Minggu, 23 Desember 2012

Rainy Day Conversation


“ Dear, kamu beneran gak mau payungan ma aku?”

“Enggak”

“Kenapa? Hujannya lumayan deres juga lho”

“Gak papa”

“Kok gitu?”

“gitu gimana sih sayang?”

“iya itu, ngapain hujan-hujanan. Ntar sakit, banyak yang repot lho…”

“Gak papa, paling yang repot juga kamu”

“yeee… aku sih gak bakal mau direpotin. Sini cepet, payungan ma aku”

“ah…”

“yee.. Malah ngejauh gitu. Marah ya ma aku?”

“kok nyampe suku kata  ‘marah’ sih? ”

“trus, ngapain kalo kamu gak marah tapi ngejauh dan gak mau jalan bareng ma aku”

“…………………”

“ jangan diam dong, dear”

“aku ingin merasakan hujan”

“heh? Hujan ?”

“iya, hujan. ”

“emang kenapa dengan hujan?”

“kenapa ya? Bingung ngomongnya.”

“heh? Bingung? Kayak jawab soal ujian aja bingung”

“hmm intinya sih, ketika hujan itu jatuh di kulitku, aku merasa benar-benar hidup, ada ritme dari semesta, 
aduh.. Gimana ya ngejelasinnya”

“terus?”

“terus apanya? Soal hujannya?”

“iya iyalah, masa soal ujian mati-matika”

“hm…….”

“hm?”

“ada hidup yang terlimpahkan dari Semesta untuk manusia melalui hujan”

“bingung… jangan sok rumit gitu, dear”

“ada yang lebih rumit lagi, kamu mau tahu, sayang?”

“apa?”

“sebentar lagi kamu akan tahu”

“kok gitu?”

clue-nya adalah hujan di tengah matahari yang bersinar terik ini”

“hihihihihihi”

“kok ketawa, sayang?”

“enggak.”

“kok enggak. Itu tadi abis ngetawain aku ya?”

“enggak kok, suwer. Terus-terus, clue selanjutnya apa?”

the second clue you can find there, my dear

“owh…. Pelangi? Dear, itu pelangi kan? Kok aku bisa gak liat ya?”

“kamu sih, terlalu banyak sibuk ngurusin soal ‘payungan’ dan ‘Ntar sakit’”

“waaaah… walau cuman sepotong, udah hampir beberapa tahun aku gak liat pelangi”

“sama, aku juga gitu sayang”

“……………………………..”

“……………………………..”

“sayang, kok diem?”

“……………………………..”

“……………………………..”

“ hei? Kok nangis, sayang?”

“enggak kok dear, siapa yang nangis”

“mana tanganmu, hari ini aku sedang malas berbagi payung, tapi jika hanya untuk menggenggam tanganmu 
agar kamu bahagia, aku masih bisa”

“hihihihi, ngaco”

“sayang?”

“hmm? Beberapa hari yang lalu aku kepikiran soal pelangi”

“kepikiran? Ah, pasti gara-gara bab 4 komikmu yang sedang di kerjain itu ya”

“iya, bab 4 yang berjudul ‘somewhere over the rainbow’. Di depan compie, merasa semuanya sangat payah. 
Dan tiba-tiba berharap bisa melihat pelangi, sekejap saja ”

“dan akhirnya harapan itu terwujud sore ini?”

“iya”

“hihihihihihi, seperti biasa. Sok mellow. Keinget mantan ya?”

“iya, ah, belum mantan juga sih”

“kamu gak khawatir aku marah, dear”

“ngapain marah, aku kan udah mengerti kamu, sayang”

“ hihihihi”

“sayang? Menurut kamu, pelangi itu kelihatan gak dari Serang?”

“dari Serang? Serang yang ibukota Jawa Tengah itu?”

“ARRGH!!!  Itu Semarang tau, gimana sih?”

“Ahahahaaha, bercanda dear, jauh amat”

“gak kelihatan ya?”

“iyalah, jauh lho Serang, jaraknya bermil-mil dari sini”

“iya juga ya”

“kenapa dear?”

“tiba-tiba aja keinget seseorang yang ‘belum mantan’ itu”

“trus?”

“menurut kamu, apakah ini semua memang yang terbaik buat aku, dia, kita, dan alam semesta?”

“hm…..”

“yah… kadangkala aku benar-benar gak tau harus berbuat apa, usia kita sudah tidak muda lagi, sayang.

Pilihanku dimasa lalu kadang membuatku muak dan bimbang.”

“errrr kamu sedang Mind block, dear?”

“I don’t Think so. But today is very hard and stuck”

“kurasa semua hal ini memang harus seperti ini, bukankan hidup itu mengalir seperti hujan, my dear?

“ya”

“tadi kamu juga bilang bahwa ‘ada hidup yang terlimpahkan dari Semesta untuk manusia melalui 
hujan’bukan?”

“yup”

“kurasa walau dia gak bisa ngeliat pelangi itu, dia akan melihat pelangi yang lain dari dirimu ketika kau 
menepati janji yang telah kau ucapkan, dear”

“misalnya?”

“lemontea, bukan komik cinta”

“uhahahaha”

“kenapa ketawa?”

“mukamu lucu saat bilang ‘komik cinta’ sambil menirukan penari balet”

“aaaahhh kamu jahat, dear”

“khukhukhukhu….”

“jahaaaaat!!!!”

“iya deh aku gak ketawa lagi…hihihi”

“lha itu….?”

“ini namanya bukan ‘ketawa’ ini namanya ‘meringis’”

“Huh… ya udah deh, aku juga ingin merasakan ‘ritme dari semesta’ bersama kamu”

“heeeee? ”

“kok ‘heeee’? Okeh, nih payungnya kamu aja yang bawa, kita hujan-hujanan bareng”

“oke sayang, habis ini kita mampir ke‘ wedang ronde’ di depan sriwedari yuk”

“siap!! My dear”

“uoooohhhh berangkat!!!!”

“yaaah?! Kok ninggalin aku sih?!”

“yang nyampe duluan di tempat ronde dia yang wajib ditraktir”

“aaaah…. Tungguiiiin, kamu nakaal”

“hihihihihihi…..”



Mujix
di ujung pelangi itu
ada kisah cinta kita yang belum
terbaca oleh semesta
Solo, 23 Desember 2012

Rabu, 12 Desember 2012

12.12.2012



“eureka, eureka!!!”
“eureka, eureka!!!”

Aku akan memulai postingan ini dengan teriakan “eureka, eureka!!!”. Kata ‘eureka’ aslinya adalah kata seruan mendadak om Archimides ketika sedang berendam di bak mandi, klelep, megap-megap dan menemukan gagasan bahwa berat air yang tumpah sama dengan gaya yang diterima tubuhnya. Kemudian jreng-jreng-jreng tercetuslah ‘hukum archimides’. Ceileh, orang dulu mah keren-keren, klelep di bak mandi aja bisa menemukan teori sakti yang bisa mengubah dunia. Kalo orang sekarang klelep, jangankan nemu teori sakti, bisa ngambang balik ke tepi aja itu udah keren.


Ngobrolin soal ngambang, hari ini skribo juga ngambang gak karuan kemana-mana, mirip tokai. Bedanya kalo tokai ngambang di kali, kalo si kribo ngambang-nya di kampus ISI. Persamaannya mereka sama-sama bau. Seharian di kampus, gak jelas mau ngapain, bla,bla,bla,  dan akhirnya berakhir dramatis di suatu sore yang mendung di ujung jalan Sekar Pace. Sangat tidak keren ketika melihat si kribo mengeluh gak jelas mengenai hal yang juga gak jelas.


Di dunia ini banyak yang gak jelas. Misalnya, bagaimana mungkin Bang Arum bisa bikin replika Mr.P hanya dengan Pisang, alasan apa yang membuat Si Anang Silikon sangan ngefans sama dedex Mojosongo, atau mungkin mengapa ending film korea yang berjudul ‘Cast Away on moon’ itu terlihat sangat menyebalkan. Ah ngobrolin Cast Away on moon’ yuk,  film Korea Selatan yang dirilis tahun 2009  ini bercerita tentang seorang pegawai bernama Kim Seung-Keun yang juga ngambang di kali gara-gara gagal bunuh diri. Gagal bunuh diri, ngambang di kali, muntah, kemudian terjebak di sebuah pulau di tengah kota. Hidup seorang Kim Seung-Keun yang serba ‘ngambang’ itu kemudian di pertemukan oleh semesta dengan seorang wanita bernama Kim Jung-Yeon, seorang hikikomori, atau perilaku menarik diri dari lingkungan sosial di Kalangan Remaja Jepang. Cerita dalam film itu berjalan pelan namun pasti,  sang sutradara Lee Hae-Jun menampilkan banyak adegan dramatis nan romantis hanya untuk mengartikan konsep kesepian di dunia yang serba modern.


Di dalam film  ‘Cast Away on moon’ itu tentu saja tidak ada adegan om Archimides keluar dari bak kemudian teriak-teriak “eureka, eureka!!!” sambil telanjang. Adegan hampir telanjang ada sih, itupun hanya sekedar cuplikan sekilas tentang watak Kim Seung-Keun yang belum bisa menerima takdir (atau lebih tepatnya skenario) terjebak di pulau kecil di sekeliling kota besar. Kim Seung-Keun tidak berteriak “eureka, eureka!!!” sambil telanjang. Kim Seung-Keun hanya menulis kata ‘HELP’ sambil setengah telanjang. Setelah bla, bla, bla, dan bla, akhirnya semesta mempertemukan Kim Jung-Yeon, seorang hikikomori, dengan Kim Seung-Keun, seorang  pria paruh baya yang terisolasi di tengah pulau. Pertemuan itu terjadi dengan sangat ramah, terlalu halus, dan sangat dramatis ala film-film korea. Di akhiri dengan pertemuan mereka berdua di dalam bis, mereka bersalaman, tertawa, kemudian kredit title. Damn. Tak ada tanda-tanda ending alternatif, pertanyaan semacam ‘apakah mereka kemudian pacaran’, ‘bagaimana nasib si pria paruh baya yang serba ngambang’, atau ‘berapa lama mereka akan berhubungan’ dan semacamnya tak terjelaskan sama sekali. Para penonton dibiarkan klelep dan ngambang dengan ending tersebut.


Ending film ‘Cast Away on moon’ gak jelas (tapi bagus banget), keluhan serba (sok) dramatis Si Kribo di ujung jalan sekar pace juga gak jelas. Ceileh, orang dulu mah keren-keren. Misalnya ibuku, doi gak mungkin bengong di pinggir jalan memegang kepala sambil ngomong “Mumeeet, ngopo uripku koyo ngene...”, kurasa doi hanya menghembuskan nafas kemudian bangkit lagi menjalani hari ini dengan sangat dramatis. Hari ini yang serba dramatis itu bagi ibuku hanyalah sebuah fase untuk mencapai hidup yang bahagia untuk anak-anaknya.

 Hidup bahagia adalah hidup dimana kamu tidak hanya ngambang mengikuti kemanapun hidup ini mengalir, konsepnya sama dengan Aturan ke 10 dalam buku ‘The Rules Of Lifes’-nya Richard Templar yang berbunyi ‘hanya ikan mati yang mengikuti arus’.

Hari ini si kribo hanya mengikuti arus, ngambang gak jelas kayak tokai. Aku bilang kayak tokai karena sama-sama gak berguna dan hanya bisa ngambang. konsep kesepian di dunia yang serba modern kali ini juga di alami si kribo, si manusia tokai. Setidaknya 10 menit yang lalu apabila dia gak berdiri menuju halte bis, si kribo  masih menjadi tokai gak jelas. Hingga akhirnya doi menemukan teori sakti itu di depan halte bis.


om Archimides mendapatkan gagasan keren itu di picu oleh sebuah bak penuh air dan keinginan untuk mandi. Si kribo bisa melepaskan ke-tokai-annya di picu oleh seorang anak SMA bermata buta dan keinginannya untuk menolong. Sepersekian detik setalah si kribo ngambang mengutuk konsep kesepian di dunia, Tuhan menurunkan ‘wahyu’, ‘inspirasi’, ‘teori sakti’-nya dengan sangat tiba-tiba. anak SMA bermata buta itu mencoba berjalan entah kemana, tongkatnya menggapai-gapai tak tentu arah. Si kribo yang masih menjadi tokai itu kemudian berjalan limbung mencoba untuk menolong si anak SMA itu. beberapa langkah dalam perjalanan ‘mencoba menolong si anak SMA itu’  berkecamuk teori-teori sakti.

 Ucapan Si Kribo “Mumeeet, ngopo uripku koyo ngene...” itu tiba-tiba lenyap tergantikan ucapan “Astogfirullah, aku harus belajar bersyukur...” sambil gemetar.

Si Kribo tidak bisa membayangkan betapa hidupnya menjadi kacau apabila dia menjadi anak SMA itu. setiap hari terjebak di dunia yang gelap. Tinggal beberapa langkah lagi Pertemuan itu terjadi dengan sangat ramah, hingga akhirnya bapak-bapak di belakang Si Kribo lebih cekatan untuk segera membantunya naik ke halte bis.


Si Kribo yang baru saja bisa melepaskan ke-tokai-annya memandang penuh haru ke arah 'anak SMA bermata buta' itu. air mata Si Kribo mengalir perlahan. bis Atmo yang di tunggu Si Kribo akhinya datang, berjalan pelan namun pasti. Meninggalkan sore yang mendung di ujung jalan Sekar Pace dengan anak yang bermata buta. Sambil menyeka air matanya, Si Kribo itu mendapatkan teori sakti yang insyaallah akan membuatnya menjadi orang keren.


om Archimides, Kim Seung-Keun, Kim Jung-Yeon, anak SMA bermata buta, ibuku, dan Si Kribo adalah orang-orang kesepian di dunia yang mencoba melepas ke-tokai-annya agar bisa hidup bahagia dengan ‘teori sakti’-nya masing masing.

“eureka, eureka!!!”
“eureka, eureka!!!”


Mujix
teori sakti hari ini adalah:
"Jika kau ingin mendapatkan kejayaan lihatlah ke atas,
jika kau ingin mendapatkan kebahagiaan lihatlah ke bawah"
Solo, 12 Desember 2012

Rabu, 05 Desember 2012

Top 10 'Annoying Event' in early December


Top ten ‘kejadian yang bikin galau’ di awal desember 2012:

1.    Di bilang komikus yang gak bisa menggambar cowok ganteng dan cewek cantik. Tadi siang aku bertemu dengan dosenku yang dulu pernah ngejob bareng, setelah ngobrol kemana-mana sambil di gendong, akhirnya doi nyeletuk gini  “ oooh, ini pasti gambarnya mujix. Aku tahu, soalnya dia gak bisa gambar cowok ganteng dan cewek cantik”. sekedar pembelaan, cantik dan ganteng itu relatif. Andaikata arti gambar ‘cantik’ itu gadis gadis bermata lebar penuh bunga-bunga di ‘manga’ jepang  dan ‘ganteng’ itu karakter real penuh dengan cowok berotot yang suka pake celana dalem diluar yang mendadak jadi pahlawan, maka sorry aja aku memang sudah tidak ada passion untuk menggambar seperti itu. Dan sekedar kalian tahu, aku sudah menggambar  ‘cowok ganteng dan cewek cantik’ ratusan kali waktu SMA.

2.   Handphone rusak  gara-gara sering di pencetin. Aah, bukannya kondrat sebuah HP itu memang untuk di pencetin.  Aku gak salah kalo mencetin HP ampe error. Salah tuh Kalo mencetin tahi lalat pacarnya tetangga. Awal mulanya kemarin sore, mendadak aja layarnya berubah jadi putih, kemudian gambarnya ngilang trus mati medadak. Sial padahal baru beli 3 bulan kemarin. oh iya, tadi siang hampir aku telen tuh HP, gara-gara mati mendadak ketika mau bales sms dari klien ilustrasi yang nyebelin.

3.    Ngobrolin tarif harga dengan klien yang nyebelin. Motif ekonomi yang sering diterapkan orang-orang di sekitarku akhir-akhir ini adalah ‘ membeli barang yang bagus dengan harga semurah mungkin’. Klien yang nyebelin ini sangat suka menggunakan motif ‘koncoisme’ dan suka membandingkan dengan harga di tempat lain. Tarif harga yang sudah disepakati di awal tiba-tiba saja minta di korting hingga 60%. Saking muaknya, mending aku gratisin sekalian aja ya. tapi akhirnya udah beres kok, salah paham di depan gitu deh ceritanya. ah, mulai saat ini sepertinya apapun perlu di perjelas di depan.

4.  Ketemu cewek cantik yang pernah menjadi mantan cowok ganteng. Sangat gak penting, sebenarnya juga bukan kejadian yang luar biasa. Namun kejadian yang ‘sangat gak penting’ dan ‘bukan kejadian yang luar biasa’ ini menjadi krusial saat kamu tengah pusing gara-gara urusan ‘klien yang nyebelin’,  ‘kondrat sebuah HP’ dan ‘ komikus yang gak bisa gambar cowok ganteng dan cewek cantik’. Hey man, ketika kamu lengah dan tidak sadar akan eksistensi manusia, maka pernyataan ‘ganteng’ dan ‘cantik’ akan menjadi konsep mendasar yang sangat buruk saat itu. aah.. kenapa kak melody cantik sekali ya... XD

5.   Sering kelupaan makan siang, sore, dan malam. Aku sering mengalami kejadian seperti ini. Kelupaan makan ampe 3 kali waktu makan gara-gara saking sibuknya dengan kerjaan. Di depan compie, berjam-jam, keluar bentar paling cari teh hangat, di depan compie, keluar ke rental komik dan cari teh hangat, tersu begitu sampe kiamat. Guweh ini manusia atau teko sih? ngisi nutrisi kok cuman pake aer  teh doang. Sekalinya makan biasanya mie rebus sama sego kucing. Ah pantesan badan guweh  kurus kering begini #sambilnangis
  
6.  Ketemu mantan (calon) pacar di dalam mimpi. Heey, helloo...  lu ngigo jix. Iya, saking ngigonya adegan-adegan ketemuan di alam mimpi itu bisa di baca di tulisan ‘dream and rainbow’. Akhir-akhir ini aku sangat hobi menulis fiksi (dan persiapan menulis ‘tugas akhir besar’), Saking hobinya kadangkala aku suka berimajinasi ada seorang narator yang sedang nangkring di atas awan. Narator diatas awan itu akan mendiskripsikan apapun yang kamu lakukan. Dalam keadaan buruk maupun dalam keadaan baik.

7.   Kelupaan naro atau bawa barang. Yah yah yah yah, makin gak penting. Kelupaan naro atau bawa barang adalah penyakit tertolol nomer 4 yang sedang menyerang si cowok kribo. Kemarin aku menemukan uang 200 ribu di plastik tempat sampah. Aku girang setengah mati, namun Setelah dingat-ingat sambil koprol, uang tersebut adalah uangku sendiri dari hasil kerjaan kartun. Dan plastik tempat buang sampah tersebut ternyata plastik bekas buat nyimpen perlengkapan material sisa kerjaan (spidol, penggaris, pigura kecil dan tentu saja uang 200ribu). akhirnya aku gak jadi girang, malah garing banget kayaknya.huft

8 .  Terngiang-ngiang lagu dangdut koplo. Di pedepokan sedang gencar memutar dangdut koplo, pembawa virus koploisme tersebut adalah Mas Toni, seorang stand up comedian berasal dari Bali. Berbagai video dangdut koplo mulai dari yang sopan (goyangnya cuman geleng-gelengin kepala di depan kendang) sampe yang tidak sopan (goyangnya geleng-gelengin pantat di atas kendang) tersedia manis disana, terputar dengan sangat macho hampir setiap pagi. Ke-koplo-an tersebut berimbas perilaku si cowok kribo yang datang ke konsernya O.M. SAGITA, dua minggu kemarin.oh God, kapan-kapan aku tulis deh. 

9.   Tolol dalam membagi waktu. penyakit ini sebenarnya sudah tidak terlalu parah akhir tahun ini. Beberapa job dan tanggungan sudah terselesaikan dengan baik. Waktu memang misterius, kadang kala serapi apapun kamu menata agenda, akan datang masanya dimana  agenda kamu luput gara-gara agenda lain yang gak penting. Melakukan agenda yang gak penting itu kadangkala berakibat dengan gagalnya agenda-agenda yang lebih penting. Misalnya hari ini, sebuah agenda sarapan ‘telur dadar di kampus’ mengacaukan agenda job me-layout majalah. Cara mengatasinya cuman satu, hening sejenak, kemudian fokus kembali ke agenda semula.

10.Terakhir, kecanduan baca buku. Si kribo adalah type manusia yang pergi ke WC harus   bawa buku. Penyakit kronis semenjak doi kenal Majalah Bobo. Kaget? Biasa aja kali. Nenekku dulu setiap sore biasanya marah-marah kalo abis dari WC, soalnya setiap buang air ke WC, beliau bingung, ini WC atau rental Majalah Bobo sih. sesekali ada komik Pak janggut, dan Cergam Bona dan Rongrong nangkring di atas jemuran di dekat bak mandi.  ah pantesan, kalo sedang pup serasa ada yang ngintip. Ah sudahlah. Walau kali ini gak separah dulu, namun beberapa bulan ini doi sering pusing gara-gara gak ada buku baru. makanya doi sering ke gramedia buat beli (dan baca gratis) buku sekarang, saking seringnya doi kadang kala bawa tiker, guling dan nginep disana. Dia juga bergabung dengan komunitas AGG (Anak Gahul Gramedia), komunitas yang anggotanya baru dia sendiri.


Yah, kurasa 10 aja aku membeberkan aibku sendiri. buat yang sering stalker,fans yang ngintip si mujix diam-diam, secret admirer, Penjaga warnet depan kampus yang guweh utangin 3000, dan tukang cukur dari kampung sebelah. Kalian puaskan mengetahui keseharian aku. Untuk kenal lebih dekat Mujix, KETIK REG SPASI PULSA 10.000, terus kirim ke hape saya. Sms yang anda terima adalah sms yang langsung saya ketik sambil kayang di atap tetangga sebelah, keep writing and mumu.


Mujix
adakalanya kita harus ngotot
dan berusaha sangat keras untuk
mengubah takdir.
Solo, 05 Desember 2012 

Senin, 03 Desember 2012

'Benda itu'


'Benda itu'  oleh beberapa orang sering disebut 'Tuhan'.  Rhonda Byrne dalam bukunya  The Secret lebih cenderung menyebutnya 'Hukum Tarik Menarik', 'Daya', atau apalah. kawanku, Anang Silikon sesekali mengartikan itu sebagai 'Kebahagiaan', tempat yang abadi dimana  manusia mempertaruhkan hari ini demi 'Benda' Itu. ada banyak hal di dunia ini yang tak bisa di ungkapkan, tak bisa di lakukan, tak bisa dirubah. beberapa orang sangat sensitif untuk mengetahui asal muasal 'Semesta', sisanya yang lain benar-benar malas untuk sekedar bersifat sensitif. tak ada yang salah, bahkan untuk sesuatu yang salahpun kadang kala perkara itu memang haruslah terjadi. 'Semesta' telah ada dengan sangat tiba-tiba, ketika kita sadar bahwa kita hidup, 'Semesta' telah ada untuk kita.

seperti makna Surah [Al Baqarah:117]
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak sesuatu, maka Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia."

ya, semuanya serba tiba-tiba. 
'Benda itu'  juga muncul secara tiba-tiba, tak lekang oleh waktu. hanya berpindah dan berubah menjadi energi yang lain. energi-energi itu sangat kekal. bisa dibilang energi itu adalah sumber kehidupan manusia di bumi. berbagai manusia bergerak secara dinamis, untuk menolak ke-'dinamis'-an itu pun masih saja ter-planning di salah satu pengalihan energi 'Tuhan', 'Semesta','Hukum Tarik Menarik', 'Daya', atau apalah. kita tidak bisa menolak, masih banyak hal di dunia ini yang masih membuat sadar bahwa kita benar-benar hidup di dalam ketidakpastian dalam memahami 'benda itu'.
aduuuuh kepalaku tadi pagi kebentur apaan sih? kok bisa nulis gak jelas gini.

Mujix
aku lebih suka menyebut
'benda itu'
dengan kata 'Cinta'
Solo, 03 Desember 2012


Rabu, 21 November 2012

Rabu, 21 November 2012


Okeh, suara dengungan di komputerku makin parah, kayaknya bentar lagi mau melahirkan. Ah, acuhkan saja kalimatku barusan. Pokoknya ketika tulisan ini terketik, keadaan si kribo udah agak Lumayan, duitnya lumayan dan gantengnya tambah lumayan, andaikata suatu saat si kribo buka usaha warung, pasti namanya ‘warung makan lumayan’, ah makin gak jelas.  Malam kemarin  aku tiba-tiba aja kecapekan dan jantungku berdegup kencang banget. Ketauannya ketika balikin komik ke kuantum. Karena tiba-tiba aja kecapekan dan jantungku berdegup kencang, makanya hanya meminjam komik ‘Natane’-nya Adachi Mitsuru Vol. 4 dan 5 aja.

Beberapa bulan ini si kribo sedang kaya. Aku belanja banyak, mulai dari sepatu Air Walk baru, celana jeans, buku komik, buku motivasi, dan lain-lain. Kurasa pengeluaran semacam itulah yang membuatku mendadak menjadi miskin minggu-minggu ini. Ya elah, cuman kaya beberapa hari gitu deh.  Yuk cari uang lagi, nabung buat beli laptop:D.

Hmm,,, nulis apaan lagi yah, oh iya, aku bikin situs baru via tumblr (masih salah aja kalo aku nulis alamat ‘tumblr’ tanpa kopi paste, kasian ya aku ).  Sebuah Diari kecil untuk menampung ide-ide liarku yang belum terwujudkan dalam bentuk komik. Cerita sehari-hari sih, dengan tokoh utama si mujix kecil saat SMP. Lumayan seru kok, mampir gih kalo luang. 


DIARY HARI INI :)


Beberapa hari lagi aku akan mengupload sebuah cerita tentang lucid dreamku minggu kemarin. penasaran? Di tunggu dengan sabar ya. Tinggal beberapa paragraf kok, tokoh utamanya, guwe si cowok ganteng, bocah tengil, dan tentu saja si gadis berpayung pelangi. Heran, beberapa minggu ini aku sering mengalami mimpi yang benar-benar nyata dan bisa aku kendalikan (dan benar-benar aneh). Misalnya tadi malam, aku bermimpi di dunia ini ada organisasi rahasia yang mengendalikan manusia secara global melalui ciptaan hasil peradaban. Apabila ‘ciptaan hasil peradaban’ itu di konsumsi secara berlebih, akan ada satu bagian otak kita yang menguasai kesadaran bisa di kendalikan oleh mereka. Kerennya lagi, mereka bisa menguasai dunia dengan sangat mudah apabila ‘bagian otak’ seluruh manusia bisa di kendalikan, nah loh, mirip cerita ‘Freemason’, ‘Pagan’, dan ‘organisasi bawah tanah’ lainnya kan?

Ah, persetan dengan organisasi-organisasi tersebut, masih banyak list yang belum di kelarin.
hari yang menyenangkan adalah hari sabtu, dan hari ini bukan hari sabtu, tapi pasti akan menjadi hari yang juga menyenangkan:D

Beberapa hari ini (akhirnya) aku disibukan dengan revisi proposal perkuliahan. Proposal untuk Kerja Profesi (kayaknya sih) sudah beres, cuman tinggal tunggu konfirmasi dari Bu Dosen. Ada dua tempat yang menjadi incaranku, pertama sebuah Production House di Bogor dan Studio animasi di Yogyakarta. Pilihan yang menjadi prioritas adalah Production House di Bogor, hanya saja aku masih belum memberi merka tembusan secara langsung dari pihak kampus. Apabila aku bisa KP disana, akan ada banyak data yang bisa aku curi untuk bahan skripsiku. Seperti yang kalian ketahui aku adalah mahasiswa tingkat akhir yang hobinya galau sambil bikin komik. Saking lamanya, aku hafal semua dosen, hafal jalan menuju kampus, dan hafal harus sembunyi dimana kala dosen nanya lulus kapan dari kampus. Dulu aku ke kampus cuman untuk dua alasan, yang pertama numpang bayar semesteran, yang kedua numpang mandi di tengah semesteran. Sekarang udah mendingan, kadang main ke perpus buat cari-cari skripsi, kadang main ke akademik buat cari-cari dosen pembimbing, namun tujuan utamanya tetap satu, cari adik kelas yang manis. Ah entahlah

Demi melancarkan benda yang bernama ‘skripsi’, aku bahkan rela mendownload banyak ebook, memborong buku-buku di gramedia, dan berdiskusi dengan banyak teman untuk sekedar memantapkan tema. Setidaknya hari ini aku memiliki target yang asik untuk di wujudkan. Ada dua tema, dan masih di godok dengan ganteng. Job seperti desain kaos, ilustrasi cover, dan karikatur, tiba-tiba rame. Walau masih sekedar obrolan, sepertinya itu sebuah tanda kecil bahwa beberapa hari atau minggu ke depan aku akan cukup sibuk. Oh iya, aku mulai kembali ke komik idealisku, yah, sudah basi kayaknya, udah hampir setahunan gak kelar-kelar, emang gak niat sih. Namun sepertinya harus segera di kelarkan. Gak usah di target, tapi harus di kerjain. Dan tololnya lagi, sketsa dan bank ide untuk ‘lemon tea’ tiba-tiba aja ngilang. Entah nyemplung dimana, yah, akhirnya memulai dari awal. Tapi aku yakin, untuk kali ini pasti bakal lebih keren daripada yang udah ilang. Ini salah sati sampel storyboard dari chapter 4, sekali-kali di tampilin di sini gak papa kok. Untuk bab 4 ini, akan  ngobrolin sanasuke dan kisah permulaan si kribo jatuh cinta ma popok, sama ada banyak adegan kodok meloncat kemana-mana.




Mujix
pee baack boo!!!
aturan hidup nomer 1 adalah
Rahasiakan.
Solo, 21 November 2012



Senin, 19 November 2012

Tamu


“Hey!! Udah sarapan belum? Aku punya warung langganan baru yang akan membuatmu bersemangat hari ini” dia menunjukkan wajahnya di depan pintu. Terseyum, kemudian berdiri di depanku.

Okey, aku gak ngelindur, akan kupastikan. Kutusuk mukaku pake garpu. Yak, dan ternyata sakit. Berarti aku tidak bermimpi. Pagi ini mendung, berawan, dan segera akan turun hujan, namun kedatangannya yang tiba-tiba pagi ini membuatku tahu, betapa acuhnya aku terhadap hal-hal sepele semacam ‘pagi ini mendung’, ‘berawan’ ataupun sesuatu yang sering di sebut ‘segera akan turun hujan’.

Kalian masih belum tahu siapa dia? Iya sesosok manusia yang kusebut ‘dia’ itu telah membuatku jungkir balik selama 3 tahun ini. Cukup lama? Tentu saja cukup lama jika 3 tahun itu hanya kau gunakan untuk bengong kayak sapi ompong, meratapi masa lalu sambil joged ‘oppa gangnam style’, atau memacari banyak wanita hanya untuk menenangkan diri dari sesosok manusia yang kusebut ‘dia’.

Pagi ini dia berada di depan pintu kostku. Tersenyum, dan memandang mataku dengan penuh harap. Okey, kurasa aku benar-benar bermimpi. Kutampar mukaku pake sedotan. Yak, dan ternyata tidak sakit sodara-sodara. Kembali ke skenario semula. 5 menit yang lalu aku tersadar, ada 10 pesan masuk, dan 12 kali panggilan tak terjawab. Itu artinya dia berada di depan pintu kostku selama hampir 10 menit. Dan 10 menit itu dia sia-siakan hanya untuk menunggu makhluk primitive bernama mujix bangun dari tidurnya.

“Hey... Sorry tadi malam lembur, ada job komik dari dinas yang deadlinenya bikin gila nyampe pengen ber Henshin menjadi kamen rider kataku sambil melangkah keluar kost.

“Kamu gak menyuruhku masuk kedalam?” Dia menunjuk kearah kamarku.

“Jangan deh. Kasihan kamu malah. Kemarin abis ada orang utan lepas dan lari-larian di kost ini, kata si agung, orang utan itu ngumpet di lemari bajuku. Kan kasihan kamu.” Aku menakut-nakutinya sambil berpose seperti orang utan kena penyakit rabies.

Nguk!! Nguk!! Nguk!!!
Dia bengong.

“Ahahahaha bohongmu garing banget sih?
Kami terdiam untuk beberapa saat, sangat lengang. Dia adalah cinta matiku selama ini, aku pernah menganggapnya ‘tuhan kedua’ setelah tuhanku. Dia adalah sesosok wanita yang bisa menyebrangi alam semesta dan membuatnya penuh dengan pelangi.

“Aku minta maaf”
Akhirnya kata-kata itu meluncur dari mulutku. Matanya memandangku penuh dengan tanda tanya. Sepertinya kisah ini memang belum berakhir hingga hari ini.

“Minta maaf untuk apa?” Dia balik bertanya sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.

“Aku minta maaf, karena mukaku masih ngantuk dan belum mandi”
Dia melotot. Dengan muka memerah dia mencubit lenganku.

“Aah!! Gak penting banget sih, sana gih mandi dulu!!”
Aku tertawa lepas melihatnya kesal.

“Gak adil kalo hanya aku yang berantakan. Rasakan ini!! Hiat!!!” Aku mengacak-acak rambutnya dengan liar, dia meraung-raung, sesekali mecubitku, kemudian mendorongku, kemudian kita tertawa bersama-sama. Pagi ini benar-benar menyenangkan. Okey, aku gak ngelindur, akan kupastikan. Kubenturkan mukaku ke tembok. Yak, dan ternyata sakit. Berarti aku tidak bermimpi.

“Hey, gimana? Udah sarapan belum? Yuk ke warung langgananku yang baru”
Aku terdiam sejenak, aku tahu dia adalah cinta matiku selama ini dan aku pernah menganggapnya ‘Tuhan kedua’ setelah Tuhanku. Namun semenjak dia memutuskan untuk menikah, aku bertekad untuk tidak bermimpi lagi. Setidaknya mulai hari ini.

“Maaf, aku udah sarapan. Tadi malam aku mendapat oleh-oleh pisang dari kawanan orang utan yang menumpang di lemari bajuku” ini adalah kebohonganku yang kedua hari ini. Bohong banget. Dan garingnya minta ampun.

“Kamu kalo bohong gak pernah lucu ya”

“Sory ye, sejak kapan aku jadi orang lucu. Aku kan orang yang sangat serius” kataku sambil mendenguskan nafas dan memandang ke langit.

‘Sangat serius’ adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kegilaanku padanya. Kurasa bukan hanya ‘sangat serius’, sudah sampai tahap galau akut yang setiap waktu bisa membuatmu kejang-kejang gara-gara kangen mendadak.

“Hahahaha iya, serius kalo sedang pingsan” dia tergelak penuh tawa
Mending pingsan dari pada galau akut terus kejang-kejang gara-gara kangen, pikirku.

“Iya deh, kalo kamu udah sarapan pisang. Aku gak maksa kok.”
Dunia ini mendadak bergerak perlahan kembali, tak ada senyap atau lengang yang sedari tadi menguasai. Kehidupan sepertinya hanya berlalu sekejap.

“Duluan ya, sampai ketemu di tempat kerja”
dia beranjak dari pintu kostku, melangkah kemudian menghapus air matanya yang mengalir perlahan. Aku sudah bilang kalau dia menyebrangi alam semesta dan membuatnya penuh dengan pelangi? Dan dia melakukannya lagi pagi ini.

Dia benar-benar pergi. Dia meninggalkan sepotong pelangi untuk diriku pagi ini. Kucubit pipiku. Yak, dan ternyata sakit. Berarti aku tidak bermimpi. Semuanya memang bukan mimpi.


Mujix
I need a Miracle now
Solo, November 2012


Selasa, 06 November 2012

Loser


pecundang itu ketika kau datang ke pembukaan pameran udah mandi dan tapi lupa gak pake parfum 

pecundang itu ketika kau datang bersama cowok ke pembukaan pameran yang juga penuh dengan cowok 

pecundang itu ketika cowok yang datang bersamamu tiba-tiba minta di anterin ke toilet 

pecundang itu ketika kamu galau mendadak kemudian loncat-loncat di atas wastafel kamar mandi sebelum pameran 

pecundang itu ketika kau bangun jam 6 pagi, namun baru mandi jam 6 sore, dan baru pake parfum abis selesai pameran 

pecundang itu ketika kau teringat mantan calon pacarmu di tengah pameran 

pecundang itu ketika kau (tidak) berlama-lama memegang tangan calon pacarmu ketika pameran  

pecundang itu ketika kau hanya bisa melihat calon pacarmu sedang tersenyum dari kejauhan 

pecundang itu ketika kau mengacuhkan calon pacarmu demi bercengkrama dengan banyak cowok 

pecundang itu ketika teman cowokmu mengajak berfoto gaya 'chibi' di depan calon pacarmu 

pecundang itu ketika kamu ngetweet tentang 'kepecundanganmu' hari ini 

pecundang itu ketika kamu ngetweet tentang 'kepecundanganmu' hari ini trus ditertawakan oleh  

pecundang itu ketika kau galau kemudian nyanyi lagunya 'westlife' sambil teriak-teriak di tengah malam 

pecundang itu ketika kau galau kemudian nyanyi lagunya 'cherrybelle' sambil teriak-teriak di tengah malam 


Mujix
Pecundang itu ketika 'copy' tweet
kemudian 'paste' di blog
lalu dishare di Facebook
06, November 2012

Jumat, 02 November 2012

Tangga Kedewasaan

Oda Tobira membuat manga yang cukup aneh, freak, dan mempunyai strorytelling yang 'acakadul'. ke-'acak-acakan yang amburadul'-an seorang Oda terlihat kala dia mempermainkan beberapa karakter di manganya yang berjudul Tomo'o, sebuah manga yang dipublikasikan pertama kali  oleh Shogakukan, Jepang pada tahun 2009. Shogakukan adalah 'Giant publisher' yang sangat berkompeten menerbitkan top manga di Jepang (tentu saja bersaing secara  ketat dengan Shonen Jump-nya Shueisha  ). Di Indonesia, manga bergenre drama kehidupan sehari-hari ini di terbitkan oleh Level Comic, salah satu penerbit yang fokus dalam menghadirkan komik-komik bertema dewasa dengan alur cerita yang lebih kompleks. Cara Oda Tobira dalam bertutur melalui manga yang aneh, freak, dan acakadul menjadi poin penting untuk disimak di tiap chapternya. Ada salah satu chapter dimana kita bisa melihat ketidak normalan Oda Sensei, bagian itu adalah Chapter 13 yang berjudul 'Menapaki Tangga Kedewasaan' di jilid 14.

sejak panel pertama, penggambaran dunia nyata menjadi sangat kabur. kita di ajak untuk terjebak sejenak dengan gerombolan anak yang terdiam menghadap pembaca di sebuah tempat gelap dengan tangga-tangga kecil. susunan tangga-tangga itu mengarah keatas dan berakhir di sebuah pintu berbentuk persegi panjang dengan ujung setengah lingkaran di atasnya. secara umum dalam chapter ini, beliau masih menggunakan alur cerita tiga babak. pembaca akan di suguhkan awal permasalahan mengenai seorang ibu guru yang tengah putus asa gara-gara tidak bisa berputar di palang. kemudian si Tomo'o Kinoshita, sang tokoh utama yang bloon, mengomentari adegan tersebut dengan hinaan, dan komik ini segera menjadi absurd ketika Keriko (Teman Sekelas Tomo'o) memaklumi kesalahan Ibu guru tersebut. kemudian adegan langsung berpindah ke panel segerombolan anak, dan si Keriko berjalan menapaki tangga hingga memasuki pintu berbentuk persegi panjang. itulah keanehan Oda Tobira dalam menggambarkan transisi menuju kedewasaan seseorang.



ini verita lain namun masih dalam chapter yang sama. salah satu dari segerombolan anak tersebut ada yang bernama Yoshinobu, dia bisa di bilang anak yang sama O'onnya dengan Tomo'o. ada adegan dia bertemu dengan seorang bapak tua tetangga sebelah. terlontarlah sebuah Jokes tentang 'penghisap debu' dan persoalan 'kejujuran seorang anak'. si bapak tua kemudian berkata bahwa dia bilang katakan jujur kenapa kau merusakkan penghisap debu itu' kemudian si bapak tertawa. satu hal yang bisa di ketahui, ternyata dia sedang melakukan Dajare, sebuah komedi adalah permainan kata dalam bahasa Jepang. Dajare terdiri dari dua kata da  dan share 洒落. Konon awalnya dajare adalah sesuatu yang intelektual karena memainkan kata-kata yang bunyinya mirip/sama namun ditulis menggunakan huruf yang berbeda. namun jokes plesetan itu tidak bisa membuat gerombolan itu tertawa. mereka terdiam beberapa saat, hingga akhirnya Yoshinobu terpaksa tertawa untuk menyenangkan hati bapak tua itu.

seperti yang bisa di tebak, Yoshinobu juga berjalan menuju pintu dunia orang dewasa.

satu chapter itu berisi tentang kejadian-kejadian sederhana mengenai 'pendewasaan' dari sudut pandang anak-anak. adegan-adegan di dalam komik itu bergerak dengan dinamis, kita di ajak untuk berbicara tentang 'dunia orang dewasa' secara tersirat. pelan, dan bahkan cukup kabur. alur 3 babak yang dia mainkan di dalam manga ini (Khususnya Chapter 13 yang berjudul 'Menapaki Tangga Kedewasaan' di jilid 14) juga tak berakhir dengan antiklimaks, tak ada penyelesaian yang jelas, mengambang dan seakan mengatakan kepada pembaca bahwa hidup itu tak sesimpel 'sinetron atau novel roman'. namun seaneh apapun Oda Tobira menjalankan dunia Tomo'o, ada satu yang pasti. dia adalah mangaka yang sangat menguasai storytelling, struktur naratif, dan tentu dia sadar akan Orientasi sebuah 'tema' yang mengacu pada 'kompleksitas dunia dewasa melalui anak-anak' dalam sebuah manga yang berjudul Tomo'o. 

dunia dewasa adalah dunia yang penuh kepalsuan, namun diantara kepalsuan-kepalsuan itu kalian akan bisa menemukan kebenaran akan kesadaran sebagai makhluk Tuhan.




Mujix
ketika aku terjatuh dari
Tangga Kedewasaan tadi malam
aku belajar satu hal,
selesaikanlah apa yang sudah kamu mulai"
Solo, 02 November 2012




Minggu, 21 Oktober 2012

Last Day in 23th

aku bangun dengan sangat terburu-buru pagi ini, jam setengah 6 aku dan Fery harus segera  ke Stadion manahan untuk mengikuti pameran di sebuah acara ulang tahun 'konyol' koran terkemuka di kotaku. mengapa konyol? pertama, kalian harus membayar 100 ribu hanya untuk 'bingung' dan mendapatkan 'stan; gak jelas yeng letaknya entah dimana. aku sempat berpikir, acaranya bakal super duper keren. ternyata kenyataan berkata lain. kami harus muter-muter mencari tempat dimana kami bisa meletakkan barang-barang bawaan yang beratnya 'naudzubilah'. aku segera saja pergi ke tenda informasi, salah satu paniatianya mengatakan bahwa kami menempati stan bernomer A24, di sana ada tulisan KOMIK SOLO, dia hanya menujuk saja kemudian pergi begitu saja. gile. aku diem, kemudian muter-muter untuk ke 3 kalinya hanya untuk mencari 'stan bernomer A24 yang bertuliskan KOMIK SOLO', aku tidak menemukan BENDA ITU, yang paling kuingat adalah stan REPTIL dengan banyak ular dan binatang melata dimana-mana. segera saja aku berkata pada Fery, sepertinya kita tidak usah memperdulikan masalah 'stan bernomer A24 yang bertuliskan KOMIK SOLO' ataupun eksistensi. aku akhirnya mengajaknya mencari buku komik di samping manahan daripada meramaikan ulang tahun 'konyol' tersebut. setidakya usahaku untuk u bangun dengan sangat terburu-buru pagi ini, membuahkan buku komik keren seharga 3.000 rupiah. dan tentang stan di acara ulang tahun 'konyol' seharga 100.000, siapa perduli. hari ini aku masih cukup kaya untuk sekedar menyesali hal remeh seperti itu.


sore ini aku pergi ke GKS, setelah tidur siang selama 3 jam gara-gara kelelahan di karenakan aktivitas 'tolol'ku dimanahan. bangun dengan badan yang pecah belah, linglung mendadak, kurasa aku akan jadi gila  andaikata saat itu aku diajukan pertanyaaan semacam 'apa jenis kelaminmu' atau 'siapa presiden pertama indonesia'. GKS adalah gedung bekas bioskop yang dialih fungsikan menjadi Gedung Kesenian, seperti hari ini, ada acara kecil dari komunitas Tugitu Unite. mereka meluncurkan buku kompilasi yang ke 14, di ikuti serangkaian agenda lain seperti pameran, mural, diskusi, dan cari pacar. keadaan GKS tak lebih baik dengan keadaan hidupku sore ini. berantakan, mangkrak, dan tentu saja membutuhkan perbaikan disana-sini. hari ini adalah hari terakhir di usiaku yang 23. tinggal 7 jam lagi menuju angka 24. setahun lagi aku berusia 25 dan semakin mendekati gejala syndrom usia 27. perlu kujelaskan sedikit, aku tidak terlalu perduli dengan berapa umurku sekarang. soalnya berapapun angka dimana kita berada, kita hanya bertemu dengan hari ini. ya, bukankah kemarin ataupun besok hanyalah perulangan-perulangan memori semata?

aku sudah mengatakan kalau aku tidak begitu perduli dengan  umurku? aku memang seperti itu, tetapi tidak dengan orang di sekitarku. tanteku, adik dari mamakku yang dikampung sangat hobi mengatakan 'Kapan Kamu LULUS kuliah?', setelah itu biasanya aku pura-pura AMNESIA. ada juga sudara Ponakan yang doyan banget nanya 'Kapan punya Pacar?'. salah satu dosen (atau bahkan semua dosen dan makhluk di kampus) sepertinya sangat bangga ketika menasihatiku tentang 'kemapanan profesi dosen' dan 'menjadi sarjana secepat mungkin'. oh men, sejak kapan mereka menjadi begitu paranoid dengan urusan orang lain? apakah mereka peduli, sekedar memastikan atau hanya ingin membandingkan bahwa kehidupannya lebih 'oke' daripada hidupku.  okey, aku ralat sedikit, aku sepertinya sedikit 'PERDULI' dengan umurku setelah di cuci otak oleh orang-orang di sekitarku. banyak manusia di sekelilingku hidup terburu-buru, lebih dari sekedar bangun pagi jam setengah 6. kurasa mereka baik-baik saja dengan hidupnya. semoga saja seperti itu. sediki 'KEPEDULIAN'ku akan umur setidaknya telah aku wujudkan dalam buku agenda yang bernama 'BUKU PERCEPATAN MASA DEPAN'. aku mendata banyak hal disana. tulisan-tulisan banci semacam 'SEMANGAT JIX' atau analisis SWOT tentang diri sendiri, hingga gambar-gambar gak normal yang membuatmu terlihat idiot dimata orang normal. namun percayalah, buku itu memberiku semangat agar aku bisa sedikt PEDULI dengan umurku dan hidupku.

ya, ya, ya, umurku hari ini masih 23 tahun.
besok... ah tidak tidak, nanti lewat tengah malam usiaku akan berubah
menjadi 24 tahun, aku akan mencoba untuk tidak terlalu terburu-buru untuk banyak hal yang
memang belum siap dan belum di persiapkan. persoalan semacam cari pacar, Kapan Kamu LULUS kuliah, menjadi sarjana secepat mungkin, atau bahkan komik lemon tea yang teronggok dengan sangat mengenaskan, biarkan saja terjadi diwaktu yang memang telah di persiapkan oleh Tuhan. bukankah kita masih bisa berusaha dan mengorganisirnya di 'BUKU PERCEPATAN MASA DEPAN'?
iya kan teman?


Mujix
Selamat Ulang tahun
bung, keep it simple
and always cheers up
with everything in your wonderfull life
Solo, 21 Oktober 2012








Jumat, 19 Oktober 2012

‘Life and Time Scrooge Mc Duck’




Aku masih ingat, pertama kali melihat buku ‘Life and Time Scrooge Mc Duck’ di rental buku. Masih satuan dan hanya ada 2 seri, menyebalkan, ingin aku runtuhkan saja rental buku itu. Tentu kalian paham kan, perasaan seorang maniak buku komik ketika melihat buku buruannya tidak lengkap dan kalian masih memiliki rasa penasaran akan jalan ceritanya. Beberapa hari kemudian aku ke toko buku paling ramai di kotaku, aku melihat sebuah buku tebal tergeletak pasrah di rak buku komik eropa (biasanya di rak tersebut ada ‘Tintin’ atau ‘Smurf’ atau ‘Justin Bieber’). Dan bisa di tebak, buku itu adalah bundel komplit seri ‘Life and Time Scrooge Mc Duck’, full color, tebal, dan tentu saja MAHAL.

Harganya Rp.160.000, uang sebesar itu bisa di gunakan untuk membeli  Nasi Kucing banyak banget. Gile, nasib uang makanku selama satu bulan di pertaruhkan. Okey, sementara aku harus menahan keinginanku itu selama beberapa bulan. Rasanya gak  jelas, alhasil, setiap ke toko buku tersebut aku hanya bengong, menimang-nimang buku tebal tersebut, kemudian meletakannya lagi dengan pasrah penuh harap.
Minggu selanjutnya aku mengambil langkah dramatis, aku penasaran dengan cerita buku tersebut kemudian memutuskan untuk membaca buku itu disana. Yes, alternative yang cukup mudah kan. Aku ke sana seminggu sekali untuk menuntaskan satu chapter. Sesekali amatku jelalatan ngeliat satpam, petugas disana sangat agresif, makanya aku hanya menarget satu minggu satu chapter. Aku yakin, pemilik toko buku ini sudah sangat kaya raya, kurasa jika hanya ada seorang cowok kribo menumpang baca beberapa buku, tidak akan berpengaruh banyak dengan nilai kekayaan beliau. Sorry ya pak.

Sebulan kemudian, aku sudah jarang numpang baca buku komik ‘Life and Time Scrooge Mc Duck’, kesibukan job disana-sini memaksaku untuk fokus sejenak. Beberapa kerjaan seperti pembuatan Storyboard, komik Layanan masyarakat, dan membuat illustrasi membuatku lupa akan komik paman gober tersebut. Setelah bla-bla-bla dan bal-bla-bla, kerjaan itu akhirnya kelar, dan gajian.

Akhirnya selasa kemarin aku pergi ke toko buku tersebut, kalian mungkin tidak percaya, buku setebal itu ternyata sudah aku selesaikan hampir separuh melalui jalan ‘numpang baca’. Kuambil buku tersebut, novel grafis tentang kisah hidup ‘Paman Gober dan keluarga bebek’ itu akhirnya memaksa dompetku untuk memuntahkan uang Rp.160.000. aku berlari ke kasir, dan membayarnya.  Sesekali muncul perasaan ada rasa haru, takjub, kok bisa ya buku sekeren dan semahal ini terbeli oleh cowok kribo.

Dan tentu saja satu hari di kampung kali ini dihabiskan dengan petualangannya Paman Gober, Donal Duck, Kwik, Kwek,Kwak, Gerombolan Siberat, dan lain-lain. Sangat menakjubkan, Don Rossa (komikus Life and Time Scrooge Mc Duck) membuat kisah para bebek itu menjadi sangat realistis. Selain cara bertuturnya yang keren, penggemar wahid Carl Barks ini menyajikan gambar-gambar yang penuh ciri khas. Setidaknya penghargaan seperti “Will Eisner Award”, “Comic Buyer Fan Award”  tersabet oleh Don Rossa melalui Komik ini. 

Mujix
oh iya, selain ‘Life and Time Scrooge Mc Duck’
aku membeli 'Diary Si Bocah Tengil'-nya Jeff Kinney
dari buku vol 1 sampai 5
Solo, 19 Oktober 2012