Langsung ke konten utama

Feel alive

Malam hari lebaran pertama.
Setelah bekerja, menjelang waktu tidur. Membuka sosmed dan mendengarkan musik acak dari youtube. Really Feel alive.

Terkadang kebahagiaan malah datang tiba-tiba di saat random seperti ini. Tidak berharap apapun, tidak merindu siapapun. Hanya aku dan dimensiku sendiri.

Terimakasih Gusti. Aku mungkin orang yang kurang pandai bersyukur, tapi aku adalah orang yang mencoba untuk hidup sehidup-hidupnya, menurut versiku, tentu saja.

Mujix
Simo, 24 Mei 2020

Postingan populer dari blog ini

Laporan harian:)

Setelah berteori ria tentang makna MANUSIA dengan mas roso di postingan kemarin, sekarang saatnya melaporkan banyak hal yang terjadi dua mingguan kemarin. Hari ini adalah hari ke 25 di bulan mei, masih saja panas, terkantuk-kantuk dan tentu saja bermalas-malasan. Hidupku tak banyak berubah kurasa, berkutat dengan rutinitas yang akhir-akhir ini kurasa cukup menyenangkan. Aku sedikit banyak telah belajar tentang pengendalian mood dan semangat. Ada beberapa poin penting yang pelu dicatat dibulan mei ini, yang pasti aku dari awal bulan telah di sibukkan oleh profesi idealisku yaitu sebagai komikus amatir. Yeah.. kurasa kalian mengerti apa yang aku maksudkan, yup.. aku mulai mengerjakan lemon tea dengan semangat. Sebuah komik labil tentang cinta yang tertangguhkan selama hampir 1 tahun (dan hampir saja ide itu membatu menjadi fosil dan bermutasi menjadi virus mematikan bernama “galau”:D). Banyak kejadian yang membuatku memantapkan niatku untuk mengkelarkan projek ini, sengenggak-enggaknya...

Si Eja is Back!!

Tuyul kecil yang bernama Eja. suka menggelinding kemana-mana. kebiasaan terupdate dari si Tuyul ini adalah suka nyiumin knalpot sepeda motornya kakakku. iya, dia SUKA NYIUMIN KNALPOT.  makanya kalo motor abis di pake biasanya si Eja di buang dulu entah kemana. Abis nangis, soalnya dia suka gak terima kalo tiba-tiba di jauhin dari knalpot motor yang abis di pake. kasihan kan kalo ngemut knalpot panas, mending doi ngemut kerupuk atau ngemut dada ibunya saja (netek maksudnya -___-a). oh iya, kerupuk ini biasanya cuman di emut doang, jarang dimakan, kalo sedang gak mood si kerupuk cuman diremuk-remuk pake tangan. adegan 'meremuk kerupuk' itu ngingetin sama monsternya Ultraman saat menghancurkan gedung-gedung pencakar langit kota Tokyo. sama-sama Brutal!!! adegan ini setidaknya menjelaskan bahwa Si Eja suka di kelitikin perutnya pake kepala bapakku yang botak. mungkin si Eja merasa geli-geli anget gimana gitu kali yaaa. adegan paling lucu yang bisa bik...

Kucing Hitam di Tepi Jalan

Motorku meluncur cepat di daerah Sambi yang diselimuti pagi cuaca cerah nan berangin. Beberapa hentakan saja sebentar lagi akan melewati Waduk Cengklik yang jalannya di dominasi oleh motor dan mobil. Mereka semua bersliweran dengan cukup kencang di sekitarku. Pagi ini benar-benar ramai.  Kala berkendara mataku mencoba untuk selalu menyerap semua rupa di sepanjang jalan. Pandanganku tertuju ke sebuah benda berwarna hitam yang berada beberapa meter di depan jalurku. Kok seperti kucing ya?  Ah masak kucing! Palingan kantong kresek! Batinku. Semakin mendekat rupa benda itu semakin terlihat! Ya Alloh beneran kucing! Dengan sedikit hentakan aku menghindari hewan malang tersebut.  Pikiranku ngeblank dan loading sejenak sambil meneruskan laju motorku. Setelah agak jauh beberapa detik kemudian aku tersadar.  Itu ada kucing hitam tergeletak di bahu tengah jalan! Sepertinya ia telah tertabrak oleh entah siapa. Dan dogolnya si penabrak sepertinya tak perduli.  Aku segera pu...