Motorku meluncur cepat di daerah Sambi yang diselimuti pagi cuaca cerah nan berangin. Beberapa hentakan saja sebentar lagi akan melewati Waduk Cengklik yang jalannya di dominasi oleh motor dan mobil. Mereka semua bersliweran dengan cukup kencang di sekitarku. Pagi ini benar-benar ramai. Kala berkendara mataku mencoba untuk selalu menyerap semua rupa di sepanjang jalan. Pandanganku tertuju ke sebuah benda berwarna hitam yang berada beberapa meter di depan jalurku. Kok seperti kucing ya? Ah masak kucing! Palingan kantong kresek! Batinku. Semakin mendekat rupa benda itu semakin terlihat! Ya Alloh beneran kucing! Dengan sedikit hentakan aku menghindari hewan malang tersebut. Pikiranku ngeblank dan loading sejenak sambil meneruskan laju motorku. Setelah agak jauh beberapa detik kemudian aku tersadar. Itu ada kucing hitam tergeletak di bahu tengah jalan! Sepertinya ia telah tertabrak oleh entah siapa. Dan dogolnya si penabrak sepertinya tak perduli. Aku segera pu...
Seorang gelandangan menemukan koper, dia membuka dengan paksa dan terkejut dengan apa yang ia temukan. Seminggu kemudian ditemukan jasad gelandangan mati membusuk dengan darah membuncah ke segala arah. Dua penyidik kapolres dan satu wartawan memeriksa TKP dengan harapan menemukan petunjuk. Namun tidak ada petunjuk besar yang tertinggal. Hanya ada darah yang mengering. Dan sebuah bidang persegi di depan mayat yang bersih tak ada darah setetespun. Ketiga orang itu berpandangan heran. Rapat investigasi dilakukan. Ketiga orang itu bergumul dengan fakta dan informasi yang carut marut. Foto-foto lokasi kejadian dan data-data berada di berkas polisi. Kedua petugas tersebut sudah bersikeras menutup kasus tersebut dan menganggapnya kecelakaan, namun wartawan itu menyangkalnya dan memaksa mereka berdua untuk meneruskan kasus tersebut ke tingkat atas. Kedua polisi itu tertawa, mereka bilang buat apa meneruskan kasus jika tidak ada uangnya. Sebuah ironi. Sang wartawan kembali ke kantorn...