Senin, 12 September 2011

Halal Bin Halal berjamaah

Halal Bin Halal, Silaturahmi Alay khas Seniman Solo





SOLO – Malam itu Halal Bi Halal di Gedung Kesenian Solo (GKS) tak seperti biasanya. Puluhan seniman lintas komunitas duduk di pojok koridor, mereka bersendau gurau sambil mengeluarkan lelucon jenaka yang membuat tawa bahak dimana-mana. Selang beberapa waktu, pria berambut kribo bernama Mujiyono berdiri sembari menyambut kedatangan para seniman.






“Selamat datang, Minal Aidzin Wal Fadzin. Selamat datang dalam acara Halal Bin Halal Berjamaah. Acara sederhana ini adalah acara maaf-maafan dan silaturahmi teralay yang sudah pernah dibuat,”
katanya yang kemudian disambut bahak tawa seisi seniman. Setelah itu Muji lantas mempersilahkan para seniman untuk memperkenalkan dirinya dan disambut dengan acara jabat tangan dan maaf-maafan.







Sesuai dengan tajuk yang mereka angkat, acara perkenalan dan maaf-maafan penuh diwarnai dengan canda tawa. Seringkali seniman yang memperkenalkan namanya justru ketiban sial karena menjadi bahan candaan oleh seniman lain. Bahkan sesekali ada seniman yang memperkenalkan diri dengan cara yang unik dan memancing tawa. Usai perkenalan dilanjutkan dengan acara maaf-maafan.





Usai para seniman ini saling memaafkan, kemudian acara pun dibubarkan. Tak ada raut kekecewaan dari para seniman. Bagi mereka acara usai justru menjadi pemicu untuk ngobrol lebih luas. Mujiyono sang penggagas acara kepada Warta Jateng mengatakan acara tersebut memang sederhana dan dibuat dengan seriang mungkin.





“Tak ada ceremonial, hanya perkenalan, jabat tangan dan maaf-maafan. Bahkan hidangan kami tak menyediakan. Seniman yang datang sudah kami himbau untuk bawa makanan sendiri yang kemudian kita tukarkan,” katanya kepada Warta Jateng, Kamis (8/9). Dengan kegiatan ini, pria yang aktif sebagai komikus ini mencoba menyampaikan bahwa ditengah kesederhanaan silaturahmi bisa berlangsung dengan hangat.


“Sejak awal saya memang mengundang banyak seniman, namun saya sendiri memprediksi yang datang hanya tiga orang. Itu semua dari panitia. Eh siapa sangka malah banyak yang hadir. Tercatat ada seniman komunitas film, grafis, seni rupa, performing art datang dalam acara ini,” katanya. Sebenarnya menurut Muji, ia hanya ingin teman-teman komunitas kumpul dalam satu forum. Pasalnya sejak terhembus kabar GKS akan dirobohkan teman-teman seniman yang sering berkegiatan disitu jarang kumpul.













Muji sendiri mengaku puas, walaupun hanya dengan perkenalan, salam-salaman dan makanan yang seadanya. Silaturahmi jauh lebih bersahaja. “Tujuan kita kan ingin minta maaf dan memaafkan. Bukan untuk mencari gengsi dengan sesuatu yang wah. Jadi yang sederhana saja,” pungkasnya. (K1)

NB: UNTUK FOTO YANG LAINNYA SILAHKAN MELUNCUR KE: http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1516422045746.45659.1690338468


TEKS: Brum Dwi Atmanto
(seseorang wartawan yang terobsesi untuk berambut gondrong)
FOTO: Mujix (cowok galau berambut kribo yang gondrong ) dan Arumania (kurasa rambut di ketiaknya yang gondrong)



Mujix
tetap mandi 2 kali sehari, rajin salto,
dan shamponan pake PENTENE campur APOTAS
agar rambutnya semakin gondrong
Solo, 12 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar