemerisik suara angin membelai daun.

“yeeeey ini tempat favoritku, oi kamu udah makan? ” dia mengangkat tangannya, aku hanya tersenyum melihat dia seheboh itu.

Aku duduk di kursi berbentuk jamur tersebut, belum sempat kujawab dia malah berlari ke arah seorang anak yang tengah menangis gara-gara terjatuh. Dia kemudian mengambil sebuah permen dari tas kecil di pundaknya, dan ajaib. Tangisan bocah itu berhenti, kurasa bukan hanya sekedar permen yang membuat dia berhenti menangis.

“maafin aku yaaaa, si Bino tadi emang suka gitu, lari kesana kemari kemudian jatuh dimana-mana, untung aja permen sisa tadi malam masih aku simpan hehehe”

“gak papa lagi,aku udah makan kok. emang harusnya gitu kan” kataku sambil tertawa lepas.

Suasana damai yang kurindukan itu terulang kembali, kita hanya berdua di pinggir halaman itu. Memandang berbagai macam polah tingkah anak-anak kecil, kadang kala dia tersenyum penuh misteri ketika aku menceritakan banyak hal, aku suka cara dia menatapku.


“Bulan kemarin aq gak jadi bikin komik lagi, aku galau mendadak. Kau tau apa yang aku lakukan? Aku ngembat Topeng Power Ranggers milik adik temanku dan langsung saja foto-foto labil gak jelas” aku menceritakan kekonyolan-kekonyolan bulan Oktober kemarin. Dia tertawa, bahkan malah balik mengejekku

“yeeeeey kamu tuh udah kribo nakal lagi, trus si adik temanmu gimana? Gak nangis tuh?”







Kita bercerita banyak hal. Cerita yang sangat biasa, namun sesuatu yang biasa apabila kita maknai secara berbahagia, maka hal tersebut menjadi cerita yang sangat luar biasa suatu saat kelak.

“trus kenapa kamu kesini?” dia menatapku lekat-lekat, Waktu seakan berhenti. Sebuah pertanyaan yang membuatku tahu bahwa alasan aku berada disini sangat tidak wajar baginya

“gpp” aku menjawab singkat.

“trus kenapa kamu kesini? Pasti ada alasankan kenapa kamu mengunjungiku pagi ini”

Aku masih diam, kemudian mengacuhkan pertanyaaannya dengan mengganti topik yang lain.
“hei katanya, Adachi Mitsuru membuat komik baru lhooo. Judulnya ‘Q and A’ ”



Dia hanya tersenyum tangannya tiba-tiba menyentuh wajahku. Mengusap perlahan dan menyentuh rambutku.

“kamu berubah ya, makin kurusan” dueng!! Kata-kata yang kubenci setelah kribo adalah kurus.

“kamu gimana sih, emangnya kapan aku gemuk? Emangnya sapii” aku berkata secara spontan.

“ahahahahaha iya yaa, kalo kamu gemuk dunia bakal segera kiamat tuh” dia tertawa terkekeh-kekeh Melihat ku bersungut-sungut.

“trus kenapa kamu kesini?” dia menatapku lekat-lekat, dia mendekatkan wajahnya ke mataku.

“kamu masih mencintai aku ya?” aku kaget, dia tahu apa yang bergemuruh di hati namun tak kuasa untuk dikatakan. Aku tidak menjawab pertanyaan tersebut, aku hanya menghela nafas panjang. Berharap semua ini akan segera berlalu. Dia menurunkan tangannya dari wajahku. Mundur sejenak dengan wajah tertunduk, aku tidak bisa melihat dengan jelas apa yang dia rasakan.

“jangan gitu dong jix...” dia sesengukan sambik berkata lirih, dia menatapku sangat lambat. Matanya memerah, berkaca-kaca, dan beberapa bulir air jatuh membasahi pipinya. Aku dan dia sudah hampir satu tahun mengakhiri kisah cinta itu. Ada secuil kisah yang mewarnai cerahnya pagi ini.

“aku hanya ingin bertemu denganmu, aku tahu cinta datang di tempat dan waktu yang tepat. Dan saat ini dan di tempat ini aku ingin bertemu denganmu” kataku sambil memberikan tisu kering yang selalu aku bawa di tas Consina berwarna merah milikku.


“tadi subuh, kemarin sore, dan hari ini. Aku merasa menjadi pecundang, apa yang aku kerjakan dengan sungguh-sungguh semuanya sia-sia, aku menahan perasaanku selama ini hanya untuk memenuhi egoisku yang gak jelas juntrungannya” aku menghempaskan semua keluhanku padanya. Kita bercerita banyak hal. Cerita yang sangat biasa, namun sesuatu yang biasa apabila kita maknai secara berbahagia, maka hal tersebut menjadi cerita yang sangat luar biasa suatu saat kelak. Dia sepertinya juga butuh tempat sampah, mebutuhkan teman untuk berbagi. Seperempat siang sebelum tengah hari tak terasa telah kami habiskan berdua. Hingga akhirnya dia mengantarku ke gerbang sekolah bercat hitam, melepas kepergianku, tentu saja kawan.


“hei, thanks dah mau berbagai hidup denganku” ucapnya dengan suara perlahan, dia tersipu dan mendorongku keluar pagar.

“heh harusnya aku yang berkata seperti itu, kamu ngusir apa ngusir nih”
ucapku sewot. Dia tertawa kecil, iya tawa yang aku rindukan selama satu tahun ini.

“aku pergi yaa... kalo kangen kamu liat semak-semak dipinggir jalan aja. Tempel mukanya Sponsbob ntar mirip ma aku kok” candaku sambil melambaikan tangan ke arahnya.

“iya, kalo kamu kangen aku liat aja fotonya Saskia Mecca, mirip kok” dia membalas gurauanku dengan haru.

Aku hanya tersenyum, kemudian aku berlari agak menjauh dari gerbang, aku berhenti di ujung jalan dan berteriak


“HEIII!!! IYAAAA!!! MAAFIN AKUU!!! AKU MASIH SAYANG MA KAMU!!! SEHAT-SEHAT YAAA!!! SALAM BUAT CALON SUAMIMUU!!!!”



Dia tersenyum, dan mebalikkan badan seraya menghapus air matanya
kemudian berteriak “BODOOOHH!!!!”.

Aku melihat dia pergi dengan sangat dramatis, kamu tahu ketika kamu jatuh cinta maka akan ada hal-hal semacam luka, sedih, putus asa, bahagia dan cita-cita yang ikut bersamanya. Dia menghilang di telan riuh rendahnya anak-anak, lenyap di tengah siang hari yang berisik, pergi bersama angin utara yang berhembus entah kemana.

Aku berkata kepada diriku sendiri “Oke, saatnya berjalan lagi. Hidupku tak akan berakhir disini ”


Mujix
hidup itu hanya persoalan perjumpaan dan perpisahan
kalian percaya?
Somewhere in Indonesia, Desember 2011

Minggu, 11 Desember 2011

Balada wanita tua

Wanita itu termenung sejenak menatap pagi. Kurasa lebih separuh abad dia melihat pagi yang sama, dia tertawa ketika melihat rambut keritingku berantakan tertiup angin siang tadi. Sebuah siang damai di sudut terpencil desa yang selama ini aku acuhkan. Wanita tua itu tinggal di sebuah rumah bercat putih pucat yang cukup megah. Tak jauh dari sana terdapat bangunan lama terbuat dari bambu usang tergeletak begitu saja. Dia walaupun tua adalah wanita yg hebat. Tinggal sendirian tanpa kawan tak menyurutkan semangatnya untuk sekedar menyambutku dengan peluk cium akrab yg selama ini aku rindukan. Masa lalu kelam mengenai suami yg telah mati di era partai komunis itu tak membuatnya enggan untuk menyambut hari ini. Dia adalah wanita tua yg hebat. Pertemuanku hari ini dengan wanita tua itu kurasa telah terencana sejak dahulu. Tak ada yang tidak disengaja, tertulis dengan sangat rapi.

Ingatanku kembali ke dua hari yang lalu, dimana aku masih berada di jantung kota yang ramai. Aku muak dengan kota tempat dimana aku menuntut ilmu itu. Akhirnya semua masalah, cita-cita, cinta, dan apapun itu telah aku tinggalkan disana. Tuhan telah menegurku untuk segera menemuinya. Segera saja aku pergi meninggalkan kota busuk itu menuju ke sini. Hampir tiga jam aku terømbang-ambing di bis kota lawas berwarna biru, berpindah kendaraan dan kadang kala berhenti sejenak mencaci maki hari itu. Disepanjang perjalanan aku hanya diam menatap kosong di balik jendela. Sawah terhampar hijau, pohon mahoni, langit biru menemaniku saat itu. Di ujung jalan tak jauh dari sungai kecil itu akhirnya aku turun, kuhirup saja aroma angin siang hari jam 2. Aku berjalan pelan, kulayangkan pandanganku ke segala arah, sesekali aku berhenti kemudian diam mendengarkan gemerisik daun- daun yang bercumbu dengan teriknya hari itu. Cukup romantis bagaimana desa itu menyambut kepulanganku.

Aku tidak dapat mengingat kapan wanita tua itu muncul dikehidupanku. Mencongkel memori paling dalampun aku hanya menemukan adegan kecil dan terlihat sangat samar. Sebuah scene sederhana dimana aku terjebak di dalam kegelapan pekat, hanya ada lentera dari kaleng susu kental manis di meja tak jauh dari wanita tua yang sedang menimangku. Sebuah kidung tentang binatang ia nyanyikan perlahan membius malam, remang-remangnya langit dan lirihnya nyanyian itu membuat mujix kecil terdiam melupakan rasa rindunya akan ibu dan bapak. Wanita tua itu akan terus bernyanyi hingga mujix kecil terbuai mimpi, sampai pagipun wanita tua itu tidak perduli.


***

Pagi itu hidup berjalan seperti biasanya, langit esok di sebuah kampung kecil dimasa lalu itu mulai ternodai oleh semburat cahaya kuning dari sang surya. Hawa dingin nan pekat masih menyelimuti tubuh mungilku di depan teras rumah. aku berlari menuju rumah kecil berwarna abu-abu dan mengendap-endap perlahan. Kulihat wanita tua itu masih melumat ketan putih dengan air di dalam mangkok berukuran sedang. Aku mengalihkan pandanganku ke arah meja dapur kuno di belakang tungku tempat wanita tua itu menanak nasi, menjerang air, atau sekedar menghangatkan diri ketika subuh mulai menjelang. Ya, mataku tak dapat lepas dari sebuah benda cair berwarna kecoklatan beraroma sedap di sebuah gelas bening. Ketika dia lengah, aku segera menghambur ketempat benda cair tersebut dan meminumnya setengah. Wanita tua itu sangat pandai menyeduh teh panas, kadang kala diperlukan sedikit kecurangan untuk menikmati seduhan teh miliknya. Segera saja aku mengganti setengah teh yang tersisa itu dengan air panas di termos kecil dan menambahkan secara serabutab beberapa jumput teh dari bungkusnya tersebut, itu caraku mengkamuflase sisa cairan berwarna coklat agar tak di ketahui wanita tua itu. Setelah kurasa berhasil mengecohnya, aku menyodorkan piring lebar ke arah tumbu dimana ketan tersebut masih mengepul hangat. Itu adalah sarapan favoritku sepanjang masa, sepiring ketan dan beberapa potong tempe goreng. Ketan tersebut sebenarnya adalah bahan baku rengginang, makanan sejenis kerupuk yang berasal dari ketan dan perlu di jemur sampai kering. Wanita tua itu membentuk lingkaran-lingkaran kecil dan meletakkannya di sebuah nampan besar dan kemudian membawanya ke luar rumah. mungkin memerlukan waktu seharian untuk membuatnya benar-benar kering. Setelah sepiring ketan telah kutelan habis, aku biasanya menyalaminya dan bergegas berjalan 3 Km ke arah timur. Ya, sekolah SMP ku memang cukup jauh dari tempatku tinggal.
Selama 9 tahun itu, aku dan wanita tua itu sangatlah akrab. Walau sering memarahiku gara-gara lupa mencuci kaos kaki, setidaknya dia selalu menungguku di depan pintu ketika waktu pulang sekolah tiba. Hubungan sangat personal itu harus berakhir ketika aku memutuskan untuk mengambil sekolah di kota Surakarta. Aku ingat ketika suatu subuh awal tahun ajaran baru, aku berbincang sejenak dengan wanita tua itu. Aku berjanji pada dia akan pulang satu minggu sekali, setiap akhir pekan, dan tidak akan melanggarnya, itu sumpahku saat itu. Setelah mengecup pipinya aku berjalan menembus kegelapan dan berjalan cepat mencari kendaraan umum untuk mengantarkanku ke Kota Busuk itu.

***

Hari ini aku bertemu wanita tua itu lagi, perjalanan yang cukup memuakkan itu kurasa telah aku lupakan. Aku segera saja merogoh uang yang terselip di kantong jaket putih lusuhku, dia heran dan menoleh memperhatikan tanganku.

“mbah, iki duit gajianku. Nyooh, mang ge tumbas enjet kalih suruh hehehe” kataku sambil menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah bergambar pasangan presiden idolaku sepanjang masa.

“opo ki yon?”wanita tua itu masih bingung dengan wajah kaget.

“iki gajiku soko nggambar kartun mbah, ngge njenengan”

Wanita tua itu tiba-tiba memelukku dengan penuh haru, sangat erat, kulihat sekilas air matanya menggenang membasahi kulit pipinya yang mulai keriput. Yah cacian tentang hari ini, kemuakanku tentang takdir Tuhan, dan beberapa gelas teh yang aku curi ketika masih kecil semuanya terbayar sudah. Pertemuanku hari ini dengan wanita tua itu kurasa telah terencana sejak dahulu. Tak ada yang tidak disengaja, tertulis dengan sangat rapi.



NB: Enjet dan Suruh adalah bahan baku untuk kinang. Kinang adalah beberapa lembar daun sirih, sejumput kapur, sejumput gambir, sejumput tembakau. Manfaat dari kinang antara lain mencegah kerusakan pada gigi, mencegah pembekakan gusi, mencegah pendarahan geraham, dan menghilangkan bau mulut.

Rengginang adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari nasi atau ketan yang dikeringkan lalu digoreng panas (deep-fry). Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Rengginang dapat digoreng tanpa diberi bumbu maupun rasa, asin atau manis.


Mujix
ini tulisan lama tentang Nenekku yang
baru sempat aku posting sekarang. nenekku
keren sekali yak :D
Solo, 11 Desember 2011

Sabtu, 10 Desember 2011

dear diary

dear diary, hari inii akkuh seneeeeng banget, ternyata hidup itu memang harus seperti ini yaa. siang tadi waktu akkuh kecapekan gara-gara ngerjain komik semaleman ada beberapa temen sms ke hape akkuh, katanya fotoku nongol di koran Jawa Pos. akkuh gag nyangkaa kalo ternyata acara penyerahan hadiah kemarin bakal dimuat di koran, gak nyangka bangeeet. aduuuh walaupun sering muncul di media gara-gara komik, aku kan jadi malu kalo di bicarain seperti itu.

dear diary, hari ini solo hujan sepanjang hari, dingiiin, dan pengennya tidur terus. setelah semalaman mengerjakan komik buat TUGITU UNITE di GKS, akkuh akhirnya memilih tidur di kost. soalnya kalo tidur di tempat Arum atau GKS gak enak sama orang lain. oh iya, komiknya lucuu lhooo, total ada 7 halaman, akkuh menceritakan tentang perjalanan komunitas KOMISI SOLO dan TUGITU UNITE dengan komik. semoga TUGITU UNITE senang ya menerima submisi komik dariku.

dear diary, tahun 2011 hampir berakhir. beberapa keinginan dan harapan di tahun kemarin tidak semuanya terkabul. dari 10 target yang bisa akkuh lakukan tahun ini hanya 3 saja, akkuh sediiih. bisa dibilang tahun 2011 ini akkuh tidak konsisten sama tujuanku dimasa itu. namun akkuh tidak menyesal kok, setidaknya akkuh melakukan semua hal dengan sangat bersemangat. semoga tahun depan akkuh bisa menyelesaikan semua keinginanku.. amin ya...

dear diary, sabtu kemarin gara-gara akkuh membaca komiknya mas Diyan Bijac. akkuh kangen dengan Popok. di halaman terakhir di dalam komi tersebut ada karikaturnya, dan kegalauan itu bertambah setelah bertemu tidak sengaja dengan kak Rizuka, dia kakaknya Popok. akkuh sedih, soalnyaa akkuh jadi teringat komik Lemon Tea-ku yang belum selesai. ya Tuhan semoga tahun ini akkuh bisa menyelesaikannya yaa,,, ^_^

dear diary, oh iya beberapa hari ini aku berhasil menata waktuku dengan sangat baik. sepertinya membuat list dan meniatinya dengan serius dapat meningkatkan kualitas hidup kita. ternyata menyenangkan meluangkan waktu untuk membantu orang lain, namun sebisanya saja yaa. akkuh yakin Tuhan pasti akan membalas semua kebaikan kita:)

dear diary, terimakasih telah menemaniku selama ini. kamu pasti marah akkuh selalu mengeluh dan bercerita banyak hal. maafin akkuh ya, kalo tidak ada kamu, akkuh pasti akan sedih dan terluka. akkuh sangat bersyukur mempunyai diary sebaik kamu. aku sangat bererimakasih sekali kamu menemaniku selama 2 tahun ini. akkuh akan berusaha untuk menjadi manusia yang dewasa kok, akkuh akan menjadi manusia yang keren. itu janjiku padamu:)


Mujix
sedang menghayati menjadi seorang cewek manis
yang menulis diary rahasia
Solo, 10 Desember 2011

Rabu, 07 Desember 2011

Desember

Bulan Desember selalu mengingatkanku akan kejadian yang membuatku muak terhadap hidupku selama ini. Ya, kalian benar, ini cerita tentang 1 tahun yang lalu. 4 hari paling kelam dalam hidup seorang Mujix, andaikata film bisa dibilang saat itu adalah fase klimaks paling buruk. Aku tidak akan menceritakan hal itu secara mendetail, berbagai hal yang terjadi saat itu benar-benar sangat personal. Andaikata aku melihat kembali kebelakang ada satu hal yang pasti, aku bertambah dewasa, makin menikmati hidup, dan tentu saja terus berusaha menjalani hari ini agar berarti di kehidupan nanti.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan sinterklas. Iya, kakek berjanggut putih itu suka lewat di atap rumah pada tanggal 25 Desember. Dulu aku sempat nangkring di genteng gara-gara liat di kartun ada Sinterklas bawa hadiah di film kartun. Alhasil aku tidak menemukan kakek-kakek berseragam merah dengan janggut putih, aku hanya menemukan nenek berambut putih yang menyuruhku segera tidur. Nenekku khawatir besok masuk angin gara-gara kelamaan nongkrong diatas genteng waktu malam.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan hujan, yup. Air yang jatuh dari langit itu membuatku benar-benar galau. Sepanjang hari sampai sore air selalu turun, membasahi banyak hal. Aku tidak membenci hujan, namun ketika baju dan celana dalam kalian tidak kering gara-gara curah hujan yang ngawur, sepatu kalian berbaju tengik dikarenakan air yang masuk kedalam kaki, aku takkan membenci hujan. Hujan ada untuk semua umat manusia, hujan menghubungkanku dengan banyak cerita cinta. Yah, sekesal apapun aku kepada Tuhan yang memberi Hujan, aku tetap manyukainya. Aku cinta Tuhan, dan aku sangat suka dengan hujan.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan kuliah. Yah inilah dilema masa mudaku saat ini, seperti yang kalian ketahui aku mengambil cuti selama 2 semester. Di waktu tersebut aku mulai menata banyak hal, aku bekerja semaksimal mungkin, mengurusi berbagai acara komik, pergi ke banyak tempat, dan tentu saja menikmati hidup. Walaupun kadangkala rencanaku gagal total karena banyak hal. Aku tidak akan menyesali keputusanku untuk cuti. Dan bulan januari depan aku akan mengejar kuliahku lagi. Semoga tahun ini aku bisa wisuda di depan kedua orang tuaku tercinta:)


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan impianku. Desember adalah bulan evaluasi, selain hari ulang tahun, aku sering menata hidupku di bulan desember. Mencatat semua target, menata semua arsip tahun kemarin, mengedit semua impian-impian tolol, mencari cewek-cewek ababil inceran tahun depan, dan tentu saja belajar mensukuri apapun yang terjadi tahun lalu. Intinya sih, bulan desember adalah bulan pemantapan visi misi pribadi.


Mujix
Bulan desember selalu mengingatkan bahwa aku
telah berhasil menulis blog ini selama
satu tahun, selamat buat Mujix
atas keberhasilannya
Solo, 07 Desember 2011

Minggu, 04 Desember 2011

04.12.2011

sial...
Tuhanku, Kamu memang yang paling mengerti tentang aku
Kau tahu apa yang kurasakan sekarang?
ya... Kau benar
Kau membuatku terpuruk dan sadar,
bahwa apa yang aku pikirkan dan aku harapkan
memang harus aku diskusikan lagi dengan
Logika-Mu...


entahlah Tuhan
suatu saat aku akan menemui-Mu di ranjang
di tempat biasa kita bercerita tentang cinta
tentu saja, bercengkrama dengan akrab
seperti kemarin pagi di ujung senja.
sial...



Solo. 04 Desember 2011

Rabu, 30 November 2011

cerita hari ini

malam ini aku capek, sangat capek, resah, bunchiiis... errr apa lagi ya, bahkan untuk mengeluhpun aku kehabisan kata-kata.
(ada yang jual kata-kata di dekat sini? ane mau borong)

waktu sudah menunjukkan 03.35 WIB, masih terdampar di sebuah gedung lawas di Sriwedari dan tentu saja belum tidur. gak, aku gak mangkal. heran apa kalian tidak percaya kalau aku adalah cowok sejati?
(sambil membusungkan hidung)

okey, KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL 2011 telah menginjak hari yang ke 3, ntar sore ada event yang tidak kalah hebohnya apabila dibandingkan David Becham ke Indonesia (ke Indonesia tepatnya ke Boyolali, katanya sih mau cari susu). TUGITU UNITE nanti sore mau me-lounching maskot mereka, yaitu Agus Pakdhe, Daamas, dan Topik Wolvrine XD. katanya sih sayang kalau ketampanan mereka mubazir kalau hanya dinikmati kalangan personal saja.

sedangkan peluncuran kompilasi artwork mereka yang ke 9, sebenarnya hanya kedok dan kamuflase agar banyak pengunjung yang sudi hadir untuk menengok acara tersebut.
judul kumpulan artwork kali ini adalah Empat Sehat Lima Semaput, entahlah apakah ada hubungannya sama pelajaran PENJASKES SD daerah Jebres atau bukan aku tidak perduli, namun yang pasti menurut analisisku (ceileeeh analisis, mau nyaingin Detektip Conan jix? Detektip Conan gak pernah berambut kribo lhooo. kalo kribo ntar jadinya detektip KONAK:D), para anggota tugitu pasti sering bersinggungan dengan masalah gizi, nutrisi, serat, dan lain-lainya. maklum anak kost
*bruak langsung di keroyok anak TUGITU UNITE


oh iya, aku baru saja merampungkan poster buat hari ke 4, temanya "Komik Solo 3 hari ke depan", temanya keren yak. yang ngasih tema itu Agus "Pakdhe" Susanto, perlu aku jelaskan dia siapa? bukan, bukan, dia bukan pakdheku. apa nenekku? salah? kalian keracunan es teh ya? kok jadi ngigoo gitu?


do'i adalah sesesok om-om maniak komunitas yang baru saja aku kenal di akhir 2010(om-om apa pakdhe-pakdhe?). tepatnya ketika event "Post Card Untuk Sahabat". sebuah acara amal buat para korban bencana Merapi akhir tahun kemarin. kapan-kapan aku ceritakan lebih mendetail tentang do'i. saat ini aku tengah bertapa menahan ngantuk agar biar bisa terjaga sampai pagi.


kata status seorang kawan tadi sore "Kesalahan terbesar kita adalah saat kita menyesali pilihan yang kita ambil.", yak betul status itu aku bajak dari seorang seniman tua bernama Argha Yudha Prathama .

kalian kenal? ayoo ayooo? tunjuk kaki kalo ada yan kenal....
*langsung pada terjungkal ke depan, ya iyaalah tunjuk kaki kan sama aja dengan nendang. beda sedikit sama salto. hampir sama kayak kayang, dan penjelasan ini sangat tidak penting XD


Argha Yudha Prathama adalah seorang pemuda yang bersemangat, ganteng, baik hati dan suka menolong (temennya si Budi sama Ani yang sering disebut di buku kelas satu SD itu lhooo.....) Kalo soal ganteng tidak perlu banyak diperdebatkan, andai kata ada barometer kegantengan seseorang niscaya dia akan dapat nilai seratus, terutama kacamatanya. dia (kata fans gelapnya) sangat mirip John Lennon. (fans gelapnya itu pokoknya suka nagkring di tempat gelap-gelap, suka tidur di tempat yang gelap) apa kalian tidak percaya? mirip jempolnya john Lennon? oke sepakat XD
*si Mujix langsung di suruh nyebur ke laut sama Argha). inti dari omong kosongku diparagraf ini adalah aku sangat suka dengan statusnya saat itu, (bukan orangnya,aku bukan homo soalnya.CATEEEEET)

kok kita jadi ngomongin si Argha? kan kasihan sama si Nikita willy.
balik lagi ke status, walau hanya sekedar melihat sekilas, ternyata hatu kecilku mempertanyakan pernyataan itu.

"Apakah aku menyesali berbagai keputusan yang aku ambil selama aku hidup sebagai manusia 23 tahun ini?" kata-kata tersebut berteriak lantang di seluruh semesta di dalam tubuhku.
apakah keluhanku di paraghaf pertama "malam ini aku capek, sangat capek, resah, bunchiiis... " adalah wujud penyesalanku selama ini?
.............
.............
.............
.............
.............
.............
hidup hening sejenak, mujix berdiri tegak menatap langit, daun-daun beterbangan mengitari riuhnya angkasa raya. Bulan dan Bintang pun terdiam ketika Mujix mempertanyakan hal yang sangat retoris tersebut. (kalo bisa ngomong berarti kena pengaruh lagunya om Si Doel Sumbang)
.............
.............
.............
kurasa aku tidak menyesali apapaun yang pernah aku lakukan (setidaknya ketika aku mengetik tulisan ini telah kuteguhkan tekadku)
.............
.............
.............
.............

saat ini lagu Sheila On 7 yang berjudul "Mudah Saja" bersuara nyaring mengiringi apa yang aku tulis, aku cukup menyukai lagu tersebut. setidaknya audio itu telah masuk ke ke playlist berlabel "Lemon tea's song". playlist kesukaan untuk menemani prosesku mengerjakan komik labil bertamakan cinta tersebut, Popok maaf ya komiknya belum kelar.
(ceileeeh malah curhat)

kalian masih ingat kan dengan kalimat diantara banyak titik tersebut. oke sesimpel itu kok,
kurasa aku tidak menyesali apapun yang pernah aku lakukan.
okey,titik. silahkan lanjutkan aktivitas kalian :)


Mujix
dan postingan bertema curhat
harian ini aku selesaikan
pada pukul 04.19 WIB
setelah bunyi aneh dan matinya komputer secara mendadak
aw aw aw eaa XD
Solo. 30 November 2011

Minggu, 27 November 2011

mujix and KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL's first day

“wedhus, kenapa lilinnya gak jelas gini?” tukas angga melihat serpihan-serpihan lilin berwarna merah pucat itu rontok dari batangnya.


“kayaknya gak mungkin bisa menyala deh dek” kataku sambil melihat dek nafi yang berdiri tak jauh dari tempat angga berdiri.


“enggak mas.. ini pasti bisa nyala kok percaya deh” kata dek nafi dengan sedikit memohon.


Aku bingung, iya, aku bingung 70 keliling. Kulihat kerumunan orang itu masih ramai, dan sepertinya memang harus segera dimulai acara sakral tersebut. Sebuah acara ulang tahun komunitas komik tereksis di kota solo (kayaknya sih gitu, eksis sejak 3 tahun yang lalu).


Petang itu kami meributkan lilin berbentuk angka tiga yang tidak mau dibakar, oke aku ralat tepatnya tidak bisa dinyalakan. Tanganku hampir keriting memencet korek api batangan berwarna ungu janda itu.


“ngga, kamu coba tanya feri deh. enaknya gimana, udah ramai banget nih” ujarku kepada angga.


Angga segera berlari menuju tempat dimana feri masih berdiri menemani kawan-kawannya menggambar di kain sepanjang 7 meter. Terlihat mereka berbicara sejenak, agak samar-samar dan aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Sepertinya minus di kedua mataku ini semakin bertambah. kemungkinan penyebab yang paling logis kenapa mata ini makin minus adalah kebiasaanku membaca buku, menghadap komputer kelamaan, dan tentu saja perilaku menggambarku yang semakin membabi buta. Penyebab tidak logisnya adalah gara-gara kelamaan bengong sehabis bangun tidur gara-gara mimpiiin nikita willy.


“kata feri, gak usah pake lilin, langsung dipotong pake pisau aja ji”
teriak si manusia berambut poni ala korea boy band itu. Iya ngga potongnya pake pisau, masa mau pakai kapak batinku makin bingung.


“Masak acara ulang tahun gak pake niup lilin mas? Gak kerasa dong pestanya...”
dek nafi menyahut sebelum akhirnya meraih lilin berangka 3 tersebut.


Sore itu aku dan kawan-kawan KOMISI SOLO tengah dibingungkan akan masalah lilin buat ulang tahun, Ya lilin, kita dibuat bego gara-gara lilin yang rontok gak jelas. Heran, ternyata lilin bisa rontok juga toh. Kirain cuman rambut bokap doang. Sial, sudah gak bisa dinyalain suka rontok pula, lilin jaman sekarang sukanya emang gitu ya?


waktu menunjukan pukul tujuh malam, masalah lilin itu hanya salah satu bagian dari serentetan masalah gak penting lainnya di hari pertama KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL.
Petang itu Gedung Kesenian Solo di penuhi oleh puluhan anak muda dari berbagai kalangan, kurasa sekitar 50-an orang. Mataku menjelajah ke berbagai arah, melihat kemungkinan apapun yang bisa di ganti untuk acara tiup lilin. Apa diganti acara salto berjamaah gitu ya, atau acara lompat-lompat sambil berteriak “BUNCHIIIIIIIIS”.
Iya enggaklah, emangnya gw cowok apakah (atau apapun?).

Persoalan utamanya adalah lilin yang rontok gak jelas itu sedang ngambeg dan gak mau dinyalain. Setelah memasang muka sok serius dan berpose ala patung pemikir-nya Auguste Rodin, akhirnya Aku berteriak kegirangan ketika menemukan tusuk kue berwarna biru ke hijauan, segera saja aku mengatakan ideku pada mereka.


“EUREKA!!!!! EUREKAAAA!!!”
aku berteriak mirip Archimedes menemukan bahwa berat (dalam Newton) air yang tumpah sama dengan gaya yang diterima tubuhnya, Dan bedanya aku gak lari-larian telanjang sampai Syracuse.


“gini aja, lilin-lilin itu kita tusuk biar berdiri dan gampang di nyalakan lilinnya ” kataku dengan memasang muka serius.


Segera saja aku tusuk sisa lilin itu, aku melihat apakah ada celah yang bisa aku masukkan tusuk kue berwarna kebiruan itu. Dibawah kurasa agak longgar, segera kudorong dengan paksa, kuharap benda itu bisa berdiri di atas kue blackforest coklat berukuran sedang itu.


“Yes!!! Masuk!!!” aku langsung loncat-loncat kegirangan kemudian melepas baju dan lari-larian telanjang mengelilingi kota solo. (oi..oi.. kok jadi makin kacau gini?)
Okey, tusuk kue itu memang masuk ke celah kecil tersebut, namun bukannya berdiri tegak yang terjadi lilin itu makin bertambah rontok.


“begooo!!!” aku menjerit dalam hati, lilin-lilin itu makin hancur,bentuknya masih mending ketika sebelum di tusuk. Kalo tadi masih berbentu angka 3 sekarang berbentuk seperti huruf F di balik dan dilihat pake sedotan (intinya sih aku bingung untuk mendiskripsikannya).


Angga dan dek nafi bengong melihatku membereskan serpihan lilin yang rontok itu.


“gini aja, lilinnya dinyalakan namun kamu lindungin lilin itu agar tidak mati lagi jix”


Aku akhirnya mundur, sepertinya mereka juga tidak mempermasalahkan bentuk lilin yang tidak karuan tersebut.


Nafas panjang kuhela saja dengan tak memperdulikan badanku yang mulai kecapekan, pikiranku melayang ke beberapa jam yang lalu, dimana kota solo di guyur hujan dengan sangat deras. Aku berpikir acara festival ini mungkin akan gagal total, saat itu hanya ada 7 makhluk gak jelas di GKS. Jam 3 sore telah berlalu setengah jam, dan hujan masih belum berhenti.

“pokoknya walaupun hanya 5 orang acara ini akan tetap berlangsung”
kataku meyakinkan kawan-kawan panitia acara tersebut.


Setelah berkata seperti itu aku segera salto ke sofa berwarna coklat tak jauh dari tempat mereka berdiri.


“aku tidur dulu ya, aku capek banget.sekalian sambil nungguin hujan reda”


Okey, aku segera tidur, segera memejamkan mata dan mengacuhkan hujan diluar sana yang semakin menggila. Beberapa hari ini aku memang mempunyai masalah dengan istirahat malam, walaupun aku bukan pecandu lembur, setidaknya aku sering memaksakan tubuhku untuk merampungkan berbagai kerjaan yang masih belum kelar.


Acara komisi birthday festival yang belum terlaksana gara-gara hujan ini sebenarnya agenda yang sangat mendadak. Bahkan tidak termasuk dan tidak terpikirkan oleh sebagian anggota komisi. Aku memperhatikan langit-langit berwarna putih kecoklatan yang hampir lapuk itu. Mencoba tidak memikirkan apapun, termasuk memikirkan kekhawatiran yang tidak beralasan akan event yang belum terjadi itu, dan langsung pergi ke alam mimpi.


Hujan reda pukul 17.00 WIB, badanku terasa lebih baik.


“fer, kayaknya jamstripnya mending diluar aja deh”
aku berkata kepada feri yang tengah berbincang dengan dek Nafi di sebelah pintu.


“oke, sip. Santai ji” tukas cowok berkulit hitam dan berbadan tambun itu. Badan tambun itu sudah cukup mendingan apabila dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu. Dulu dia lebih gemuk, lebih imut (item mutlak:p) dan lebih bulet (jadi pengen nggilindingin si feri dari puncak gunung lawu) .


Angga, feri, jeki trendi, dek nafi, dan sholek segera bergegas keluar ruangan. Kami menuju ke halaman di sebelah selatan tak jauh dari kerumunan para penari SBC yang tengah berlatih. Segera saja aku mengambil kain putih berukuran 7 meter itu dan menggelarnya bersama angga di halaman tersebut. Vertikal melintang dari timur ke barat, wow sebuah kompisi yang keren.


Tak jauh dari tempatku menata kain, feri dan jeki terlihat sibuk mempersiapkan makanan di meja kayu berukuran sedang. Gorengan, kue , oleh-oleh dari kampung berupa jenang, jadah, sosis, serta kacang ditata dengan rapi di meja berwarna coklat. Wuiiih, berapapun yang datang aku tidak perduli. Kami akan tetap berpesta dengan komik hari ini. Rugi dong aksi memanjat labil kayak kera yang tadi sore aku lakukan hanya untuk memasang sepotong MMT Komisi birthday festival ini. nguk...


Pukul 17.30
banyak orang mulai berkumpul, aku kaget, ternyata banyak yang meluangkan waktu untuk menghadiri acara KOMISI (atau menyempatkan waktu untuk menengok wajah gantengku), semakin malam pengunjung semakin membludak. Acara jam strip segera kami mulai.


Arumania
segera saja menggiring para pengunjung ke tengah acara, dia bertugas menjadi MC sore ini. Dia makhluk ajaib multi talenta andalan banyak orang di daerah kami. Aku heran, ketika Tuhan memutuskan takdir untuk menciptakan Arumania, pasti banyak manusia lain yang belum lahir ikutan protes. Arumania sangat mengerikan, sementara ini daftar status yang dia pegang adalah: komikus, vokalis, MC, pemain Film, penjual mie ayam, kakak yang baik, Guru, pencipta lagu, desainer, jombo bahagia, ect. Tuh kan....


Mengerikan....


Acara jamstrip berjalan lancar, setelah panel pertama dihajar sesosok manusia ganteng perpaduan dari Ridho Rhoma sama Wolfrine bernama Topik dari TUGITU akhirnya semua teman mulai menggambar dengan binal di kain sepanjang 7 meter tersebut.


Yeah, aku memandang keramaian itu dengan penuh keharuan. Sangat dramatis, apalagi kalau mengingat sesosok bocah kribo yang memandang panel-panel gambar di acara "Solo Berkomik" dengan mata berbinar 8 tahun lalu. Solo berkomik adalah acara pesta komik yang dulu sempat rutin diadakan dan berakhir pada tahun 2005 (atau mungkin 2004, agak lupa sih). Sejak saat itu sangat jarang ada event komik di kota solo. Setelah dunia perkomikan solo vakum selama beberapa tahun, akhirnya aku dan kawan-kawan mendirikan komunitas komik pada tahun 2008, semenjak saat itulah aku berjuang setidaknya kita harus mengadakan acara komik untuk kita sendiri. Yah, untuk diri sendiri dulu, kurasa itu cukup beralasan.


Keramaian itu semakin memuncak pada pukul 19.00 WIB, yah kurasa ini saat yang tepat untuk acara potong memotong. Dek nafi beranjak menuju ke arah kardus berwarna perpaduan putih dan orange. Dia mengambil kue blackforest dan meletakannya diatas kardus minuman mineral tak jauh dari kain panjang tersebut. Aku sangat bernafsu sekali melihat kue berwarna coklat itu, aku memang jarang makan coklat, jarang makan pizza, jarang dicium sama nikita willy dan jarang itu air panas dalam bahasa jawa (apaaan sih? Kok lokal banget joke’s-nya) . dan seperti dugaan cowok kribo itu, acara potong kue menjadi klimaks dari acara jamstrip ini.


Aku deg-degan melihat dek nafi menyalakan lilin berwarna merah itu,

aku deg-degan,

aku masih deg-degan,

aku hampir deg-degan selama 10 menit kok tidak segera dinyalakan?

lama banget...


Ya amplop, ternyata lilinnya emang gak jelas. Aku memanggil angga, biasanya cowok berponi korea itu kadangkala memiliki inisiatif yang keren. Angga berjalan kearah dek nafi dengan gagah berani, dengan wajah diganteng-gantengkan dia melangkahkan kaki dengan mantab. Aku membanyangkan banyak bunga berterbangan mengiringi langkahnya, bintang-bintang bersinar.

Sedikit sendu dia berkata “ada yang bisa di bantu dek?... ”

clink-clink...


Dua menit kemudian semua bayangan itu lenyap.

“wedhus, kenapa lilinnya gak jelas gini?” tukas angga melihat serpihan-serpihan lilin berwarna merah pucat itu rontok dari batangnya.


Tuh kan, ceritanya balik lagi ke paragraf pertama:D
Lilin itu akhirnya bisa berdiri dengan ganteng di kue ultah tersebut, setelah memaksakan diri menutup area kue agar bisa menyala dan tidak tertiup angin, acara tiup lilin.


Acara lempar tanggung jawab meniup lilinpun berlangsung dengan seru.
si rambut kribo mengajukan feri,


“ayo fer!! Kamu tiup lilinnya. Sebagai anggota komisi yang paling item pokoknya harus kamu yang niup lilin itu” aku berteriak kesetanan sambil berlari menyeret feri ke tempat eksekusi.


“wah jangan aku jiii, kowe wae, opo angga kae lhooo. Pokokmen ojo akuu” feri menolak, dia menatapku dengan berkaca-kaca dan bercucuran air mata, ups ternyata bukan air mata. Itu air keringatnya:D


dan si pemuda tambun berkulit item itu melampar tanggung jawab ke cowok berambut poni bernama angga tantama, si angga bingung sambil tertawa salah tingkah.

“wah wedhus!!! Pokokmen ojo akuu!!! Dek nafi ae”
angga berlari muter-muter lokasi ultah kemudian salto 50 kali.


dia mencoba melempar tanggung jawab itu ke dedek mumumu berjilbab merah jambu.
Dek nafi diem. Sepertinya dia memang tidak bisa menyanggah apapun perkataan angga, apalagi aku dan feri menatapnya dengan penuh harap.


Andaikata ada kamus “arti tatapan mata”, maka tatapan kami bertiga pasti artinya
“ayo deeek, please tiup lilinnya. Kamu mau kalo kami besok bangun shock dan mendadak ganteng gara-gara kepikiran lilin yang belum ditiup?”


Dek nafi diem. Kemudian berjalan ke arah kue blackforest tersebut.
“yowis mas, aku yang akan niuuup”


Huwoooo!!!! Mujix langsung berteriak kegirangan sambil menari ala orang hawai. Si angga langsung salto dan kayang secara bersamaaan. si feri diem, kemudian meledak dan berubah menjadi doel sumbang.



Detik-detik sebelum lilin itu pikiranku kembali melayang ke 8 tahun yang lalu, atau mungkin lebih lama lagi. Mujix kecil yang dahulu pasti tidak menyangka kalau di umurnya yang ke 23 tahun, dia berhasil membuat komunitas komik dan mengadakan acara festival kecil yang selalu diimpikannya sejak SMA. Lilin itu padam setelah dek nafi meniupnya dengan pelan, dan kemudian di sambut riuh rendahnya suara tepuk tangan yang membahana di seantero lingkungan GKS.


Aku tersenyum kecil, ini masih belum selesai. Masih banyak kegembiraan-kegembiraan yang belum aku alami di masa depan. aku sangat bersyukur bisa menikmati kegembiraaan kecil itu bersama-sama dengan Feri, angga, Dek nafi, wahyu, eko roey (yang walaupun saat ini tidak bisa hadir), bejita, sholek, jeki, dan semua teman-teman komik yang menemani perjalanan hidupku hingga detik ini. Kalian hebat kawan :)


Mujix
review super labil ini
aku persembahkan buat kawan-kawan yang
kemarin telah berjuang mewujudkan
KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL
dengan sangat menyenangkan
Solo 27 November 2011

Minggu, 20 November 2011

ayahku yang apatis




walaupun berbadan kecil dan bermuka seram, ayahku adalah ayah yang paling hebat sedunia. Terlahir di jaman era 60-an tidak membuatnya menjadi penganut faham apatis terhadap orang lain. Kadangkala aku sangat suka mengingat ketika ayahku berjoget aneh kala menghibur bocah berambut keriting yang sedang meraung penuh tangis kala beliau belum bisa membelikan mainan robot-robotan untuknya. Jogetan ayahku sangat menggelikan, dan sangat ampuh untuk membuatku tertawa terkekeh-kekeh melupakan robot-robotan atau apapun. beliau mengempitkan kedua tangannya dan bertingkah seperti ayam kemudian melompat-lompat kearahku sambil berteriak “joget-joget-joget tak to dundang mbokmu”. Sebuah mantra lucu itu kurasa tidak akan kulupakan sampai kapanpun.


Semenjak kelas 1 SD aku mulai berpisah dengan beliau, berpisah dengan ibuku, tentu saja karena dikampungku mempunyai tradisi pergi ke jakarta untuk mengais rezeki. Pergi ke kota besar yang katanya tidak mempunyai skill apapun bisa mencari uang disana. Semenjak itu, aku dan orang tuaku mempunyai sebuah hubungan yang sangat romantis. Kami hanya bisa bertemu disaat idul fitri tiba, atau saat liburan panjang selama satu bulan caturwulan ketiga. kata kawan-kawanku saat kecil, ayahku orangnya egois, seorang apatis sejati. Ayahku bukanlah seorang ayah yang apatis. aku percaya itu, demi aku dan kehidupanku belaiu rela pergi merantau ke negeri asing nan antah berantah.


Ada banyak hal yang bisa aku ceritakan tentang ayahku kepada kalian, ada banyak sekali. Salah satu kebiasaan ayahku yang sangat mengganggu seantero rumah adalah kebiasaan mengorok di kala tidur. Sangat mengerikan, mirip suara dinosaurus yang kelaparan ,mencari mangsa. Setali tiga uang dengan suara diesel di tempat tetangga saat hajatan pernikahan. Saat itu aku sering berpindah tempat tidur dikarenakan suara “duet diesel dan dinosaurus” itu. Ibuku sering melempar bantal ke muka ayahku untuk menghentikan suara dengkurannya. Tentu saja dengkuran itu berhenti, oke berhenti sejenak. Kurasa hanya 5 menit, dengkuran itu kembali meneror seisi rumah, disambut tawa nenek dan kakakku yang melihat adegan lucu tersebut.


Pertemuan demi pertemuanku dengan beliau sangat mengesankan, aku selalu menikmati saat-saat tersebut. Dari dulu hingga saat ini tidak banyak berubah, beliau masih ayahku yang hebat. Tidak dapat digantikan oleh ayah-ayah manapun.
Kalian tahu? Kalau ayahku yang hebat dan mengesankan tersebut sekarang sedang berada tak jauh dari tempatku berada. Beliau tidak ada di jakarta atau di bogor, lebih dekat lagi. Hanya berjarak sekitar 25 Km dari tempatku menulis postingan ini. Ayahku rabu lalu telah sampai di Boyolali, berkunjung dan menghadiri perniakahan keponakannya. Rabu lalu ayahku berkendaraaan umum menempuh jarak sekitar 200 km hanya untuk bertemu rumah, pohon rambutan, nenekku tercinta, dan tentu saja dua anak kesayangannya.


Saat ini aku sudah melupakan robot-robotan yang dulu aku perjuangkan dengan tangisan. Dan sejak saat itu aku memang sudah jarang meminta apapun, hanya saja kali ini pertemuan mengesankan yang aku inginkan tidak berjalan lancar. Jarak sependek itu tidak dapat aku tempuh gara-gara tidak memiliki transpot untuk kesana.


Aku sudah bosan menunggu berjam-jam bus kecil berwarna hijau yang katanya bangkrut gara-gara tidak ada penumpang. Andai kata aku boleh memohon kepada Tuhan aku ingin agar ada robot yang bisa terbang dan mengantarkanku ke kampung. Untuk bertemu dengan ayahku, untuk bersua dengan dengkurannya yang mirip dinosaurus, dan tentu saja agar aku bisa yakin bahwa Ayahku bukanlah seorang ayah yang apatis.percayalah dia sangat menyayangiku sama dia menyayangi keluargaku.




Mujix
ayoo?ada yang
mau nganterin
aku sampai kampung?
Solo 20 November 2011

Jumat, 18 November 2011

Pikachu I

Aku agak suka menulis. Okey aku bohong, aku sangat suka menulis. Walaupun awalnya curhat garing gak jelas namun beberapa waktu terakhir ini aku sangat kecanduan menulis (sama kecanduan liat video Mr.Taxi-nya SNSD). Menulis dan komik dua dunia yang cukup dekat denganku, walau kami belum sempat pacaran, komik ataupun menulis menjadi media yang ampuh untuk melampiaskan apapun. Tema komik sudah sering aku jabarkan di setiap postinganku, nah untuk kali ini aku akan bercerita mengenai dunia tulis menulis dari sudut pandang komikus amatir berambut kribo. Bagaimana dedemit bernama mujix bisa terjebak di dunia tulis menulis? Apa sajakah pengaruh secara positif dan negatif menulis dikehidupan mujix? Siapa sajakah yang mengispirasi makhluk kribo itu untuk terjun kedunia tulis menulis? Apakah benar isu Nikita Willy selingkuh sama Dude Herlino? Kita simak yang mau lewat ini. Wush.... (langsung ada cewek cakep berjenggot jarang yang berteriak-teriak labil “kyaa kyaaa kyaaa!!! Mujix!!! Balikin uangku dong!!!”, mujix langsung sembunyi nyamar jadi semak belukar).


Aku tidak ingat kapan aku menulis pertama kali, kurasa dari kecil (sekecil semut:p) aku sudah suka menulis, di pintu rumah nenekku yang berasal dari kayu kurasa masih ada beberapa napak tilas ketololanku saat SD (atau mungkin saat TK, walaupun aku tidak pernah sekolah di TK, pokoknya waktu dimana aku belum sekolah SD dan seusia anak TK namun tidak pernah mengikuti pelajaran di TK yang biasanya diikuti anak-anak sebelum masuk SD yang seusia aku saat itu. Bingung? kayang dulu). kayu berwarna coklat tua itu aku nodai, telah aku perkosa sangat binal dengan kapur putih dengan tulisan “YONA” (yang kemudian orang tua kayu coklat itu tidak terima dan memintaku untuk menikahi kayu coklatnya yang telah hamil 4 bulan).


Bukan, bukan, aku bukan mau menulis “BONA Gajah kecil berbelelai panjang”, ataupun mau menulis “Im Yoona-nya SNSD”, saat itu aku mau menulis namaku. Yup kalan benar, saat itu aku belum bisa membedakan huruf “O” sama “A”. Kata “YONA” dalam kayu tersebut aslinya adalah “YONO”, nama bekenku di kampung. Yah kalian bisa membanyangkan kekacauan yang terjadi ketika kalian salah menempatkan huruf “O” dan huruf “A”. Kala itu akan banyak sekali orang dewasa (terutama guru SD-ku ) yang bingung dan mengeryitkan dahi ketika membaca karanganku (sebagian tidak hanya mengeryitkan dahi namun juga langsung berteriak kesetanan mengucapkan ayat kursi sambil lompat-lompat).


“Suatu hari celana amir bolong dia minta tolong sama bambang untuk di tambal”

Menjadi

“Suotu hori celona amir bolang dio minta tolang sama bombang untuk di tambol”

Guru kelasku cuman nyengir sambil omong,

“yon, ntar dirumah makannya 3 kali sehari ya. Jangan lupa belajar”.



Kurasa itu salah satu kekonyolan terawal dari kehidupan tulis-menulisku. Setelah bersekolah selama 6 tahun di sekolah dasar akhirnya aku memahami fakta yang mengerikan. Huruf “A” itu seperti gunung merapi, huruf “O” itu seperti buah dada. Mengerikan bukan? Ternyata fakta itu aku terima dengan lapang dada dan sadar ketika aku menginjak SMP di pelajaran biologi bab Reproduksi. Semenjak itu aku makin yakin bahwa huruf “O” dan huruf “A” itu sangatlah tidak sama.


Ketika SMP semuanya berubah, permasalahan sekarang tidak hanya sekedar membedakan huruF “A” dan huruf “O”, saat usiaku beranjak ke 14 tahun aku mulai mengenal banyak dimensi tentang dunia tulis menulis. Amboooiiii, ternyata dengan mengunakan tulisan kita bisa merubah dunia, apabila menulis ternyata kita bisa meninggalkan banyak sejarah didunia, dengan merangkai kata-kata ternyata aku bisa membuat puisi galau absurd nan memalukan untuk seseorang.


Ya aku pernah membuat sebuah puisi tolol untuk seseorang teman sekelasku saat SMP, namanya PIKACHU, (tentu saja bukan nama sebenarnya). Dia adalah cewek super, super jenius, peringkat satu di kelas 3D, baik hati, dan tentu saja unyu-unyu banget. Aku memanggilnya pikachu karena dia selalu menggantungkan sebuah boneka kecil berwarna kuning salah satu karakter “POKEMON”. Entah sejak kapan yang pasti aku dan PIKACHU sering jalan bareng saat pulang sekolah. dulu jarak sekolah dengan rumahku cukup jauh, sekitar 3 km. Teman-teman sedesaku biasanya naik angkot dan berjejalan sampai atap hanya untuk segera sampai rumah dengan cepat, sedangkan bocah kriwil labil itu malah memilih jalan kaki sejauh 3 km hanya agar bisa berjalan bersama pikachu sesering mungkin. Kenapa aku rela melakukan hal seperti itu? Tentu saja karena aku cowok romantis. Ciyee ciyeee ihiiiirrrrrrr :D


Adegan tulis menulis ini terjadi ketika kami sudah akan berpisah dari bangku SMP ke SMA, yah saat-saat itu adalah waktu yang sangat emosional bagi kami (khususnya bocah kriwil penggila komik). Awal ujian akhir SMP perasaanku udah bergejolak, dan aku tidak mengetahui apa nama gejala itu. Kalo melihat si Pikachu pengennya nataaaaap melulu, pengennya disampingnyaaaa terus, pengen ngobrol terus, kalo lapar pengen makaaaaaaaaaan terus. Dan tentu saja waktu terus berjalan mendekati hari terakhir sebelum perpisahan dikelas.


Dua malam terakhir sebelum perpisahan tersebut, mujix kecil terdiam di tengah malam. Setelah sholat tahajud dia memandang bintang. Saat itu mujix kecil sangat takut dengan hantu dan sejenisnya, namun perasaan aneh tersebut memaksanya untuk keluar rumah dan menikmati halaman yang senyap. Dia bingung, menghela nafas panjang kemudian menyadarkan tubuh mungilnya ke tiang tak jauh dari pot kecil berwarna abu-abu. Sejenak dia meletakkan tangan kecil itu didadanya, ternyata mujix memang berdebar-debar keras apabila mengingat wajah Pikachu dan kemungkinan saat terakhir mereka. Siapa bilang urusan cinta hanya menyiksa untuk orang dewasa? Untuk dirinya saat itu yang bahkan belum mengenal cinta mujix kecil juga cukup tersiksa. Tersiksa oleh rindu, tentu saja kawan...



Satu hari berlalu tanpa penyelesaian, mujix dan pikachu masih berjalan menempuh rute pulang seperti biasanya. Hanya saja mereka hanya terdiam, berjalan tanpa kata dan mengacuhkan Teman-teman sedesaku di angkot dan berjejalan sampai atap yang meledek kami habis-habisan. Besok adalah hari terakhir bersamanya, apa yang harus aku lakukan Tuhan?

BERSAMBUNG...

Mujix
Akhirnya kesampaian juga
menulis tentang masa SMP
takutnya ilang ditelan waktu
Solo 18 November 2011

Jumat, 11 November 2011

aku dan Tuhan




me, God, and my life:)
kata orang-orang yang bersembunyi di balik kepercayaan mereka, hidup kita telah di tentukan semenjak kita belum terciptakan, semenjak alam semesta belum bermateri, semejak kata Tuhan di mengerti oleh orang-orang yang bersembunyi di balik kepercayaan mereka. benar tidaknya pernyataan tersebut aku tidak terlalu memperdulikannya. aku merasa masih ada lingkaran hidup yang belum aku selesaikan.
03 November 2011


Hidup itu tidak sesederhana surga dan neraka. Itu yang aku pikirkan ketika mendengarkan khotbah siang tadi. Pria berpeci putih di podium itu membicarakan banyak hal, tema-tema familiar seperti kematian, sebab akibat, dan ganjaran seakan-akan menjadi menu utama di setiap pertemuan. Setidaknya menu utama itu banyak membuat seluruh manusia disekitarku terkantuk-kantuk. Entah mengerti atau tidak aku tidak perduli dengan mereka, aku yakin beberapa dari mereka bahkan masih memikirkan bagaimana harus membayar tagihan listrik yang menunggak 2 bulan. Dari berbagai buku yang kubaca kemarin siang, (aku tidak yakin buku itu benar-benar sesuai dengan kenyataan atau hanya akal-akalan manusia saja) manusia mempertanyakan Tuhan semenjak hampir dari 4000 tahun yang lalu, dimana Charles Darwin masih membayangkan bagaimana dia tengah kebingungan setengah mampus untuk mempresentasikan teori ‘mata rantai yang hilang’ kedepan publik. Aku tidak akan membahas tentang teori evolusi ataupun sejarah Tuhan yang sangat berbelit-belit itu. Hanya saja siang tadi aku sedikit mempertentangkan makna Tuhan dengan kata-kata seseorang di sebuah buku yang saat ini tengah terletak dengan manis di sudut New Arrival di toko buku terkemuka di kotaku. Sedikit kata-kata tersebut adalah

“firman Tuhan telah membentuk kebuadayaan kita, kita harus memutuskan apakah kata “Tuhan” masih tetap memiliki makna bagi kita dimasa sekarang ini‘’.
~Karen Amstrong~

Sebuah kutipan yang sedikit menggangguku kala aku menyimak pria berpeci putih itu.
kata kawanku yang sedang menerima keuntungan dari jual beli saham “Tuhan hadir ketika aku bahagia, ketika kau sedih berarti Tuhan sedang tidak ada dan absen entah kemana”. Sangat berbeda pendapat sekali dengan pria berpeci putih itu; atau mungkin memang dua subyek itu tidak sebanding untuk di bandingkan. Tagihan listrikku memang tidak menunggak 2 bulan, dan aku tidak terkantuk-kantuk melihat dia berbicara, namun ketika dia memperbicangkan ‘Tuhannya’ dengan sangat lantang di seantero kampung tersebut otakku melayang dan jatuh di sebuah obrolan mengenai ‘manunggaling kawulo gusti’ sebuah ajaran yang menurut banyak pihak sesat dan sangat terlarang untuk di perbicangkan di tempat publik.
aku dan Tuhanku adalah satu kesatuan, atau mungkin inti dari obrolan tersebut adalah 'aku adalah Tuhan di dalam semesta kecil yang bernama manusia ini'. atau entahlah...
setidaknya melihat keruwetan diskripsi tersebut, aku jadi teringat kata-kata kakak sepupuku.


Kakak sepupuku yang sangat terobsesi sekali dengan wayang kulit berkata, "setiap manusia mempunyai tuhan kecil didalam dirinya. Tugas kita didunia ini adalah menemukan ’Tuhan kecil’ kemudian berdamai dengan Dia" hampir sama dengan pendapat om Bodhidharma. Untuk memperoleh nirwana kita harus bisa berkompromi dengan diri sendiri. Aku merasa apa yang cetuskan kakak sepupuku dengan om Bodhidharma cukup mirip; cukup mirip untuk dua orang yang kurasa belum pernah memperbincangkan Hidup dan Tuhan bareng disebuah wedangan pinggir jalan.


Semua teori mengenai Tuhan dan kebahagiaan kurasa menjadi PR yang sangat panjang untuk di kerjakan umat manusia. Apakah kita akan mengikuti ‘definisi Tuhan’ yang dicetuskan banyak pihak melalui beberapa tekanan dogma aliran tertentu, ataukah kita mencoba berdamai dengan diri sendiri dan berharap kita menemukan ‘dewaruci’ kita kemudian mencapai nirwana yang masih entah, aku rasa banyak pihak yang tidak perduli. Aku juga tidak memperdulikan pilihan kalian, namun yang pasti siang kemarin di kaca lawas di masjid dipinggir jalan itu bercerita lain. Saat itu wajahku yang pucat dan berantakan itu bertanya sedikit berbisik. ‘apakah aku telah berdamai dengan diri sendiri? Ataukah aku harus memprotes Tuhan besar mengenai permasalahan tentang susahnya berdamai dengan diri sendiri? Ataukah aku harus menelan mentah-mentah perkataan tentang definisi Tuhan pria berpeci putih itu?’


Aku segera saja memalingkan muka. Pergi kembali ke meja gambar dan menyesaikan sisa kerjaanku yang belum kelar gara-gara ketakutanku akan kemungkinan tagihan listrik kamar kost agar tidak menunggak 2 bulan.


Mujix
Sepertinya Tuhan tengah
tertawa terbahak-bahak melihatku
menulis sumpah serapahku di postingan ini
Solo 11 November 2011

Jumat, 04 November 2011

I'ts mujix day (up date)

Detik ini perasaanku aneh. Mirip-mirip gejala galau tapi lebih aneh lagi. Kayak semacam ada jam beker nyungsep di bagian ulu hati. Ctak jduk ctak jduk ctak jduk... ctak....*ini sih bukan jam beker, tapi orang gila main drumer
Hari ini adalah hari ketiga di bulan November 2011, setelah sebulanan kemarin muter-muter gak jelas kayak kipas angin akhirnya awal bulan ini aku bisa bernafas sedikit lega. Beberapa kejadian di bulan oktober belum sempat aku tuntaskan tulisannya. Terutama yang ada kaitannya dengan ulang tahunku yang kemarin, karena sayang kalo mubazir alhasil akan aku tulis ulang spesial buat para pengutit dan fans-fans rahasiaku. Oke kita mulai saja :D

21 Oktober 2011
Oke, sore ini aku berada di padepokan. Iya, tempat dimana orang labil bersarang dan beranak pinak. Sore ini tempat itu sangat ramai, berpotensial menjadi pasar burung alernatif setelah pasar burung di depok* soalnya cuman ada 5 cowok absurd gak jelas. Ada arumania dng muka lawasnya, pak agus maniak kopi item, om iyok si dandy dari ASDI, dan mas slamet seniorku saat sma. Mereka tengah sibuk dengan aktivitas rutin ala padepokan. Di temani lagunya mbak ARE YOU THINK THING* tentu saja.

Setelah autis di kamar buat bikin gambar akhirnya aku cabut ke Sriwedari. Enggak, aku enggak mangkal kok, tenang aja. Hanya sekedar guling2 gak jelas dan mencoba program ADOBE FLASH buat preview animasi NIBIRU. Sebuah program yang membuat aku lari~larian marathon sambil salto,,

sebuah program yang memaksaku memutar DILEMMA-nya CHARRY BELLE

sebuah program yang membuatku makin sayang sama nikita willy....
*langsung di tendang mental sampai ZIMBABWE sama si Dude Herlino


Kalo aku bilang bahwa postingan yg kedua ilang gara~gara HP nokiaku ini sakratul maut bin tewas karena kurang listrik kalian percaya?
Percayalah tanganku ini andaikata bisa bicara mungkin bakal tereak "HP bego, nyemplung pispot sana"

hampir saja hape ini aku makan...

Untung aja gak jadi...

Hp akkuh mcih caiayang ma ammuh ug:)
#sambil mencium kulkas:3

Menurut kalian cinta itu penting gak sih? *ajegile, pindah topiknya jauh amat:3

bukan apa-apa sih, tapi akhir-akhir ini aku merasa sangat biasa dalam memandang cinta *atau apapun istilahnya.

Tema yang membuat dunia ini menjadi berwarna *kayaknya sih gitu

beberapa hari kemarin aku memposting tulisan tentang cintanya MUJADI TANI yg berjudul "KESEMPURNAAN CINTA" di blogku. Sebuah kisah cinta yang mempertanyakan kesempurnaan cinta di KICK ANDY SHOW. Gara-gara menulis kisah tersebut saat ini aku merasa cinta adalah anugrah.

Untuk seorang comic nerd berambut kribo yang susah sekali jatuh cinta *perhatian,harap maklum tema kali ini sedikit bergeser
Berbicara soal cinta, jadi inget komik obsesiku. Iya, itu tuh, LEMON TEA:bukan komik cinta. Sebuah comic diary yg teronggok dng sukses di file holderku sejak 7 milyar tahun yang lalu, itu jaman dimana belum ada pesbuk dan manusia masih belum mengenal ARE YOU THINK THING,

jaman dimana bangau thonk-thonk belum punah...

Era dimana belum ada BENCONG maupun LONTONG:D

komik itu baru sampai chapter 3, bab dimana mujix masih galau dan sedang prepare ke semarang untuk ikut PEKSIMIDA *ane kasi sdikit spoiler ya gan:p

doakan komiknya selesai yah pemirsa, pokoknya sesuatu banget*via syahrini yang juga kayak sesuatu:D
(sesuatu mbahmu gedhi mbakyu)


Eniwei, saat ini aku udah sampai kost lagi, istanaku, sarang gak jelas, gudang yang ngangenin. walaupun gak ada potonya SEO HYEON SNSD tapi aku suka.

Aku habis pergi sama feri yes you dari kelurahan JAGALAN, iya feri yang suka bikin komik dan berkulit item dop itu. Kami nyasar ke kampung itu dalam rangka event KOMISI SOLO.
Komunitas komik termumumu sekota surakarta. Ada rencana tolol bikin workshop komik di kelurahan. Ajiiiib keren bukan, kalo lukisan seni rupa jadi HIGH ART gara-gara kolektor, atau GRAPHIC DIARY jadi lower art gara-gara sekedar melepas kegalauan untuk bermansturbasi ide sendirian.

Maka kami akan mengatakan COMIC adalah midlle art karena digunakan media berinteraksi dengan masyarakat.

Ayo dong, bukan saatnya ngobrolin konsep konservatif mengenai posisi lazimnya di masyarakat...

Atau saling menyombongkan diri dengan skill dewa dalam hal coloring wet style kalian.

Transfer ilmu atau sekedar menempatkan masyarakat jangan sebagai pemirsa saja...

Mereka juga bagian masyarakat urban lho...
Aw aw aw
#ea





22 oktober 2011



"ASU!!!" umpatku dalam hati, kata itu terlintas mendadak ketika hape nokia ini tidak mau bernegosiasi dengan diriku. Iya hapeku gak jelas, abnormal kurasa, andaikata di dunia manusia dia adalah sesosok om girang yang bingung milihin mukena buat pasangannya *ceritanya om-om girang yang sholehah

hape nokia 6070 ini hobi banget mati mendadak, aku paham didunia perhapean tidak ada istilah sakratul maut ataupun penghitungan amal sholeh, namun mbok ya jangan mati mendadak gitu. Kasihan istrimu dirumah *namanya bu nok kia, istrinya pak no kian.

Kasihan juga sama sebuah makhluk kribo (ajegile emangnya mujix spesies apaan? ) yang pengen curhat hari ultahnya lewat hape:(

emang ada apa dengan mujix hari ini? Hari ini manusia GANTENG (GAlau daN TENGil) berambut kriting itu ulang tahun.

Horeee!! Tuing-tuing... Hosh hosh *langsung loncat2 sambil push up diatas genteng.

Ultah tahun ini menggergaji banjet*pinjem istilahnya OM PINSIL TEMPUR

banyak sekali kejadian ajegile hari ini. Kado pertama kuterima dari Tuhan. Si Doi masih memberi hidup yang keren buat si mujix, walau si kribo sholatnya bolong-bolong dan suka komplain gak jelas soal hidupnya yang absurd gini, mujix tetap bangga dengan hidupnya hari ini.


*untung aja tadi bangun masih berwajah mujix dan berambut kribo. Andaikata bangun muka tiba-tiba berubah jadi MORGAN SMASH gimana coba. Banyak yang bakal I Heart you dong. Kya kya kya kaka mujix!! Pukul setengah 6 pagi aku terbangun gara-gara hawa dingin angin fajar yg belum menyinsing, masih malu-malu menelusup pelan melalui celah kecil jendela kamar kostku. Semburat cahaya kuning itu berpendar sejenak membias mataku yang masih sayu ini dengan tatapan penuh rindu.
*ceileh rindu, iya iyalah bangun aja siang terus:D



Aku terjaga tiba-tiba. Tampak sedikit blur secarik kertas dan beberapa poster lemon tea comic di dinding berwarna krem kusam tak jauh dari tempatku terkapar di pecundangi pagi.

Iya, kertas itu adalah tujuan hidupku belakangan ini.

Pagi yang menakjubkan, walau kamarku berantakan, rambutku acak-acakan, kertas gambarku bertebaran gak karuan ternyata aku masih mempunyai impian. Aku menatap lekat kertas putih itu, mengacuhkan elegi esok pagi dibulan oktober. Kubaca perlahan apa yang tertulîs disana...

"SABTU, 22 OKTOBER 2011, pameran komik tunggal 'LEMON TEA'S PARTY'!!"


menyusul tulisan kecil berbunyi...

"semangat jix, kalahkan rasa manjamu demi hari ini"

"duniamu adalah pikiranmu, keep positive and enjoy everything"

tertanda

"mujix, 20 may 2011"


keren, benar-benar keren...
Kututup dengan sedikit puisi galau di hari ultahku:


Buih-buih waktu itu berjalan merayap kearahku.
mereka menggulung dan menghempaskan hidupku hingga hari ini. Sebuah masa dimana aku bertemu banyak diriku di masa lampau. Berbincang dengan aku di hari kemarin cukup menyenangkan, walau terlalu banyak keluh kesah ia tak perduli. Kata kawanku, perubahan perasaan adalah perubahan takdir. Selama 22 tahun alam semesta menaungiku, bersinergi dan berinteraksi membuat semua hal menjadi hari kemarin. Apapun yang terjadi hidupku adalah sekarang.


Begitulah, cuap-cuapku yang terjadi beberapa hari di pertengahan bulan oktober tersebut. Si mujix ternyata cerewet juga yaa. Oh iya mau nambahin, hampir semua tulisan diatas aku tulis pake hp NOKIA kucel milikku, belum sempat menyentuh keyboard komputer soalnya:D eniwei selamat menjalani bulan November.semoga baik-baik saja dan sukses buat kalian semua.


Mujix
sedang Bad Mood
gara-gara ujan terus-terusan,
semoga aja ujan di bulan November ini
bermanfaat untuk banyak orang ya
amieeeen
Solo 03 November 2011

Senin, 31 Oktober 2011

Last Monday in October 2011

Hari ini adalah senin terakhir dibulan Oktober 2011. Hari yang kata orang-orang menjadi hari paling menyebalkan di dunia. Aku heran kenapa mereka membenci hari senin, padahal hari senin adalah hari yang sama dengan hari-hari yang lain. Oktober ini rupanya menjadi bulan yang sibuk buat sesosok cowok kribo labil hobi lompat-lompat ini. Ada banyak kejadian tengil,menyenangkan, galau, dan tentu saja berkesan. Karena aku sedang sangat malas menulis maka akan aku buat daftar singkat saja mengenai kilasan kegiatan cowok tersebut:


1.Bulan ini Mujix ulang tahun, iya dia bertambah umurnya satu tahun lagi. Muka makin kacau, rambut tambah kribo. Kado terasik dari Tuhan adalah hari yang menyenangkan, pagi indah nan adem, dan terjebak hujan badai di GKS. Oh iya, aku juga mendapatkan kado lucu dari Feri, sebuah lukisan kue raksasa bertuliskan selamat ulang tahun. Iya deh, tahun depan insyaallah akan membalas kado tersebut. Mungkin akan saya kado fotonya Marissa Nasution berpose panas (si marissa sedang jongkok di depan api unggun, atau kalo enggak cari fotonya Marissa yang sedang terjebak di angkutan umum, dijamin panas bangeeeeet) atau sebotol ciu dicampur baygon sama bensin *anuu… itu mau ngado apa mau ngracun? Oh iya terimakasih buat semua yang ngucapin selamat buat mujix di FB, sori belum bisa bales semua. Hehehe



2.Project NIBIRU dan Kesatria Atlantis sudah menemui titik terang *walau gajinya belum terang ^^a. sebuah kerjaan membuat teaser novel-nya Tasaro GK itu ternyata sangat menyenangkan. Aku membuat semua karakter dalam novel itu dengan perasaan gembira. Sebuah animasi berdurasi 5 menit itu benar-benar menyita waktuku selama bulan Oktober ini. Hanya saja gara-gara stok gambar yang bejibun, dan waktu pengerjaan yang terlalu singkat job tersebut molor dari deadline yang ditentukan. Aku akhirnya mengajak Jeky, seorang teman anak komisi yang berasal dari Sumbawa. Iya yang terkenal akan susu kuda liarnya itu:D chemunghudh!!!



3.Minggu kemarin KOMISI SOLO dan beberapa kawan TUGITU UNITE mengadakan acara menggambar bareng di kelurahan jagalan. Rencana awal adalah workshop, namun karena pesertanya anak-anak SD bahkan TK akhirnya kita mengganti acara tersebut dengan menggambar bareng dengan anakk-anak di jagalan. Acaranya sangat menyenangkan,berkat bantuan mas Wahyudan kaka Agung Roal Fe acara tersebut berjalan lancar. Saat itu yang menjadi kakak Pembina adalah kak Mujix, Arum, Maulana Fariz, Agus Pakdhe, Feri Yes You, Dek NafI *aw aw aw ea dek, Sholek, Angga, Soni sip, dan beberapa mahasiswi FISIP UNS yang sedang melakukan penelitian komunitas dikota solo.



4.Oh iya kita bulan ini KOMISI SOLO ngeksis lagi di berbagai media, walau tak segarang kompilasi yang ke #4 acara pamer kegantengan ini telah menular di banyak tempat. sEperti hari minggu kemarin anak-anak komisi melakukan sesi wawancara dengan teman-teman HALO ACI dari Jakarta. Mereka sebuah organisasi non komersial yang mengkhususkan mengarsipkan kegiatan anak muda di berbagai kota di Indonesia. Sesi wawancara itu dilakukan di GKS,ada 3 manusia dari ACI yang siap kami tebar dengan kegantengan melalui komik kami. Karena acaranya mendadak acara tersebut hanya melibatkan beberapa orang dari komisi, orang-orang yang beruntung tersebut adalah Mujix, Feri Yes You, Sholek, Angga,dan Arum.



5.The MUDUBmakin gokil, selepas perginya si drummer Tomi Sekali buat magang membuat koteka di Irian Jaya akhirnya The MUDUB memakai formasi baru dengan meminjam drummer lain bernama Tedy. Kalo tomi memakai seragam SD maka si Tedy ini sedikit lebih pintar karena dia memakai seragam SMP. Acara terakhir meraka konser di Tony Jack, sebuah restora fast food terbaru di kota solo. Karena penampilan arum yang labil pagi ini di solocar freeday akhirnya konser itu berjalan lancer dan penuh tawa. Oh iya, di dalam konser tersebut yang paling tolol adalah ketika arumberlari ke tengah jalan hanya untuk berjoget gak jelas di lagu Doiku kentut. Sukses terus the MUDUB, mujix mendukungmu.



Yah sepertinya semua kejadian seru bulan ini sudah kecatet semua. Benar-benar terlalu sibuk bahkan untuk membuat tulisan aja malesnya setengah mati. Ntar aku sambung atau up date lagi deh kalo ada kejadian yang asoey geboy, salam lucu


Mujix
lelaki berambut semak-semak yang sedang asik menjalani
hidupnya dengan penuh semangat berbagi
kebaikan untuk sesama *tenanan po ra kie?
Solo, 31 Oktober 2011

Jumat, 28 Oktober 2011

cowok hujan dan gadis berpayung pelangi

malam ini jalanan di sekitar kampusku sangat sepi, tak ada banyak orang seperti tadi pagi. langit diatasku ternyata sudah berombak kelabu yag membuatku harus segera bergegas menemukan tempat untuk mengasingkan diri dari dunia nyata ini. kurasa tidak akan sedramatis ini andaikata mimpi meyebalkan itu tak datang lagi. sebuah adegan kecil tentang gadis berpayung pelangi yang datang ke dalam tidurku detik itu.

jam digital HPku terpampang pukul 3.00 pagi, aku terjaga dengan tatapan tak percaya. mimpi itu adalah mimpi terburuk beberapa bulan ini. aku bahkan tidak bisa menggambarkan mimpi itu agar kalian percaya bahwa itu memang mimpi terburuk.

dia hadir dalam sekejap dalam hidupku, sesosok gadis menggunakan payung berwarna-warni cerah. kurasa dia adalah pasangan yang cocok untuk cowok hujan sepertiku. beberapa tahun yang lalu aku menantinya dengan seluruh jiwa ragaku, menunggunya di tengah badai, menyerahkan jantungku hanya untuk melihat senyum termanis yang membuatku merasa bahwa ada Tuhan di dunia ini.

Tuhan para wanita adalah pria yang membuat merea jatuh cinta. Tuhan para pria adalah wanita yang memberinya perasaan bahagia di hatinya.

Dan Tuhanku yang paling berkuasa saat itu adalah gadis berpayung pelangi.

aku dan dia bersua disebuah masa muda yang menggelora. aku dan dia di pertemukan Tuhan yang lain oleh takdir terbaik, aku dan dia adalah sebuah malam yang berajak pelan untuk bertemu dengan pagi. kurasa itu yang ada didalam logikaku saat itu, namun yang pasti aku melupakan satu hal. hujan dan pelangi tidak akan pernah bisa bersama. bertemupun itu hanya sekejap mata saja,


aku adalah cowok hujan, lelaki mendung yang penuh dengan air dingin.lelaki yang bisa memadamkan matahari yang terik.

dia adalah gadis berpayung pelangi, sesosok kaum hawa yang memiliki keindahan tak terucapkan. wanita berparas manis yang bisa membuatmu bersyukur ada cinta di hidupmu.


cowok hujan dan gadis berpayung pelangi adalah sesosok pasangan yang aneh. mereka tidak akan bertemu disaat yang sama.

sepotong mimpi itu membuatku muak akan hidupku selama ini. untuk melupakan gadis berpayung pelangi, aku melakukan apapun. aku bekerja dan melakukan banyak hal. aku tertawa bersama teman-temanku. membuat banyak jejak di dunia.menatap langit senja dan berusaha untuk tidak menuliskan namamu di antara jingganya awan.


namun malam ini aku tidak perduli lagi tentang hujan ataupun badai.yang kutahu detik ini hanya beberapa hal,
malam ini dia tersenyum padaku,dia menggenggam tanganku dengan senyum termanisnya.
malam ini aku akan meluangkan waktu untuk mengingatmu untuk sejenak.
malam ini pelangi itu muncul lagi di kamarku.




Mujix
seorang cowok hujan
yang mencba membungkam malam
agar bisa menemukan pelangi dan matahari
di esok hari
Solo 28 Oktober 2011