Jumat, 27 Februari 2015

Compose

Baiklah. Sebelum bulan Februari berakhir, aku setidaknya harus menulis satu postingan untuk Blog-ku yang paling unyu-unyu dan mumu-mumu ini. Seperti postingan yang sudah-sudah, aku akan mengawali postingan ini dengan permintaan maaf gara-gara jarang up-date. Buat manusia-manusia yang suka nge-stalk kabar gue, enggak ada postingan baru itu kayak nunggu SMS dari mantan (SMS singkatannya: Slangkers Makan So nice. Ya enggak lah bego), mantan gebetan, gebetan yang belum diapa-apain gara-gara sok misterius, eh kemudian ‘dia’-nya males nungguin respon sang cowok yang super duper gak peka sama semiotika cintanya kaum hawa (sebentar,sebentar, aku mau ngomongin apa sih ini!?).

Jadi sorry ya gaes kalo jarang postingan baru.

Aku akan mulai menceritakan banyak hal yang terjadi di bulan Februari ini. Aku saat ini berada di Solo, di kontrakannya Pak Iyok dan Arum, sudah 4 hari terjebak di ruang nostalgia kota Solo tercinta. Apah? ‘Ruang Nostalgia’? Kok bisa? Bisa dong. Beberapa serpihan kisah cinta dahulu kala muncul tiba-tiba tanpa banyak kata. Salah satu tempat traumatis saat aku berada dibangku SMA, yaitu Rental Komik Bharata, berada tidak terlalu jauh dari kontrakan Pak Iyok, beberapa meter dari Rental Komik ada rumahnya Sanasuke yang fenomenal itu.

Fenomenal bangeeet. Se-Fenomenal kegiatanku di bulan Februari ini. Beberapa minggu kemarin aku masih terjebak dengan projek komik dari Dastan Book, yang semula judulnya ‘Premium Rush: The Proposal’ sekarang sudah fix berganti menjadi ‘Proposal Untuk Presiden’. Bab 4 aku babat habis selama periode Januari-Februari, masih belum cukup, 10 Halaman tambahan untuk Bab 1, 1 Halaman Tambahan untuk Bab 2, dan 5 Halaman Tambahan untuk Epilog aku hajar sampai modar! Maksudnya aku yang dihajar sampai setengah mampus. Setengah sisanya adalah membuat (atau lebih tepatnya mencari, menyusun, dan mendesain) font untuk judul  komik ‘Proposal Untuk Presiden’.  

 Ternyata romansa jadi komikus itu tak seindah romansa  Jessica Mila saat di-Modusin Kevin Julio-nya ‘Ganteng-Ganteng Srigala’.  Hidup!
Tak apalah, demi cita-cita dan passion, aku saat ini cukup siap untuk bekerja keras bagaikan kuda. Hieeeeehh #MeringkikAlaKudaSumbawa

Beberapa menit yang lalu, font judul dan sampel cover udah aku email ke mas editor. Setelah beberapa kali bersitegang mengenai judul, sub judul, dan mau diapain, akhirnya hal-hal yang bikin kepala kliyengan itu berkurang satu per satu.  Overral projek ini sangat menyenangkan. Aku sangat menikmati detik-detik menuju terjadinya peritiwa paling ambisius dalam kehidupanku: Komik debut Full Book single Fighter. 

 Ambisius? Iya dong. Mengingat menjadi komikus adalah keinginanku sejak SMP. Hehehe, beneran sejak SMP? Beneran. Kapan-kapan aku up load komikku jaman SMP deh. Gokil abis. Judulnya ‘Petualangan Dua Bersaudara’, ceritanya kombinasi antara ‘Dragonball’ dan ‘Digimon’. Epic banget. Se-epic saat kalian belajar motor untuk pertama kalinya.

Hmm… apalagi ya? oh iya. Besok pagi aku dan Mas Feri We akan menjadi JURI KOMIK di Universitas Veteran Sukoharjo. Ceritanya ada lomba bikin komik di Payung gitu. Kalau tahun kemarin di kaos, tahun sebelumnya di kertas. Sayang beberapa kali jadi juri tapi enggak nemu-nemu juga sang belahan hati.

Kurasa cukup gitu dulu. Kapan-kapan disambung lagi. Udah capek banget, pengen segera tidur ni gaes. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. #TutupLaptop

Mujix
lelaki garang dan bertenaga!
berjiwa muda dan mengharap cinta Raisa Andriana!
Solo, 27 Februari 2015




Tidak ada komentar:

Posting Komentar