Sabtu, 19 Maret 2016

Celoteh Pikiran

"Begoo... Bego.. Begooo"
Suara melengking Gantar, keponakanku, berkumandang renyah malam itu. Senandungnya yang mengikuti nada dari lagu 'Bebek Adus Kali' itu berhasil membuatku tersenyum geli. Bagaimana tidak geli, Gantar mengganti lirik lagu yang harusnya kata 'Bebek' dengan 'Bego'.

Tahu 'Bego'? Bego yang aku maksud di lagu ini adalah kendaraan berat yang biasanya dipake untuk menggali atau menggempur bangunan. Iya, 'Bego' yang ia maksud adalah 'Backhoe'. Hihihi

Si bocah tengik itu kadang lebih absurd lagi, mentang-mentang usianya baru 2 tahun, dia suka seenak udelnya mengganti lirik bukan hanya dengan kata 'Bego'. Kadang diganti kata 'Mobil', 'Tuin (McQueen, Lightning McQueen)', bahkan kata 'Om Nono (Om Yono, iya, gitu Gantar kalo manggil aku)'!!!.

Rasanya 'sesuatu' sekali ketika ngedenger lagu Bebek Adus kali dinyanyikan pake nama sendiri. Apalagi vokalisnya bocah berumur 2 tahun yang masih suka kepleset sama ilernya sendiri. Beneran, dia pernah terpeleset ilernya sendiri!!? Hihihihi.

Walau hebohnya minta ampun,  satu hal yang pasti, Gantar adalah bocah kecil yang selalu mengatakan apa yang dia pikirkan. Mikir 'Bego' ya ngomong 'Begoo'. Bosen 'Bego' ya mikirin 'Mobil'  trus langsung nodong minta digambarin mobil sama aku yang sedang lembur. Dia tak perduli dan terus bergerak, berpikir, dan berbicara apapun yang ia mau. Dunia anak-anak adalah dunia dimana ia menjadi rajanya. Yah. Aku sangat memaklumi hal tersebut.

Kalau pikiran Gantar disabotase banyak hal semacam 'Bego' dan 'Tuin', lain lagi denganku. Hal-hal di pikiranku lebih kompleks dan rumit. Namun, serumit apapun pikiranku saat ini, aku mempunyai satu kata yang terus merongrong dan meledak di kepala. Kata tersebut adalah nama seseorang yang selama ini selalu menjadi bunga mimpi saat malam mulai menepi.

Nama seseorang yang mengajarkan bahwa tertusuk duri rindu terkadang lebih perih daripada tertusuk sate ayam dua porsi Bang!! Enggak pakai lontong ya!? Oke sip.

Nama itu tertempel lekat di pikiran. Tak mau lepas dan terkadang menamparku perlahan kapanpun ia mau. Nama itu setiap hari selalu berusaha untuk membuncah melalui kata-kata tak bermakna. Aku selalu menahannya mati-matian agar tidak keluar dari mulutku.

Apa kata dunia jika Mujix menggumamkan nama seseorang yang tidak bisa dia miliki!? Kan aneh. Iya kan. Bukan hanya aneh, namun juga menyedihkan. Kayak enggak ada nama cewek lain saja di dunia ini.

Raisa Andriana...
Melody JKT 48...
Dian Sastrowardoyo...
Mamah Dedeh...

Tuh kan, nama-nama cewek lain itu udah aku sebutkan, namun enggak ada tuh yang bisa meneror pikiranku seperti nama 'seseorang' itu.

Tunggu sebentar. Ralat dikit deh.
Nama Mamah Dedeh cukup horor juga ding, apalagi saat beliau nongol di iklan biskuit yang diulang sebanyak tiga kali. Bwahahaha...

Namun....
Ada juga waktu dimana ketetapan hati lengah dan mulutku secara tidak sengaja mendesiskan namanya. Apabila hal itu terjadi, saat itulah aku benar-benar merindukan dia secara lahir dan batin.
Untuk kasus ini, Gantar menjadi pemenang di semua aspek. Gantar tanpa ragu mengungkapkan semua perasaanya tentang 'Bego' yang menggantikan 'Bebek' dan berani mandi di kali. Kelucuannya
tentang 'Bego' menginspirasiku untuk membuat tulisan ini.

Sedangkan aku, nama seseorang itu masih tersimpan rapat di dalam kepala dan terus meneror menunggu aku lengah dan lelah. Tidak ada yang bisa kubanggakan, entah itu tentang 'keberanian' maupun 'kejujuran'. Maaf.

"Begoo... Bego.. Begooo"
Suara melengking Gantar, keponakanku, berkumandang lagi. Seakan mengejek dan menertawakan semua kebodohanku selama ini dalam berurusan dengan cintamu. Iya sih.Kalau dipikir-pikir lagi, semua hal tentang aku dan kamu itu beneran kisah cinta yang BEGO banget.

Mujix
Kepalaku tiba-tiba sedikit pening.
Entah kelelahan karena kebanyakan kerja
atau kelelahan karena kurang nutrisi makanan sehat.
Yowis, besok perbaikan gizi nyari STMJ deh.
Simo, 19 Maret 2016.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar