Selasa, 18 Juni 2013

masjid


Tadi malam aku bermimpi dibimbing ke masjid untuk sholat oleh seorang gadis manis bermata buta. Kita berdua berjalan bersama melewati gang-gang kecil Kota London. Heran, walau buta dia bisa membimbing langkahku. Ditengah jalan tiba-tiba ada tali melintang dan membuat gadis bermata buta itu hampir jatuh. Tanganku meraih pinggangnya, kutahan tubuhnya agar tak terjerembab ditanah. Dramatis. Kami meneruskan perjalanan, sesekali aku berusaha melihat wajahnya yang tertutup rambut., namun gadis itu sangat pemalu.


Akhirnya aku tiba di sebuah perempatan jalan. Gadis itu kebingungan, sepertinya dia lupa harus kemana arah menuju masjid. Aku berpikir sejenak, kemudian berkata kepada gadis itu.

“Kita harus mengambil jalan yang ke arah kanan, aku ingat kalau jalan yang kiri akan menuju ke sebuah pasar yang sangat ramai”

Gadis itu menganguk sambil tersenyum. Kami berdua melintasi jalan-jalan setapak hanya untuk menemukan masjid. Sayup-sayup terdengar suara adzan di kejauahan. Hey. Sepertinya masjid sudah dekat. Saat itu walau di waktu subuh suasana sangat terang benderang, aku tahu kalau saat itu subuh karena mendengar ‘assholatu qoiruuull minanamuuum’ yang artinya lebih baik sholat daripada tidur. Dan anehnya lagi, terdengar suara orang mengumandangkan adzan berbahasa indonesia ketika adzan itu selesai. Aku dan gadis itu hanya tertawa tergelak. Kita benar-benar di alam mimpi.

Masjid itu berdiri gagah disana, bangunan berwarna hitam dengan pilar putih di hiasi kubah keperakan gagah mempecundangi langit. Aku berjalan pelan-pelan dan menatap ke sekeliling. Ada banyak orang asing disitu. Mereka semua berwarna hitam tengah antri di depan tempat wudlhu. Tak ada siapapun yang aku kenal. Aku mengurungkan niatku ke masjid itu. 

Semuanya terlihat asing dan aneh. Aku melangkah menuju ke jalan yang gelap. Aku harus pergi dari tempat  itu. Belum sempat aku berlari tangan sang gadis tiba-tiba memegang lenganku dengan erat. Dia menahanku, dan sekonyong-konyong muncul sesosok ibu-ibu paruh baya dengan baju merah di depanku.

Aku ketakutan. Ibu-ibu itu berkata dengan nada yang menenangkan hati.
 “tenanglah. Bukankah kamu ingin sholat untuk menyapa Tuhanmu? Ayo kamu segera kesana”

Aku sediikit lega, akhirnya kerumunan orang asing berwarna gelap itu lenyap. Aku mengambil  air wuldhu. Air di dunia ini sangat dingin, sepertinya bisa meluluhkan hati siapapun yang sedang panas ataupun kacau. Selesai wuldhu aku berjalan menuju teras masjid.
Sedetik kemudian aku menengok.

gadis itu tidak buta, dia tersenyum padaku menggandeng  sesosok ibu-ibu paruh baya dengan baju merah yang teryata adalah ibuku sendiri. Mereka berdua lenyap sambil tersenyum melepas kepergianku ke masjid. Ketika aku melangkahkan kakiku ke bangunann itu, tiba-tiba semua hal di sekitarku berubah menjadi terang benderang dengan penuh cahaya berwarna putih.

Kemudian aku terbangun. Aku tersadar oleh suara adzan subuh oleh masjid kampung. Mimpi itu berakhir, menyisakan banyak tanya. Entahlah. 

Mujix
semuanya berawal dari mimpi
Simo, 05 Juni 2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar