Sabtu, 15 Januari 2011

si momo dan penyakit "suka-baju-dan-sepatu-baru-dan-harus-segera-beli"

aku ingin bercerita mengenai seseorang yang bernama si momo, membaca namanya apakah yang kalian pikirkan? gendut? berkulit putih dan aneh? jika daftar-daftar itu yang kalian pikirkan, aku jamin benarlah dia, memang seperti itu orangnya.





kisah ini sebenarnya terjadi kemarin sore, tepatnya hari jumat petang tanggal 14 januari 2011. di sore hari yang cerah aku kedatangan tamu unik bernama arum (aku katakan unik karena dia pemuda berwajah tua). kalian jangan sampai tertipu dengan namanya, walau bernama arum dia tidak berwajah manis, berkelamin wanita, ataupun berambut panjang nan lurus ala putri jawa. saat dia datang aku sedang berada di warnet, ada banyak foto yang harus diupload kala itu. aku ulang ke kost sudah sore, kulihat dia menunggu bengong berharap segera datang empunya yang d tunggu (yaitu saya). sudah hampir satu minggu semenjak aku bergila ria dijakarta. tidak ada yang berubah, wajah masih tua, kumis yang mulai tumbuh dengan garang, sepeda ontel biru yang masih setia menemani. omong-omong soa kumis, dia melakukan perfomance konyol dengan mencukur kumis dalam suatu pameran. kala itu pameran pembukaan pameran ULANG TAHUN TUGITU, aku baru saja tiba dari bogor setelah berjam-jam tersiksa menaiki sebuah benda aneh yang dapat mengangkut manusia dan dapat berlari hingga 160 km/jam!!! (di dunia manusia kita menyebutnya bus patas). ini dia foto ketika dia mencukur KUMIS ANDALANNYA:D


ini adalah foto sebelum dia mencukur kumis, masih terlihat tua, bersahaja, dan tua.


ini ketika ritual laknat dan terlarang itu berlagsung
tak ada yang berkata, tak ada yang menangis, semua penonton terbahak-bahak melihat aksinya.


ini adalah gambar ketika si arum sudah melakukan uacara tersebut. upacara nyanyi sambil cukur kumis:)
ada sedikit perubahan, dia berwajah sedikit muda.

kembali ke cerita, si momo meneleponku saat aku tengah beristirahat dan bercerita mesra dengan si arum (walau mesra percayalah kami bukan pasangan homo). si momo tiba-tiba merajuk minta di temani menggadaikan handycamnya. dia saat itu tengah berada di situasi yang cukup pelik. si momo mempunyai penyakit "suka-baju-dan-sepatu-baru-dan-harus-segera-beli". sepertinya gara-gara penyakit "suka-baju-dan-sepatu-baru-dan-harus-segera-beli" itu simomo terbelit pinjaman yang aneh, dia harus mengembalikan uang yang telah habis gara-gara penyakit "suka-baju-dan-sepatu-baru-dan-harus-segera-beli". dia memaksaku dengan gigih, seoah-olah hanya ada satu pria saja di dunia ini. kailian tahu, sepertinya saat itu aku dihipnotis dengan menggunakan jampi-jami terlarang. si momo mengerahkan rayua mautnya dengan berbagai jurus, ini adalah sepotong rayuan maut si momo:

AKU: "ada apa mbak"
(aku menjawab dengan semangat, kali aja dia membawakan seiring soto jualanya)

SI MOMO: "jiiiik aku minta toloooong"
(dengan nada direndahin persis saat kita mau minta ijin ngawinin anak orang)

AKU: "minta tolong apa ndut?"
(saat itu sebenarnya aku sudah ada firasat bakal terjerumus ke suatu persoalan yang pelik)

SI MOMO: "jiiiiik piyeeee, temenin aku menggadaikan handycam doong pleeease...."
(yeah sudah kuduga, ini adalah awal mula dia melancarkan hipnotisnya)

AKU: "................"
(diem, membisu dan menatap arum yang masih bengong menatap mukaku)

SI MOMO:"piiiyeeeeeeeee jiiiik, aku butuh bantuanmu nuu. kamu teman terbaikku kan?"
(jurus kedua, kata-kata motivasi dan gombal yang membuat hati bisa luluh)

AKU: "aduuuh piye ya mbak... mbok coba kamu minta temenin duwek atau sanasuke ja"
(aku mencoba mengelak, dengan memberikan opsi subyek lain yang lebih logis)

SI MOMO: "gak bisa jik, mereka sibuuuk, aduh gimana ni jiiik "
(yeaaah jurus mengalihkan ku tidak mempan, dia masih ngotot bahkan menaikan volume suaranya)

AKU: "TAPI MBAK....."
(belum selesai berkata sudah dipotong dengan kata-kata yang lebih panjang,)

SI MOMO: "Pokoknya kamu harus nemenin aku jiiiik kita ke PEGADAIAN dulu yaaa, deket kook, cuman di palur, disana sepertinya masih buka"

AKU: "ADUH GIMA...."
(dipotong lagi, rasanya seperti telanjang di tengah hujan. kemudian tersambar petir)

SI MOMO: "PLEEEASEEE..... aku benar benar sedang butuuuuh banget jikk"
(ini dia counter attack yang paling dahsyat. kata-kata ini yang memaksaku untuk mengucapkan ucapan yang paling indah buat dia )

AKU: "........"
(memandang arum lagi yang masih bengong, cuman nyengir kuda)

AKU: "ya udaaah kamu ke kostku yaa"
(saat itu aku udah kalah telak, seperti pasangan selingkuh yang terpergok pak RT )


yah akhirnya aku menunggu si momo, di kost dia datang kemudia menculikku dengan paksa. aku meninggalkan arum sendiria, dia katanya pengen tidur. aku dan simomo naik sepeda motor. aku dibelakang, dia didepan (kalo di masyakat umum adegan seperti itu sangat aneh). aku memang memiiki sedikit trauma dengan sepeda motor , dulu sering aku terjun bebas dan terjungkal dengan sukses, aku bahkan bisa membayangkan bagaimana sensasi, pergerakan kamera, bahkan audio yang terdengar. gara-gara ituah aku sedikit enggan menaiki benda-benda yang memiliki kecepatan tinggi seperti sepeda motor atau pesawat jet.

kami berkendara kearah timur menuju palur, dan dia berkeluh kesah mengenai penyakit "suka-baju-dan-sepatu-baru-dan-harus-segera-beli". aku cuman melakukan 2 pose, menganggukan kepala dan tertawa geli. saat itu aku belum bisa menikmati petualanganku, masih kepikiran banyak hal. kepikiran tentang sanasuke, kepikiran tentang arum, kepikiran tentang penyakit "suka-baju-dan-sepatu-baru-dan-harus-segera-beli"nya si momo,kepikiran potong rambut dan lain-lain.

kami tiba di palur dan samapai disana ternyata pegadaian telah tutup, yeess!!! aku berteriak dalam hati sambil goyang-goyang. berarti langsung pulang, namun teryata keadaan tak berkata demikian. simomo tiba-tiba berteriak dan merajuk histeris, dia ngotot diantarkan kerumah sesosok pria mesum bernama agung.



kata si momo si agung mau memberi solusi nan jitu soal masalahnya. yeeeeah sia-sia dong goyanganku tadi? oke perjalanan dilanjutkan ke rumah si agung. aku lupa gangnya, dan kita muter-muter kayak kipas angin di jaten. setelah kecapekan da kmudian nongkrong disamping penjual gorengan kami mengambil inisiatif buat menelepon si agung. ternyata si agung masih di sriwedari, bergelut dengan kerjaanya(ingat yah bukan mbanci loooh). putus asa menghantui si momo lagi dia sudah histeris (bentar lagi beranak kali^^). dia kemudian nekat bertanya pada bapak-bapak tua penunggu pohon.... eeer bukan penunggu studio foto dipinggir jalan. ternyata dari bapak tua itu takdir ane simomo bergulir lagi, di kemudian bertemu gali yang ramah menunjukan seorang tukang gadai yang yahud, namanya mas yopi (kalo gak salah, pertama dengar kukira malah snoopy). nyampe dirumah mas snoopy, doi gak ada dirumah, adanya adiknya. aku gak ikut masuk ke dalam rumah, jad aku tidak tahu bagaimana review wajah adeknya mas snoopy.

si mas gali ramah kembali lagi, dia akhirnya mau membantu si momo, dengan syarat mau digadai sebesar Rp. 500.000. itu pun yang menangani si bosnya mas gali ramah. setelah menunggu hanpir 3 jam akhirnya si bos datang, si momo langsung berlari binal kearahnya. aku masih memasang muka cemberut, kasihan arum menunggu di rumah. si momo menuju kearahku dengan muka gembira. yah masalah s momo sudah selesai (bagiku). gara-gara penyakit "suka-baju-dan-sepatu-baru-dan-harus-segera-beli" aku kehilangan flash dish dan nomer sim cardku. saat aku nulis posting ini simcardku masih du bawa si momo. semoga aja cepet balik, aku bingungkal hapeku gak sgera aku cek. takutnya ada sms penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar