Rabu, 20 Januari 2016

Sebelas lebih empat puluh lima menit

Saat ini aku benar-benar merasa kelelahan. Sudah satu minggu lebih aku berada di ruang kerja. Pergerakanku sangat domestik sekali, rutenya sederhana. Tempat tidur, ke kamar mandi, lalu ke ruang kerja. Selalu seperti itu. Jadwal otomatis di tubuhku bilang 'ini saatnya cari atmosphere baru!!!'. Biasanya segera saja aku langsung meluncur ke Kota Solo. Namun tidak untuk minggu ini.

Entah kenapa aku masih terbengong-bengong di sofa ruang tamu. Hei, bagaimana kabar kalian? Sudah dua minggu berlalu dari tahun 2015. Sehat? Semoga selalu prima ya.

Aku menulis postingan ini dari smartphone. Kerenan ya gue!? Alasannya sederhana,komputerku sedang rusak dan berada di servisan. Permasalahanku soal komputer ternyata belum usai.  Benda inilah yang akhirnya menjadi 'pemicu' segala kepusinganku hari ini.

Sebenarnya sih problemnya udah banyak. Cuman ngumpulnya aja satu-satu dan meledak sore ini. Aku enggak akan menuliskan detailnya di sini, toh masih banyak hal penting yang lebih pantas terdomumentasikan di blog ini. Intinya sih, kesialan dan tai yang sama di hari yang berbeda.

Sudah beberapa kali aku mencoba untuk membalikkan situasi sulit ini, namun masih saja belum banyak yang berubah. Ini adalah 'tembok' kokoh lain yang harus dihancurkan. Aku sidah berusaha semampuku, namun masih saja ia dengan pongah tegak berdiri. Kurasa membutuhkan waktu yang sedikit lama.

Kabar baiknya aku akhirnya menemukan lirik yang cocok untuk lagu yang tengah kuciptakan. Sepenggal kalimat yang cathchy untuk lagu itu terbesit saat aku mencari headset hape. Tinggal dua kalimat lagi, sepertinya pencarian lirik yang hilang ini sangat menyenangkan. Nanti kalau lagunya sudah komplit, aku berencana mencari teman musisi untuk diajak berkolaborasi.

Selain lagu, aku sedang menggodok naskah komik 'Lemon Tea' bab 6. Carita di bab ini bakal mellow dan gokil abis. Kurasa komik inilah yang membuatku bisa bertahan di berbagai situasi sulit. Walau sering mengeluh gara-gara baper, sebenarnya aku cukup bersyukur memiliki projek ini.

Terkadang aku berpikir. Mungkin komik ini adalah alasan penting akan keberadaanku di dunia ini. Tugasku belum kelar. Duh... Malah jadi baper lagi...

Bentar, postingan ini aku save dulu ya... Takut ilang gara-gara salah pencet.

Yeeey, udah aku simpan. Ceritanya aku lanjutin ya?

Selain menulis naskah bab 6, aku memberi tambahan halaman di bab 1. Hal tersebut aku lakukan agar porsi setiap bab memiliki jumlah halaman yang sama. Rencananya sih, satu bab ada 40 halaman. Banyak amat!? Aku sendiri dulu juga bingung. Tapi mau apa lagi, itu tandanya aku memiliki banyak cerita untuk kalian. Sekedar spoiler, fi bab 1 akhirnya aku munculkan karakter Sanasuke untuk mengenalkan konflik batin sang tokoh utama, yaitu aku sendiri saat berusia 20 tahun. Narsis amat!? Biarin.

Selain komik '_Lemon Tea', aku juga tengah menggodok naskah komik petualangan 'Si Amed'. Total ada 40 halaman. Kata kuncinya sih teroris, konflik batin seorang ayah, dan agen rahasia yang nyaris dipecat sama direkturnya. Kata kunci itu akan kalian temukan di komik petualangan Si Amed yang baru. Kapan jadi? Semoga sebelum valentine ya.

Bentar aku save lagi...

Komik petualangan Si Amed itu rencananya buat ikutan kompetisi sih, tapi ngeliat betapa randomnya hal-hal di sekitarku, cukup membuat bergidik ngeri sih. Bisa kelar pas valentine gak ya?duh komputerku...

Baiklah aku ralat keluhanku soal komputer. Mungkin nemang bukan persoalan komputer. Mungkin ini masalah tekad dan seberapa besar alasan yang bisa aku kumpulkan untuk menyelesaikannys.

Tekad dan alasan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Mereka berdua saling mencintai, namun sayang mereka berdua akhir-akhir ini tak pernah lama untuk kumiliki. Aku yakin suatu saat dua hal tersebut akan menjadi sahabat baikku yang tidak pernah terpisahkan.

Apabila saat itu tiba, perjalanan keliling dunia seperti yang di lakukan Jeff Kinney bukan lagi mimpi di malam bolong. Brengsek, World Tour 15 Kota dan 5 benua yang dilakukan pengarang 'Diary Of Wimpy Kid' itu menginspirasi sekali.

Tiba-tiba saja rasa lelah sedikit berkurang dan aku mulai agak bersemangat.

Mujix
Jangan menunda-menunda pekerjaan.
Tidak boleh terburu-buru.
Kalau lelah segera istirahat.
Tidur juga gak papa.
Simo, 20 Januari 2016

Sabtu, 16 Januari 2016

Malam Ditengah Cahaya

Badai masih bertiup kencang hari ini
Dia membawa pilu
Dia membawa rindu
Tak cukup hanya sekedar menerjang
Bahkan di menerbangkan air mata penuh tawa

Drama demi drama datang membuatku muak
Seperti mendengarkan melodi cinta saat aku sendiri

Ada jiwa yang lelah
Saat lalat itu terbang menempel di hidungku
Sepertinya dia juga sedang bosan
Melayang ke sana kemari mencari diri sendiri
Dimana sang pembuat badai saat sang lalat mati dihantam sapu ijuk?

Mujix
Sedang terjebak
di malam-malam yang  penuh dengan pertanyaan dan pernyataan. Bertahanlah sebentar lagi, aku akan datang menolongmu!
Simo, 16 Januari 2016

Kamis, 07 Januari 2016

Postingan pertama di tahun 2016

Postingan pertama di tahun 2016. Iya udah 2016. Dan hari ini sudah satu minggu sejak pesta tahun baru. Aku sih enggak ikutan pesta. Aku sibuk menata agenda untuk tahun ini. Lucunya,agenda yang aku susun itu malah belum terlaksana dengan cukup baik. Namun setidaknya aku sudah memetakan tentang banyak hal yang ingin aku lakukan tahun ini. Postingan ini aku buat untuk sekedar memberikan kabar untuk diriku dimasa depan kalau semuanya baik-baik saja.

Beneran baik-baik saja kok. Awal bulan aku mengerjakan banyak proyek komik. Sudah berjalan separuh. Fokusku tahun ini memperbesar  fanbase dan membuat komik cetak lagi. Untuk saat ini aku juga mengunggah komik di Instagram. Fanpage Si Amed sedang cukup ramai, komikku tentang pembakaran hutan itu mendapat respon bagus dari pembaca. Hal ini membuktikan komik yang potensial untuk menambah follower adalah komik yang berbobot dengan isu yang up to date. Di Instagram juga seperti itu, 

Komikku tentang Drawa ( maskot Sea Games yang dicaci maki para netizen), juga ramai di sana. Hanya saja untuk jejaring social yang satu ini aku masih meraba-raba untuk menemukan format yang tepat. Sementara ini aku akan mengunggah komik atau artworks dengan teknik manual pake pensil warna. Alasannya agar ada variasi dalam berkarya dan mengembalikan semangat ‘bermain’ seperti dulu kala.

Keinginan lain yang belum kelar adalah mencari lirik paragraph tiga dari lagu yang sedang aku ciptakan. Beneran, aku sedang bikin lagu untuk OST komik Lemon Tea. Iyeeees, ada lagunya gaes. Ada sedikit kegelisahan soal pekerjaan tetap. Pekerjaan tetap dengan uang tetap. Namun biarkan kegelisahan itu tersingkirkan oleh kesibukannku saat ini. Percuma dipikirin, enggak akan kelar-kelar. Nanti aku akan coba mencari rencana lain agar kegelisahanku tersebut bisa teratasi.  

Proyek lain yang tengah berjalan adalah Komik Lemon Tea, aku membuat target tahun ini jilid pertema harus kelar. Saat ini sudah mencapai bab 6 judulnya ‘Rock You Like Hurricane’, secara garis besar menceritakan kegalauan Bung Kribo terhadap Sanasuke. Baru sampai storyboard level 1, iya nanti digambar ulang untuk mematangkan gambar dan cerita. Rencana lain yang sedang aku godok adalah komik ‘101 membuat komik’. Masih ditahap konsep dan corat-coret ide. Semoga saja segera tercerahkan.  

Apa lagi ya? Oh iya, aku ingin banget menulis banyak hal,namun sayangnya semangatku saat ini sedang meluap-luap di dunia gambar. Aku ingin menulis postingan berjudul ‘Reza dan Ripin’, dua sosok manusia yang menjemput maut di usia muda. Ada juga postingan berjudul ’40 Km/Jam’, kalau ini bercerita tentang kisahku saat belajar motor dan terjatuh di depan rumah. ‘Gembok Putih’, kisah sederhana mengenai gembok kontrakannya Bang Arum yang susah sekali untuk dibuka.


Kurasa seperti itu dulu. Nanti akan aku sambung lagi ketika badai kerjaan ini sudah agak mereda. Semangat gaes. 

Mujix
Ah, aku pengen liat lauuut.
atau kalo enggak pengen
nge-trip ke Bogor, 
Simo, 7 Januari 2015