Bulan Oktober sudah hampir berakhir. Pagi ini aku berada di rumah menyeduh teh hangat sambil meluangkan waktu untuk sekedar istirahat dan enggak ngapa-ngapain. Enggak ngapa-ngapain saat ingin ‘enggak ngapa-ngapain’ itu memang surganya dunia. Satu hari di mana kamu bisa bangun siang, bengong, kemudian mondar-mandir di genteng rumah sambil memakai celana pendek, terus bengong lagi. Hmmm... benar-benar hari yang menyenangkan. ‘enggak ngapa-ngapain’ akan menjadi surganya dunia, ketika kamu udah ‘ngapa-ngapain’ sampai rasanya kayak ‘nerakanya dunia’. Beberapa minggu ini aku benar-benar sudah paham benar rasanya ‘nerakanya dunia’ gara-gara terlalu banyak ‘ngapa-ngapain’. Banyak ‘ngapa-ngapain’ itu diantara lain mengerjakan storyboard bab 3 komik The Proposal, mengerjakan 38 ilustrasi buku Tenaga Kerja Indonesia, pulang pergi Simo Solo dalam hari yang berdekatan, hingga harus terlempar dari satu kota ke kota yang lain hanya untuk sekedar menghadiri undangan pernikahan. Mi...