Kamis, 24 Juni 2010

tempat itu bernama neverland


Suatu ketika aku berjalan menyusuri waktu dan masa yg telah berlalu. Tak seperti kemarin,hari ini aku terlalu lelah untuk melangkah. Aku beristirahat sejenak sembari menatap langit biru khas jam 9 pagi pada masa itu. Tak jauh dari tempatku berdiri terdapat sebuah warung makan yg penuh akan pekerja dan buruh-buruh bangunan. Agak tak lazim memang, warung yg kumuh namun rapi dan bersih itu ternyata banyak pembeli. Nasi sayur, segelas kopi pait, sebatang rokok seakan menjadi tuan rumah yg bersahaja. Aku kemudian berjalan melewati deretan meja kayu tua tempat para buruh itu bersenda-gurau. Aroma oseng dan kepulan asap dapur mewarnai warung tersebut pagi itu. Sesosok wanita setengah baya menghampiriku menanyakan pesanan. Seperti biasanya aku meminta dia membuatkan segelas teh panas beraroma melati. Wanita itu kemudian berjalan menuju bagian belakang. Kulayangkan pandanganku ke segala arah, banyak hal yg terlihat. Diluar tampak ilalang tertiup angin sepoi-sepoi, terdengar pula celoteh para buruh bercengkrama dengan sesamanya. Tawa mereka nyaring riuh rendah seakan ingin mengalahkan bisingnya mesin buldoser yg sedang sibuk membangun gedung. Aku baru sadar ternyata saat ini era "pembangunan lima tahun" oleh presiden soeharto masih menjabat sebagai kepala negara. Entahlah aku tidak begitu perduli dengan hal itu,,

aku tiba-tiba dikejutkan dengan suara tangisan seorang bocah. Yah,, ibu setengah baya itu membawa segelas teh panas, sang ibu terlihat kerepotan membawa gelas itu. Kulirik untuk Melihat ada Apa gerangan, sesosok bocah kumal berambut keriting menggamit rok bawah sang ibu sambil menangis, bekas ingus dan air mata terlihat mengering di wajah si bocah. Baju loreng tentara tanpa lengan yg dia pakai juga kotor dan penuh debu. Tiba-tiba tangisnya berhenti, dia menatapku, tatapan bocah yg memiliki masa depan yg berliku-liku... Waktu berhenti sejenak, sebuah alam multi dimensi menarikku untuk mengikutinya, si bocah itu berhambur keluar... Aku berlari menyusul dan mengikutinya. bersambung....
(Kerawang,xx-xx- 1992)
( 16 Mei 2010 jam 21:38 )