Selasa, 06 Oktober 2015

Challenger Spirit

Di pertandingan ETU VS CHIBA ini siapa yang menjadi penantang?
Yang kutanyakan, siapa yang lebih cocok menjadi penantang. Pertanyaanku bukan soal jawara dan penantang.

Maksudku hati, mental penantang.
Tim yang benar-benar kuat terdiri dari orang yang selalu keras terhadap diri sendiri, menghormati lawan, dan seolah kedua belah pihak saling menantang satu yang lain.

Tidak ada hubungannya dengan peringkat atau jumlah gelar yang dimiliki. Yang ada hanya keinginan kuat untuk terus maju.

Itulah challenger spirit yang kumaksud.

Sudah kubilang ‘kan? kita penantang. Penantang harus menghadapi berbagai hal. Lawan, diri sendiri, Lingkungan dan situasi. Kalau permainan dikendalikan lawan, kita diuji untuk merebut kendali permainan.

Menundukan kepala dan protes akan penilaian wasit takkan mengubah apa-apa. Kalau kita benar-benar ingin maju, banyak sekali hal yang harus kita tantang.

Ya begitulah. Dan itu, bukanlah hal yang menyebalkan sekalipun susah. Dibalik tantangan yang kita pilih, pasti kita bisa memperoleh sesuatu.

Orang yang tahu itu takkan berpikir  kalau tantangan adalah sesuatu yang berat.  Berharap pada diri sendiri yang bisa berkembang, dan menghadapi hal yang di hadapannya  dengan penuh harapan. Bagiku mereka terlihat menghadapi tantangan dengan perasaan seperti itu.

Jangan pernah gentar, jadilah penantang yang melebihi CHIBA.

Jangan lupa kalau dalam dunia kompetisi, mereka yang pantas jadi pemenanglah yang akan meraih kemenangan.

-Kutipan dialog  Tatsumi dari manga Giant Killing Vol. 26, Karya Tsujitomo dan Masaya Tsunamoto-

Takeshi Tatsumi
(Sumber: filosofiadosanimes.wordpress.com)

Mujix
beberapa nasihat
terkadang datang 
dari arah yang
tidak kau sangka-sangka.
Simo, 6 Oktober 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar