Minggu, 06 Februari 2011

ada hidup di "gaya baru malam"

pagi ini aku sudah berada di daerah mampang, jakarta. ini adalah ahari kedua setelah hari jumat kemarin berangkat dari kota solo. hujan turun sangat rutin pada hari jumat itu, hampir dari pagi sampai sore suasana kota solo sangat basah (kayak lumpia^^). malam sebelumnya aku mengetahui bahwa hari sabtu besok akan diadakan technical meeting di CCF untuk membahas tentang rencana workshop bersama simon heureu. hal itu membuatku pusing, aku harus berangkat hari jumat agak bisa mengikuti workshop tersebut. saat itu aku dihadapkan dengan dua pilihan, apakah aku harus kesana naik kereta ekonomi atau naik bis kemudian turun di bogor. setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya aku memutuskan untuk naik kereta ekonomi jurusan pasar senen. aku mempersiapkan barng bawaanku ke jakarta setelah habis jumatan, dua potong kaos, satu celana pendek, aqua satu liter, buku komik, buku disney ways, celana daleman, dan tentu saja uang saku. setelah semua persiapan beres, aku pergi ke staiun jebres untuk memesan tiket, dan sampai pada loket pukul 16.45. satu buah tiket solo- jakarta dengan kereta ekonomi gaya baru malam:), kereta yang sama ketika aku berangkat ke IKJ satu bulan yang lalu. setelah tiket kudapat aku meluncur ke GKS untuk meminta dana tambahan, maklum saja uangku tidak akan cukup untuk hidup lima hari disana. setelah berpamitan dengan semua orang di GKS dan mengambil uang secukupnya di ATM aku langsung meluncur ke stasiun jebres.

pada pukul 18.30 aku sudah sampai di peron, aku duduk menunggu kereta yang biasanya telat datang. aku ingat di sampingku kali ini ada mbak-mbak item yang tengah bergosip mengenai cowok cakep, aku hanya tertawa dalam hati saja. aku cuman kepikiran sama Tuhan. mengapa tuhan menciptakan manusia berbeda-beda nasib?
(dan pertanyaan ini tidak harus dijawab).

yeey...
akhirnya kereta gaya baru malam datang, kali ini aku sendirian dari solo. kalo kemarin aku bergerombol bersama anak-anak komisi, kali ini aku benar-benar sendirian. yaaah cukup menyenangkan, ini sudah kedua kalinya aku menaiki kereta ekonomi menuju jakarta. aku memasuki salaha satu gerbong, dan sudah kuduga kursi di gerbong ini sudah berpenghuni semua, aku segera memilih duduk bersandar di bagian dekat pintu gerbong dan sesegera saja kuletakkan Tas rangselku di tempat barang (namanya apa ya tempatnya? agak lupa sih. yang pasti bukan bagasi). suasana di gerbong ekonomi sangat lucu, kalo yang kemarin aku melihat sesosok bapak-bapak tua tidur dengan santainya di bawah kursi penumpang, kali ini aku melihat kakek-kakek tua tidur dengan nyamannya di lorong untuk tempat penumpang berjalan. pertama kali kupikir dia adalah kakek tua dari sebuah keluarga yang sedang sakit dan butuh istirahat. bantal sewaan berwarna biru dipakainya dengan nyaman di bawah kepalanya, dia tidur dengan nikmatnya tanpa memperdulikan orang lain (sumpah saat itu aku benar-benar kesal dengan perilaku si kakek). tapi yah... mau bagaimana lagi, ini kereta ekonomi bung. setelah beberapa menit kereta berjalan akhirnya muncullah para tokoh utama di kereta api ekonomi gaya baru malam. ini dia diskripsi singkat profil mereka:


1. penjual kopi keliling.
para penjual kopi ini biasanya eksis di gerbong pada hampir setiap waktu. mereka membawa banyak minuman, terutama kopi dan pop mie. biasanya barang bawaan mereka sangat simpel, termos berisi air panas, beberapa macam kopi, dan pop mie berbagai rasa, dan tentu saja gelas plastik plus sendok yang di gantungkan di termosnya. kata-kata andalan yang biasanya diteriakkan adalah "kopinya mas? pop mie? yang panas yang panas, saatnya ngopi mas". yeah, sebenarnya penjual kopi ini sangat berguna dan menyenangkan, kecuali kamu seorang penumpang yang tidak dapat tempat duduk dan seorang cowok berbadan besar yang siap ditampar dengan pantat, kaki, pop mie dan termos si penjual :D . untuk kopi harganya Rp. 2000


2. penjual aqua

ada yang menarik dari karakter ini. mereka biasanya menjajakan berbagai macam air minum, mulai dari "aqua, mizone, pocari sweat dan larutan cap kaki 3". apanya yang menarik? yang menarik adalah mereka mempunyai media promosi yang membuat para penumpang (khususnya aku) terteror dengan cara mereka menjajakan barang. kata-kata yang provokatif dan akan membuat para penumpang mampus adalah bagai mana mereka melafalkan barang jualannya. setelah mereka muncul mereka akan berteriak dengan lantang

"MIJON, MIJOOON"
setekah itu

"POKARIIIIIII, POKARIIIIIII"
menyusul

"KUAAAA AKUAAAA AKUAAA"
kemudian

"LARUTAAAN LARUTAAAAN"

setelah sampai di tempat tujuan kata-kata mereka akan terus terngiang-ngaiang sampai ke alam mimpi :)
(pengalaman pribadi cing)

3. penjual nasi
untuk yang satu ini sebenarnya cukup membantu untuk penuampang yang kelaparan. mereka biasanya menjual nasi dengan berbagai macam lauk, mulai dari telor, ayam, dan gorengan. hampir sama dengan penjual minuman hanya saja kata-kata mereka sedikit berbeda.

4. banci pengemen
banci yang satu ini berbeda dengan banci yang kalian temui di taman lawang maupun sriwedari. kalian tahu apa itu banci? menurut wikipedia banci adalah:

Waria (portmanteau dari wanita-pria) atau wadam (dari hawa-adam) adalah laki-laki yang lebih suka berperan sebagai perempuan dalam kehidupannya sehari-hari. Keberadaan waria telah tercatat lama dalam sejarah dan memiliki posisi yang berbeda-beda dalam setiap masyarakat. Walaupun dapat terkait dengan kondisi fisik seseorang, gejala waria adalah bagian dari aspek sosial transgenderisme. Seorang laki-laki memilih menjadi waria dapat terkait dengan keadaan biologisnya (hermafroditisme), orientasi seksual (homoseksualitas), maupun akibat pengondisian lingkungan pergaulan.

Sebutan bencong atau banci juga dikenakan terhadap waria dan bersifat negatif.


kalau kalian pergi dari solo malam biasanya kalian akan bertemu mereka pagi hari didaerah stasiun jakarta. mereka biasanya bergerombol dan memepersiapkan dandanan menor mereka, lagu yang mereka mainkan juga bermacam-macam. mulai dari dangdut sampai pop, salah satu petikan lagu yang paling aku ingat adalah lagunya keong racun. mereka membawakan lagu tersebut dengan sedikit improvisasi. mulai dari kata-kata yang diplesetkan sampai gerakan tubuh mereka yang aduhai (menurutku sangat menyeramkan^^ ). kalau bertemu mereka saya sarankan untuk mempersiapkan uang receh, kalau tidak siap-siap saja di colek dan di goda mereka.


didalam gerbong ekonomi tentu saja ada banyak manusia yang muncul. seperti penjual boneka, baju, gantungan kunci, pengemis, banci, dan tentu saja para penumpangnya. kadang kala aku berpikir, mungkin memang seninya naik kereta ekonomi adalah tempat itu berkumpul banyak manusia dari berbagai macam latar belakang cerita. bahkan secara simbolis kehidupan didunia itu seperti kereta ekonomi. banyak hal dan aktivitas yangterjadi didalamnya, penjual minuman yang sepertinya pengganggupun akan menjadi berkah ketika bertemu dengan penumpang yang kehausan mencari minuman. banci pengamen yang menyebalkan bahkan bisa menjadi obat tawa ketika seseorang tengah suntuk akan masalah dan terjebak di kereta tersebut. semua hal yang buruk bagi kita kadang belum tentu buruk untuk orang lain. namun yang pasti kita harus menghargai hidup seperti banci pengamen menghargai orang yang memberinya receh. yaah dalam kehidupan kita adalah banci pengamen, dan Tuhan adalah penumpang yang memberi kita uang receh(kehidupan)nya. syukuri saja yang ada :)

mujix, kereta gaya baru malam
pada tanggal 4 februari 2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar