Minggu, 13 Maret 2011

kawin atau nikah?

aku akan mulai menulis lagi, tentang apa? hem... tentang apa yaaa
(belagak mikir). mungkin tentang kejadian bersejarah yang bernama pernikahan, horeeey kawiiiin... (langsung lari-larian sambil telanjang).
hari ini salah satu teman smaku ada yang menikah, dia bernama safitri widayanti (kayaknya sih nama lengkapnya gituu). dia adalah salah satu cewek yang aneh di dalam kelas seni rupa A, orangnya gokil, cablak, pokokmen rodo ra nrmal :D
kalo membicarakan safitri aku biasanya akan mengingat nama makanan yang bernama soto, yeah makanan yang satu ini selalu aku inget ketika membicarakan safitri, kenapa tentu saja ini adalah menu makanan wajib ketika kita berkunjung ke rumahnya. waktu sma dulu (jaman ketika aku masih culun, bego, dan masih suka autis di dalam kamar) kalau ada waktu libur biasanya aku suka pergi entah kemana, menyambangi teman sekelas yang memiliki prospek bagus untuk di kunjungi, dalam hal apapun. rumahnya safitri adalah surganya makanan, dia memiliki banyak lumbung untuk di habiskan seseorang cowok keriting yang kelaparan bernama mujix. disana ada kerupuk, tempe goreng, bakwan, dan tentu saja semangkok soto hangat rasa ayam (hiduuuupp:)). bukan kebetulan memang, tapi usaha keluarga safitri adalah menjual soto. hal itu terjadikurasa karena dia memiliki rumah yang sangat dekat dengan pabrik (aku lupa jenis pabriknya kalo gak mebel ya tempe). kala siang ketika para pegawai pabrik itu beristirahat dan ingin makan, maka mereka bisa ke rumah safitri untuk menikmati semangkok soto hangat nan enak. andaikata suatu saat dia bikin iklan aku akan menawaran jargon seperti ini, "INGAT SOTO, INGAT SAFITRI, SOTO PALING MAKNYUUS DI MUKA BUMI" gyahahahaha

oke,kayaknya ocehanku beberapa lembar ini tidak ada kaitannya dengan pernikahan apalagi kawin. yang pasti hari ini aku pergi ke rumahnya safitri untuk menghadiri hajatannya. tepat jam 11 lebih 2 menit aku berangkat dari kost, di jemput sepeda motor sang "galauman" alias anang silikon, yeah kita memang sudah janjian buat kesana hari ini. yang pasti masalah pertama kita di pusingkan dengan masalah sumbangan, kedua kaum adam yang mau jagong itu tengah dililit persoalan yang bernama finansial, kebokekan yang melanda kantong akhirnya membuat nafsu kedua cowok itu muntah. akhirnya kita mempertimbangkan asas perkawanan daripada perekonomian. lebih baik datang memberi selamat kepada kedua mempelai daripada tidak datang gara-gara tidak memiliki dana buat nyumbang, maaf ya saf :(
(yang pasti jangan sampai ide buat nyumbang helm karet dan obat stamina itu terlaksana,karena itu cukup konyol untuk dijadikan kado:D hahahaha)

aku sering mendengar, pernikahan adalah permasalahan yang cukup pelik terutama buat kaum hawa. kita hidup di masyarakat yang di penuhi dengan aturan dan norma-norma yang tidak tertulis. dan salah satu norma yang tidak tertulis itu adalah "wanita harus menikah maksimal umur 25 tahun".
kalian percaya dengan norma tak tertulis itu? kalau aku percaya, aku percaya karena kita hidu di masyarakat yang mengedepankan kebersamaan dalam hal apapun. kalau ada sesosok wanita yang belum meikah di atas usia 25 tahun niscaya, maka keluarlah komenar komentar geli dari masyarakat tersebut, terutama dari ibu-ibu. kenapa ibu-ibu? karena dia punya waktu buat bergosip dan waktu luang yang sangat banyak (dan aku percaya tidak semua ibu-ibu seperti itu, amieeen).
aku tiba di rumah safitri jam setengah 12, aku segera mengambi kursi paling belakang dan berharap segera bertemu agar aku bisa memberi ucapan selamat kepadanya. oh iya katanya sanasuke, erna, ma vita dah disana. aku sempat smsan sama sanasuke mengenai rencana jagong di tempat safitri, walau tidak sempat ketemu teman-teman tapi aku sangat senang bisa menyaksikan safitri di moment paling membahagiakannya:)

nikah dalam bahasa jawa sering di sebut mantu, biasa di singkat "sing di eman-eman metu" artinya dalam bahasa indonesia "yang disayang-sayang keluar". terus apaka yang disayang? dalam konteks pernikahan kita bisa meihat dari dua sudut pandang. pertama dari segi fisik dan kedua dari non fisik. aku berpendapat secera fisik, dalam suatu perhelatan nikah kita akan mengeluarkan banyak hal. mulai dari biaya pernikahan, baju-baju baru, uang mahar, sampai para sanak saudara yang ikut keluar gara-gara pernikahan kerabat mereka. secara fisik sesuatu yang sering dicari orang tua, material pengganti barter yang bernama uang, akan di habiskan untuk merayakan acara tersebut.

Poin ke dua adalah ketika kita berbicara maslah non fisik, bisa dibilang pernikahan adalah saat yang sangat penting bagi banyak pihak. Ada dua subyek yang dapat kita lihat mengenai masalah non fisik yang mereka alami. Subyek pertama adalah dua insan yang menjalani pernikahan, dan subyek kedua adalah kedua orang tua mempelai. Yeah kali ini kita akan memperbincangkan hubungan batin nan aneh antara anak dan kedua orang tuanya. Dan sepertinya obrolan ini lebih baik di persantai sedikit, karena postingan ini di tujukan untuk anak muda yang stress dan khilaf nge-klik link ini :D

Hubungan yang paling menakjubkan di dunia ada dua hal, hubungan yang berkaintan dengan jodoh dan hubungan antara anak dan orang tuanya. Kita hidup pertama kali di rahim sang ibu. Tempat gelap yang aneh bahkan kita tidak bisa mengingat satu apapun tentang kejadian disana. Masa kecil kita yang selalu di bimbing dan di mulyakan hidupnya oleh orang tua, orang tua adalah tuhan kedua bagi semua orang. Dan orang tuaku adalah sepasang super hero yang sangat keren. Aku sangat mengidolakan kedua orang tuaku, aku mempunyai rencana untuk mendokumentasikan rasa cintaku lewat komik yang berjudul “di bogor ada pohon uang”.

Kembali ke topik pernikahan, ketika seorang anak maka dia bagai burung yang sudah sah untuk keluar kandang dan bersiap membuat sebuah keluarga baru, dan bersiap menjadi orang tua baru yang keren, yeah orang tua yang keren seperti orang tuaku^^
Saat ini aku memang belum menikah, jadi aku tidak bisa membayangkan seberapa dramatis perpisahan yang mereka alami. Perpisahan itulah yang menjadi poin yang kedua, darp perbincangan orang di sekitarku, ketika seseorang menikah maka sudah lepaslah tanggung jawab orang tua terhadap anak tersebut, diharapkan secara kebutuhan financial si anak dapat memenuhi sendiri tanpa uluran orang tua, pasangan sejoli itu sudah menjadi anggota masyarakat, mereka harus bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan, dan kita sering menyebut mereka sebagai orang dewasa.

Itulah kenapa anak muda jaman sekarang sangat susah sekali kalau di suruh menikah (kalo kawin mungkin mereka malah kagak usah disuruh haha just kidding^^). Belum lama ini aku mengobrolkan tentang pernikahan dengan beberapa teman, mereka berpendapat mengenai banyak hal, mulai dari pembiayaan, malam pertama, hingga urusan anak dan lain-lain. Menurut mas silikon (nama disamarkan), soal pembiayaan kita dapat bernego sesuai dana kita. Menurut dia, pernikahan seperti hajatannya safitri mungkin Cuma menghabiskan dana 4 jutaan, apalagi jika pesta tersebut diadakan di desa (atau di tengah sawah seperti kemarin^^) . lain lagi kalo kita berbicara dana jika tempatnya berada di kota, menurut mbak momo (nama samaran juga) pernikahan mewahnya sulpul (disamarkan lagi) di gedung graha sa** membutuhkan dana 50 juta, habis buat nanggap campursari, makanan, dan sewa gedung. Jiaah mau kawin secara sah aja mahalnya minta ampun T___T


Akhir kata, postingan nan agung ini aku tutup dengan sebuah pantun
bernikah-nikahlah dahulu
Berkawin-kawin kemudian:D

Mujix
Seorang cowok keriting yang belum kebelet nikah
Tapi kebelet pipis
GKS, 16 Maret 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar