Sabtu, 04 Juni 2016

Kala Raga Bercerita

Ada kata tak terucap oleh raga karena menunggu asa di balik jendela yang enggan untuk terbuka.

Aku membutuhkan tanganmu untuk sekedar memutar kenop kunci itu.

Kunci berkarat, berwarna coklat, dan perlahan berubah mejadi pucat seperti mayat karena sumpah serapahku.

Tidak terbukapun sebenarnya tidak mengapa, karena bau hutan penuh keceriaan sesekali menelusup dengan dari sudut pintu.

Walau enggan percaya, namun aku selalu memegang erat ucapan bunda bahwa bahagia itu sederhana.

Sesederhana aku menyebut namamu saat merindu, atau sesederhana aku menghujat namamu saat merindu namun tidak ada kamu di sisiku.

Mujix
Sedang berada di fase yang cukup kritis. Please help, it's really suck here!
Simo, 4 Juni 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar