Rabu, 07 Agustus 2013

Foto Dinding

Seberantakan apa sih rumah kontrakan ortuku di Bogor? Jawabnya: berantakan pake 'banget' tapi gak pake 'dong deh'. Ruangan ini berukuran 3 x 5, ah, mungkin 6, atau 6,5. Mungkin lebih. Ah entahlah, Aku sangat payah jika harus berurusan dengan angka. Biru kusam adalah warna dinding yang menghiasi ruangan ini, di beberapa sudut terlihat sudah memutih karena terkelupas oleh waktu. Di sepanjang dinding-dinding biru kusam ini, bertengger banyak barang. benda-benda yang normal semacam kalender hingga benda-benda yang ajaib seperti kandang burung tergantung dengan sangat 'awesome' di ruangan ini. Seakan-akan ingin berbicara kepada semesta, bahwa ruangan ini hanya diciptakan untuk orang-orang sibuk. Selalu ada pergerakan yang dinamis di ruangan ini, Apalagi kalau pagi-pagi seperti ini, ibuku dan adikku menggila dengan semua bahan mentah semacam sawi, kacang panjang, tahu dan sebagainya untuk di masak sebagai menu warung untuk nanti sore. Padahal mereka masih harus menggoreng mendoan, menyiapkan es campur sebagai menu pelengkap warung untuk waktu berbuka nanti. Aku sudah bilang tentang 'menjual sayur mentah' dari pagi buta? Belum? Mereka sangat sibuk ya. Sesibuk itukah? benar, sesibuk itu. 

Mereka tak akan sesibuk itu jika tidak ada alasan yang kuat. setiap tindakan dibutuhkan motif. Motif atau tujuan biasanya disebabkan dari banyak keinginan dan harapan. Yah, tak jauh berbeda dengan alasan Friezza mengumpulkan Dragonball untuk menjadi makhluk paling kuat agar bisa menguasai dunia. Di ruangan ini tak ada Dragonball yang bisa mengabulkan permintaan untuk menjadikan seseorang menjadi makhluk terkuat. Di ruangan ini hanya ada foto dinding berwujud tempelan kolase berpigura biru. Sebuah benda sederhana yang bisa membuat keluargaku menjadi makhluk terkuat di alam semesta dalam menjalani hari ini. 


Foto dinding itu sangat aneh. Bagiku sebenarnya tak layak untuk di pajang. Coba aja bayangkan, ada banyak foto di situ. Ada foto pernikahan keponakan, ada pernikahan tetangga, ada pernikahan keponakannya tetangga, dan yang paling baru ada foto pernikahan kakakku bulan kemarin. Woy! Tunggu sebentar, isinya kok foto nikah semua sih!? Nyindir aku kali ya. Oke, kita bahas tema apapun yang berkaitan dengan foto pernikahan. 


Arti pernikahan Di kampungku bukan hanya ajang pesta dan seremoni peristiwa sahnya seseorang untuk berumah tangga (dan bikin anak. Horeeee). Pernikahan adalah ajang foto gratis dengan semua saudara dan kerabat keluarga secara lengkap ( Tentu saja peraturan 'foto gratis' tidak berlaku untuk yang punya hajatan). Terlebih untuk golongan perantauan seperti keluargaku. Pernikahan bisa dibilang 'adorable moment' untuk sekedar kangen-kangenan dengan anak-anaknya. Mereka berfoto bareng, minta beberapa lembar, kemudia di bawa ke tanah rantau sebagi jimat dan sumber energi. Keren ya. Apalagi kalo fotonya gratis. Jadi super keren gituh. 


Yah, selain foto-foto pernikahan yang bikin galau (time warp itu sudah berusia hampir 25 tahun tetapi belum ada tanda-tanda mau nikah. Gak galau gimana tuh), di foto dinding itu ada foto yang lain juga kok. Di sudut kiri bawah ada foto anak perempuan berkebaya memandang kosong ke arah kamera, dengan slogan meriah bertuliskan ' MEMPERINGATI HARI IBU KITA KARTINI'. Tunggu sebentar. Anak itu siapa!! Kenapa bisa anak bermuka pucat dan bengong bermata kosong itu nyasar ke sini!? Ada foto KTP bapak dan ibuku, mereka kompak berpose 'poker face' dan sama-sama bikin bengong (untung foto KTP-nya gak berpose chibi). Ada foto kakakku yang sok cool gitu, foto adikku yang mulutnya manyun miring 360 derajat, Hingga foto seorang cowok culun bernama'mujix saat semester 2. Byuuuhh yang terakhir menyeramkan yhaa. Itu adalah penanda jaman 'alay'ku, jaman di mana nama di jejaring sosialku masih 'Mujiyono yang selalu gembira'. Nama alay yang Bego! 


Ahh, alay pasti berlalu. Berlalu untuk berpacu melamar melody. Melody JKT48. Pfft. Eniwei suasana ruangan yang sangat sibuk itu berpusat di foto dinding. Sebuah benda yang kurasa menjadi pengingat tentang 'keluarga yang terpisah jauh' di tanah rantau. Pengingat untuk sekedar bekerja keras agar bisa bahagia. foto dinding yang bisa membuatku Sedikit naif dan munafik dalam memandang dunia. Ahh kepalaku sepertinya terbentur sesuatu. 



Mujix 

Ngetik catatan dari hape 
Kuerti itu ribet yhaa, 
Seribet memahami diri sendiri. 
Bogor, 28 Juli 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar