Rabu, 20 April 2016

Waktu Kosong

Siang ini aku berada di Pasar Simo, menunggu jemputan yang tidak kunjung datang. Kurasa perjalanan tadi menghabiskan waktu sekitar 3 jam, hingga detik ini waktu terus berjalan dan aku belum sampai rumah. Jadi bisa disimpulkan, salah satu cara untuk belajar bersabar adalah pergi ke rumahku menggunakan kendaraan umum.

Kendaraan umum di masa sekarang sangat langka di Pasar Simo. Sejauh mata memandang hanya ada sepeda motor dan mobil pribadi. Hal tersebut sangat menyebalkan, apalagi jika kamu tidak memiliki keduanya. Tapi ya sudahlah, aku sudah cukup 'kenyang' dengan situasi seperti ini. Apalagi jika mengingat masa-masa sekolah dimana aku sering bertemu permasalahan ini di setiap minggunya.

Dulu setiap awal dan akhir minggu selalu ada perjalanan. Jarak antara rumah dan sekolah yang jauhnya sekitar 45 KM membuatku harus terbiasa dengan aktivitas yang melelahkan ini.

Menunggu bis yang jarang datang dan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat yang lain sudah menjadi rutinitas saat itu. Satu hal yang pasti, banyak waktu kosong tercipta di setiap sudut perjalanan.

Dan dimulailah sebuah penjelajahan kreatif dalam rangka memanfaatkan waktu kosong tersebut.

Aku agak lupa kapan tepatnya kebiasaan ini bermula.

Mujix
20 April 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar