Jumat, 11 Desember 2009

sepenggal percakapan di relung hati


Aku 1 (berteriak turun melayang menuju dasar hati): Hoi, kmu knapa? Knapa berteriak tak karuan begitu?!!

Aku 2: ANJR*T!!! Aku sdang marah dan kesal pada diriku bung!! Si*l!!!

Aku 1: ada apa? Apa da yg salah? Kenapa duniamu hitam kelam?

Aku 2 (mencoba tenang dengan emosi diredam): apa kau bilang? Kau bego ya? Knapa hitam kelam katamu?! Pake mata dong!! Semua panca indra ini yang membuatku sperti ini!!

Aku 1 (memegang pundaknya dan mencoba menetralisir keadaan): tenang yah, kamu masih punya hal lain yg harus kamu wujudkan, dpikir aja secara logika, pasti beres deh. Hehehe

aku 2: apa kau bilang!! Itu gara-gara kau menanamkan benì h terkutuk itu ke lembah hati ini. Dia telah mati sebelum berbuah. Dasar payah!!

Aku 1 (lengannya yang putìh tiba-tiba menghitam tak wajar, ternyata kemarahannya membuat aku 1 semakin terisolasi): anj*ng mati sadja kamu ditempat ini. Huahahahahaha!!!!

Aku 1 (dia mulai terbakar oleh kegelapan, mulai hancur dan menjadi serpihan): aghAGHH!!!!

Kini aku 1 telah lenyap bersatu dng kebencian aku 2, dia menghilang dng membawa semua emosi dan logikanya. Dan aku 2,dia kembali berdiri di ujung tebing sambil berteriak-teriak mengenai keluh kesahnnya.
End. Heart story part 2.

RESTART? RESET? REFRESH? ATAU INSTAL NEW PROGRAM?

Setelah 30 hari berpuasa, akhirnya tibalah ki ta dihari raya idul fitri, hari rapor dan pengumuman ujian bagi para muslim diseluruh dunia. Apakah 30 hari kemarin sudah berlalu dengan baik? Mungkin malam ini sebelum merayakan idul fitri dengan gembira, kita dapat mengevaluasi catatan kita selama setahun ini. Entah itu, amal ibadah, kerja sosial, prestasi belajar, memanejemen emosi maupun menginventaris daftar impian dan cita-cita.

Semoga dengan sedikit perenungan, kita dapat untuk menentukan, hal apa saja yang perlu kita RESTART, RESET REFRESH ataupun kita INSTAL NEW PROGRAM? Semoga tahun kedepan lebih baik,,Amien ya rohim....
>_

hidup yang sempurna

Kemarin aku bertemu dengan seorang teman. Kami bercerita panjang lebar mengenai banyak hal. Tapi topik yang paling menarik adalah mengenai titik terang akan kesempurnaan sebuah hidup manusia. Ada 14 persoalan yang harus dipenuhi agar mendapatkan hidup yang layak. Dan 14 poin itu adalah:

1. Rasa memiliki kekuasaan pribadi, dan penguasaan atas orang lain.

2. Pemuasan ego, merasa diri penting.

3. Keberhasilan finansial.

4. Pengakuan atas usaha, keyakinan bahwa dirinya berharga.

5. Pengakuan dan eksistensi oleh masyarakat atau kelompok.

6. Keinginan untuk menang, menjadi yang pertama, unggul, dan terbaik.

7. Rasa memiliki akan/ suatu tempat.

8. Kesempatan untuk membuat pernyataan kreatif.

9. Keberhasilan mendapat sesuatu yang berharga.

10. Pengalaman baru.

11. Kebebasan dan keleluasaan.

12. Rasa memiliki harga diri dan martabat.

13. Cinta dalam segala bentuk.

14. Ketentraman emosional.

Itulah 14 macam alasan agar seseorang tetap hidup dan berusaha didalam hidup ini. Semoga semua orang detik ini dapat menikmati semua hal yang mereka hadapi, tetap bersemangat dan selalu gembira dalam menyikapi hidup,,,
semoga:)

pagi

Semoga hari ini semua orang bisa tersenyum bahagia menikmati dan menjalani hidup mereka dengan gembira. Amien

a little wind in my room

panas di siang hari ini menggila lagi. hal itu masih menjadi alasan yang masuk akal untukku,agar tetap terkapar di tempat tidur. angin semilir menelusup lagi dari daun jendelaku, dia hanya membelaì dan kemudian lenyap entah ditelan apa.
sepenggal irama kehidupan tertinggal dari sang angin. dia tak berbuat apa-apa,hanya merintih dan berbisik direlung tidurku. sebuah pesan agar aku segera bankit dan mengalahkan panasnya mentari dengan kegilaanku

suasana malam di teras kostku

Malam datang lagi,seperti kemarin yang berlalu tanpa kumengerti. Suasana bising dan deru membias menjadi debu mulai menghilang ditelingaku. Dua orang kaum adam terlihat termenung di ujung koridor. Koridor yang gelap,seakan menjadi dunia lain yang tak mungkin terjamah. Tapi aku yakin,mereka sedang bercengkrama dengan pikirannya masing-masing. Seperti aku saat ini yang masih termangu menunggu pagi datang menjemputku. Tanpa mengeluh sang malam masih menemaniku saat ini,mendengarkan keluhan dan pujianku dengan kelamnya. Walau dia tetap membisu dan berbicara tanpa kata,aku tetap bahagia. Menikmati malam ini yang berganti pelan. Siang dan pagi yang menghilang akan kumunculkan lagi dengan senyum tulus sang malam. Tetap tersenyum dan menikmati hidup seperti saat ini:)

suasana siang di teras kostku

Jumat siang detik ini matahari masih memuntahkan panasnya dengan liarnya. Awan putih yang terlihat kabur membaur semakin silau ditelan biasnya. Tapi aku tak perduli dan tetap mengacuhkan semua hal itu, aku hanya dapat merebahkan badanku di pundak angin sepoi yang menelusup di antara sela-sela sang siang,agar aku tetap diam dan tak mengerang. Tiba-tiba aku teringat dongeng picisan mengenai harapan sang penggembala domba. Suatu saat dia meminta kepada Tuhan setangkai bunga indah yang belum terjamah. Tuhan memberikan kaktus kecil penuh duri beracun di batangnya,sang penggembala diam. Kemudian dia meminta lagi kepada-Nya binatang mungil nan cantik untuk menemaninya di saat dia kesepian. Tuhan malah memberikan ulat kecil berbulu menjijikan untuknya. Sang penggembala domba sedih,dia kecewa,dia berteriak lantang di ujung cakrawala mengenai betapa tidak adilnya Tuhan terhadap keinginannya. Si gembala berlari, memukul domba dan menghardiknya sebagai protes kepada Tuhan. Penggembala domba itu kini sendiri tanpa dombanya. Namun kemudian dia teringat kaktus dan ulat kecil yang dia sembunyikan di balik angan. Sesaat dia sadar,kaktus itu berbunga. Sangat indah sekali,dan ulat itupun menghilang,berubah menjadi kupu-kupu kecil bersayap pelangi yang teramat cantik. Penggembala sadar,itulah jalan Tuhan. Indah pada waktunya,Tuhan tidak memberi apa yang penggembala harapkan,tetapi Dia memberi apa yang penggembala butuhkan. Walau telah sedih,kecewa,terluka tapi jauh diatas segalanya Tuhan sedang merajut sesuatu yang terbaik untuk kehidupan sang penggembala. Ingatan itu sekarang tersimpan di alam raya yang indah ini. Apapun itu... Biarlah hidup berjalan apa adanya....

suasana pagi di teras kostku

Pagi datang pelan, entah murung atau termenung aku tak perduli. Hanya satu hal yang kutahu,aku sering melewatkan pagi hanya untuk bercumbu lagi dengan tidurku. Tapi yang pasti pagi ini berbeda,aku melupakan sejenak nikmatnya bergumul dengan malam,mencoba menatap langit cerah yang sedang bercengkrama dengan awan kusam bermuka masam. Biarlah sang awan tetap termenung,yang pasti esok ini lebih baik.