Kamis, 31 Desember 2015

Kilas Balik 2015

Akhir tahun bulan desember 2015 ini aku akhiri dengan keren mengerjakan revisi komik ‘Lemon Tea’. Aku belajar banyak dari terbitnya komik ‘Proposal Untuk Presiden’. Bagian paling vital yang aku revisi adalah warna komik dan teks. Baru beberapa jam lalu kok kelarnya. Setelah beberapa menit istirahat aku akhirnya memutuskan untuk menulis postingan ini. Bisa dibilang ini adalah postingan terakhir di tahun 2015.  Aku mencoba untuk me-review semua aktivitas di tahun ini. Baiklah. Kita mulai saja ya.

Januari.
Malam ergantian tahun baru 2015 aku habiskan di Solo bersama Suryo. Sempet mati lampu juga, kemudian nongkrong di wedangan Bu Gendut. Bulan-bulan ini aku disibukkan dengan mengerjakan komik ‘Proposal Untuk Presiden’. Karena tidak memiliki computer, aku mengerjakannya di tempat Mas Ismanto. Pada bulan ini aku juga sedang sok sibuk rapat dengan para mahasiswa kampus UNIVET untuk menjadi juri lomba komik. Kesibukan lain up date komik Si Amed.

Februari.
Aku belajar (lagi) naik motor di bulan ini. Bersama Kak Feri, di Gedung Kesenian Solo. Peristiwa ini cukup penting  untuk ditulis, banyak hal yang berubah semenjak aku bisa naik sepeda motor. Sayang aku belum memiliki sim. Di bulan ini aku menjadi juri di UNIVET. Honornya sempat membuat kaget, acaranya sangat menyenangkan.  Komik Proposal Untuk Presiden sudah selesai. Tinggal mengirim di penerbit.

Maret.
Bulan ini tidak terdeteksi di Blog. Sepertinya galauku kambuh lagi. Proses penerbitan buku di Dastan Books. Melihat bang Arum dan Hipzy SUCI 4. Sayang mati listrik. Katanya sih epic abis. Hal yang keren, aku jatuh dari motor di depan rumah saat musim hujan. Saat itu aku belajar banyak hal.  Komik Si Amed masih tetap berjalan walau pelan.

April.
Random abis. Bulan ini juga tidak terdeteksi. Hanya sekeping ingatan tentang Gantar yang tergila-gila sama sapi. Keuangan sepertinya tidak aman. Aku menamatkan komik Bakuman. Komik Proposal Untuk Presiden tertunda didistribusikan. Progress komik religi bersama om Fachmy belum ada titik temu. Masih rajin mengunggah komik Si Amed.

Mei.
Lagi-lagi Bulan yang tidak terdeteksi di Blog, Twitter  dan di Buku SMS. Beberapa bulan ini sepertinya aku sedang berada di titik jenuh. Komik Si Amed masih terus beraksi. Komik Proposal Untuk Presiden sudah nongol di Togamas, dan bisa di beli On line, kesibukan lain Mendesain majalah Kreasi bersama Mbak Dwi.

Juni.
Aku mulai mengerjakan Komik Lemon Tea Bab 5 Across The Universe. Merapikan studio tempat kerja. Menyebar isu dan Promo komik Proposal Untuk Presiden. Ramai banget, dan menyenangkan.  Up date Si Amed dengan komik dan Artworks. Bikin wadah komik baru berjudul ‘Forum Komik Solo’. Di bulan ini masih berupa Grup tertutup. Bikin komik Humor Horror bersama Suryo. Membeli Komputer dari uang royalty. Bertemu Chiva dan aktivitas menulis buku SMS berakhir. Waduh Gawat.

Juli.
Aku kenalan dengan Saitama, dari manga One Puch Man dan Komikus Shoujo Nozaki. Komikku ramai di timeline. Banyak review dan respon yang positif. Hanya saja beberapa di beberapa toko buku, komik itu belum nongol. Sepertinya Lemontea Bab 5 sudah masuk tahap tinta. Forum Komik Solo ngumpul untuk pertama kalinya. Idul Fitri. Ngumpul bersama keluarga. Tidak terdeteksi di Blog, hanya ada satu postingan saja.

Agustus.
Mengerjakan pinsil halaman akhir komik Lemon Tea bab 5. Komikku Proposal Untuk Presiden udah nongol di toko buku. Sampai matipun aku enggak bakal lupa sama kebahagiaanku hari itu. Apalagi saat melihat setumpuk buku sendiri nangkring di depan new release dekat kasir. Buku komik Negara ½ Gila pindah format menjadi E-Book. Aku dan Komikku nampang di halaman depan Koran Solopos. Si Amed masih terus up date bahkan sempat berduet dengan Bang Pandji. Bulan ini Sanasuke wisuda. Muncul gagasan untuk membuat komik kompilasi berjudul ‘Pikolo’.

September.
Membaca manga ‘Prison School’, menonton Bakuman, Up date Si Amed dan ada satu postingan yang viral banget, dan Ngerjain komik lemon tea Bab 5. Mencoba mencari uang tambahan lewat kompetisi. Sayang belum beruntung. Dikasih saran soal penulisan sama teman, katanya sih terlalu random, bener juga sih. Mulai mengurusi kompilasi Komik Pikolo. Aku sedang sedang mengalami quarter life crisis.

Oktober.
Aku berusia 27 tahun, dan tentu saja masih banyak pekerjaan rumah. Ikut kompetisi gajah, dan maskot SNI. Sayangnya lagi-lagi kurang beruntung. Mulai kecanduan anime One Puch Man dan Dragon Ball Super. Bulan ini aku juga menelan pil pahit kekecewaan soal dunia penerbitan. Rasa pahit itu ternyata masih membekas hingga akhir tahun. Aku banyak menulis di bulan ini, soalnya ada tantangan Writingtober di FB. Detailnye cek saja di blog ini. Menamatkan manga Beelzebub.  Pak Raden meninggal dunia, duh jadi keinget komik Unyil Other Strory yang belum selesai. Pergi ke Mangafest, Jogja.

November.
Komisi solo mengadakan event workshop bersama Simon Huereau, koordinatornya cowok berambut keriting. Diundang menjadi pengisi acara di Festival Komik dan Animasi, Semarang. Saat itu aku sakit-sakitan. Tapi acara sangat menyenangkan sekali. Gara-gara acara ini aku mendapatkan banyak rezeki. Alhamdulillah. Up date komik si Amed. Komik Lemon Tea di edit ulang. Aku mulai membuat Instagram dan akun Whats-Up. Ciyee yang udah pake smartphone. Dragonball Super, One Punch Man dan Silver Spoon semakin menggila.  Kompilasi Pikolo udah kelar coy! Sedang marathon menyaksikan Star Wars episode 1-6. Bwahahaha.

Desember.
Mulai berkarya di Instagram, fokusnya sih manual pakai pensil warna. Aku menjadi pembicara di workshop anak-anak DKV UNS. Up date Si Amed. Belanja buku, Nongol di profil Koran Jitu, satu halaman gede. Prepare buat jadi juri lagi di kampus UNIVET bulan februari depan. Merapikan agenda tahun depan dengan jurnal baru. Menonton Star Wars episode VII dan menamatkan anime Gekkan Shoujo Nozaki-kun. Mendesain majalah Kreasi lagi bersama Mbak Dwi H.  Aku membeli Scanner seharga 800an ribu, iyeeeeeah!! komputer rusak ganti main board 350an ribu, iyeaaah lagi!! Dan berita gembira akhir tahun ini, aku sudah kembali menemukan passion.

Awalnya postingan ini tidak ingin aku bikin. Apalagi jika mengingat hal-hal yang membuatku mual. Peristiwa yang nyenengin dan membuat empet silih berganti datang. Namun setelah berpikir beberapa kali dan dilandasi keinginan untuk berubah, yah tertulis saja semua hal dengan sangat mudah. Kira-kira seperti itu. Ternyata aktivitasku tahun ini memang cukup banyak. 

Beberapa hal memang belum berhasil aku lakukan, namun ya sudahlah. Peristiwa menyebalkan memang harus bersanding mesra dengan kejadian yang membuat bahagia. Oke. Kurasa kilas balikku di tahun ini sudah cukup. Kira-kira seperti itu.

Mujix
Resolusiku untuk 'bangun pagi'
gagal di hari pertama
tahun baru. Bwahaha
Simo, 1 Januari 2016



Tidak ada komentar:

Posting Komentar