Senin, 27 Desember 2010

hari minggu dan senin

melanjutkan perjalananku kemarin,setelah cabut dari warnet aku segera ke seberang jalan untuk mencegat angkot. saat itu aku kepikiran buat naik angkot 09 dan kemudian turun di baron, setelah ditungu sangat lama (lama sekali malah) akhirnya aku memutuskan untuk naik angkot pertama yang aku temui.

setelah bermenit-menit aku bengong kayak orang tolol akhirnya aku menemukan angkot pertama dengan nomer 02, aku masuk kedalam dan tidak perduli apapun saol tujuanku. aku cuman berpikir "ntar turun ditempate arum". yah ternyata didalam angkot itu ada sesosok bapak bapak berumur 50an, cukup tua memang. didepannya terdapat kursi roda khusus untuk orang-orang yang cacat. aku menatap bapak itu dengan nanar, dia sedang berbicara dengan ibu-ibu berjilbab di sampingnya, aku mencuri dengar apa yang mereka bicarakan (mencuri dengar bukan mencuri dompet, oke!!) si bapak tua itu berkisah tentang kehidupnya yang sangat dramatis, obroan ringan dan penuh canda tawa dia berikan kepada para penumpang angkot, dia bercerita tentang penampungan dimana dia tinggal. kakinya yang agak berbeda itu ternyata tidak menghalangi hidupnya (yah dan itu membuatku malu bukan kepalang). bapak tua itu sudah 30 tahun menjalani hidup sebagai orang yang lain daripada yang lain. kertampilan jahit dan kinginan untuk hidup menggiringnya ke rumah bapak walikota surakarta, entah ada hal apa yang ingin dia keluhkan namun bapak wali katanya tidak bisa bertemu dengannya.

setelah beberapa penumpang angkot sudah turun, aku mencoba mengajakya berbicara, dari pembicaraan yang singkat kuketahui rumahnya di tawang mangu, sebuah daerah yang berjarakhampir 50 km dari solo, aku berpikir banyak hal. bagaimana cara dia naik kendaraan selama ini? bagaimana orang umum berpendapat tentang dia? yang paling keren dari bapak itu, dia berprinsip hidup tidak boleh mencuri dan mberbohong. kurasa rinsip itulah harga dirinya yang paling tinggi.

sebelum turun aku sempat bertanya satu hal tentang siapa namanya.
dia menjawab "namaku gio, wagio".
yah dia orang hebat yang kutemui hari itu.

ke perjalanan lanjut...
aku tiba di tempat arum jam 1 siang, saat tiba disana dia tengah merencanakan sebuah acara bersama-sama anak-anak kampung. sebuah rencana alternatif untuk mengisi hari minggu dengan kegiatan yang positif. arum dan teman-teman kecilnya minggu ini mengadakan acara nonton bareng yang dilanjutkan dengan menggambar. saat itu dia memilih flm "Happy Feet". sebuah film keluarga yang berkisah tetang pinguin yang tidak bisa bernyanyi.

film itu kemudian di putar di sebuah rumah kecil milik seorang anak (namanya Indri). sebuah ruangan keci berukuran 4 kali 3 meter. televisi ukuran 14 inch dan segerombolan kecebong yang cerewetnya minta ampun memenuhi ruangan tersebut tanpa belas kasihan. aku ditendang dengan sukses dipinggir pintu dengan sebuah bokong besar di depanku (bokong besar entah punya siapa).

acara menonton itu berjalan dengan seru, berbagai macam adegan telah ditonton oleh anak-anak, hanya si ibu saja yag terus mengeluh.kenapa pinguin mukanya sama semua (iyaalaaah ntar ada pinguin dengan muka bapak-bapak masuk guines book of record dong).
aku gugur di menit 15, karena faktor fisik (kecapekan jalan-jalan) dan non fisik (filmya udah aku tonton) aku memutuskan minggat dan tidur sebentar. tak lama kemudian para kecebong itu juga hampir muntah di disc pertama (kunalar pasti dimenit ke 30). kecebong-kecebong gundul itu udah gak kuat menahan hasrat untuk main yang lain. sang mentor (arum) tertawa kecut.

aku belum sempat tertidur ketika arum datang dengan muka tuanya, dia berbicara katanya para kecebong itu udah minta acara di lanjutkan ke sessionke dua, yaitu menggambar bareng. yeah peserta gamar barebg kali ini nambah satu, yaitu cwok berambut keriting doyang makan beling yaitu saya. acara berjalan menyenangkan:D

kegiatan belajar itu berakhir dipukul 5 sore, aku segera bergegas mengajakrau ergike gks buat minta uang untuk bli tas rangsel.di GKS ternyata tidak ada orang, hanya wahyu saja. (harap dicatat, wahyu bukan orang. dia siswa sma berwajah lelembut penjaga GKS). sepeda jengki biru dan seperangkat uang kami bawa untuk perbekalan ke toko tas. kami ke cartenz dislamet riyadi, da hampir muntah eilhat harganya (untung mbaknya manis), trus ke famous yang tenyata isinya tak cewek dan sepatu doang. yah kurasa tas harus ditunda esok hari.

huuf ternyata lumaya caek ya menulis blog itu
(istirahat sejenak sambil kentut).

waktu itu hajan rintk-rintik, sedikit sih tapi awetnyaaa minta ampun. kami tiba dikauman jam 8 malem, acara yang semula parade band diubah menjadi nonbar final indonesia vs malaysia. pertandingan yang konyol, terlalu banyak insiden yang membuatku muak. yang pasti indonesia kalah 3:0 melawan malaysia (dan bisa ditebak semua isi kebun binatang keluar membahana memenuhi tempat).

kami pulang ketempat arum dan bertemu dengan feri widianto jam 11 maam,kita rapat daryrat mengenai komik keempat, dengan rencana kompilasi 4 penjuru dan 4 kota.
setelah itu aku pulang kemudian tertidur dengan pulas.
yup hari yang melelahkan:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar