Jumat, 11 Desember 2009

sepenggal percakapan di relung hati


Aku 1 (berteriak turun melayang menuju dasar hati): Hoi, kmu knapa? Knapa berteriak tak karuan begitu?!!

Aku 2: ANJR*T!!! Aku sdang marah dan kesal pada diriku bung!! Si*l!!!

Aku 1: ada apa? Apa da yg salah? Kenapa duniamu hitam kelam?

Aku 2 (mencoba tenang dengan emosi diredam): apa kau bilang? Kau bego ya? Knapa hitam kelam katamu?! Pake mata dong!! Semua panca indra ini yang membuatku sperti ini!!

Aku 1 (memegang pundaknya dan mencoba menetralisir keadaan): tenang yah, kamu masih punya hal lain yg harus kamu wujudkan, dpikir aja secara logika, pasti beres deh. Hehehe

aku 2: apa kau bilang!! Itu gara-gara kau menanamkan benì h terkutuk itu ke lembah hati ini. Dia telah mati sebelum berbuah. Dasar payah!!

Aku 1 (lengannya yang putìh tiba-tiba menghitam tak wajar, ternyata kemarahannya membuat aku 1 semakin terisolasi): anj*ng mati sadja kamu ditempat ini. Huahahahahaha!!!!

Aku 1 (dia mulai terbakar oleh kegelapan, mulai hancur dan menjadi serpihan): aghAGHH!!!!

Kini aku 1 telah lenyap bersatu dng kebencian aku 2, dia menghilang dng membawa semua emosi dan logikanya. Dan aku 2,dia kembali berdiri di ujung tebing sambil berteriak-teriak mengenai keluh kesahnnya.
End. Heart story part 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar