Jumat, 02 Oktober 2015

INKtober

Di timeline Facebook sedang ramai gambar-gambar bersliweran. Nongol di berbagai sudut beranda. Ada yang bikin ilustrasi, desain karakter, bahkan bikin komik. Ajiiib deh. Pada semangat gitu ngikutin event ‘INKtober’. Buat yang belum tahu, INKtober adalah event dimana para penggambar di seluruh dunia menantang dirinya sendiri untuk membuat karya menggunakan media tinta selama satu bulan. Media tintanya bisa dari bolpen, spidol, kuas, dsb. Enggak ada aturan khusus soal kuantitas sih, namun yang pasti harus ada komitmen untuk menggambar dengan jadwal yang tetap. 

Logo INKtober.
(Sumber: www.iamreedicus.com)

Biasanya sih temen-temen mengunggah karya mereka setiap hari.
Iya setiap hari. Bujug!!!

Event super duper keren bernama INKtober ini digagas oleh seorang seniman bernama Jake Parker. Iya Jake Parker. Beda orang sama seorang pahlawan super yang suka melompat-lompat kayak laba-laba itu. Jake Parker adalah seorang illustrator yang malang melitang di berbagai film animasi laris bioskop, seperti Ice Age dan Rio. Nah ini dia fotonya Om Jake. iya foto cowok. Mengupload foto cowok di blog ini tuh rasanya... Rasanya... Ah sudahlah... Tapi doi ganteng juga ya Bo...

Jake Parker. 
(Sumber: http://new.mackinbooktalk.com/the-tooth-fairy-wars/)

Misi dibalik gagasan event INKtober sebenarnya sangat sederhana, Jake parker ingin ada wadah untuk para illustrator, komikus, seniman atau siapapun untuk mengasah kemampuan menggambar secara rutin agar ada peningkatan dalam berkarya. Semacam, naik level dari CALON GEBETAN ke CALON PACAR. Seperti kata pepatah, asa bisa karena biasa. 

Intinya sih INKtober adalah acara dimana kebiasaan positif bernama menggambar  harus dirayakan dengan tantangan untuk bersenang-senang. Semenjak diadakan pertama kali pada tahun 2009, acara INKtober ini telah diikuti oleh ratusan bahkan ribuan illustrator dari berbagai negara. Ini nih websitenya Om Jake Parker: http://mrjakeparker.com/

Tampilan Websitenya Om Jake Parker.
(sumber http://mrjakeparker.com)

Gituh, Nah udah tahu kan kerennya event INKtober, bayangin Men, ratusan bahkan ribuan illustrator tumplek blek menyebarkan energi positif untuk menggambar pada satu waktu yang sama.  Tapi tahu enggak apa yang paling keren dari INKtober, dari 2009 hingga tahun ini aku belum pernah sekalipun ikut acara ini. Yaelah. Kemana aja lu Tong!

Yah, gini sih, gimana ya bilangnya. Intinya sih aku sangat repoooot sekali sampai enggak bisa ikutan acara ini. Ja.. Jangan dikira aku membela diri lhoo yah, beneran kok. Aku sangat repot, kalau enggak repot tentu saja aku akan dengan senang hati mengikuti acara ini.

Repot. itu adalah kata yang sering nempel di otakku untuk menggambarkan INKtober. Walau enggak ada ketentuan yang mutlak, menggambar setiap hari kemudian di upload terus nunggu mendapat perhatian publik, itu sangat merepotkan. Apalagi untuk orang-orang yang sedang terjangkit ‘No Like Phobia’.

Aku agak lupa darimana dapet istilah itu, istilah ‘No Like Phobia’ katanya diberikan untuk orang-orang yang suka galau gara-gara enggak dapat ‘Like’ atau ‘jempol’ di postingan mereka.

Wuidiiih. Ngeri yeee.
Aku juga pernah mengalami Phobia ini saat membuat fanspage Si Amed. Sekarang sih udah enggak. Biasa aja. Bener. sekarang ganti phobia yang lain, 'Jodoh Phobia', ketakutan enggak kebagian jodoh gara-gara para pria tampan di luar sana.

Fanspage Si Amed.
(Sumber: Facebook.com)

Berkarya hanya  untuk mendapat perhatian atau ‘like’ orang lain itu sangat melelahkan, Sob. Sekarang aku mencoba menyederhanakan niat dan ambisi saat membuat karya. Aku ingin berkarya karena ingin berkarya. Sesederhana itu. Ketika karya kita kebetulan bagus, orang lain seneng, syukur-syukur bisa dapat pemasukan, anggap saja itu bonus. Bukankah bonus atau hadiah biasanya akan diterima oleh orang yang bekerja keras.

Tahun ini aku (lagi-lagi) absen enggak ikutan INKtober. Aku mencoba menantang diriku sendiri untuk tantangan yang lain. Tantangan yang lain itu bernama ‘Writingtober’. Maaf judulnya kalau agak absurd bin gak jelas. ‘Writingtober’ adalah sebuah misi dimana aku harus curhat tentang apapun dengan media tulisan di blog ini selama satu bulan. Kalau bisa 31 postingan, terus update setiap hari.  repotnya juga sama kok, cuman beda aktivitas doang. Situ nggambar, saya nulis. Situ punya pacar, saya nangis. Ehh.

Alasanku saat memikirkan tantangan ‘Writingtober’ disebabkan oleh sepinya blog ini dari tahun ke tahun. Kalian lihat sendiri deh, masak Di tahun 2015 ini ada 6 bulan, dimana setiap bulan aku hanya bisa nulis 1 postingan doang. Itu satu bulan Gue kemana ajah!!! Itu satu bulan Gue diculik siapaaah!!! Perasaan aku enggak gabung sama kera sakti buat mencari kitab suci ke barat!! Huft... Intinya hatiku sedih sekali. Sesedih lelaki yang patah hati karena belum sempat memiliki.

Bukti kalau aku tahun
ini males nulis. Nah loh.
(Sumber: http://megamendungkelabu.blogspot.co.id/)

Aku sempet galau juga ngeliat timeline Facebook sedang ramai pada merayakan INKtober, pengen ikutan juga, namun apa daya, aku harus menaklukan rasa malas dalam menulis. Aku benar-benar yakin, ilmu menulis sangat bermafaat untuk karirku berkomik di masa depan. Aduh. Ngebayangin nulis setiap hari di blog, kepalaku pusing sekali. Glek. Minum Antimo dulu. 

Terlepas dari apapun niat kalian mengikuti event INKtober, pokoknya semangat terus ya. Menggambar itu sangat menyenangkan kok. Semoga aku bisa post tulisan setiap hari, seperti kalian nge-post gambar di timeline Facebook.

Segera beraksi!!

Mujix
Harus bisa bersyukur.
soalnya kalau enggak bersyukur
rejekinya bisa ilang terus dialihkan
ke orang lain deh.
Simo, 2 Oktober 2015.

1 komentar: