Selasa, 22 Maret 2011

Organize your time :D

Minggu ini tak terasa sudah memasuki hari yang kedua, yaitu hari selasa (kalau yang merasa hari ini hari jumat mending nyemplung laut aje:)). Ada beberapa kejadian keren yang akan aku tulis kali ini, tanpa berbasa-basi busuk kita mulai saja perbincangan kita. Beberapa minggu belakangan ini aku cukup dipusingkan dengan masalah finansial, yup... masalah duit bos. Mau di akui atau tidak uang memang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Mungkin apabila kita hidup di 500 juta tahun yang lalu, uang bukanlah sesuatu yang penting (500 juta tahun yang lalu? Emangnya dikau hidup di era dinosaurus). Uang menjadi salah satu yang benda vital setelah sistem barter tidak bisa memenuhi kriteria penukaran benda yang sesuai standar. Maka di ciptakanlah suatu materi yang bisa menggantikan sistem barter yang ribet menjadi lebih sederhana dan bisa sesuai dalam semua kondisi (coba deh bayangin apabila suatu saat lu butuh gelas buat minum ternyata harus barter dengan sapi segede gajah, maka akan ada semacam ketimpang suiran standar materi, kasihan yang punya sapi segede gajah. Harus merelakan hartanya yang berlimpah dikarenakan sebuah gelas:D). Uang telah mendapat posisi yang sangat penting di setiap jaman, dari masa gajah mada masih orok sampai masa dimana mujix keriting suka ngupil sambil bengong, uang tetaplah sebuah materi yang membuat orang pusing. Kehidupan finansialku sebenarnya tidaklah seburuk yang kalian kira. Aku dari semester 2 telah mencoba untuk mencari kerjaan sambilan sambil kuliah. Dan salah satu faktor itulah yang membuat aku lemot dalam kuliah, aku adalah sesosok cowok yang lulus dari sebuah sekolah kejuruan negeri di kota surakarta. Sejak sma aku telah tergila-gila dengan komik, dan alhamdulilah setiap pekerjaan yangt aku dapatkan pasti tidak jauh-jauh dari menggambar. Dari desain logo, membuat illuatrasi, komik pesanan, sampai menggarap animasi durasi 20 menit dalam waktu 3 bulan. Nah dari berbagai macam pekerjaan itulah aku bisa hidup selama ini, dan kebiasaanku itu membuatku sukes menjadi cowok keriting komik nerd yang hampir tidak pernah menyentuh hubungan sosial di masyarakat. Aku tidak tahu siapa yang salah, namun aku yakin apapun yang terjadi ini adalah proses terbaik yang di berikan oleh tuhan.
Aku sebenarnya pengen bercerita banyak sekali tentang senua hal, namun aku tahu dalam hidup harus ada beberapa hal yang menjadi misteri, begitu juga mengenai diriku. Minggu ini aku mulai kewalahan mengatasi masalah perekonomian, aku sedang dilema mengenai 2 hal, apakah aku harus fokus ke kuliah, fokus ke komik, atau fokus ke kerjaan (heh itu namanya tiga hal dogol, bukan dua. Lu bisa ngitung gak sih). Yah mungkin memang harus memilih, aku takkan sanggup mengerjakan tiga hal tersebut dalam satu waktu. Namun aku bisa membuatnya menjadi lebih simple dengan kekuatan super yang bernama “ORGANIZE” atau “MENGURUS”. Yup dalam postingan ini kita akan membicarakan tentang jadwal. Di dalam hidup kita bertemu banyak hal, banyak orang, dan banyak masalah. Maka bersyukurlah kita kepada para penemu jam, sistem dan pemerhati aturan. Tanpa tiga hal di atas, niscaya kehidupan masyarakat di dunia akan sangat kacau balau (sekacau kamarku yang belum di bereskan). Bicara soal penataan jadwal dan waktu, maka akan ada sebuah nama manusia yangmelekat di otakku. Sesosok pria brewok dan bertubuh gempal ini telah mengajariku cara menata waktu, dan jadwal yang sangat efektif. Pria brewok nan humoris itu bernama pak ijok. Aku mengenal pak ijok pertama kali saat duduk di kelas 2 sma. Ketika itu aku sedang mencari magang agar bisa memenuhi syarat naik kelas. Pak ijok adalah salah satu orang yang terlibat dalam production kreative berjudul “BQ”, Bengkel Qotang. (prak, bruk, dilempar kulkas sama pak bos), hahaha buakn ding. BQ adalah singkatan dari Bengkel Qomik. Bisa di bilang BQ adalah studio komik paling keren di kota solo era itu. Di tempat ini aku bertemu banyak orang, mulai dari mas andra yang pendiem, pak amed yang serius, sampai om tani yang sangat ramah. Aku belajar proporsi dan anatomi dalam komik di tempat ini, pak amed mengajariku banyak hal, mulai dari penataan panel, anatomi yang benar, hingga story telling yang keren. Bisa dikatakan pondasiku berkomik di mulai di tempat ini. Mas andra adalah colorist pertama yangmembimbingku soal pewarnaan dengan digital, ketika itu aku dikenalkan sebuah program yang bernama photoshop. Dia mengajariku dasar-dasar pewarnaan. Yeah sangatmenyenangkan, ketika itu aku kurang akrab dengan pak ijok. Hingga akhirnya aku dan dia bertemu dalam satu job Ilustrasi di suatu majalah.
Kala itu aku masih berumur 19 tahun, semester 2 dikampus ISI Solo. Aku di tawarin pak ijok untuk membantunya mengerjakan job ilustrasi. Aku sangat berapi-api kala itu. Dengan semangat 45 aku mulai mengerjakan semua job tersebut. Awalnya semua berjalan baik-baik saja, hingga akhirnya aku memasuki tengah semester, waktu dimana tugasku mulai menumpuk dan membutuhkan perhatian yang lebih. Di saat itulah akubenar-benar mengalami saat yang pailingmenentukan dalam hidupku. Aku mengesampingkan job yang telah kusanggupi dan menyalahi dealine demi tugas kampus. Apa yang terjadi? Hampir 400 buku tidak tercetak gara-gara keterlambatan gambar yang aku tangani. Saat itu aku langsung di tegur dengan tegas oleh pak ijok, aku sangat merasa bersalah dan putus asa. Dia menceramahiku dengan bersahaja mengenai pentingnya komitmen dan pemanfaatan waktu. Kita memiliki waktu yang sama dengan semua orang di dunia ini, tentu saja kita perlu menata ulang mengenai jadwal dan berbagai deadline. Pak ijok kala itu masih memaklumi kebodohanku, dan semenjak kesalahan fatal tersebut aku mulai berubah (bukan beruba menjadi power ranggers atau superman ya). Aku sering mengobrol dengan pak ijok, berdiskusi banyak hal mengenai waktu, hidup dan tentu saja deadline. Kadang kala kita memang harus sedikit tegas dengan apa yang sudah kita jadwal. Kita akan bisa menjadi seseorang yang keren apabila kita bisa memegang apa yang kita ucapkan, bisa mewujudkan impian yang kita angankan.
Pengalamanku dengan pak ijok masih membekas sampai sekarang, dengan berbekal ilmu penjadwalan yang simpel aku dapat memanfaatkan satu hari untuk banyak hal. Sampai saat ini ilmu ini masih aku terapkan, mencoba memanfaatkan waktu untuk berbagi, bercengkrama dengan banyak orang, dan tentu saja untukmemanjakan diri sendiri. Beberapa agendaku kali ini yang sudah kuselesaikan adalah memikirkan ide komik lomba, pergike perpus, beli spidol, dan mengembalikan bukuke quantum. Aku mulai menjadwal semua harianku, sebuah kebiasaan yang pernah hilang (karena aku suka menjadwalkan per job dan dalam jangka waktu yang cukup lama). Dua hari kemarin akumerampungkan komik si Amed #2, sebuah komik 4 panel yang rencananya aku kirim ke media cetak di jakarta. Yah bisa di bilang ini adalah salah satu caraku untuk mendapatkan finansial namun dengan cara yang sangat elegan:). Masiha ada 3 target lagi yang harus aku selesaikan. Semoga saja aku bisa konsisten dalam menata jadwalku, namun yang pasti dari 5 agenda setiap hari pasti akan ada 2 jadwal yang gagal atau belum terlaksana. Tentu saja hal itu sangat berkaitan dengan banyak hal, mulai dari molornya proses pengerjaan perjadwal, cuaca yang mendadak berubah, mood yang tidak konsisiten, hingga masalah uang untuk naik angkot ke lokasi.
Beberapa hari ini cuaca sangat menyebalkan, aku merasa semuanya tidak konsisten. Lihat saja, masak pagi sampai siang cuaca sangat panaaas kemudian berubah drastis menjadi hujan di sore harinya. Benar-benar cuaca yang membuat masuk angin. Oh iya kalian masih ingat avril? Itu tuh anak 2010 temennya si rabu, dia meinta digambin kartun juga, semenjak foto itu aku upload sudah ada 3 manusia yang rekusest minta digambarin. Semoga saja semua itu akan ada manfaatnya suatu saat kelak:). Perubahan yang cukup terlihat adalah kebiasaanku minum air putih. Tiba-tiba saja aku serasa di rasuki arwah onta dari mesir. Sekarang aku sering minum air putih kapanpun dan dimanapun. Setiap akan tidur dan bangun tidur minimal harus ada satu botol akua di sampingku. Salah satu cara mengecek apakah kalian dehidrasi atau tidak adalah dengan melihat air seni kalian, apabila berwarna kuning maka segeralah kalian mencukupi kebutuhan air kalian. Met hari air sedunia teman-teman :)

Mujix
anak adam yang masih bego ngatur waktu, bingung menata kamar dan menyikapi masalah yang datang bertubi-tubi:)
Rental mas nevi, 22 Maret 2011

Rabu, 16 Maret 2011

ketika galauman bertemu cinta

Hei, dah lama gak ngeblog. Kali ini aku akan membicarakan soal blog yangberjudul “mega mendung kelabu”, mungkin kalian bertanya-tanya kenapa sih namanya aneh begitu. Hehehe nama itu sebenarnya aku pilih asal saja, dulu waktu sma aku suka menjuluki diri sendiri sebagai awan yang selalu suram. Hanya saja walau suram aku bercita-cita menjadi orang yang besar, orang yang keren, orang yang sukses. (ingat bukan orang yang berbadan besar ya, apalagi bermuka lebar).

Hari ini adalah hari rabu, dua hari ini sangat menyenangkan. Cuaca di kota solo sangat ceraaah sekali, hatiku begitu bersemangat. Minggu lalu cuacanya cukup menyebalkan, penuh mendung, awan yang berwarna kelabu. Yeah cuaca yang bikin orang sakit. Yang pasti pertengahan maret ini aku sudah mulai menjadwal semua targetku, dua hari kemarin aku menyelesaikan storyboardnya si “idung kodok” , dia adalah seniorku di Televisi. Sebenarnya si “idung kodok” sudah selesai produksi tugas akhir, dan aku mempunyai sedikit utang dengan dia. Kesalahanku yang dulu terhadap si “idung kodok” adalah menyalahi deadline, saat itu aku tengah sibuk mengerjakan animasi dan persiapan pameran familiart. si “idung kodok” datang dan meminta tolong agar membantu tugas akhirnya, kala itu aku menjawab sanggup. Tapi ternyata kesibuknanku yang eduaaan membuat storyboardku kalang kabut dan gagal dengan sukses, dia ngomel kayak kodok, aku bengong kayak kodok, akhirnya sang kodok memanggil semut, kodok dan semut adalah sahabat lama (kok jadi makin kacau gini? Gak lucu tauk). Yeah dari kejadian berkodok-kodokan itu aku belajar sesuatu, mendapatkan kata mutiara yang sangat membangun, “jadilah kodok saja kalau kamu tidak bisa menepati janjimu, ketika kamu berkata iya maka laksanakan perintah itu walau jadi kodok sekalipun” hidup kodok…. Kroook kroook kroook…..

Senin kemarin aku mulai mengerjakan lemon tea, sebuah komik diariku. Memang sih udah telat banget dari deadline, tapi biarkan sajalah. Si popok juga aneh, tau ke solo tapi gak ngabarin, ke banten juga gak ngabarin, ya udah aku kerjakan dikit-dikit. Yang penting maksimal, aku sudah gak perduli ma popok, lemon tea must goes on :D panel bebasnya sudah dapat 3 lembar, aku masih kebingungan mengenai format yang pas buat lemon tea. Bingung, kalo menurut pakem komik 4 panel komikku ini terlalu rumit dan lucunya juga garing, mungkin sambil jalan aja. Semoga saja aku bisa merampungkan komik ini dalam 3 bulan. Demi memperkelar komik ini aku bahkan menolak beberapa job, sial padahal aku juga butuh makan (belum lagi soal kuliah yang kagak jelas jutrungannya). Tanggal 13 maret 2011 kemarin si rabu berulang tahun, seorang cewek yang selalu kutemui di hari rabu, yeah mata kuliah agama yang sangat menyenangkan. Aku memberi dirinya sebuah komik lucu, dia sangat suka dengan kadoku. Walau jarang bertemu dan berinteraksi lewat FB namun aku cukup puas (penyakit komik nerd yang gak bisa bersosialisasi^^). Beberapa hari ini aku juga kepikiran mengenai istilah yang bernama “bahagia”. Menurut kalian bahagia itu apa sih? Istilah itu menghantuiku akhir-akhir ini, pencetus problem ini adalah sesosok galauman bernama “silikon”, dia adalah kawan dekatku yang selalu galau, kapanpun, dimanapun, dengan siapapun….
Mengerikan…

Si silikon kearin dihadapan sebuah masalah pelik yang bernama cinta segitiga, aku curiga jangan-jangan dia malah sudah galau akut, penyakit ngisup stadium 4. (puncak paling parah akan seperti Hitachi atau mas tony blank). Setelah minggu kemarin stress gara-gara si kucing, sekarang si anang pusing gara-gara si bobo. Si bobo adalah inceran baru si silikon, walau terpaut hampir 5 tahun si bobo ternyata cukup nakal juga sama si silikon. Yang pasti kawan karibku (yang galau) itu tengah dirundung kebimbangan yang sangat pekat (koyo umble, pliket pokokmen). Dan akhirnya sudah bisa di tebak, si silikon menjadikan diriku tempat curhat yang paling aman, dia bercerita tentang topik itu berulang-ulang, pamer banyak hal, dan mereplaynya sebanyak 12 kali. Aku hanya menjadi pendengar setia, kayak radio gitu deh. Kalo sudah males biasanya aku akan mengatakan “lek, ayo ganti topiiik. Wis kesel ki kupingku”, dia hanya tersenyu dan berkata sinis “meneng po tak idunke neng kene”. Biasanya aku diam, karena saat itu aku kalah posisi XD. Yah itulah sepenggal cerita tentang silikon, walau galau, ngisup, dan hampir gila gara-gara cinta dia adalah kawan terbaik yang pernah kumiliki.

Mujix
Sesosok cowok galau yang mempunyai rencana berduet dengan arumania untuk membuat
Komik yang berjudul “galau-man”,err kapan ya jadinya?
GKS, 16 Maret 2011

Minggu, 13 Maret 2011

kawin atau nikah?

aku akan mulai menulis lagi, tentang apa? hem... tentang apa yaaa
(belagak mikir). mungkin tentang kejadian bersejarah yang bernama pernikahan, horeeey kawiiiin... (langsung lari-larian sambil telanjang).
hari ini salah satu teman smaku ada yang menikah, dia bernama safitri widayanti (kayaknya sih nama lengkapnya gituu). dia adalah salah satu cewek yang aneh di dalam kelas seni rupa A, orangnya gokil, cablak, pokokmen rodo ra nrmal :D
kalo membicarakan safitri aku biasanya akan mengingat nama makanan yang bernama soto, yeah makanan yang satu ini selalu aku inget ketika membicarakan safitri, kenapa tentu saja ini adalah menu makanan wajib ketika kita berkunjung ke rumahnya. waktu sma dulu (jaman ketika aku masih culun, bego, dan masih suka autis di dalam kamar) kalau ada waktu libur biasanya aku suka pergi entah kemana, menyambangi teman sekelas yang memiliki prospek bagus untuk di kunjungi, dalam hal apapun. rumahnya safitri adalah surganya makanan, dia memiliki banyak lumbung untuk di habiskan seseorang cowok keriting yang kelaparan bernama mujix. disana ada kerupuk, tempe goreng, bakwan, dan tentu saja semangkok soto hangat rasa ayam (hiduuuupp:)). bukan kebetulan memang, tapi usaha keluarga safitri adalah menjual soto. hal itu terjadikurasa karena dia memiliki rumah yang sangat dekat dengan pabrik (aku lupa jenis pabriknya kalo gak mebel ya tempe). kala siang ketika para pegawai pabrik itu beristirahat dan ingin makan, maka mereka bisa ke rumah safitri untuk menikmati semangkok soto hangat nan enak. andaikata suatu saat dia bikin iklan aku akan menawaran jargon seperti ini, "INGAT SOTO, INGAT SAFITRI, SOTO PALING MAKNYUUS DI MUKA BUMI" gyahahahaha

oke,kayaknya ocehanku beberapa lembar ini tidak ada kaitannya dengan pernikahan apalagi kawin. yang pasti hari ini aku pergi ke rumahnya safitri untuk menghadiri hajatannya. tepat jam 11 lebih 2 menit aku berangkat dari kost, di jemput sepeda motor sang "galauman" alias anang silikon, yeah kita memang sudah janjian buat kesana hari ini. yang pasti masalah pertama kita di pusingkan dengan masalah sumbangan, kedua kaum adam yang mau jagong itu tengah dililit persoalan yang bernama finansial, kebokekan yang melanda kantong akhirnya membuat nafsu kedua cowok itu muntah. akhirnya kita mempertimbangkan asas perkawanan daripada perekonomian. lebih baik datang memberi selamat kepada kedua mempelai daripada tidak datang gara-gara tidak memiliki dana buat nyumbang, maaf ya saf :(
(yang pasti jangan sampai ide buat nyumbang helm karet dan obat stamina itu terlaksana,karena itu cukup konyol untuk dijadikan kado:D hahahaha)

aku sering mendengar, pernikahan adalah permasalahan yang cukup pelik terutama buat kaum hawa. kita hidup di masyarakat yang di penuhi dengan aturan dan norma-norma yang tidak tertulis. dan salah satu norma yang tidak tertulis itu adalah "wanita harus menikah maksimal umur 25 tahun".
kalian percaya dengan norma tak tertulis itu? kalau aku percaya, aku percaya karena kita hidu di masyarakat yang mengedepankan kebersamaan dalam hal apapun. kalau ada sesosok wanita yang belum meikah di atas usia 25 tahun niscaya, maka keluarlah komenar komentar geli dari masyarakat tersebut, terutama dari ibu-ibu. kenapa ibu-ibu? karena dia punya waktu buat bergosip dan waktu luang yang sangat banyak (dan aku percaya tidak semua ibu-ibu seperti itu, amieeen).
aku tiba di rumah safitri jam setengah 12, aku segera mengambi kursi paling belakang dan berharap segera bertemu agar aku bisa memberi ucapan selamat kepadanya. oh iya katanya sanasuke, erna, ma vita dah disana. aku sempat smsan sama sanasuke mengenai rencana jagong di tempat safitri, walau tidak sempat ketemu teman-teman tapi aku sangat senang bisa menyaksikan safitri di moment paling membahagiakannya:)

nikah dalam bahasa jawa sering di sebut mantu, biasa di singkat "sing di eman-eman metu" artinya dalam bahasa indonesia "yang disayang-sayang keluar". terus apaka yang disayang? dalam konteks pernikahan kita bisa meihat dari dua sudut pandang. pertama dari segi fisik dan kedua dari non fisik. aku berpendapat secera fisik, dalam suatu perhelatan nikah kita akan mengeluarkan banyak hal. mulai dari biaya pernikahan, baju-baju baru, uang mahar, sampai para sanak saudara yang ikut keluar gara-gara pernikahan kerabat mereka. secara fisik sesuatu yang sering dicari orang tua, material pengganti barter yang bernama uang, akan di habiskan untuk merayakan acara tersebut.

Poin ke dua adalah ketika kita berbicara maslah non fisik, bisa dibilang pernikahan adalah saat yang sangat penting bagi banyak pihak. Ada dua subyek yang dapat kita lihat mengenai masalah non fisik yang mereka alami. Subyek pertama adalah dua insan yang menjalani pernikahan, dan subyek kedua adalah kedua orang tua mempelai. Yeah kali ini kita akan memperbincangkan hubungan batin nan aneh antara anak dan kedua orang tuanya. Dan sepertinya obrolan ini lebih baik di persantai sedikit, karena postingan ini di tujukan untuk anak muda yang stress dan khilaf nge-klik link ini :D

Hubungan yang paling menakjubkan di dunia ada dua hal, hubungan yang berkaintan dengan jodoh dan hubungan antara anak dan orang tuanya. Kita hidup pertama kali di rahim sang ibu. Tempat gelap yang aneh bahkan kita tidak bisa mengingat satu apapun tentang kejadian disana. Masa kecil kita yang selalu di bimbing dan di mulyakan hidupnya oleh orang tua, orang tua adalah tuhan kedua bagi semua orang. Dan orang tuaku adalah sepasang super hero yang sangat keren. Aku sangat mengidolakan kedua orang tuaku, aku mempunyai rencana untuk mendokumentasikan rasa cintaku lewat komik yang berjudul “di bogor ada pohon uang”.

Kembali ke topik pernikahan, ketika seorang anak maka dia bagai burung yang sudah sah untuk keluar kandang dan bersiap membuat sebuah keluarga baru, dan bersiap menjadi orang tua baru yang keren, yeah orang tua yang keren seperti orang tuaku^^
Saat ini aku memang belum menikah, jadi aku tidak bisa membayangkan seberapa dramatis perpisahan yang mereka alami. Perpisahan itulah yang menjadi poin yang kedua, darp perbincangan orang di sekitarku, ketika seseorang menikah maka sudah lepaslah tanggung jawab orang tua terhadap anak tersebut, diharapkan secara kebutuhan financial si anak dapat memenuhi sendiri tanpa uluran orang tua, pasangan sejoli itu sudah menjadi anggota masyarakat, mereka harus bertanggung jawab terhadap apa yang mereka lakukan, dan kita sering menyebut mereka sebagai orang dewasa.

Itulah kenapa anak muda jaman sekarang sangat susah sekali kalau di suruh menikah (kalo kawin mungkin mereka malah kagak usah disuruh haha just kidding^^). Belum lama ini aku mengobrolkan tentang pernikahan dengan beberapa teman, mereka berpendapat mengenai banyak hal, mulai dari pembiayaan, malam pertama, hingga urusan anak dan lain-lain. Menurut mas silikon (nama disamarkan), soal pembiayaan kita dapat bernego sesuai dana kita. Menurut dia, pernikahan seperti hajatannya safitri mungkin Cuma menghabiskan dana 4 jutaan, apalagi jika pesta tersebut diadakan di desa (atau di tengah sawah seperti kemarin^^) . lain lagi kalo kita berbicara dana jika tempatnya berada di kota, menurut mbak momo (nama samaran juga) pernikahan mewahnya sulpul (disamarkan lagi) di gedung graha sa** membutuhkan dana 50 juta, habis buat nanggap campursari, makanan, dan sewa gedung. Jiaah mau kawin secara sah aja mahalnya minta ampun T___T


Akhir kata, postingan nan agung ini aku tutup dengan sebuah pantun
bernikah-nikahlah dahulu
Berkawin-kawin kemudian:D

Mujix
Seorang cowok keriting yang belum kebelet nikah
Tapi kebelet pipis
GKS, 16 Maret 2011

Jumat, 11 Maret 2011

aku dan josephira

Sepertinya memang agak berbeda menulis journal di warnet sama di rental, aku gak tahu apakah memang serumit ini. Yang pasti aku ingin bercerita banyak hal mengenai kejadian ter-update beberapa hari ini, peristiwa konyol atau apapun. 3 hari ini aku disibukkan dengan “Pameran Generasi Biru Tribute To Slank”, sebuah exhibition khusus buat para slankers,





gyahahahaha yang pasti aku sangat respect banget sama pameran kali ini. aku akan menceritakan sekilas tentang kisi-kisi pameran kali ini (kisi-kisi? Koyo ujian ae cuk). Acara ini di gagas sudah dari 3 bulan kemarin tepatnya bulan januari awal 2011, rapat pertama slank diadakan di geleri seni rupa sms, aku ingat kala itu kau tengah sinting gara-gara sanasuke. Secara umum peserta kali ini mencoba merangkul dari berbagai komunitas di kota solo. Selain sebagai ajang berkekspresi diharapkan akan terjalin kerjasama yang akrab antar komunitas. Pemilihan teknis pameran juga cukup unik, setiap peserta di beri salah satu lagu slank hasil undian. Setelah para peserta ,mendapatkan lagu, mereka di beri kebebasan untuk membuat karya berdasarkan lagu tersebut dalam media apapun. Dan aku mendapatkan lagu josephira. Sebuah lagu asing yang bahkan belum pernah aku dengar sekalipun.


Aku segera meminta si somad lagu josephira, si somad adalah ketua kegiatan pameran kali ini, orangnya gondrong, berbadan sedikit atletis ala rocker (atau slanker?) dengan senyuman renyah di wajahnya (koyo rempeyek hahaha). Aku kurang tahu nama aslinya siapa yang pasti teman-teman tugutu memanggilnya si somad. Aku segera meluncur ke warnet untuk menyewa winamp, headset, dan kursi untuk mendengarkan lagu josephira. Sekedar bocoron aku sering ke warnet hanya untuk mendengarkan musik ketika aku stress, dan itu cukup membuat dompetku kalang kabut^^. Lagu joshephira secara garis besar menceritakan tentang kegilaan seseorang (bimbim) terhadap sesosok cewek bule bernama joshephira. Si seseorang ini mengacuhkan banyak wanita hanya demi cinta gilanya terhadap si joshe. Aku mendapatkan cerita di balik lagu ini dari seseorang teman baru dari sukoharjo bernama singgih, nama yang bagus. Dan nama yang bagus itu telah dimanipulasi teman-temannya dengan nick name berjudul “Pejret”. Malang sekali nasibmu nak singgih, eh pejret ding XD.

Sudah menjadi kebiasaan kalau mendapatkan ide baru aku selalu mengkombinasikan dengan kehidupanku dalam karya. Yang pasti lagu joshephira ini akan menjadi sebuah komik cinta berjumlah 11 lembar (yang nantinya akan molor menjadi 22 lembar^^). Akumemilih kertas A4 aku potong menjadi dua bagian/ halaman. Dalam karya joshephira aku terinfluece dari pop art dan style urban art. Sebuah jenis aliran yang teryata sangat tepat untuk curhat, kebetulan aku mengusung kisah cinta nan imajinatif dalam komik ini. ada dua karakter yang aku pilih dalam komik ini, tentu saja ada sesosok tokoh abadi yang aku masukkan. Proses skecthing memakan waktu hampir 1 bulan, tentu saja aku mengerjakannya di sela-sela kesibukannku sebagai mahasiswa dan petualang:D. Alat-alat yang aku gunakan juga standar, seperti kertas HVS 80 gram, pensilmekanik, penghapus, spidol, drawing pen, dan seperangkat alat warna. Proses inking dilakukan setelah semua pensil sudah kelar dikerjakan. Spidol snowman hitam sekarang menjadi alat favoritku dalam meninta. Walau memiliki berbagai macam kelemahan seperti cepat luntur kalo kena air, warna yang memudar setelah beberapa waktu, dan namun aku sangat menyukai karakter pena dalam spidol tersebut. Sangat ekspresif apabila di bandingkan dengan drawing pen. Aku juga menemukan karakter baru dalam menggores setelah berkenalan dengan si manusia salju alias snowman. Proses coloring segera saja aku lakukan setelah melalui proses scan. Untuk urusan pewarnaan aku sangat menyukai program adobe photoshop CS. Peralatan dan penataan warna sangat menyenangkan ketika aku mengerjakan coloring dengan program ini. teknis yang aku lakukan dalam pewarnaan kali ini juga cukup simpel, aku hanya membuat gradasi dalam setiap bidang. Semuanya lancar-lancar saja, semua itu berubah ketika imajinasiku menolak untuk menggambar jika hanya 11 lembar saja. Khayalanku semakin liar hingga membuatnya membengkak menjadi 22 lembar komik. Permainan semiotika dan pemilihan komposisi menjadi alternatif yang sangat menarik aku tonjolkan dalam komik joshephira. Tentu saja aku juga berksplorasi dengan cara komikku berkomunikasi. Aku berusaha dalam komik ini tidak menggunakan teks, hanya menggunakan simbol dan gambar, sebuah proses yang sangat menyenangan bukan


Semua komik telah selesai di warna, dengan satu lembar yang aku kerjain 2 hari sebelum pameran. Aku sedikit kebigungan dengan ending dari si joshephira. Konsep awal yang sebenarnya pengen menggunakan inbox dari sms ternyata tidak dapat terlaksana. Mengkinuntuk karya curhat selanjutnya kali yah. Pada hari kamis itu aku segera meluncur ke tempatnya mas nevi untuk melayout gambar dan memberinya balon kata (kalian ingatkan tentang penyajianku yang aku posting kemarin? Dan aku memilih yang terakhir). Setelah semua beres aku langsung meluncur ke percetakan darmasto, sebuah perusahaan grafis yang mengkhususkan mencetak ukuran A3. Sesampainya disana aku sempet kebingungan karena ada beberapa halaman yang belum aku tata. Namun akhirnya setelah berpikir beberapa saat aku memutuskan untuk mencetaknya ukuran A5. Aku membagi kertas sebesar itu menjadi 4 bagian. Mencetak gambar ukuran A3 perlembar ternyata ada bermacam-macam harga tergantung jenis kertasnya. Aku memilih kertas ARTPAPER ukuran 260 gram, perlembar Rp. 4300. Proses cetak selesai, aku kemudian segera melucur ke GKS. Sebenarnya aku sangat malas untukmemotong kertas tersebut, akhirnya aku menuju fotokopian di derah belakang sriwedari. Alat pemotong di fotokopian tersebut ternyata rusak, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke utara mencari fotokopian. Dan itu ternyata sangat melelahkan, aku merasa sangat benci keadaan tanpa sepeda motor


Aku berjalan melewati GKS langsung meluncur di daerah monumen pers, barus ampai di tiga serangkai sesosok pria ua menyapaku dengan sepeda jengki birunya. Yeah dialah arum, seorang pria muda yang terjebak di tubuh pria tua. Aku akhirnya memutuskan untuk memotong sendiri setelahmengetahui bahwa arum membawa cutter. Sesampainya di GKS semua orang telah sibuk dengan urusannya masing-masing, aku jadi ingat obrolan kemarin malam di pendopo sriwedari. Aku sedikit mengkritisi kinerja temen-temen pop art yang serba ndadak. Dan pandangan negatif tentang mereka berubah drastis ketika aku mengetahui bahwa ada perbedaan yang sangat mencolok tentang penataan karya dalam seni rupa tinggi dan seni rupa rendah. Kapan-kapan aku posting lagi soal kejelasannya. Yang pasti setiap kasta memiliki kebiasaan masing-masing. Kerjaanku kala itu hanya memotong kertas A3ku menjadi A5, dan itupun tidak aku tempel. Konsep komik interaktif yang aku tampilkan dalam pameran ini membuat aku harus mendisplay karyaku disaat terakhir, bahkan saat pembuakaan. Aku membutuhkan bantuan penonton untuk menyempurnakan komik joshephira ini.


Acara pembukaan pameran dimulai pada pukul 19.30 WIB, sebuah pembukaan pameran yang primitif. Arum dan bang roma sebagai MC berteriak-teriak kesetanan tanpa mikrofon membuka acara tersebut, awalnya aku merasa sedikit gamang dengan suasana tersebut, namun aku buang jauh-jauh perasaan itu, ini adalah pameranku, tentu saja aku harus membuatnya seru dan gayeng seperti duo MC di depan. Bang jayus, mas joko dan bang somad membuka acar aitu dengan tepuk tangan aku segera berlari ke stanku di dearh pojok dekat WC (sebuah tempat strategis di GKS , aku menamainya comic zone ). Tempat itu adalah tempat yang sudah aku pakai dalam setiap pameran khususnya komik. Ada dua stan bego dalam pameran tersebut, aku dengan komik “josephira”ku dan arum dengan “foto dalam dompet”nya. Si pak tua itu membuat kosnep foto didalam dompet dengan wajahnya, dia membuat banyak foto di dalam dompet dan membuat interaksi dengan pengunjung untuk menulis komen di belakangnya. Ada juga beberapa foto yang di tempel di tembok, dan pengunjung di beri kebebasan untuk mengomentarinya. Sementara di stan joshephira aku berinteraksi dengan pengunjung untuk mengisi balon kata yang aku persiapkan. Aku memberi kesempatan para pengunjung untuk menjadi bagian dalam karyaku kali ini. tentu saja duo stan interaktif itu ,menjadi stan teramai dalam pameran kali ini (aku sangat yakin sekali). Apabila halaman yang telah selesai di respon penonton, aku segera menempelkan halaman tersebut di tembok. Yeaah aku baru mendisplay saat itu, sebelumnya tembok tersebut aku pasang semacam kertas bertumpuk untuk menipu penonton. Banyak peserta dan pengunjung yang misuh-misuh melihat kertas tipuan itu. Acara interaksi komik itu berjalan sangat menyenangkan, aku bisa bercakap-cakap dan memprovokasi para pengunjung untuk ikut andil dalam karyaku ini. aku sudah bisa membayangkan akan banyak sekali kejutan dalam proses interaksiku dengan penonton. Ada sebagian pengunjung yang bingung dan mencelat ke tempat yang agak jauh untuk menulis, ada yang curhat colongan, ada pula yang sekedar ngomyang gak jelas gara-gara kebingungan mau menulis apa. Ada salah satujuniorku dikampus yang hampir mampus baca komik josephira gara-gara aku mengutup salah satu ayat alquran.malam itu dalam waktu singkat semua halamanku telah tertempel di tembok, bahkan masih ada yang ingin mengantri untuk mengisi balon kata, padahal semua halaman telah habis. Aku hanya berkata “waduuuh soriii halamane wis enteek .... anda belum beruntung”. Jadi buat semua teman-teman yang telah berpartisipasi dalam komik josephira akumengucapkan banyak terimakasih, insyaallah apabila dibuat jilid/komik satuan nama kalian akan saya cantumkan .


yeah... sangat menyenangkan, setelah acaraku usai aku segera cabut ke luar GKS para slankers mulai berdatangan, dan aku sangat membenci suasana yang ramai dan chaos. Memang tak dapat dipungkiri acara “Pameran Generasi Biru Tribute To Slank” itu sangat ramai berkat bantuan anak-anak slankers, mereka mengadakan pesta tersendiri didalam gedung bioskop, berbagai macam band menampilkan kemampuan mereka dalam bermusik. Aku belum cabut, saat itu aku menanti salah satu band pop gokil yang akan tampil. Yeaah saya adalah muda-mudi mudub, hehehehe. Mereka ternyata mengalami berbagai macam kejutan, mulai dari perubahan jadwalmain, hingga kekurangan personel ketika tampil. Dari obroalnku dengan arum si tomi sedang ngambeg, entahlah sepertinya memang si tomi kadang seperti itu. Dan teman-teman the mudub memaklumi halangan tersebut dan mencari drumer pengganti. Cukup meriah, walau sempat stick drum paah gara-gara drumer pengganti bernama pejret mengamuk saat bermain, namun aku merasa sangat hidup hari itu. Hari ini ketika aku menulis postingan adalah hari jumat, hari yang sangat pendek, oh iya besok minggu si rabu ultah, ntar malem rencananya aku akan menggambar buat si dia. Kalian tahu si rabu? Itu tuh cewek manis angkatan 2010. Pagi ini menyenangkan, aku sempat bertemu matahari, membaca komik scott mc cloud sambil sarapan di tempat si nenek judes. Pokoknya aku harus menggambar buat si rabu


postingan kali ini cukup banyak, namun aku memang sedang ingin menulis anggap saja ini pengganti kega;lauanku beberapa hari silam. Kegalauan yangbelum sempat aku tuliskan, gak papa kan curcol daripada gila trus terjun dari lantai 4 SGM. Akhir kata no galau no comic maka galaulah agar karya kalian nambah banyak dan nambah berbobot. Hidup galau... hidup ngomik... hidup dian sastro yang hamil 4 bulan T____Ta

mujix
solo, 11 maret 2011
masih keriting, imyut, dan galau :)

Jumat, 04 Maret 2011

aku dan sedikit cerita tentang van gogh

awal bulan maret aku sudah menjadwal apapun yang menjadi tanggunganku. mulai dari komik lemon tea sampai ke hal-hal yang kecil seperti mencuci baju hingga potong kumis. penjadwalan itu terpaksa saya lakukan gara-gara bulan februari kemarin aku terlalu banyak maen ke banyak tempat. hampir 5 kota besar di pulau jawa aku singgahi. aku berada di kota jakarta hanpir satu minggu, gara-gara mengikuti workshopnya simon, aku bisa mengenal jakarta lebih dekat. kota bandung tak lupa aku datangi, dalam rangka ulang tahun komikara aku terdampar di kota bandung selama sehari, tak lupa wisata kuliner nan konyol dan perlakuan bodoh kudapat dari kota yang sering disebut kota kembang. setelah perjalanan di bandung selesai aku mampir di bogor, rehat sejenak memulihkan staminaku yang telah terkuras habis gara=gara terlalu banyak gerak di acara workshop tersebut, hahahahhaa menjadi pelancong selama satu minggu teryata menyenangkan:)

perjalanan panjang kedua aku meluncur ke jawa timur, tepatnya di kota surabaya. kota yang cukup sempit itu aku jelajahi bersama temanku yang bernama hendro. misi ke kota surabaya kala itu adalah menghadiri pameran komik indonesia perancis di CCCL salah satu pusat kebuadayaan perancis sama seperti CCF di jakarta.

Aku sering mengalami hal ini, ketika kebutuhan finansialku tercukupi pasti akan ada masalah dengan kejiwaanku. Perasaan-perasaan konyol dan kebutuhan psikologis bernama kasih sayang terus saja merongrong kehidupanku. Aku merasa kesepian, benar-benar terdampar di fase yang paling buruk dalam semua hal. Perasaan iri dengki terus saja menghantuiku siang malam, seperti tadi pagi, aku terbangun pukul 7. langit-langit kamar kostku yang semakin pekat saja, jujur aku sangat membenci suasana pagi didalam kamarku, pakaian-pakaianku tersebar begitu saja, buku komik dan kertas sketsa bertebaran kemana-mana. Hal pertama kali yang kulakukan setiap pagi adalah membuka handphone nokiaku, aku sering berharap semoga ada satu pesan terkirim yang menyapaku pagi itu, namun hingga sekarang kejadian tersebut terus saja terulang dan terus terulang. Kau pernah mengalami hal seperti itu? Semoga saja tidak. Sekarang aku merasa menjadi seonggok sampah yang tidak bisa menjalani hidup seperti umumnya seorang pemuda yang beranjak dewasa. Masalahku sangat rumit, dan lagi-lagi itulah yang membuatku muak dengan semua hal di dunia ini.

Kuliahku semester ini sudah habis, hanya tersisa KP (kerja profesi) dan TA (tugas akhir). Dua mata kuliah yang cukup ruwet. Sudah sampai di paragraf keduapun aku masih mengalami perasaan yang sangat aneh. Sepertinya memang tidak dapat aku tulis atau aku gambar. Aku ingat apabila perasaan ngedrop itu sudah mencapai fase paling berbahaya ingin aku membanting HP atau memukul tembok. Sebuah pelampiasan yang sangat menyedihkan. Tapi tentu saja tak aku lakukan, kutelan mentah-mentah perasaan itu, aku akan mengeluh sepuasnya lewat komik. Sebuah dunia dimana aku bebas menentukan takdir, dan menghindar dari kejadian-kejadian bodoh bernama takdir Tuhan.

Beberapa hari ini aku membaca buku biografi Vincent Van Gogh, seorang seniman lukis yang sangat fenomenal. Buku itu cukup unik, berwarna hijau pucat dengan cover bergambar pelukis gundul bermuka masam. Beberapa bagian dalam buku tersebut sangat menarik, aku menemukan berbagai macam kesamaan dalam kehidupanku dengan kisah beliau. Lika-liku vincent yang penuh kejadian dramatis membuatku percaya, bahwa setiap kejadian didunia pasti ada pengaruh bagi orang lain (entah itu termasuk takdir atau bukan aku tidak perduli). Buku itu bisa dibilang disusun berdasarkan kegiatan surat-menyurat dengan adiknya yang bernama Theo. Dia adalah sesosok pria yang selalu menyokong kebutuhan Vincent dalam berbagai macam hal (mungkin seperti aku yang disokong dana oleh ortuku yang berada di bogor). Satu hal yang jadi kesamaan antara aku dan om vincent adalah sama-sama di hempaskan masalah yang bernama cinta. Om vincent mencintai sesosok wanita bernama eugene seorang putri dari pemilik pondok dimana om vincent tinggal. Dan aku mencintai pemudi bernama sanasuke. Sebuah cinta gila yang tidak dapat dilogika...

Bulan maret kali ini masih saja ribet dengan banyak hal, aku masih bergumul dengan coloring komik josephira, deadline komik itu tanggal 8 maret. Dan itu berarti tinggal 3 hari lagi, aku juga belum mengurus banyak hal di kampus, seperti konsultasi dan memikirkan akan kemana aku harus KP. Satu hal lagi yang tidak dapat dilewatkan adalah komik lemon tea. Yeah komik yang berdeadline bulan maret itu belum kelat juga, disamping aku yang selalu sibuk dengan berbagai macam hal, mulai dari mengurus kuliah, menhadiri acara komik di beberapa kota, hingga kehilangan orientasi tujuan hidup. Komik josephira hampir selesai, hanya kurang 3 lembar dan sekarang memikirkan bagaimana agat komik itu tidak hanya terpajang menjadi komik biasa. Aku kemarin memikirkan ada dua penyajian komik. Cara penyajian tersebut adalah:

1.aku memajang komik tersebut kemudian membagikan secara gratis disaat pembukaan pameran. Yah seperti pameran-pameran biasanya. Namun aku merasa sangat “formal” dan masih ada sekat antara peserta pameran dan penonton.

2.aku memotong banyak panel didalam komik tersebut kemudian membentuknya menjadi sebuah hati. Di depan tempelan-tempelan berbentuk hati itu aku memajang sebuah model yang berbentuk bunga matahari dengan kepala yang dilubangi dipotong tepat sebesar wajah manusia normal. Ide ini terisnpirasi dari salah satu karya di ruang rupa ketika aku mengujungi pameran di jakarta bulan Februari kemarin.

3.penyajian yang ketiga adalah menggandakan buku komik, kemudian setiap penonton
wajib memberikan nomer telfon, dan aku akan mengocok undian secara acak, kemudian aku menelfon nomer tersebut memberikan pertanyaan konyol dan aku akan memberikan komik tersebut.

4.dan ini adalah ide terakhir dan yang paling besar kemungkinannya. Ide ini sangat simpel, aku mencetak komikku ukuran A4 kemudian menempelnya di tembok. Aku memberikan kebebasan para penonton untuk menuliskan cerita dalam komik tersebut.

Sepertinya terlalu banyak ngoceh ya? Entahlah..
Kapan-kapan aku sambung lagi.
Semoga semangat terus:)
solo, 5 maret 2011