Rabu, 21 November 2012

Rabu, 21 November 2012


Okeh, suara dengungan di komputerku makin parah, kayaknya bentar lagi mau melahirkan. Ah, acuhkan saja kalimatku barusan. Pokoknya ketika tulisan ini terketik, keadaan si kribo udah agak Lumayan, duitnya lumayan dan gantengnya tambah lumayan, andaikata suatu saat si kribo buka usaha warung, pasti namanya ‘warung makan lumayan’, ah makin gak jelas.  Malam kemarin  aku tiba-tiba aja kecapekan dan jantungku berdegup kencang banget. Ketauannya ketika balikin komik ke kuantum. Karena tiba-tiba aja kecapekan dan jantungku berdegup kencang, makanya hanya meminjam komik ‘Natane’-nya Adachi Mitsuru Vol. 4 dan 5 aja.

Beberapa bulan ini si kribo sedang kaya. Aku belanja banyak, mulai dari sepatu Air Walk baru, celana jeans, buku komik, buku motivasi, dan lain-lain. Kurasa pengeluaran semacam itulah yang membuatku mendadak menjadi miskin minggu-minggu ini. Ya elah, cuman kaya beberapa hari gitu deh.  Yuk cari uang lagi, nabung buat beli laptop:D.

Hmm,,, nulis apaan lagi yah, oh iya, aku bikin situs baru via tumblr (masih salah aja kalo aku nulis alamat ‘tumblr’ tanpa kopi paste, kasian ya aku ).  Sebuah Diari kecil untuk menampung ide-ide liarku yang belum terwujudkan dalam bentuk komik. Cerita sehari-hari sih, dengan tokoh utama si mujix kecil saat SMP. Lumayan seru kok, mampir gih kalo luang. 


DIARY HARI INI :)


Beberapa hari lagi aku akan mengupload sebuah cerita tentang lucid dreamku minggu kemarin. penasaran? Di tunggu dengan sabar ya. Tinggal beberapa paragraf kok, tokoh utamanya, guwe si cowok ganteng, bocah tengil, dan tentu saja si gadis berpayung pelangi. Heran, beberapa minggu ini aku sering mengalami mimpi yang benar-benar nyata dan bisa aku kendalikan (dan benar-benar aneh). Misalnya tadi malam, aku bermimpi di dunia ini ada organisasi rahasia yang mengendalikan manusia secara global melalui ciptaan hasil peradaban. Apabila ‘ciptaan hasil peradaban’ itu di konsumsi secara berlebih, akan ada satu bagian otak kita yang menguasai kesadaran bisa di kendalikan oleh mereka. Kerennya lagi, mereka bisa menguasai dunia dengan sangat mudah apabila ‘bagian otak’ seluruh manusia bisa di kendalikan, nah loh, mirip cerita ‘Freemason’, ‘Pagan’, dan ‘organisasi bawah tanah’ lainnya kan?

Ah, persetan dengan organisasi-organisasi tersebut, masih banyak list yang belum di kelarin.
hari yang menyenangkan adalah hari sabtu, dan hari ini bukan hari sabtu, tapi pasti akan menjadi hari yang juga menyenangkan:D

Beberapa hari ini (akhirnya) aku disibukan dengan revisi proposal perkuliahan. Proposal untuk Kerja Profesi (kayaknya sih) sudah beres, cuman tinggal tunggu konfirmasi dari Bu Dosen. Ada dua tempat yang menjadi incaranku, pertama sebuah Production House di Bogor dan Studio animasi di Yogyakarta. Pilihan yang menjadi prioritas adalah Production House di Bogor, hanya saja aku masih belum memberi merka tembusan secara langsung dari pihak kampus. Apabila aku bisa KP disana, akan ada banyak data yang bisa aku curi untuk bahan skripsiku. Seperti yang kalian ketahui aku adalah mahasiswa tingkat akhir yang hobinya galau sambil bikin komik. Saking lamanya, aku hafal semua dosen, hafal jalan menuju kampus, dan hafal harus sembunyi dimana kala dosen nanya lulus kapan dari kampus. Dulu aku ke kampus cuman untuk dua alasan, yang pertama numpang bayar semesteran, yang kedua numpang mandi di tengah semesteran. Sekarang udah mendingan, kadang main ke perpus buat cari-cari skripsi, kadang main ke akademik buat cari-cari dosen pembimbing, namun tujuan utamanya tetap satu, cari adik kelas yang manis. Ah entahlah

Demi melancarkan benda yang bernama ‘skripsi’, aku bahkan rela mendownload banyak ebook, memborong buku-buku di gramedia, dan berdiskusi dengan banyak teman untuk sekedar memantapkan tema. Setidaknya hari ini aku memiliki target yang asik untuk di wujudkan. Ada dua tema, dan masih di godok dengan ganteng. Job seperti desain kaos, ilustrasi cover, dan karikatur, tiba-tiba rame. Walau masih sekedar obrolan, sepertinya itu sebuah tanda kecil bahwa beberapa hari atau minggu ke depan aku akan cukup sibuk. Oh iya, aku mulai kembali ke komik idealisku, yah, sudah basi kayaknya, udah hampir setahunan gak kelar-kelar, emang gak niat sih. Namun sepertinya harus segera di kelarkan. Gak usah di target, tapi harus di kerjain. Dan tololnya lagi, sketsa dan bank ide untuk ‘lemon tea’ tiba-tiba aja ngilang. Entah nyemplung dimana, yah, akhirnya memulai dari awal. Tapi aku yakin, untuk kali ini pasti bakal lebih keren daripada yang udah ilang. Ini salah sati sampel storyboard dari chapter 4, sekali-kali di tampilin di sini gak papa kok. Untuk bab 4 ini, akan  ngobrolin sanasuke dan kisah permulaan si kribo jatuh cinta ma popok, sama ada banyak adegan kodok meloncat kemana-mana.




Mujix
pee baack boo!!!
aturan hidup nomer 1 adalah
Rahasiakan.
Solo, 21 November 2012



Senin, 19 November 2012

Tamu


“Hey!! Udah sarapan belum? Aku punya warung langganan baru yang akan membuatmu bersemangat hari ini” dia menunjukkan wajahnya di depan pintu. Terseyum, kemudian berdiri di depanku.

Okey, aku gak ngelindur, akan kupastikan. Kutusuk mukaku pake garpu. Yak, dan ternyata sakit. Berarti aku tidak bermimpi. Pagi ini mendung, berawan, dan segera akan turun hujan, namun kedatangannya yang tiba-tiba pagi ini membuatku tahu, betapa acuhnya aku terhadap hal-hal sepele semacam ‘pagi ini mendung’, ‘berawan’ ataupun sesuatu yang sering di sebut ‘segera akan turun hujan’.

Kalian masih belum tahu siapa dia? Iya sesosok manusia yang kusebut ‘dia’ itu telah membuatku jungkir balik selama 3 tahun ini. Cukup lama? Tentu saja cukup lama jika 3 tahun itu hanya kau gunakan untuk bengong kayak sapi ompong, meratapi masa lalu sambil joged ‘oppa gangnam style’, atau memacari banyak wanita hanya untuk menenangkan diri dari sesosok manusia yang kusebut ‘dia’.

Pagi ini dia berada di depan pintu kostku. Tersenyum, dan memandang mataku dengan penuh harap. Okey, kurasa aku benar-benar bermimpi. Kutampar mukaku pake sedotan. Yak, dan ternyata tidak sakit sodara-sodara. Kembali ke skenario semula. 5 menit yang lalu aku tersadar, ada 10 pesan masuk, dan 12 kali panggilan tak terjawab. Itu artinya dia berada di depan pintu kostku selama hampir 10 menit. Dan 10 menit itu dia sia-siakan hanya untuk menunggu makhluk primitive bernama mujix bangun dari tidurnya.

“Hey... Sorry tadi malam lembur, ada job komik dari dinas yang deadlinenya bikin gila nyampe pengen ber Henshin menjadi kamen rider kataku sambil melangkah keluar kost.

“Kamu gak menyuruhku masuk kedalam?” Dia menunjuk kearah kamarku.

“Jangan deh. Kasihan kamu malah. Kemarin abis ada orang utan lepas dan lari-larian di kost ini, kata si agung, orang utan itu ngumpet di lemari bajuku. Kan kasihan kamu.” Aku menakut-nakutinya sambil berpose seperti orang utan kena penyakit rabies.

Nguk!! Nguk!! Nguk!!!
Dia bengong.

“Ahahahaha bohongmu garing banget sih?
Kami terdiam untuk beberapa saat, sangat lengang. Dia adalah cinta matiku selama ini, aku pernah menganggapnya ‘tuhan kedua’ setelah tuhanku. Dia adalah sesosok wanita yang bisa menyebrangi alam semesta dan membuatnya penuh dengan pelangi.

“Aku minta maaf”
Akhirnya kata-kata itu meluncur dari mulutku. Matanya memandangku penuh dengan tanda tanya. Sepertinya kisah ini memang belum berakhir hingga hari ini.

“Minta maaf untuk apa?” Dia balik bertanya sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.

“Aku minta maaf, karena mukaku masih ngantuk dan belum mandi”
Dia melotot. Dengan muka memerah dia mencubit lenganku.

“Aah!! Gak penting banget sih, sana gih mandi dulu!!”
Aku tertawa lepas melihatnya kesal.

“Gak adil kalo hanya aku yang berantakan. Rasakan ini!! Hiat!!!” Aku mengacak-acak rambutnya dengan liar, dia meraung-raung, sesekali mecubitku, kemudian mendorongku, kemudian kita tertawa bersama-sama. Pagi ini benar-benar menyenangkan. Okey, aku gak ngelindur, akan kupastikan. Kubenturkan mukaku ke tembok. Yak, dan ternyata sakit. Berarti aku tidak bermimpi.

“Hey, gimana? Udah sarapan belum? Yuk ke warung langgananku yang baru”
Aku terdiam sejenak, aku tahu dia adalah cinta matiku selama ini dan aku pernah menganggapnya ‘Tuhan kedua’ setelah Tuhanku. Namun semenjak dia memutuskan untuk menikah, aku bertekad untuk tidak bermimpi lagi. Setidaknya mulai hari ini.

“Maaf, aku udah sarapan. Tadi malam aku mendapat oleh-oleh pisang dari kawanan orang utan yang menumpang di lemari bajuku” ini adalah kebohonganku yang kedua hari ini. Bohong banget. Dan garingnya minta ampun.

“Kamu kalo bohong gak pernah lucu ya”

“Sory ye, sejak kapan aku jadi orang lucu. Aku kan orang yang sangat serius” kataku sambil mendenguskan nafas dan memandang ke langit.

‘Sangat serius’ adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kegilaanku padanya. Kurasa bukan hanya ‘sangat serius’, sudah sampai tahap galau akut yang setiap waktu bisa membuatmu kejang-kejang gara-gara kangen mendadak.

“Hahahaha iya, serius kalo sedang pingsan” dia tergelak penuh tawa
Mending pingsan dari pada galau akut terus kejang-kejang gara-gara kangen, pikirku.

“Iya deh, kalo kamu udah sarapan pisang. Aku gak maksa kok.”
Dunia ini mendadak bergerak perlahan kembali, tak ada senyap atau lengang yang sedari tadi menguasai. Kehidupan sepertinya hanya berlalu sekejap.

“Duluan ya, sampai ketemu di tempat kerja”
dia beranjak dari pintu kostku, melangkah kemudian menghapus air matanya yang mengalir perlahan. Aku sudah bilang kalau dia menyebrangi alam semesta dan membuatnya penuh dengan pelangi? Dan dia melakukannya lagi pagi ini.

Dia benar-benar pergi. Dia meninggalkan sepotong pelangi untuk diriku pagi ini. Kucubit pipiku. Yak, dan ternyata sakit. Berarti aku tidak bermimpi. Semuanya memang bukan mimpi.


Mujix
I need a Miracle now
Solo, November 2012


Selasa, 06 November 2012

Loser


pecundang itu ketika kau datang ke pembukaan pameran udah mandi dan tapi lupa gak pake parfum 

pecundang itu ketika kau datang bersama cowok ke pembukaan pameran yang juga penuh dengan cowok 

pecundang itu ketika cowok yang datang bersamamu tiba-tiba minta di anterin ke toilet 

pecundang itu ketika kamu galau mendadak kemudian loncat-loncat di atas wastafel kamar mandi sebelum pameran 

pecundang itu ketika kau bangun jam 6 pagi, namun baru mandi jam 6 sore, dan baru pake parfum abis selesai pameran 

pecundang itu ketika kau teringat mantan calon pacarmu di tengah pameran 

pecundang itu ketika kau (tidak) berlama-lama memegang tangan calon pacarmu ketika pameran  

pecundang itu ketika kau hanya bisa melihat calon pacarmu sedang tersenyum dari kejauhan 

pecundang itu ketika kau mengacuhkan calon pacarmu demi bercengkrama dengan banyak cowok 

pecundang itu ketika teman cowokmu mengajak berfoto gaya 'chibi' di depan calon pacarmu 

pecundang itu ketika kamu ngetweet tentang 'kepecundanganmu' hari ini 

pecundang itu ketika kamu ngetweet tentang 'kepecundanganmu' hari ini trus ditertawakan oleh  

pecundang itu ketika kau galau kemudian nyanyi lagunya 'westlife' sambil teriak-teriak di tengah malam 

pecundang itu ketika kau galau kemudian nyanyi lagunya 'cherrybelle' sambil teriak-teriak di tengah malam 


Mujix
Pecundang itu ketika 'copy' tweet
kemudian 'paste' di blog
lalu dishare di Facebook
06, November 2012

Jumat, 02 November 2012

Tangga Kedewasaan

Oda Tobira membuat manga yang cukup aneh, freak, dan mempunyai strorytelling yang 'acakadul'. ke-'acak-acakan yang amburadul'-an seorang Oda terlihat kala dia mempermainkan beberapa karakter di manganya yang berjudul Tomo'o, sebuah manga yang dipublikasikan pertama kali  oleh Shogakukan, Jepang pada tahun 2009. Shogakukan adalah 'Giant publisher' yang sangat berkompeten menerbitkan top manga di Jepang (tentu saja bersaing secara  ketat dengan Shonen Jump-nya Shueisha  ). Di Indonesia, manga bergenre drama kehidupan sehari-hari ini di terbitkan oleh Level Comic, salah satu penerbit yang fokus dalam menghadirkan komik-komik bertema dewasa dengan alur cerita yang lebih kompleks. Cara Oda Tobira dalam bertutur melalui manga yang aneh, freak, dan acakadul menjadi poin penting untuk disimak di tiap chapternya. Ada salah satu chapter dimana kita bisa melihat ketidak normalan Oda Sensei, bagian itu adalah Chapter 13 yang berjudul 'Menapaki Tangga Kedewasaan' di jilid 14.

sejak panel pertama, penggambaran dunia nyata menjadi sangat kabur. kita di ajak untuk terjebak sejenak dengan gerombolan anak yang terdiam menghadap pembaca di sebuah tempat gelap dengan tangga-tangga kecil. susunan tangga-tangga itu mengarah keatas dan berakhir di sebuah pintu berbentuk persegi panjang dengan ujung setengah lingkaran di atasnya. secara umum dalam chapter ini, beliau masih menggunakan alur cerita tiga babak. pembaca akan di suguhkan awal permasalahan mengenai seorang ibu guru yang tengah putus asa gara-gara tidak bisa berputar di palang. kemudian si Tomo'o Kinoshita, sang tokoh utama yang bloon, mengomentari adegan tersebut dengan hinaan, dan komik ini segera menjadi absurd ketika Keriko (Teman Sekelas Tomo'o) memaklumi kesalahan Ibu guru tersebut. kemudian adegan langsung berpindah ke panel segerombolan anak, dan si Keriko berjalan menapaki tangga hingga memasuki pintu berbentuk persegi panjang. itulah keanehan Oda Tobira dalam menggambarkan transisi menuju kedewasaan seseorang.



ini verita lain namun masih dalam chapter yang sama. salah satu dari segerombolan anak tersebut ada yang bernama Yoshinobu, dia bisa di bilang anak yang sama O'onnya dengan Tomo'o. ada adegan dia bertemu dengan seorang bapak tua tetangga sebelah. terlontarlah sebuah Jokes tentang 'penghisap debu' dan persoalan 'kejujuran seorang anak'. si bapak tua kemudian berkata bahwa dia bilang katakan jujur kenapa kau merusakkan penghisap debu itu' kemudian si bapak tertawa. satu hal yang bisa di ketahui, ternyata dia sedang melakukan Dajare, sebuah komedi adalah permainan kata dalam bahasa Jepang. Dajare terdiri dari dua kata da  dan share 洒落. Konon awalnya dajare adalah sesuatu yang intelektual karena memainkan kata-kata yang bunyinya mirip/sama namun ditulis menggunakan huruf yang berbeda. namun jokes plesetan itu tidak bisa membuat gerombolan itu tertawa. mereka terdiam beberapa saat, hingga akhirnya Yoshinobu terpaksa tertawa untuk menyenangkan hati bapak tua itu.

seperti yang bisa di tebak, Yoshinobu juga berjalan menuju pintu dunia orang dewasa.

satu chapter itu berisi tentang kejadian-kejadian sederhana mengenai 'pendewasaan' dari sudut pandang anak-anak. adegan-adegan di dalam komik itu bergerak dengan dinamis, kita di ajak untuk berbicara tentang 'dunia orang dewasa' secara tersirat. pelan, dan bahkan cukup kabur. alur 3 babak yang dia mainkan di dalam manga ini (Khususnya Chapter 13 yang berjudul 'Menapaki Tangga Kedewasaan' di jilid 14) juga tak berakhir dengan antiklimaks, tak ada penyelesaian yang jelas, mengambang dan seakan mengatakan kepada pembaca bahwa hidup itu tak sesimpel 'sinetron atau novel roman'. namun seaneh apapun Oda Tobira menjalankan dunia Tomo'o, ada satu yang pasti. dia adalah mangaka yang sangat menguasai storytelling, struktur naratif, dan tentu dia sadar akan Orientasi sebuah 'tema' yang mengacu pada 'kompleksitas dunia dewasa melalui anak-anak' dalam sebuah manga yang berjudul Tomo'o. 

dunia dewasa adalah dunia yang penuh kepalsuan, namun diantara kepalsuan-kepalsuan itu kalian akan bisa menemukan kebenaran akan kesadaran sebagai makhluk Tuhan.




Mujix
ketika aku terjatuh dari
Tangga Kedewasaan tadi malam
aku belajar satu hal,
selesaikanlah apa yang sudah kamu mulai"
Solo, 02 November 2012