Jumat, 09 Oktober 2015

Rise Of The Elephant

“Akhirnya pengumuman. Kompetisi ilustrasi berhadiah total Rp.60.000.000 itu akhirnya pengumuman. Nama gue kok enggak ada? Wah ini pasti konspirasi wahyudi. Harusnya menang dong. Gambarku sangat berkonsep.  Harusnya… Harusnya…”

Hahaha, aku rasa seperti itu teriakan hati para peserta yang tidak menjadi finalis pemenang.  Hanya dugaan saja sih. Semoga saja tidak seperti itu. Kompetisi ‘Rise Of Elephant’ adalah sebuah  lomba yang diselenggarakan oleh Frank.co dan LEBE (Let Elephents Be Elephants) Foundation melalui situs Kreavi.com. 

Para peserta yang ingin mengikuti kompetisi ini, diharuskan membuat ilustrasi gajah. Bener gambar binatang berbelalai, bertelinga lebar dan bergading itu tuh. Gambar-gambar gajah tersebut rencananya akan dijadikan media kampanye mengenai penyelamatkan gajah dari kepunahan. Kalian sudah pernah melihat gajah belum sih? Nih gambar gajah. Silahkan dilihat dengan seksama.
Binatang bernama Gajah.
(Sumber: http://www.erlanggaforkids.com/)

Kepunahan. Ternyata bukan hanya 'cinta terhadap mantan' saja yang mengalami kepunahan. Entah sudah berapa ribu binatang dan tumbuhan tertentu yang punah dikarenakan seleksi alam. Seperti yang aku kutip dalam brief kompetisi ‘Rise Of The Elephant’, konflik yang terjadi antara gajah dan manusia merupakan ancaman terbesar untuk kelangsungan hewan mamalia ini di Indonesia. 

'Godaan keduniawian' dari hewan ini yang membuat para manusia tamak memburunya adalah gading. Harga gading gajah sangat mahal. Kalian bisa mendapatkan uang sekitar Rp.20.000.000 untuk gading sepanjang 30 Cm. Uang sekitar Rp.20.000.000 kalo dipake buat beli bakso bakar dapat berapa tusuk tuh? #NgelirikAmed

Aku juga mengikuti kompetisi ini. Pengen liat karyaku. Nih.
Tommorow in Our Phone
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Kalah? Tentu saja. Karya ini bahkan kalah sebelum pengumuman. kok bisa? Ketika kamu tidak yakin dengan apa yang kamu buat, saat itulah kamu kalah. Jadi. Saat aku membandingkan karya ini dengan karya peserta lain, saat itulah aku mulai menilai, seberapa pantas karya ini untuk muncul sebagai pemenang. Pantas enggak sih? kalau di hatinya mbak gebetan jelas PANTAS dooong.  Begitulah. Balik lagi ke topik semula.

Perdagangan gading gajah (bukan Gading Marten lhooh yah, catet.) baru-baru ini telah ditetapkan sebagai ancaman nasional. Apabila perburuan itu terus berlangsung, bukan tidak mungkin lagi, binatang yang bernama gajah akan hilang dari muka bumi. Kecuali gajah-gajah tersebut diculik alien terus dibudidayakan diplanet Mars. Terus yang jadi gembalanya Matt damon yang saat ini sedang main film The Martian.

Kompetisi ‘Rise Of The Elephant’ diramaikan 1170 gambar, dan disaring lagi untuk mendapatkan 12 pemenang. Buat yang pengen liat pemenangnya bisa meluncur ke link ini: Pemenang Kreavi Challange #14. Gambar-gambar pemenang kompetisi ini sangat mengerikan. Beberapa gambar memiliki konsep dan teknik pembuatan yang ajib. Kompetisi ilustrasi adalah tempat dimana para peserta bisa belajar banyak hal. Belajar untuk membaca brief kemudian membuatnya menjadi karya.

Belajar berimajinasi tentang panggung dimana saat mereka menjadi pemenang, dan yang paling penting, belajar bagaimana caranya memaklumi kekalahan.

Kekalahan. Siapa sih yang mau kalah? Semuanya ingin jadi pemenang. Proses pemahaman brief yang kemudian dilanjutkan proses berkarya adalah tahapan awal. Setelah para peserta memutuskan untuk mengikuti kompetisi dan berusaha menyesuaikan brief, maka bersiap-siaplah untuk memasuki ruang gelap yang bernama 'proses berpikir'. Beberapa peserta yang matang di tahap ini biasanya memiliki konsep yang matang. 

Konsep yang matang itu konsep yang cerdas namun bisa dipahami banyak orang. Pokoknya ketika melihat gambarnya kalian akan langsung bilang ‘ooh… keren’ terlepas bagaimanapun teknisnya. Sesederhana itu.

Ketika konsep sudah didapat, tahap selanjutnya ditentukan oleh teknis yang digunakan untuk mewujudkan konsep tersebut. Disinilah jalan terjal para peserta kompetisi (termasuk yang bikin tulisan ini :P). Konsep yang bagus dengan penyajian yang buruk sudah dipastikan tidak akan lolos menjadi pemenang. Momen seperti ini biasanya ketika melihat gambarnya, kalian akan langsung bilang ‘apa-apan ini’, ‘payah’ atau langsung scroll mouse sambil mendengus ‘hmft’.  

Di tahap ini, kemampuan yang paling hebatlah yang (insyallah) bakal menjadi juaranya. Untuk beberapa kasus, konsep yang payah pun bisa ditutupi dengan skill tingkat dewa. Apakah itu buruk? Tidak. Skill tingkat dewa adalah hadiah untuk orang-orang yang keras terhadap dirinya sendiri dengan latihan terus menerus tanpa berputus asa.

Lhah, terus bagusan yang mana nih? Konsep yang bagus atau skill yang bagus?

Tidak ada yang paling bagus. Yang paling bagus adalah segera saja pahami apa kelemahanmu. Apakah itu di konsep atau di teknis. Kalau elo bego di konsep, solusinya banyakin baca buku, cari referensi gokil, sering keluar rumah, banyak berdiskusi jangan lupa stay cool. Andaikata kebiasaan-kebiasaan tersebut rutin dilakukan, niscaya elo akan pintar berkonsep.

Nah kalo elo bego di teknis, jalan keluarnya cuman satu. Banyakin berkarya dengan seluruh kemampuan! Banyakin! Banyakin! Tambah jam terbang! Fokus!! Niscaya kemampuan teknismu akan meningkat seiring dengan rutinitasmu berlatih dalam membuat karya.

Kompetisi hanyalah kompetisi. Ada pemenang dan ada yang kalah. Ada satu hal yang paling penting dari kompetisi ini. Hal yang paling penting adalah tema dari kompetisi ini sendiri. Gajah. Kalau beneran gajah bakal punah 2020 nanti, kalian perasaannya gimana? coba deh inget-inget lagi, kapan terakhir kali kalian melihat gajah? Semoga engga ada yang nge-jawab 'Tadi, di kamar mandi ane ngeliat gajah'. Bukan GAJAH yang itu woy!!!

Aku terakhir kali melihat gajah saat SMP. saat piknik di Kebun Binatang Wonokromo, Surabaya. Apakah itu pertemuan yang pertama dan terakhir kalinya? Semoga saja tidak.

Postingan ini aku tutup dengan kutipan keren dari buku 'Kaya Itu Dipraktekin' penulis Tim Wesfix, kira-kira bunyinya seperti ini: Menjadi kaya sesungguhnya terkait erat pada peningkatan kualitas diri. Jika Anda bermutu, “harga” Anda semakin tinggi.

Nah. Gitu sih khotbah curhat Jumat kali ini.

Mujix
sedang berusaha merapikan
diri sendiri. baik itu yang
bersifat lahir (beresin ruang kerja)
atau yang bersifat batin (mindset dan pola pikir).
Simo, 9 Oktober 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar