Rabu, 07 Desember 2011

Desember

Bulan Desember selalu mengingatkanku akan kejadian yang membuatku muak terhadap hidupku selama ini. Ya, kalian benar, ini cerita tentang 1 tahun yang lalu. 4 hari paling kelam dalam hidup seorang Mujix, andaikata film bisa dibilang saat itu adalah fase klimaks paling buruk. Aku tidak akan menceritakan hal itu secara mendetail, berbagai hal yang terjadi saat itu benar-benar sangat personal. Andaikata aku melihat kembali kebelakang ada satu hal yang pasti, aku bertambah dewasa, makin menikmati hidup, dan tentu saja terus berusaha menjalani hari ini agar berarti di kehidupan nanti.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan sinterklas. Iya, kakek berjanggut putih itu suka lewat di atap rumah pada tanggal 25 Desember. Dulu aku sempat nangkring di genteng gara-gara liat di kartun ada Sinterklas bawa hadiah di film kartun. Alhasil aku tidak menemukan kakek-kakek berseragam merah dengan janggut putih, aku hanya menemukan nenek berambut putih yang menyuruhku segera tidur. Nenekku khawatir besok masuk angin gara-gara kelamaan nongkrong diatas genteng waktu malam.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan hujan, yup. Air yang jatuh dari langit itu membuatku benar-benar galau. Sepanjang hari sampai sore air selalu turun, membasahi banyak hal. Aku tidak membenci hujan, namun ketika baju dan celana dalam kalian tidak kering gara-gara curah hujan yang ngawur, sepatu kalian berbaju tengik dikarenakan air yang masuk kedalam kaki, aku takkan membenci hujan. Hujan ada untuk semua umat manusia, hujan menghubungkanku dengan banyak cerita cinta. Yah, sekesal apapun aku kepada Tuhan yang memberi Hujan, aku tetap manyukainya. Aku cinta Tuhan, dan aku sangat suka dengan hujan.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan kuliah. Yah inilah dilema masa mudaku saat ini, seperti yang kalian ketahui aku mengambil cuti selama 2 semester. Di waktu tersebut aku mulai menata banyak hal, aku bekerja semaksimal mungkin, mengurusi berbagai acara komik, pergi ke banyak tempat, dan tentu saja menikmati hidup. Walaupun kadangkala rencanaku gagal total karena banyak hal. Aku tidak akan menyesali keputusanku untuk cuti. Dan bulan januari depan aku akan mengejar kuliahku lagi. Semoga tahun ini aku bisa wisuda di depan kedua orang tuaku tercinta:)


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan impianku. Desember adalah bulan evaluasi, selain hari ulang tahun, aku sering menata hidupku di bulan desember. Mencatat semua target, menata semua arsip tahun kemarin, mengedit semua impian-impian tolol, mencari cewek-cewek ababil inceran tahun depan, dan tentu saja belajar mensukuri apapun yang terjadi tahun lalu. Intinya sih, bulan desember adalah bulan pemantapan visi misi pribadi.


Mujix
Bulan desember selalu mengingatkan bahwa aku
telah berhasil menulis blog ini selama
satu tahun, selamat buat Mujix
atas keberhasilannya
Solo, 07 Desember 2011

1 komentar:

  1. hujan berarti naiknya kelenjar testoteron yang ada dalam tubuhku, ya, karena hujan selalu seksi dan menggairahkan...

    BalasHapus