Sabtu, 03 Oktober 2015

Proses Berpikir Kreatif

Proses kreatif dalam berkarya biasanya diawali dengan kegelisahan yang berteriak di dalam otak. Beneran. Selalu aja ada suara-suara aneh yang tiba-tiba saja tertata rapi menjadi beberapa kalimat acak. Atau kalau enggak, biasa terlihat beberapa penglihatan bergerak random yang terkadang bisa menghentikan kesadaran. Aku memiliki kendali penuh dalam menanggapi kalimat acak atau rupa-rupa aneh tersebut. Pilihannya sebenarnya hanya ada dua, mengacuhkan pertanda-pertanda tersebut, atau mencomot beberapa pertanda kemudian mengolahnya menjadi sebuah karya.

Penglihatan yang random dan beberapa kalimat acak oleh beberapa orang disebut dengan inspirasi.  Perubahan material inspirasi menjadi sebuah karya biasanya akan diawali dengan proses berpikir. Menurut Khodijah dalam buku Psikologi Belajar, secara sederhana, berfikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berfikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berfikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item. (Rafah Press : Palembang, 2006)

Ketika ada sebuah inspirasi muncul, pikiranku selalu ada perang hebat yang bergejolak untuk mengolah inspirasi tersebut menjadi karya seni imajiner. Imajiner, soalnya masih di dalam pikiran. Karya seni yang masih belum dibuat ini biasanya bersifat dinamis. Dinamis adalah kecenderungan karya seni ini jika dibiarkan terlalu lama mengendap. Tidak semua hal yang bersifat dinamis itu baik. Aku sangat mempercayai itu.

Aku yakin kalian sering ketemu orang-orang yang banyak ide brilian. Namun aku lebih yakin kalau kalian jarang bisa bertemu orang-orang yang bisa mewujudkan ide briliannya. Inspirasi, ide, gagasan, atau apapun kalian suka menyebutnya, biasanya harus segera ‘ditangkap’ dengan cara mencatatnya. Pokoknya catet aja dulu. Resiko inspirasi yang mengendap adalah hilang ditelan lini masa atau hanya berevolusi menjadi hal-hal yang tidak pernah direalisasikan.


Nah, ketika udah dicatet mulai deh proses kreatif dalam berkarya. Catatan kecil tentang inspirasi tersebut akan memasuki tahap selanjutnya yang bernama manipulasi kognitif. Proses ini kalau biasanya sering digambarkan dengan visual  lampu bohlam yang menyala di atas kepala. Itu tandanya kegelisahan kalian yang sudah berubah menjadi inspirasi siap dieksekusi menjadi sebuah karya. Beberapa hal yang akan mengiringi kalian dalam membuat karya adalah riset. 

Aku masih sangat percaya karya yang baik adalah karya yang bisa diterima banyak orang. Penelitian mengenai khalayak setidaknya membimbing sang kreator untuk lebih manusiawi. Kecuali kamu membuat karya hanya untuk konsumsi pribadi. Jadi, sudah siapkah kalian berkarya hari ini?  

Mujix
layar komputernya
kenapa nih?  kok bisa
mati sendiri gituh!?
Simo, 3 Oktober 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar