Jumat, 17 Maret 2017

Sukses itu Takdir atau Bakat?

“Ji! Sukses itu takdir atau bakat?”
Pesan WA yang sangat random itu tiba-tiba muncul di hapeku. Aku melirik sejenak, ‘ealah, ngopo maneh bocah iki’ batinku. Siang ini adalah siang dimana aku sedang penuh kegalauan karena terjebak di kontrakan. Padahal aku sudah mengemasi semua barang di tas rangsel, sudah mandi, sudah berpakaian rapi jali, sudah bisa membedakan antara mana skala prioritas atau mana yang hanya keinginan sesaat. Begitulah, keadaan yang sangat canggung ini bisa juga dibilang ‘terjebak’.  Karena harusnya saat ini aku harus pulang ke rumah di Simo. Harusnya. Namun gara-gara ‘hujan bodoh yang tak mau tahu kapan ia mau turun’ akhirnya siang itu aku hanya termenung bingung untuk melakukan apa. Di saat sedang random seperti itulah chat yang sangat filosofis itu muncul.

WA itu berasal dari seorang Feri We, sobat itemku yang hingga saat ini galau terus menerus dan berkelanjutan. Galaunya udah kayak sariawan di bibir yang enggak sembuh-sembuh gara-gara lupa memberi nutrisi vitamin C. Vitamin Cinta. Aku harap kegalauan seorang Feri We adalah drama yang ia sengaja agar teman-teman di sekitarnya memiliki alasan untuk selalu merasa baik-baik saja, rak yo ngono to Fer?
Aku sedang tidak bisa berpikir jernih. Aku jawab saja sekenanya.

Walau mendung masih menggantung hujan perlahan mulai reda. Warna abu-abu mendominasi siang hari ini. Semuanya bertekstur kusam dan menenggelamkan para manusia pemuja asa ke samudra kesedihan. Dengan memantapkan niat aku segera bergegas pulang. Air rintik-rintik turun tanpa ragu membasahi pakaianku. Jalan-jalan yang becek mulai membasahi sepatu. Aku memandang jalanan itu dengan tatapan nanar sambil berpikir apakah aku bisa bertahan di kehidupan yang rumit ini?

Kehidupan yang rumit hingga ia menyisipkan sebuah pertanyaan tentang ‘Sukses’, ‘Takdir’, dan ‘Bakat’ di kepala Feri We. Mau tak mau, perjalanku menuju rumah aku isi dengan hepotesa dan berbagai hal yang pelik untuk menjawab pertanyaan tersebut.


BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar