Sabtu, 19 Maret 2016

Sarang Tawon

Di kamarku ada sarang tawon. Terletak persis di samping pintu masuk. Sarang tawon itu kuketahui beberapa minggu yang lalu. awalnya hanya ada satu tawon yang mondar-mandir di kamar, dan entah sejak kapan tiba-tiba saja sudah nongkrong di samping pintu. Hari demi hari berganti dan sarang tawon itu perlahan-lahan mulai jelas bentuknya. Gumpalan kecil itu mulai membesar serta mengundang tawon-tawon lain.

Tawon-tawon lain itu berjumlah tiga ekor.
Aku sebenarnya memiliki memori buruk dengan tawon.

Dulu ketika aku masih duduk di sekolah dasar, ada seekor tawon menyengatku. Rasa perihnya masih terpatri kuat dialam bawah sadar. Keacuhanku mulai terusik ketika para tawon itu setiap pagi berkeliaran di tempat tidur. Kalian tahu apa yang paling menyebalkan dari seekor tawon? Suaranya. Suaranya berisik sekali dan mulai mengganggu. Aku mulai memperhatikan gelagat mereka. Biasanya sarang tawon itu ditunggui iduknya. Sepertinya mereka sedang membangun keluarga yang sakinah.
Aku hanya memperhatikan sarang tersebut dan berharap mereka segera melakukan tugasnya.

Aku masih saja acuh tak acuh pada tawon-tawon tersebut.
Hingga suatu pagi para tawon-tawon itu mulai bergerak dari sarangnya ke arah jendela.
Dua tawon setiap pagi salau hilir mudik menyebrangi tempat tidurku dan mencoba keluar. Karena jendelaku tertutup rapat, tawon-tawon tersebuk hanya muter-muter di sekitar tempat tidurku dengan suara yang berisik, Rasa traumatisku saat disengat tawon saat SD tiba-tiba saja muncul kembali.

Pagi demi pagi aku terbangun dari mimpi dengan rasa khawatir akan tawon yang tiba-tiba saja muncul. Terkadang suaranya muncul bagai Helikopter saat kesadaran belum terjaga. Terbangun tiba-tiba karena tawon membuat emosiku selalu buruk saat pagi hari. Brengsek, Apa yang harus aku lakukan. Pemahamanku tentang setiap makhluk berhak hidup menggangguku untuk berbuat kejam. Berbuat kejam bagaimana? misalnya menimpuk mereka pakai ember. Aku pernah melakukannya di mandi. Kasusnya hampir sama. Tawon itu muter-muter di atas kepala, dan aku yang sedang panik secara reflek memukulnya dengan ember yang sedang aku pegang.

Bunyinya 'Ctok!'. Sang tawon mental ke lantai dan terhuyung-huyung beberapa menit. Entah seberapa parah,namun tawon itu kemudian bersiap untuk terbang dan kemudian segera meluncur keluar dari kamar mandi. Dari sudut pandang sang tawon, Aku bagai Titan yang kejam saat itu. Soalnya saat itu aku kebetulan telanjang bulat. Titan kurus kering dengan ranbut kribo.

Jujur, sebenarnya aku enggak tega sih kalo harus ngelempar para tawon di kamar dengan ember. Bukannya sok imut atau gimana, aku juga keder kalao harus disengat lagi untuk ke dua kalinya.Alhasil beberapa hari aku tidak melakukan apa-apa dengan sarang tawon tersebut. Sudahlah. Toh hingga hari ini mereka hanya muter-muter doang.

Hingga suatu pagi aku menemukan sarang tawon itu tidak ada penjaganya. Kemana gerangan sang induk!? Apakah ikut berjibaku dengan suami mencari nafkah di luar sana!? Ataukah sang induk tawon itu terlibat perselingkuhan dengan tawon dikamar mandi yang aku timpuk pakai ember kemarin!?

Aku tidak perduli. Aku hanya memikirkan satu hal, meninggalkan sarang tanpa penjagaan itu perbuatan bodoh. Dengan sekali sentakan, aku patahkah ujung sarang tersebut dan segera membuangnya ke luar. Sejak saat itu pagi hariku sedikit lebih tanpa perasaan terteror lagi oleh tawon. Semuanya aman santosa.

Hingga akhirnya muncul teroris baru!! lebih dahsyat daripada suara berisik tawon di pagi hari!! Musuh tersebut tidak bisa kau timpuk dengan ember seperti di kamar mandi!! Tokoh antagonis ini tidak berjumlah tiga ekor. Hanya satu. Sarangnya tidak di kamar tidur ataupun di kamar mandi. Terletak persis di pintu masuk di dalam hatiku. Tokoh pengganggu itu bernama 'Perasaan rindu yang tak tersampaikan padamu'.

Btw, meninggalkan hati tanpa penjagaan itu juga perbuatan yang bodoh.

Mujix
Hari ini aku potong rambut.
Seperti biasa, aku potong sendiri biar enggak bayar
dan bisa menentukan model potongan yang sesuai isis hati.
Bukannya model untuk rambut kribo itu
kalau enggak AFRO ya GUNDUL!? Mau dimodelin gimana sih!?
Belagu Lu ah, Jix.
Simo, 19 Maret 2016.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar