Sabtu, 02 Mei 2015

Meraung

Aku masih hidup.
Beneran, hingga hari ini, masih terjebak di jiwa dan raga yang sama.
Sedih? Enggak juga. Bosen? Mungkin iya, tapi aku tidak bisa membayangkan
andaikata esok pagi terbangun sebagai sosok yang lain.
Sepertinya menyeramkan.

Beberapa hari ini aku berpikir tentang hal-hal yang sepele.
Misalnya:

"Kenapa kucing mengeong?"

 "Apa benar manusia itu benar-benar
makhluk yang sempurna? " 

"Gimana ya, biar fanspage Si Amed makin
banyak yang nge-like?"

"Woy, gimana bisa gaji gue belum ditrasfer?"

dan hal-hal semacamnya telah aku tulis handphone, iya, handphone Cross yang aku karetin
ampe buluk ituuuuh. Yah, walaupun buluk, HP itu dewa penolongku saat Naruto tayang di Global TV.
Susah banget kalo disuruh enggak ngalah sama simbah. Doi ngefans sama acara Dangdut di Indosiar. Kampretnya lagi, acara itu tuh enggak bubaran kalo belum jam 12 malem.

Gitu sih.
eniwei stok komikku untuk Si Amed udah banyak banget, hampir ada cadangan 8 Episode.
baru terupload selembar doang. Diawet-awetin deh. Stok itu aku kerjain di waktu lengang kemarin.
Pokoknya enggak boleh diem kelamaan. Boleh lelah tapi enggak boleh kalah.
Intinya sih enggak ada kata terlambat untuk jadi orang hebat.
hehhehe

Mujix
ngeliat saldo ATM limit itu
rasanya pengen nelen monitor
pake hidung (lhhoh)
Manahan, 2 Mei 2015

1 komentar:

  1. "enggak ada kata terlambat untuk jadi orang hebat" bner banget tuh kata-katanya (y)

    BalasHapus