Selasa, 07 Februari 2017

Premis Cinta

Malam ini aku teringat banyak di masa lalu.
Ya. Aku memiliki banyak masa lalu. Umur 28 tahun adalah
usia yang telah melalui banyak cerita hidup.

Suasana detik ini sangat hening.
Suara serangga sayup-sayup diluar sana
berpadu dengan bunyi gemeletuk
keyboard yang bercumbu dengan tanganku.

Sepuluh menit sebelumnya aku masih di tempat tidur.
Pikiranku melesat jauh ke jaman SMP.
Entah kenapa tiba-tiba saja aku teringat dengan Mita.
Gadis manis yang dulu jatuh cinta padaku.
Aku masih ingat wajahnya, namun aku lupa dengan
nama lengkapnya. Itu lucu.

Tidak terlalu penting bagaimana kisah cinta itu berjalan dan berakhir.
Toh setahun kemudian aku sudah jatuh cinta lagi dengan
gadis manis yang lain. Namanya Astini, namun aku
selalu memanggilnya 'Pikachu'.

Entah jatuh cinta, atau hanya terkagum-kagum dengan
kepintarannya, aku tidak juga tidak tahu.
Namun adegan dimana dia berteriak dari jalan
untuk mengejek sikap pengecutku, masih terukir jelas.

"Mujix kie piye tho? Mosok seneng aku isin"
Benar. Kalau dipikir-pikir kembali, saat itu
sepertinya aku masih memiliki kesempatan untuk
menjadikannya dia 'PACAR'. Namun kesempatan
itu lenyap begitu saja tergilas oleh perasaanku
terhadap gadis lain.

Begitulah.
Kebodohan demi kebodohan
terus berulang hingga hari ini.

Sanasuke, Popok, Beberapa gadis yang
enggan aku sebut namanya, mereka datang
dan pergi atas nama cinta.

Datang dan pergi.
Namun tidak ada yang tinggal.

Menurutmu siapa yang salah?
Aku? Dia? Tuhan? Perasaan Cinta?
atau waktu yang membuka segalanya?
Benar-benar pertanyaan yang membuatku
tersiksa malam ini.

Saat ini aku memutuskan untuk
menulis buku harian lagi.
Aku butuh tempat dimana aku bisa
menulis apapun yang aku pikirkan.
Tanpa rasa sungkan, tanpa bermacam-macam beban.

Aku adalah tipe netizen yang 'ingin up date status,
di tulis, kemudian dihapus lagi karena
berbagai pertimbangan', semacam itu.
Kurasa kalian tahu maksudku kan?

Btw ini bukan puisi.
Ini hanya sekedar tulisan pengingat saja
kalau benda yang bernama 'cinta' itu
benar-benar momok untuk siapapun
dengan umur berapapun.

Jadi janganlah kalian bingung jika ada
ibu-ibu paruh baya yang akhirnya selingkuh
dengan pria. Cinta itu relatif.

Sial. Kenapa malah ngomongin
ibu-ibu paruh baya sih?

Jika memiliki
kesempatan mengubah masa lalu,
apa yang akan lakukan?

Itu adalah premis sebuah komik yang aku
pikirkan akhir-akhir ini. Apabila dibuat
satu cerita one shoot sepertinya menarik.
Saat ini aku memang benar-benar gawat.

Memiliki banyak keinginan namun
terlalu capek untuk mewujudkannya.
Makanya akhir-akhir ini aku sering
bermalas-malasan di balik pembenaran
kalimat 'Sakmampune, saktekane'.
Begitu. Gile. Postingan ini random sekali sih.
Perutku jadi mules dan pengen ke toilet.
Yowis. Sambung kapan-kapan lagi aja deh.

Jika kalian merasa 'norak' dan 'empet' saat
membaca postingan ini, ingat kalau Cinta itu relatif.
Hihihihi

Mujix
Sedang diujung tanduk!
Tapi masih berjuang untuk
kembali ke panggung.
Simo, 07 Februari 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar