Rabu, 24 April 2013

Tempat itu dan Kamu


Tempat itu berupa tanah lapang sedikit berbukit dengan ilalang-ilalang berwarna kekuningan. Terletak di pinggiran kota, jauh dari hiruk pikuk dan keramaian manusia. Dari tempat itu yang terlihat hanya langit luas terhampar menaungi cakrawala. Teduh, damai, dan mengingatkanku untuk pulang ke rumah sesegera mungkin. Beberapa hari ini aku sering melihat dia disana. 

Dia menghabiskan seperempat jam hanya untuk diam dan terus memandang sesuatu di ujung langit. Sesekali aku duduk di sampingnya, bersama kita menghabiskan senja dalam diam hanya untuk melihat matahari yang tinggal sepotong hilang di telan malam.

Tak ada obrolan. Kita berdua hanya terus hening tanpa saling mengenal satu sama lain.

Aku dan dia berpisah berbeda arah Ketika langit mulai membiru dan bersenandung tentang mimpi. Kadang kala aku menoleh kebelakang, melihat  Dia berjalan menembus ilalang dan membias bersama embun. Hilang entah kemana. Meninggalkanku sendirian di tanah lapang sedikit berbukit dengan ilalang-ilalang berwarna kekuningan.

Sekarang dia tak pernah ke tempat ini lagi, tak ada yang tersisa sedikitpun. Raut wajahnya yang berbinar ketika melihat matahari di ujung langitpun entah lenyap dimana. Sekarang tak ada siapapun di sini. Wanita-wanita yang lain hanya berdiri sejenak, memetik beberapa ilalang kemudian pergi. Beberapa lainnya hanya memandangku dari kejauhan dan tersenyum. 

Sisanya pergi begitu saja tanpa menoleh menuju pinggiran kota yang hiruk pikuk penuh dengan keramaian manusia

Tak ada obrolan. sendirian hanya terus hening mencoba saling mengenal satu sama lain dengan diriku sendiri.

Kamu datang tiba-tiba tanpa rencana.
Menari kecil dan berputar di sekitarku sambil berseandung tentang elegi esok pagi.
Kamu menepuk pundakku dan berkata bahwa tempat ini adalah tempat terindah yang pernah kamu temui.
Aku hanya diam dan terus memandang tempat dimana seseorang telah membias bersama embun.
Kamu duduk di sampingku, tersenyum, kemudian bersandar di bahuku.

Tak ada obrolan. hanya ada aku dan kamu hanya bersenandung kecil. 

Hingga Beberapa hari terlewati.
Sepertinya memang masih ada kebahagiaan yang sederhana disana.

Mujix
sepertinya kisah cinta yang
menggantung dan gak jelas seperti ini
masih menjadi favorit di dalam komik
maupun film.
Solo, 23 April 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar