Senin, 23 Januari 2012

Angka dan Permen Mintz

Hari senin pagi aku terbangun dengan sangat malas, kurasa hawa dingin yang menyelimutiku hari ini seperti mimpi buruk. Setelah menegak sebotol air putih aku bergegas ke kamar mandi, untuk mandi? Tentu saja bukan. Hanya pinguin yang berani mandi pagi di udara sedingin itu (walaupun jalanku pagi itu lenggak-lenggok gak jelas seperti pinguin mau kawin). Segayung air sama secolek sabun muka Pond’s White Deep Cleansing Facial Foam itu membuatku makin hidup (ceileh sambil promo lagi tuh, di bayar berapa jix). Setelah menyiapkan berbagai barang di dalam tas berwarna merah aku segera cabut meninggalkan kos menuju ke GKS, di tempat di mana aku bisa menemukan program CorelDraw X4 dan Windows Media Player (buat dengerin Dek Nikita nyanyi :P).


Aku hidup di sebuah dunia yang dipenuhi angka, Itu yang terpikirkan ketika menunggu Bis Atmo dari arah Terminal Palur. Semua kehidupan berlangsung dengan sangat sistematis, bisa dikatakan angka adalah bahasa simbol yang mengatur pergerakan dari satu titik ke titik lain. Ketika kalian naik bis, mencoba bengong memikirkan nasib kalian hari ini dan sok berpuitis di pinggir jendela kaca, kalian harus menyerahkan uang sebesar Rp. 2.500 kepada kondektur bermuka gahar. pingin sih suatu saat bilang gini:

“ini Bis Atmo, ini permen mintz, dari pada gigit Bis Atmo mending makan permen Mintz” sambil memberikan plastik item berisi permen ke pangkuan si kondektur. Aku yakin dia bakal bengong sehari semalem sambil nangis di pangkuan sopirnya.

"apa dosaku Tuhaaaaan,kenapa Kau harus mempertemukanku dengan cowok berambut kribo maniak Permen Mintz huhuhuuhuu"
#sambil ngelap ingus dan air mata pake celana panjangnya pak sopir

Iyaa..
pokoknya mirip seperti iklan ini:



Uang sebesar Rp. 2.500 itu bisa mengantarkan kalian sampe ke tempat kerja (dengan atau tanpa permen Mintz). Setelah bertemu angka Rp. 2.500, aku menengok jam digital di hapeku. Tertera 07.30. kurasa dengan berjalan kaki sambil salto bisa nyampe di GKS sekitar 15 menitan, kalo sambil ngesot malah hanya 5 menit (ngesotnya nebeng di sepeda motor orang hehehe...). Dalam hitungan detik aku bertemu dengan banyak angka. Kata mbah Gugel angka adalah suatu tanda atau lambang yang digunakan untuk melambangkan bilangan. Contohnya, bilangan lima dapat dilambangkan menggunakan angka Hindu-Arab "5" (sistem angka berbasis 10), "101" (sistem angka biner), maupun menggunakan angka Romawi 'V'. Lambang "5", "1", "0", dan "V" yang digunakan untuk melambangkan bilangan lima disebut sebagai angka. Pusing? Iya sama. Aku juga pusing. dari pada pusing mending makan Permen Mintz # wadezigg!!!!


Apabila kita Berbicara tentang mbah Gugel dan Permen Mintz di You Tube, maka isu yang paling hangat (sehangat pelukan dek Nikita Willy :p) untuk di hangatkan (dihangatkan? Dibicarakan kali) adalah isu tentang SOPA dan PIPA, buat kawan-kawan penjelajah dunia maya tentu sudah tau bukan tentang isu tersebut. apa? Apa? Bukan!!! Aku tak perduli apabila video klipnya Ayu Ting-Ting mirip 2NE1, Kita sedang membicarakan SOPA (Stop Online Piracy Act) dan PIPA (Protect IP Act). Sebuah undang-undang yang sedang ngetrend di negaranya paman Sam, bisa di bilang SOPA dan PIPA adalah peraturan yang diusulkan tahun lalu oleh senator dan pejabat tinggi Amerika Serikat (mirip DPR dan MPR di indonesia) yang (katanya sih) untuk melindungi hak cipta materi internet seperti video, musik, software dan semua barang digital dari pembajakan. Sangat menarik, dan sangat mengerikan.


Bisa dibilang mungkin hal serumit itu bukan urusan kita, ngapain sih mikir ribet sebangsa SOPA dan PIPA, yah... silahkan tidak perduli apabila kalian telah siap untuk tidak mendapatkan referensi data dengan mudah dan lumayan valid, tidak dapat berkarya dengan sangat kreatif gara-gara pelarangan bikin Fan art atau Doujinshi, atau bisa jadi kalian tidak akan bisa chatting dengan gebetan kalian, tidak bisa menonton Yuri dan Tiffany SNSD Goyang-goyang di youtube (aduh kok malah buka aib jix?) (sebenernya sih pengen nulis seo hyeon, tapi takut di marahi sama om Cassofa Fachmy. bukan, doi bukan keripik kentang atau singkong. doi om-om penulis dan blogger keren yang girang apabila di setelin lagunya Mr.Taxi sama Chocolate Love:D), dan seabrek kesenangan lainnya. Apabila peraturan tersebut disahkan beberapa situs keren seperti Google, Yahoo, Facebook dan Mozilla mungkin akan tutup. aku bahkan mengunpload sebuah gambar solidaritas untuk memprotes SOPA dan PIPA di deviaantartku, gambar ini dari minggu kemarin mulai terupload sangat banyak di DA.




Okey, SOPA dan PIPA ujung-ujungnya adalah perebutan angka. Permen Mintz yang tayang sangat kratif di televisi itu juga mempertaruhkan banyak angka. Apakah kalian tahu harga iklan di televisi? durasi tayang 15 detik harganya berkisar 10 s.d. 15 juta. Jadi untuk 1 spot (1 kali tampil) pihak principal (atau yang mengiklankan produk) menghabiskan dana sekitar 15 juta. Tuh kan, iklan geje nan aneh soal cowok menggigit pensil itu menyiapkan 15 juta pertayang. Silahkan dikalikan dengan berapa kali cowok tersebut nongol dan meneror kalian di acara infotainment pada Prime time(Jam tersibuk di sebuah stasiun televisi, biasanya jam 18.00 sampe 21.00 WIB).


Kita semua tahu, hidup kita diatur oleh angka. Semua kehidupan berlangsung dengan sangat sistematis, walau terbangun dengan sangat malas kalian akan tetap bangun dan menjalani hari ini apabila mengingat banyak angka di sekitar kalian. Benda-benda seperti utang teh anget kemarin sore, cicilan motor yang belum kelar, anak-anak kita yang merengek-rengek minta Permen Mitz gara-gara liat iklan di tipi, membayar premium membership di Deviantart, ataupun mertua yang sedang bersemangat meneror kita untuk menikahi anaknya, setidaknya jangan sampai membuat kalian di butakan oleh angka. Kita semua tahu, hidup kita diatur oleh angka, oke sedikit aku ralat.sebagian besar hidup kita diatur oleh angka, namun tidak semuanya.


Cinta yang tulus tidak diatur oleh angka (yang tulus lho yaaa).

Persahabatan sejati tidak diatur oleh angka (yang sejati lho yaaa).

Pahala dan surga tidak diatur oleh angka.

Dan konsep iman dan Tuhan tentu saja tidak diatur oleh angka.



NB: saya tidak bermaksud merendahkan siapapun didalam tulisan ini. saya ngefans konsep iklannya permen tersebut. sueeer, iklannya berhasil banget. sangat meneror. salut buat tim kreatifnya:)


Mujix
ini rambut kribonya mujix, ini permen mintz
dari pada ngemut rambut kribo atau makan permen
lebih baik baca postingannya mujix
haduuuhaduuuhaduuu rambutku jangan di emut ya
geli tau :p
Solo, 23 Januari 2012

2 komentar:

  1. Tuhan pun gemar bermain angka. Maka nggak heran kalau hidup kita diatur oleh angka, suka nggak suka. Contohnya...:

    "Hayuk, deadline tanggal 25!"

    Hahahahha...

    BalasHapus
  2. mintza mintza dong mintz (baca : minta minnya dong jix)...

    BalasHapus