Sabtu, 09 November 2013

Komik 'Viva La Indonesia', 'Si Amed' dan 'The Proposal'


Beberapa bulan belakangan ini aku benar-benar berasa menjadi komikus profesional. Gimana enggak. Setiap hari aku hanya bertemu dengan naskah komik dan naskah komik. Naskah skripsi? Lupakan. jahat gak tuh? Kurasa kesibukanku ini berawal dari tawaran sebuah penerbit di jakarta yang kemarin itu tuh. Iyah. Yang komiknya udah kelar dengan tokoh utamanya Pak Kipli dan Mbak Yani. Mereka berdua sebenarnya karakter  figuran dan hampir gak penting di komik Lemon Tea. Iyee, komik laknat yang gak kelar-kelar itu. Berisik amat sih. 

Komik dengan bertokoh utama Pak Kipli dan Mbak Yani itu berjudul ‘Viva La Indonesia’. Komik itu aku kerjakan selama 3 bulan. Satu bulan aku kerjakan di Kota Bogor sehabis magang, dan membuat kurus kering karena kebanyakan begadang.  

Serunya sih ‘Viva La Indonesia’ Berisi kumpulan komik bertema sosial politik tapi bernuansa Indonesia banget. Secara naratif aku mengambil karakter manga 4 koma, aku gunakan secara membabi buta dengan beberapa variasi type cerita. Ada yang konyol abis, absurd, namun terkadang sangat bijak dan bisa ngebikin komikusnya malu. Iya beneran malu. Tapi gak papa, asal gak malu-maluin.

Jika lancar dan tidak ada halangan yang melintang, akan segera tayang di toko buku kesayangan anda. Aduh jadi gak sabar. Enggak ding, aku bohong. Aku sangat sabar sekali. Soalnya masih banyak kerjaan yang harus aku bereskan.

Oke. Lanjut ke cerita berikutnya.

‘Viva La Indonesia’ udah kelar. Pengennya sih bengong gitu, namun  bengong kelamaan juga gak baik. akhirnya 17 Agustus 2013 aku membuat fanspage Si Amed. Komik ini tayang setiap minggu. Akan absen kalo komikusnya sedang rempong dengan urusan lain. Urusan lain itu misalnya pusing ngerjain laporan magang, ada job dadakan, maupun serangan galau tiba-tiba. Ahahahaha. Yang terakhir  tuh, keren. serangan galau tiba-tiba. Serangan ini sudaah tak sedahsyat dulu. Sekarang aku sangat sibuk. Terlalu sibuk untuk menggalau. Mending aku main-main sama Si Amed.

Eniwei Si Amed sudah sampai episode 8. Karakter sentral yang sudah muncul adalah: Si Amed, Pak Kipli (tokoh utama di komik ‘Viva La Indonesia’), Mas Towet-Towet (terinspirasi dari mukanya Angga Tantama), Pak Kepala Sekolah (dia jadi karakter Mr.President di komik ‘The Proposal’. Belum jadi. Sedang di pinsil. Abis ini aku ceritaiin deh) dan Mbak Yani (tokoh utama juga di komik ‘Viva La Indonesia’). 

Perlu kalian tahu, komik Si Amed ini malah susah banget untuk bikin ceritanya. Kebetulan karakternya adalah seorang anak SD kelas 3, berusia 8 tahunan dan sangat suka ayam goreng. Beberapa kali aku harus mendiskusikan cerita ini dengan Bang Arum. Menurutnya  Ada salah satu cerita yang aku buat terlihat sangat janggal. Intinya sih Si Amed kelihatan dewasa dan sotoy banget, kurang kekanak-kanakan. 

Alhamdulilah setelah diskusi kecil itu alur komik Si Amed menjadi lebih baik. aku banyak belajar dari kejadian ini. yah bikin karakter  tuh harus konsisten. Jangan nurutin mood. Kalo perlu dibikin detail latar belakangannya dengan sangat jelas. Agar gak pusing bikin cerita kayak kemarin.

Emang kemarin ada apaan?
jadi gini...

Kemarin aku pusing. Beneran. Artblock cukup parah. Aku maklum kok. Selama 4 hari sebelumnya aku mengejar target membuat storyboard dan pinsil ‘The Proposal’ dengan sangat ngotot. Ngotot parah, soalnya deadline tinggal satu minggu. Ini malah kurang 4 hari. Ampun deh. Aku menyebutnya sebuah proyek komik yang mustahil. 25 halaman dalam satu minggu dan full color. Itu sangat mustahil. Pada hari kedua aku pesimis. Sepertinya gak mungkin banget. 

Sekarang waktu yang tersisa tinggal 4 hari lagi. Baru sampai tahap pinsil. Dan baru kelar hari ini. hahaha. Kacau deh. Tapi aku seneng kok. Pastinya komik ‘The Proposal’ ini keren banget. Temanya tentang perjalanan. Tokoh utamanya bernama ‘Arumania’, dan lagi-lagi karakter ini hanya figuran di komik Lemon Tea. Si Mujix nongol di komik ini berperan sebagai Pak RT. Absurd abis. Demi komik ini aku masuk angin dan banyak begadang untuk riset lokasi, beberapa data kecil semacam ‘bagaimana cara bertemu presiden’ hingga mengobrak-abrik banyak referensi komik dari berbagai genre. 

Komik-komik yang sangat membantu dalam pembuatan ‘The Proposal’ adalah ‘Bull dan Bill’ karya Roba, ‘Casting Prod’ karya Cazenove &Bloz,’Benny dan Mice’ karya Benny Rachmadi & Mice Misrad, ‘Adventure Boy’ karya Adachi Mitsuru dan terakhir ‘ Bambino’ Sekiya Tetsuji. Banyak yak. Yang paling sering kepake adalah  ‘Bull dan Bill’ karya Roba. Entah kenapa akhir-akhir ini aku sedang gandrung dengan komik Eropa. ‘The Proposal’ besok mulai masuk tahap Inking. Semoga aku bisa memenuhi targetku seperti hari-hari kemarin. Oh iya targetku yang kucapai kemarin adalah 1 hari harus mendapatkan 6 pinsil. Mengerikan.

Kalian tahu apa yang lebih mengerikan lagi? Disamping menjalani 1 hari harus mendapatkan 6 pinsil, aku masih mengerjakan proyek iseng seperti komik pendek bertema Caleg. Cuman beberapa lembar sih. Gak sebanyak ‘The Proposal’.  Setelah rempong dangdut mencuri waktu akhirnya komik pendek itu selesai juga hari ini. sedang aku upload nih, mau aku kirim. 

Alhamdulilah dengan sinyal yang sangat lambreta hingga jam 1.46 filenya belum terkirim juga, beneran aku jitak juga nih ni modem. Detik ini, saat tulisan ini terketik aku sangat capek. Butuh istirahat. Laper juga, tadi abis makan mie instan. Malah nambah laper. Ngantuk juga. Kakik udah mulai kedinginan. Jangan-jangan ntar beranak pinguin? Semoga aja enggak.

Oh iya, Kaffein hari  ini minim sih, cuman ngopi satu kali. Itu aja tadi pagi. Bagus malah. Jangan kayak minggu kemarin. Ngopi, ngeteh, sama nglembur kayak diguna-guna gituh. aku berjanji ketika file ini terkirim aku akan segera istirahat. Terus bangun jam 8 buat nonton Paman Gober di Global TV. Iyeeeeeeh. Walau melelahkan Hidupku memang benar-benar Awesome :)

Mujix
bekerja keras itu mungkin gak baik untuk jasmani
namun ketika semuanya terbayar
akan  sangat baik untuk rohani
Simo, 09 November 2013 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar