Minggu, 31 Juli 2011

Ramadhan

Marhaban ya ramadhan..
Ceileh tumben salamnya sholeh gitu^^ hari ini adalah hari terakhir di bulan juli, tiba-tiba saja semuanya berjalan begitu cepat. Ah sial, ternyata besok sudah memasuki bulan puasa (sial disini bukan berarti aku benci bulan puasa lho yaa, hanya saja kenapa tau-tau udah masuk bulan ramandan lagi). Aku nongkrong lagi di padepokan sore ini. Masih ada arumania di depanku, dia berbicara tentang iman dan takwanya the mudub. Oh iya, sebenarnya aku ingin menulis tentang event komisi #4 kemarin, namun karena sedikit ribet aku mau menulis tentang ramadhan aja, ntar untuk kompilasi aku up load foto-fotonya aja. Oke, Sepertinya tulisan ini akan menjadi postingan yang mendayu-dayu, setelah kemarin kita berbicara tentang para komisioner, kali ini aku akan banyak bercerita tentang diriku sendiri. Kalian masih baca tulisanku ini kan? Boleh kok di selingi makan kacang atau liat aoi sora (lho, lho, lho, kok malah jadi ingat bokep)



Bulan ramadhan bagi banyak orang (terutama yang beragama islam) adalah bulan terkeren di setiap tahunnya dan layak untuk ditunggu. Aku juga menyukai suasana bulan ramadhan, semuanya mendadak tenang, kalem, ada kolak gratis, laper, dan banyak setan berkeliaran. Oke lupakan soal kolak gratis, aku tidak senafsu itu untuk mendapatkan kolak gratis setiap hari. Yup, kembali ke topik pembahasan (lhoh mana si topik? mau di bahas kok malah ngilang?) si arum tiba-tiba bertanya soal fitrah, kapan terakhir kali aku mendapat fitrah? Embuh aku lupa, dan aku sedang tidak mau mebicarakan fitrah,fitroh ataupun fitri (apalagi cinta fitri. HARAM). Aku akan curhat mengenai bulan puasa dari sudut pandang seorang pemuda keriting berhati galau. Sudah siap? Check this out bebs….



Bulan puasa bagi seorang mujix adalah siksaan yang lebih kejam daripada dicium banci gilingan atau dikejar satpol PP taman lawang. Kalian semua tahu kan kalo aku sangat suka makan, yeah kalian pasti tidak menyangka bahwa teman kalian yang ganteng ini memiliki lambung super karet. Kadangkala aku bingung dengan system metabolisme tubuhku, perasaan sebanyak apapun makanan yang masuk semuanya ilang gak tahu kemana (kata temenku sih semua nutrisi itu dimonopoli oleh rambut keritingku). Kebiasaan makanku sangat gila-gilaan, walau bukan pecinta junk food sih. Aku mempunyai pola makan yang sangat berantakan, ancur. Sebenarnya bukan siksaan sih, namun dengan adanya bulan ramadhan aku harus bisa menyesuaikan nafsu bejatku akan makanan dengan jadwal sahur dan imsyak (imsyak, insap atau insyaf? Sabodo amat).



Sore ini sebenarnya aku sedikit menyesal gak jadi pulang ke kampung nun jauh disana, tadi malam sebenarnya aku ada niat untuk menjalani awal puasa dengan nenek tercinta. Berada di desa, menikmati udara sejuk, makan sarimi rebus khas nenek, membaca buku harian lama, dan lari-larian sambil telanjang.errr………. oke yang terakhir aku bercanda.ramadhan di hari pertama bagiku sangat biasa, walau sangat biasa aku ingin merasakan ramadhan itu di kampung. Ada suasana yang khas dan sangat familiar mengenai ramadhan di rumah. Kurasa ramadhan pertama kali ini aku akan sendirian di kota ini, setelah ini aku akan pergike slamet riyadi, kemudian mencari angkot dan balik ke kostku di kentingan. Detik ini aku yakin banyak keluarga yang bahagia, mereka menikmati suasana keluarga dengan penuh arti. Kuharap kalian semua juga begitu, namun yang pasti Semenjak kelas 1 SD aku sudah ditinggal orang tuaku, mereka jadi perantauan di kota bogor, mungkin gara-gara itu aku tidak pernah merasakan indahnya ramadhan pertama dengan keluarga. Yeah It’s so lonely dude…



Berbicara tentang puasa ingatanku kembali ke satu tahun yang lalu, saat itu sepertinya aku tengah sibuk mengerjakan proyek animasi “timun emas”. Sebuah karya film kartun berdurasi 23 menit dengan format animasi 2 dimensi. Sekedar info, pekerjaan asik itu aku kerjakan dengan beberapa teman. Ada pak eko roey yang saat ini tengah menjalani proses manasik (katanya sih mau naik haji oktober tahun ini), ada pak ranang yang mensuport komisi dengan asik, pak topic yang jarang nongol (apa aku ya yang jarang nongol) ada juga si dian sastro yang hamper mau nikah pada tahun ini. Ups… mulai kacau lagi intelektualku. Bagaimana kerjaan puasa tahun ini? Cukup baik kurasa, hanya saja terlalu banyak proyek thank you. Yup bantuin banyak orang, mulai nggambarin storyboard, karakter buat kado, ilustrasi gambar buat film, dan lain-lain. Jika diliat secara financial tahun ini cukup buruk, aku kehilangan banyak waktu dan terbuang sia-sia. Semoga saja semua itu yang terbaik…



Apakah mujix sudah siap menyambut ramadhan? Kalo ditanya siap atau kagak aku juga kurang paham. walau iman masih sebesar upil dan memiliki segudang masalah, Namun aku siap menghadapinya.


Aku akan menjalani bulan ramadhan ini semaksimal mungkin, semoga saja aku bisa belajar dan menemukan banyak kebahagiaan selama event sakral ini berlangsung. Akhir kata met menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, mohon maaf lahir batin :)


Mujix
sesosok hamba yang imannya
masih tertinggal entah dimana
Solo, 31 Juli 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar