Jumat, 21 Oktober 2016

Kenangan yang Menyenangkan

Aku enggak tahu harus bercerita apa lagi di postingan ini. Beneran, beberapa hal yang penting sudah aku tulis via twitter. Beberapa sudah ter-dokumentasikan di FB. Sisanya aku biarkan menggumpal di pikiran.

Entah kenapa akhir-akhir ini aku agak susah untuk mendongeng tentang apapun. Buat yang ingin bertanya kabar, intinya keadaanku baik-baik saja. Punggung sedikit ngilu gara-gara kerja bakti kemarin. Kurasa mengangkat adukan semen dan pasir dengan tubuhku yang rapuh ini bukan pilihan bijak saat kerjaan mulai menggila.

Aku masih sibuk dengan banyak hal. Beberapa hal sangat penting, dan beberapa hal lainnya mungkin terlihat  useless di mata orang lain. Dan seperti biasa, aku tidak perduli.

Semakin ke sini, semakin banyak hal yang berubah di sekitarku. Satu hal yang paling mencolok terlihat adalah usia. Hari ini adalah hari terakhirku di usia 27 tahun. Tinggal dua tahun lagi menuju usia kepala tiga. Mengkhawatirkan.

Aku mungkin salah satu dari sekian pria yang mengkhawatirkan hal yang keliru. Pria-pria di luar sana mungkin gelisah mengenai pasangan, uang yang belum lancar, atau status sosial yang tak kunjung membaik.

Aku juga mengkhawatirkan hal-hal seperti itu. Namun ada satu topik lagi yang menggangguku akhir-akhir ini. Tema sensitif itu bernama 'kenangan'.

Tadi malam aku terus terjaga dengan pikiran kemana-mana. Kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya aku tidak memiliki kenangan menyenangkan yang terlalu banyak. Apalagi jika ditanyakan secara jujur kepada diri sendiri. Ada beberapa namun tidak terlalu banyak.

Sial. Nulis postingan melalui gawai memang praktis tapi rawan salah ketik.

Mujix
Semoga dilancarkan dan diberi yang terbaik. Gusti Allah (kalau beneran ada) ora sare. Amieeen!
Simo, 21 Oktober 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar