Minggu, 24 Juni 2012





Mujiyono (Mujix): Komik Dadi Wahana Sosial Lan Kritik

 | Dilihat: 162 Kali




Rambute kriting, awake kuru, senenge nggambar komik. Mujiyono, mahasiswa jurusan Televisi Fakultas Seni Rupa ISI Solo iki wus telung taun dadi komikus. Wus pirang-pirang adicara pameran komik ing Solo kang dieloni dheweke. Karya komike akeh kang ngangkat prakara urip. Bisa saka kahanan ing kampus, para kanca lan mahasiswi, tekan warta pulitik. “Kabeh tema kang diangkat tetep bisa gawe guyu lan bisa kanggo panglipur,” ujare Mujiyono nalika ditemoni Espos,Selasa (12/6).
Dheweke uga ana ing pepanthan komik Solo kang jenenge Komisi Solo. Ing pepanthan iku, para mudha-mudhi kang seneng nggambar bisa melu nyemplung ing pepanthan iku kanggo ngudarasa lan sinau babagan komik. Komik yakuwi gambar kang duwe crita. Bisa diarani komik nalika ana paling sithik rong kothak gambar kang duwe crita. “Komik ing Solo wus akeh sing seneng, ananging durung kaya Jepang. Ing kene isih kanggo klangenan lan seneng-seneng, uga kanggo golek sedulur,” kandhane wong Simo, Boyolali iki.
Saiki, dheweke lagi coba ngrampungake buku komik kang cacahe ana satusan lembar. Komik iki, ujare, bakal didol ing pasaran. Nanging saiki, kanoman 24 taun iki dadi komikus freelance ing koran lan majalah ing Solo lan Jakarta. “Asile lumayan, kena kanggo nambah sangu,” kandhane Mujix, celukane.
Miturut Mujix, sejatine para komikus ing Solo ora mung nyonto komik saka Jepang lan Amerika, ananging uga wus padha gawe komik kanthi crita wayang. Wayang bisa luwih ditampa dening bocah enom nalika ana medhia kang luwih apik, salah sijine komik. “Saben komikus duwe kapribaden beda-beda, ana sing seneng nggambar wayang, uga ana sing realis,” jlentrehe Mujix. 

Mujix
akhirnya komik "unyil: other story" siap diupload,
kapan? bentar, masih stress dan pusing gak
jelas nih :|
huft
Solo, 24 Juni 2012


Senin, 18 Juni 2012

All Iz Well!!

Manusia terlahir tanpa tahu untuk apa dia terlahir, tiba-tiba dia hidup di dunia yang serba pragmatis. Tiba-tiba dia dihadapkan dengan dunia yang hingar bingar akan keinginan manusia. 

Apakah kalian dapat mengingat fase-fase sebelum kalian berusia 2 atau 3 tahun. Kurasa cukup sulit. Sama sulitnya ketika kalian mencoba memahami dunia nyata. Tak dapat di punkiri, aku pun termasuk manusia yang mengalami fase dimana manusia terlahir tanpa tahu untuk apa dia terlahir. Cukup lama. Setidaknya hingga aku menulis tulisan ini, aku masih sering merevisi berbagai hal yang ada di dalam hidupku. Nafasku masih tergesa-gesa mencoba menenangkan alam semesta yang bergolak lepas kendali. Pintu itu aku banting tanpa sengaja, seakan menandakan emosi yang tak tertahan dan terluap dengan paksa. Kalian tahu? Kadang kala aku ketakutan dengan diriku sendiri. Sepertinya kutipan Sang Nabi tentang “Musuh terbesar” adalah diri sendiri benar-benar nyata beberapa hari ini.


“musuh terbesar” itu kadang kala berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Sesekali “Musuh terbesar”  itu berwujud kebisingan di malam hari, mereka mengacaukan harimu dengan menghilangkan ‘Flash dish’, ‘dompet’, atau semacam ‘seseorang yang mengacuhkanmu ’ hingga membuatmu muak untuk menulis sebuah postingan seperti ini. Dilain waktu “Musuh terbesar” akan menarik tubuhmu dengan tentakelnya yang berwarna hitam legam, namun penuh dengan cairan lender berwarna merah pekat, oh iya jangan lupakan dengan raungan negative semacam ‘dasar pecundang’, ‘brengsek’, dan kata-kata umpatan lainnya. Kalian tahu? Ketika tentakel tersebut berhasil menyeretmu kesebuah tempat yang gelap, maka tidak ada yang bisa menolong lagi kecuali “Kawan terbesar”-mu yang lain bernama diri sendiri. Bisa di bilang, hidup kita hari ini adalah pertentangan antara “Musuh terbesar” dengan “Kawan terbesar”.


Emosi dan perasaan tersiksa muncul karena ada keinginan yang tidak terpenuhi, kata-kata ini terngiang-ngiang semenjak aku mencoba belajar tentang Zen dan Budhisme (jangan tanya seberapa dalam ya). Asal mula penderitaan juga terpaparkan dengan jelas di berbagai kitab suci. Berbagai macam latar belakang, sebab, asal, komposisi, akibat, dan bla-bla-bla lainnya yang berkaitan dengan kesengsaraan manusia, pasti tak akan terlalu jauh dengan keinginan akan dunia. Semua agama mengamini itu.


“Musuh terbesar” dengan “Kawan terbesar” adalah sebuah mata logam yang berlainan, seperti siang dan malam, dosa dan pahala, yin dan yang, bla bla bla. Di dalam ajaran islam, ketika kalian merasa marah akibat pergolakan batin antara “Musuh terbesar” dengan “Kawan terbesar”, segeralah berwudlu. Ajahn Bram dalam bukunya ‘si Cacing dan Kotoran Kesayangannya’ menyarankan untuk hening dan bermeditasi. Bukan untuk mencari solusi antara “Musuh terbesar” dengan “Kawan terbesar”, namun lebih ke sebuah tindakan agar kita bisa mendamaikan mereka dalam satu benda yang bernama jiwa manusia.

Mujix
all iz well!!
terimakasih untuk semua hal yang telah terjadi
dan aku siap untuk semua hal yang akan terjadi
Solo,18 Juni 2012





Jumat, 15 Juni 2012

aku dan balon berwarna hijau


sore tadi aku melihat balon berwarna hijau, dia melayang-layang pelan membelah langit. aku yang biasanya pasti akan segera mengacuhkan balon tersebut dan segera berlalu untuk melanjutkan aktivitasku, namun tidak untuk sore tadi. aku menghentikan kehidupanku sejenak, melihat benda berwarna bulat dengan benang itu meliuk-liuk lemah mengikuti angin dan terus saja menuju keatas. angin memang bertiup cukup kencang, sesekali jaketku berkibar, dan tak jarang bersama angin yang bertiup itu akan ada selusinan debu bersemayam diantaranya. menyebalkan memang.

seketika aku berpikir, siapakah pemilik balon itu? jangan-jangan saat aku sedang bengong melihat benda tersebut ada seorang anak TK sedang menangis mencarinya, atau mungkin balon itu pemilik abang-abang penjualbalon kelilingyang tengah pusing memikirkan tunggakan kontrakan yang belum lunas. andaikata mau sedikit romatis, balon tersebut adalah tempat surat cinta milik seorang pemuda yang tengah di mabuk asmara. ah entahlah...

kalian tahu, walau terombang-ambing oleh angin balon itu terus saja melayang menuju keatas. angin dan debu hanya merubah arah dan membuatnya makin sulit di tebak kemana balon itu akan berjalan (atau terbang soalnya balon itu gak mempunyai kaki). okey, cerita kulanjutkan. suatu ketika balon itu tersangkut di sebuah palang besi di sebuah gedung berlantai empat, yah, tersangkut dan dalam keadaan terombang-ambing seperti itu membuatku sedikit berpikir tentang banyak hal. balon, dan tali tersebut hanya bisa bergerak senti demi senti, inci demi inci. cukup lama balon itu bergerak dalam pola yang statis, kurasa balon itu akan terus berada di titik itu untuk selamanya. namun aku salah, sejenak kemudian balon itu tiba-tiba bergerak liar. ya, angin besar datang lagi, angin yang menandakan akan ada hujan menyiksa sang bumi.

saat itu, balon berwarna biru itu bukanhanya bergerak senti demi senti, dia bahkan berpindah tempat secara ekstrem, dan tiba-tiba, pats, tali berwarna coklat itu terlepas sejenak. terlepas, dan balon itu segera saja membumbung tinggi meninggalkan tatapan mataku yang sedikit takjub. benda itu menghilang, semakin kecil, dan kurasa dia melanjutkan petualangannya di atas sana. aku hanya terdiam saja melihat persitiwa tersebut, sangat remeh, dan kurasa bagi dunia yang super sibuk itu, persoalan balon tersangkut dan terbawa angin bukanlah sesuatu hal yang penting.

namun, lagi-lagi insting kepekaanku untuk belajar dari kehidupan sekitar bangkit lagi, aku segera saja menganalogikan balon itu dengan mahkluk tuhan yang bernama manusia.

bukankah kita semua mirip balon itu? kita hidup terus menuju 'keatas', sesegera mungkin, dan kadangkala sesekali kita akan tersangkut di beberapa cabang pohon, atau mungkin yang paling ekstrim kita akan tersambar petir. ketika mengalami beberapa hal yang bersifat 'tersangkut' dan menunggu untuk terlepas, maka akan ada angin besar yang akan menerpamu hingga kau terjungkal dan berpindah situasi yang sangat berbeda. tentu saja, kita akan kembali kebawah, kembali ke atas tanah. semoga saja sebelum kita menjadi 'balon kempes' kita telah memberikan banyak keceriaan untuk pemilik balon, atau setidaknya memberikan ilmu seperti aku yang melihat balon tersebut.


mujix
ada mbak-mbak jualan balon
yang mukanya mirip anissa ceribel gak sih?
kalo ada aku mau pesen satu. gak pake saos ya :)
12 Juni 2012

Minggu, 10 Juni 2012

Ujian Sekolah dan Hari Ini

beberapa minggu yang lalu banyak kawan-kawan SMA (atau mungkin dedex munyu-munyu) merayakan keberhasilan hasil ujian mereka dengan sangat ramai. selain corat-coret baju ada juga yang corat-coret anak sekolah lain dengan kayu dan bogem mentah. kalian tahu apa yang aku bicarakan kan? iya dalam postingan nan ganteng ini kita akan mempersoalkan dengan gaul mengenai dunia pendidikan dan sistemnya di Indonesia melalui sudut pandang seorang mahasiswa kambuhan berambut keriting bernama mujix. here we go:D

***
Namanya Pak Bunga (bukan nama sebenarnya), sesosok guru di sebuah sekolah dasar itu tiba-tiba muncul membawa sepotong karton. Dia berdiri clingak-clinguk mencurigakan sambil kadang-kadang duduk staycool di sepeda GL-nya. Ketika keadaan mulai lengang, dan pengawas dari beberapa SD lain mulai lengah, dia mengangkat karton tersebut dengan tergesa-gesa. Aku tidak sadar hingga temanku yang bernama Kumbang (juga bukan nama sebenarnya) mencolekku sambil berkata lirih

“yoon, kae jawaban nggo pelajaran iki!!”

Ctik, aku kaget, dan segera menoleh ke arah yang di tunjuk Si Kumbang (namanya aneh banget). Saat itu terlihat Pak Bunga menunjuk papan karton itu dengan sangat bersemangat. Astaga, ternyata di papan tersebut tertulis jawaban untuk ujian akhir kali ini. Kontan saja seluruh kelas tiba-tiba heboh, bahkan Si Madu (masih bukan nama sebenarnya) yang pendiam berkulit item itu sampai melotot dan menjulurkan badannya kayak ular kobra mau hamil ke arah jendela.


Aku diam, menghembuskan nafas sejenak kemudian menoleh ke arah teman-teman kelompok belajar bersamaku. belum selesai kami mengerjakan beberapa soal, punggungku di colek Si Mawar (tentu saja nama palsu ), Si Mawar adalah kakak tingkatku di kelas ketika aku masih duduk di kelas 4 SD, dia tidak naik kelas dikarenakan belum bisa membaca dengan lancar. Akhirnya, pada saat kenaikan kelas, dia terpaksa ‘nongkrong’ sambil mengulang mengeja huruf ‘A’ sampai ‘Z’ di kelas 5.


Si Mawar mencolekku perlahan, aku menoleh, aku menatap dia dengan seksama, owh, ingus di hidungnya mulai kering. 2 detik kemudian, ingus itu membentuk angka sebelas dan segera membuatku tersadar untuk segera mengalihka pandangan ke matanya (atau setidaknya mengalihkan pandangan ke langit-langit, kalau tidak kualihkan kurasa aku tidak akan bisa menulis postingan ini).

“yoon, iki jawaban soal sruuut... soko Pak Melati (oke sudah kuputuskan, nama palsu untuk postingan kuambil dari dunia Flora dan Fauna ), wis digarap kabeh sruuuut” kata Si Mawar sambil menghirup ingus yang mulai meler.


“kowe entuk iki soko ngendi?” tanyaku perlahan (tentu saja sambil mengacuhkan ingusnya)

“mau Pak Melati nguncalke jawaban soko jendelo, ndang cepet di tulis, selak konangan pengawase” tukas Si Mawar (pistol dan mawar di gabungin jadi nama ben “GUNS N ROSES”) sambil mengulurkan secari kertas kepadaku.

Kupandangi benda itu dengan gamang, pak pengawas malah sok sibuk dengan map-map biru berisi soal ujian, andaikata di jaman sekarang kurasa pengawas tersebut bakal up date status FB gini “ehhmmm, 4kkuh cp3g niiih nungguind cisw4-ciswi ujiand, p3ng3en nuphy di humz niii”, gak gak gak kuat, gak, gak, gak level #langsung nyanyi lagunya seven Icon.


aku menoleh kembali ke arah kelompok belajarku, Mereka memandangku dengan penuh pertimbangan. Akhirnya kami semua tersenyum dan kemudian melanjutkan mengerjakan semua soal ujian tersebut.


Kurasa kalian bertanya-tanya, tentang Apakah aku menyontek jawaban Pak Bunga yang dia tempel di karton. Okey akan aku jawab, aku menyalin semua jawaban itu di meja ujian, tentu saja dengan mengganti jawaban itu dengan kode-kode ku sendiri. Kemarin malam kami memang sepakat, untuk mengerjakan ujian kali ini dengan sepenuh hati dan sungguh-sungguh. Kami kompak, untuk tidak menyalin jawaban dari manapun kecuali soal tersebut benar-benar sulit dan membuat kami stress di akhir waktu ujian.
***


Hari itu adalah malam sebelum ujian EBTANAS ( singaktan dari Evaluasi Belajar Tingkat Akhir Nasional), dan beberapa kawan telah stand by di rumahku yang berbentuk joglo. Malam itu kami sudah sangat kelelahan, beberapa buku kisi-kisi EBTANAS telah kami kerjakan dengan susah payah, bahkan demi nilai dan kelulusan yang memuaskan aku dan kawan-kawan telah melewatkan petualangan Kera Saktinya Sungokong dalam perjalanan menuju ke barat bersama Tong Sam Cong CS di TPI. Kelompok belajar nan ajaib ini terdiri dari 3 orang.

anak pertama bernama  Wahyono, dia anak kampung sebelah, rumahnya yang dipinggir jurang itu kadang membuat Mujix kecil bergidik ngeri dan sering memilih mengambil jalan memutar. Selain berkepala plonthos dan doyan nyengir kuda, doi sangat ahli dalam membaca Al Quran, anak TPA yang aktif, hobi adzan maghrib. Ngomong-ngomong soal kepala plonthos, teman-teman sekelas sangat nafsu untuk mengelus ‘benda itu’ sebelum masuk kelas, katanya sih bisa membuat kita jadi cerdas (tentu saja mujix kecil juga ikutan mengelus). Nama julukannya ‘Prototolo’, diambil dari lirik lagu bahasa jawa yang dulu ngehit di kalangan anak kampung.


Cowok nomer dua bernama Tri Santoso, teman-teman sekelas memanggilnya ‘Trimbel’, aku lupa sejarahnya kenapa si doi mendapat julukan tersebut. Si Trimbel ini sangat suka ‘lumban’ (mandi di kali yang biasanya gak pake sabun, odol, dan celana dalam. Jadi ketika si Trimbel ini loncat dari tebing dekat hulu sungai, maka akan ada slow motion ‘gajah kecil’-nya terayun-ayun ke berbagai arah), doi pintar berenang, pintar mengambang, walau kadang dia suka jadi kambing hitam ketika acara lumban itu berlangsung (soalnya untuk anak kecil berenang di kali luar kampung sangat dilarang), walau belagunya minta ampun , yang pasti doi adalah bocah yang aktif dan periang, sangat pintar bermain bola dan menjadi striker handal di setiap pelajaran olah raga. Dan si mujix, menjadi pemain kasti yang handal di kelompok perempuan setiap pelajaran olah raga. gak gak gak kuat, gak, gak, gak level #langsung nyanyi lagunya seven Icon.


Terakhir Ada mujiyono, anak berambut keriting pecinta acara kartun Dragon Ball dan addict sama program acara masak memasak 'AROMA bersama bu Sisca Soewitomo' ini sekarang sedang duduk di kelas 6 SD, masih suka minggat ketika ortunya mau balik ke Bogor, katanyan sih takut nangis. Makanya mending minggat saja. Rekor terakhir, doi minggat ke ruang kelas 5 dengan mencongkel jendela dan menggambar sampai mampus di papan tulis. Nama julukannya ‘Chiki’, cowok kriting dulu sempat kecanduan snack ‘chiki balls’ gara-gara mainan atau tato didalamnya. Intensitas dan frewkwensi pembelian chiki yang gak normal bual anak seusiannya ternyata membuat pemilik warung menjulukinya ‘chiki’. Nama itu masih ngetren hingga doi lulus SMP.


Selain mengerjakan kisi-kisi dari buku EBTANAS yang aku dapat dari kakakku, kami juga menghafalkan banyak hal. Mulai istilah, peristiwa sejarah, rumus-rumus membingungkan nan ruwet, hingga kadang-kadang bercerita tentang episode Dragon Ball yang paling baru. Sebagai pemegang peringkat satu di kelas (setelah mengalahkan mantan juara dari kampung sebelah), mujix dipaksa untuk ikut kelompok belajar tersebut. ya udahlah, gak papa, itung-itung dapat teman tidur untuk beberapa malam. Malam ini adalah malam terakhir untuk belajar kelompok, dan kami hanya duduk-duduk santai sambil mengobrol sedikit tentang ujian besok. Setelah membicarakan banyak hal, sebelum pulang ke rumah masing-masing kami berjanji.

“pokoknya kita semua harus lulus, gak boleh gentar, dan andaikata sampai akhir waktu ujian masih yang belum di selesaikan, kita semua harus saling bantu. Okey!!” teriak si trimbel sambil mengacungkan pinsil ke udara dan di sambut teriakan kami bertiga “uooohhhhh!!!!!” #sambil salto

***

Kalian tau apa yang terjadi, setelah peristiwa pelemparan jawaban dari Pak Melati dan papan kartonnya Pak Bunga, kami semua hanya menyalin beberapa saja. Aku, trimbel, dan Prototolo mengerjakan soal dengan sebisa mungkin. Kami lulus sekolah dasar dengan gemilang, Memang kami tidak memperoleh peringkat tertinggi dalam ujian, namun setidaknya kami berusaha semaksimal mungkin dalam menghadapi sesuatu. Kurasa, masalah pelemparan jawaban dan papan karton itu menjadi peristiwa pertama yang dialami Mujix perihal kebrobrokan sistem pendidikan di indonesia.

Sejak kapan pendidikan di indonesia mulai gak jelas? Tentu saja sejak para pelaku dan pakar pendidikan membuat sitem peringkat dan metode pengajaran yang kacau. Err... kalian gak terima kenapa aku mengatakan sistem peringkat itu sistem yang kacau? Baca terus deh :)

***

Ketika SMP, metode pengajaran yang sangat kacau balau itu mulai terlihat. Jika dulu ketika SD jaraknya cuman 30 meter dari kamar tidurku, sekarang Aku bersekolah di SMP yang berjarak 3 KM. Ada beberapa hal yang kupahami di sekolah SMP tersebut, salah satunya adalah perhatian guru terhadap muridnya. Akan kuceritakan sedikit kepada kalian.

Kelasku sekarang sudah sedikit lebih besar di banding ketika SD dulu, oh iya ceweknya juga makin banyak. Jika dulu di belakangmu ada si Bunga yang beringus angka 11, maka sekarang di sekelilingmu ada wanita-wanita cantik yang membuatmu kaku bagai angka 11. Yak, kalian benar. Para cewek SMP sudah mulai belajar tentang make up dan begaimana terlihat cantik di kaum adam, dan para cowok di SMP sudah mulai belajar, bahwa belagu adalah cara yang paling cepat untuk mendapatkan para cewek SMP yang sudah terlihat cantik gara-gara mulai belajar make up.Kelas 1 SMP adalah masa-masa mujix mengenal cewek dan beranjak menuju tahap yang bernama ABG. Aku satu sekolahan sama Si Trimbel, sedangkan Si Prototolo sekolah di SMP Islam tak jauh dari rumahnya.


Guru adalah sesosok pengajar absolut penguasa semua ilmu ketika dia berada di ruang kelas. Dia adalah dewa ilmu bagi semua murid-muridnya. Dan sebagai dewa tentu saja dia harus memberikan ilmu yang sama dan merata (entah dalam wujud dan cara apapun) buat semua pengikutnya. sayangnya, konsep dewa itu ternyata tidak terlalu berjalan di di Indonesia. Aku berada di kelas 1D, bisa di bilang secara level katanya sih paling rendah. Satu kelas biasanya di isi 30 siswa ( kalau sampai diitung ternyata lebih dari 30, biasanya sisa lebih itu kalo gak kucing atau satpam yang nyamar jadi anak SMP), tentu saja diurutkan berdasarkan abjad. Selamat buat nama sebangsa Agung, Antok, Awan, dan Amir, mereka biasanya menempati absensi awal, sperti tradisi kelas nama-nama yang muncul di awal biasanya mendapat porsi yang lebih banyak untuk di ledek di depan kelas ataupun di suruh maju buat menyanyikan lagu-lagu saat kelas kesenian. Konsep dewa yang kacau itu mulai berlaku ketika para guru sudah mengenal prilaku dan kelakuan ke 30 siswa d dalam kelas.


Secara status sosial, ruang kelas di bagi menjadi 3 kelompok. Sistem kasta tersebut biasanya muncul ketika usai pembagian rapor di caturwulan pertama. Status pertama aku menyebutnya 'Kelompok Anak Pandai', di dalam kelompok ini banyak cowok-cewek pintar pemegang rangking 1-5. Kelompok ini mendapat perhatian penuh dari para guru, memasuki kelompok ini sama saja memasuki kelompok prestisius dalam sebuah masyarakat. Menurut guru-guru tersebut, kelompok inilah yang akan membangun Indonesia.


Kelompok kedua adalah 'Kelompok Anak Bengal', ini adalah kelompok yang isinya gak jelas. Kalo di anak pandai banyak pemuda-pemudi harapan bangsa, maka di kelompok ini banyak pemuda-pemudi garapan bangsa. Yah bisa di bilang makhluk-mahkhluk di kelompok ini sebangsa hewan protozoa kalo kumat suka lari-larian di atas genteng, ramenya minta ampun, andaikata idup dijaman sekarang mereka adalah orang-orang yang suka makan sosis sonice sambil dengerin SNSD dan tentu saja kelompok ini mendapat perhatian yang super duper penuh dari para guru (terutama guru BP). Memasuki kelompok ini kayak masuk ke sarang penyamun (atau sarang banci di Taman Lawang). Menurut guru-guru tersebut, kelompok inilah yang akan menghancurkan mental indonesia.


Kelompok ketiga adalah kelompok anak biasa, tempat ini nongkrong anak-anak yang biasa, anak-anak yang suka bengong, gak pintar, dan tentu saja kelompok ini biasanya di acuhkan oleh peradaban belajar mengajar waktu SMP. Yak tebakan kalian benar, mujix masuk di kelompok ini.

Sistem ini berjalan terus hingga kalian memasuki masa SMA, dan akan terus berlanjut di dunia nyata. Hanya saja ketika kalian berada di dunia nyata, pengelompokan status ini menjadi kabur dan semakin hilang.

Salah satu guru yang sangat mengacu sistem metode pengajaran ruang kelas di bagi menjadi 3 kelompok ini adalah Bu Lembu (nama disamarkan), beliau adalah guru Bahasa Indonesia. Aku bertemu Bu Lembu ketika kelas 3 SMP, saat itu aku masih tetap bangga berada di 'Kelompok Anak Biasa' (bahkan saking biasanya aku menambah porsi bengong gak jelas pada jam istirahat), ternyata kepandaiaanku saat SD sangat kalah telak di SMP ini. Jangankan untuk memasuki peringkat 5 besar, menuju 15 besar saja harus belajar mati-matian..


Kelompok anak pandai di kelas 3 ini dipimpin oleh Pikachu (yang ini nama julukannya), yak, dia cewek jenius yang membuat mujix kecil klepek-klepek di postingan ‘pikachu’, kalian masih ingat bukan? kalo gak inget bisa segera lari kesini: megamendungkelabu.blogspot.com/2011/11/pikachu-i.html

Aku dan pikachu adalah duo maut dari dua kelompok status sosial, kalau berada di dekatnya aku suka lompat kelompok menjadi cowok kribo nakal ala kelompok anak bengal. Bu lembu sangat suka memuji Si Pikachu (dan tentu saja kelompok anak pandai), beliau sering kali memberikan penjelasan yang sangat jelas kepada mereka, memberi perhatian, senyum dan tentu saja cinta kasih pada mereka. Untuk si kelompok anak bengal dan anak biasa, hanya penjelasan dingin semata. Cukup nyebelin juga sih, tapi buat Mujix dan kelompok anak biasa, hal itu bukan masalah besar.

Misi hari ini meraka cuman satu, menjalani hari ini dengan biasa. Semenjak saat itu bu lembu dan rekan-rekannya mengajar kelas kami dengan sistem hierarki 3 kelompok. Sebuah sistem berdasarkan peringkat yang cukup membuatku malas untuk berangkat sekolah dengan semangat. waktu terus berjalan....


***

Pagi itu adalah hari pengumuman hasil try out UAN di SMP-ku. hari ini 9 bulan semenjak bu lembu dan rekan-rekannya mengajar kelas kami dengan sistem hierarki 3 kelompok. Gara-gara kelamaan nongkrong disawah (gara-gara uang saku yang sangat minim, si mujix kecil berangkat sekolah jalan kaki) akhirnya aku sediki telat memasuki lingkungan sekolahan. Sekolahanku kali ini cukup luas apabila dibandingkan SD-ku dulu. beberapa orang dari kelompok orang pintar memandangku sinis? ngapain sih? biasa aja kali. Di gerbang depan terdapat pohon-pohon rindang dengan permukaan tanah penuh daun-daun berwarna kuning, sesekali dijalanan gerbang depan bersliweran berbagai angkuta dan bis desa yang menurunkan para siswa. Aku berjalan saja langsung memasuki pelataran sekolah dan sesekali menendang daun-daun itu agar bertebangan di sekitarku. Hari ini Mujix si Bocah Kribo dari kelompok anak biasa akan mendapatkan kejutan yang membuat hidupnya berubah. Jalanan kecil di depan lapangan itu terlihat cukup lengang, tak jauh dari sana tampak bergerobol siswa-siswi sedang melihat kertas hasil nilai try out.

aku menerobos masuk ke tengah kerumunan tersebut, setelah melewati puluhan siswa SMP berkeringat akhirnya aku menengok kertas pengunguman. oh God, terpapampang jelas peringkat satu sampai lima. peringkat pertama adalah sesosok cewek manis berasal dari puncak gunung desa Tawang (namanya lupa, yang pasti dia berada di kelas 3A), peringkat dua kosong, peringkat tiga tentu saja Pikachu, peringkat 4 seorang cewek puber terlalu dini berinisial L,  dan di posisi terakhir ada seorang cowok bertahilalat di jidat berinisial W (aku sering menjulukinya si Buddha Jenius Berbibir Tebal). ah, persetan denga peringkat tersebut, mataku jelalatan mencari berapa nilai hasil ujianku. kok gak ada? mana ya? pikir mujix kecil sambil memegang kepala (kepalanya sendiri tentu saja). oi oi, perasaan kemarin aku ikut ujian deh? teriak cowok keriting itu sambil melihat berkali-kali kertas-kertas tertempel tersebut.

"oi kowe nonton ngendi!! kui lhoo kowe peringkat loro" kata temanku sambil menepuk pundakku, what!! bujubuneng!!! ngapain nomer ujian si mujix bisa nangkring di seasoy itu. satu hal yang aku pikirkan dari pengumuman tersebut adalah, tidak tercantumnya namaku di daftar peringkat, hanya nomer saja. padahal semua nama dari peringkat satu sampai lima ada nama-nama mereka. okey, si peringkat dua itu ternyata memang membuat banyak pihak shock dan enggan untuk memasukkan nama tersebut di dalam kertas pengumuman. semua kejadian itu akhirnya bersambung dan mengkerucut ke tatapan sinis di depan gerbang tadi. peringkat ekslusif kalian ternyata berhasil di colong si Mujix, cowok kribo dari kelompok orang biasa.

***

ada hierarki dan berbagai sistem yang perlu di benahi di wajah pendidikan indonesia. dulu, ketika pak Melati melemparkan jawaban dari jendela aku tidak pernah memikirkan hal rumit sebangsa 'sistem pendidikan yang ideal'. ketika di berlakukan sistem kasta di semasa SMP-pun aku tidak begitu perduli dengan 'edukasi yang baik'. namun, di dunia nyata, dan di saat ini, sistem pendidikan suatu negara sangat berpengaruh dengan harga diri masa depan suatu bangsa (terutama Indonesia saudara-saudara).

ada seorang kawan berpendapat, pendidikan di indonesia hanya mencetak pekerja dan manusia super dilemma. ketika jaman SD sampai SMA, kita dan semua kawan-kawan kita di ajari berbagai macam disiplin ilmu yang bahkan tidak akan menyelamatkan diri mereka sendiri dimasa mendatang.  paradigma semacam "kelompok anak biasa", "kelompok anak pandai" dan berbagai kelompok lainnya menbuat kehidupan nyata terlihat begitu jauh untuk sebagian orang. terlalu banyak disiplin ilmu yang membuat para siswa menjadi follower tanggung dan pecundang yang bingung. namun apakah kalian sadar ada satu disiplin ilmu yang kadang terlupa dari kurikulum hingga saat ini.

yak kalian benar, disiplin ilmu manajemen soft skill dan pengarahan minat (kita mengacuhkan sejenak mengenai pengajar yang kurang berkompeten, kurikulum yang kacau, dan biaya pendidikin yanng absurd ). dua benda tersebut hanya di berikan sebanyak satu jam saat SMP, cukup dimanjakan ketika di banku SD kelas 1 dan 2. selebihnya, ya seperti itulah.

kalian ingat Pak Balia, seorang guru muda pengajar sastra yang inspiratif dan bersemangat di novel Sang Pemimpi-nya Andrea Hirata, yang menginspirasi Ikal dan Arai untuk bermimpi kuliah di Prancis.


atau kalian pasti tau karakter Kyai Rois dan Ustad Salman di novel Negeri 5 Menara-nya Anwar Fuadi. yak kalian benar. wajah pendidikan indonesia memerlukan banyak orang-orang inspiratif seperti mereka.


Mujix
sedang ngefans sama slogannya Indonesia Mengajar
yang bunyinya 'setahun mengajar
seumur hidup mengingsipirasi'
Solo, April- Juni 2012

Sabtu, 09 Juni 2012

freetalk :D

Long time no see buddy, I think it’s good time for talk about everything in my life. 3 weeks after since my last post in this blog. okey, let's start writing. this is saturday night, really quite here. I'm still in 'padepokan', ah, I will tell you a good news. the first is progress from lemon tea comic, last night I got fifteen pages.  I think it's so awesome,because 4 days before last night my mood getting worse. overal in chapter 3,  I talk about mujix daily life. yeah, I make a new movement for the story. I Hope in october 2012, we can meet in my exhibition. it's usually  fase, more people called 'life disorientation'. the reason is simple (but fatefull thing) i'm 23 years age now, and I'm still not complete my college this time. sometime this thing make me down and loss good mood.aah, maybe this post will seems bad if I just talk about my grumble.

3 hours ago i'm in Balai Soejatmoko for a little movie screening event. me with my mate Arumania, we make a simple stand up comedy in this event. oh, sorry I correct my statemen, no person in their event make comedy, we just talk about the event with our weird stlye. probably a lot of people think our perfom it's really not funny anymore, but me and arum just participate and have fun (and for mujix, it's can be a good lesson for practice his public speech). in general, this event is really cool, mujix and arum have a good activities tonight.hey, you forget something jix? aaah I know, I remember one thing, my mustache grow again.

hahaha, the weird face is coming today. anyway, this is his first post in english, so if you find weird grammer, word, term and everything, please give advice and criticism for this curly guy. so, for the last, keep smiling and stay cool:D

Mujix
seseorang tolong
ajarin Inggris dooong :)
Solo, 09 Juni 2012