Jumat, 28 September 2012

Cerita Ita

Namanya Ita, Ita saja, bukan ’Itacia n deh luh’.
dia putih, cantik, berambut panjang lurus, selalu bersembunyi di balik pintu. 
aku bertemu dia saat masih ingusan dan berbaju putih biru kelas satu, dan dia masih kelas 6 SD. dia selalu ada menungguku di ujung pintu, mengintip, ketika aku tiba, dia kemudian berlari dengan muka memerah. untuk bertemu Ita dibalik pintu, aku harus berjalan kaki ke sekolah SMP-ku yang berjarak 4 KM.
detik-detik berada di depan rumahnya ibarat detik-detik ketika Bung Karno di larikan oleh kaum muda ke Rengasdengklok. menegangkan. hanya tertawa lepas yang bisa kami lakukan, itu saja, tak ada obrolan, apalagi gurauan. 

namanya Ita, hingga saat ini aku belum tahu nama lengkapnya. cerita tentang Ita beredar seantero SMP gara-gara curhatanku kepada teman.  mendadak kegiatanku ’berjalan 4 KM menuju SMP’ menjadi tren, Ita mendadak gaul, dan menjadi idol. karena Ita terlalu ’Mainstream’ dan populer, akhirnya aku mengambil keputusan penting. aku memilih diam dan pulang melalui jalan lain:nyebrang kali, lewat sawah, dan menerobos semak belukar. aku akan pergi kemanapun, asal bisa menghindari cibiran teman2ku terhadap 'gadis di balik pintu. 

Mujix
cerita gak jelas

soal 'ita; ini
akhirnya terketik jugak
Solo, 17 Agustus 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar