Selasa, 07 April 2009

cerita hari esok di masa kecil



aku hidup dimasa ini,saat semua waktu dan tempat menjadi momok yang menghantuiku setiap malam. puncak semua keresahanku adalah sore ini,akhirnya aku duduk sendiri di tepi jalan raya,bersembunyi dan berharap menemukan sedikit celah untuk menutupi rasa takutku akan hidup. pikiranku melayang menembus waktu dan terdampar dengan kasar di masa kecilku. sadikit takut aq berjalan memilah dan mengambil serpihan kenangan tempo dulu. salah satu kenangan yang aku temukan detik itu adalah kenangan di desaku,tempatku berteduh dari kejamnya sang keadaan.

"muji kecil belum tertidur saat sang malam menjemput,dia masih ketakutan mendengar sang punguk berceloteh tak menentu di sepinya malam. dia kelelahan setelah bercengkrama dan berlarian menikmati malam yang terang bersama bulan, nenek tua berjarik batik dengan banyak kerutan diwajahnya masih setia membelai rambut muji kecil. lagu jawa mengalir pelan dari sang nenek, untuk sekedar menenangkan sikecil dari kerinduan emak dan bapaknya yang tengah merantau, dengan mata basah yang mulai mengering, muji kecil tertidur, ditemani alunan tembang sang nenek dan gelapnya malam yang sedikit terang karena sinar rembulan.damai tanpa lampu,suara bising televisi ataupun suara sepeda motor yang meraung."

ini adalah sepenggal kisahyang aku pungut dalam lamunanku di ujung jalan,sedikitnya hal itu, bisa sedikitmenjadi obat untuk semua keluh kesahku hari ini. kalianpun pasti juga punya sedikit kisah masa kecil yang terus kalian ingat sampai sekarang. teaplah tersenyum walau kalian merasa kalah,setidaknya kita memiliki masa kecil yang dapat kita jadikan sayap untuk menghadapi hari esok. terimakasih


ttd
muji kecil

7 april 2009

1 komentar: