Minggu, 31 Juli 2011

Ramadhan

Marhaban ya ramadhan..
Ceileh tumben salamnya sholeh gitu^^ hari ini adalah hari terakhir di bulan juli, tiba-tiba saja semuanya berjalan begitu cepat. Ah sial, ternyata besok sudah memasuki bulan puasa (sial disini bukan berarti aku benci bulan puasa lho yaa, hanya saja kenapa tau-tau udah masuk bulan ramandan lagi). Aku nongkrong lagi di padepokan sore ini. Masih ada arumania di depanku, dia berbicara tentang iman dan takwanya the mudub. Oh iya, sebenarnya aku ingin menulis tentang event komisi #4 kemarin, namun karena sedikit ribet aku mau menulis tentang ramadhan aja, ntar untuk kompilasi aku up load foto-fotonya aja. Oke, Sepertinya tulisan ini akan menjadi postingan yang mendayu-dayu, setelah kemarin kita berbicara tentang para komisioner, kali ini aku akan banyak bercerita tentang diriku sendiri. Kalian masih baca tulisanku ini kan? Boleh kok di selingi makan kacang atau liat aoi sora (lho, lho, lho, kok malah jadi ingat bokep)



Bulan ramadhan bagi banyak orang (terutama yang beragama islam) adalah bulan terkeren di setiap tahunnya dan layak untuk ditunggu. Aku juga menyukai suasana bulan ramadhan, semuanya mendadak tenang, kalem, ada kolak gratis, laper, dan banyak setan berkeliaran. Oke lupakan soal kolak gratis, aku tidak senafsu itu untuk mendapatkan kolak gratis setiap hari. Yup, kembali ke topik pembahasan (lhoh mana si topik? mau di bahas kok malah ngilang?) si arum tiba-tiba bertanya soal fitrah, kapan terakhir kali aku mendapat fitrah? Embuh aku lupa, dan aku sedang tidak mau mebicarakan fitrah,fitroh ataupun fitri (apalagi cinta fitri. HARAM). Aku akan curhat mengenai bulan puasa dari sudut pandang seorang pemuda keriting berhati galau. Sudah siap? Check this out bebs….



Bulan puasa bagi seorang mujix adalah siksaan yang lebih kejam daripada dicium banci gilingan atau dikejar satpol PP taman lawang. Kalian semua tahu kan kalo aku sangat suka makan, yeah kalian pasti tidak menyangka bahwa teman kalian yang ganteng ini memiliki lambung super karet. Kadangkala aku bingung dengan system metabolisme tubuhku, perasaan sebanyak apapun makanan yang masuk semuanya ilang gak tahu kemana (kata temenku sih semua nutrisi itu dimonopoli oleh rambut keritingku). Kebiasaan makanku sangat gila-gilaan, walau bukan pecinta junk food sih. Aku mempunyai pola makan yang sangat berantakan, ancur. Sebenarnya bukan siksaan sih, namun dengan adanya bulan ramadhan aku harus bisa menyesuaikan nafsu bejatku akan makanan dengan jadwal sahur dan imsyak (imsyak, insap atau insyaf? Sabodo amat).



Sore ini sebenarnya aku sedikit menyesal gak jadi pulang ke kampung nun jauh disana, tadi malam sebenarnya aku ada niat untuk menjalani awal puasa dengan nenek tercinta. Berada di desa, menikmati udara sejuk, makan sarimi rebus khas nenek, membaca buku harian lama, dan lari-larian sambil telanjang.errr………. oke yang terakhir aku bercanda.ramadhan di hari pertama bagiku sangat biasa, walau sangat biasa aku ingin merasakan ramadhan itu di kampung. Ada suasana yang khas dan sangat familiar mengenai ramadhan di rumah. Kurasa ramadhan pertama kali ini aku akan sendirian di kota ini, setelah ini aku akan pergike slamet riyadi, kemudian mencari angkot dan balik ke kostku di kentingan. Detik ini aku yakin banyak keluarga yang bahagia, mereka menikmati suasana keluarga dengan penuh arti. Kuharap kalian semua juga begitu, namun yang pasti Semenjak kelas 1 SD aku sudah ditinggal orang tuaku, mereka jadi perantauan di kota bogor, mungkin gara-gara itu aku tidak pernah merasakan indahnya ramadhan pertama dengan keluarga. Yeah It’s so lonely dude…



Berbicara tentang puasa ingatanku kembali ke satu tahun yang lalu, saat itu sepertinya aku tengah sibuk mengerjakan proyek animasi “timun emas”. Sebuah karya film kartun berdurasi 23 menit dengan format animasi 2 dimensi. Sekedar info, pekerjaan asik itu aku kerjakan dengan beberapa teman. Ada pak eko roey yang saat ini tengah menjalani proses manasik (katanya sih mau naik haji oktober tahun ini), ada pak ranang yang mensuport komisi dengan asik, pak topic yang jarang nongol (apa aku ya yang jarang nongol) ada juga si dian sastro yang hamper mau nikah pada tahun ini. Ups… mulai kacau lagi intelektualku. Bagaimana kerjaan puasa tahun ini? Cukup baik kurasa, hanya saja terlalu banyak proyek thank you. Yup bantuin banyak orang, mulai nggambarin storyboard, karakter buat kado, ilustrasi gambar buat film, dan lain-lain. Jika diliat secara financial tahun ini cukup buruk, aku kehilangan banyak waktu dan terbuang sia-sia. Semoga saja semua itu yang terbaik…



Apakah mujix sudah siap menyambut ramadhan? Kalo ditanya siap atau kagak aku juga kurang paham. walau iman masih sebesar upil dan memiliki segudang masalah, Namun aku siap menghadapinya.


Aku akan menjalani bulan ramadhan ini semaksimal mungkin, semoga saja aku bisa belajar dan menemukan banyak kebahagiaan selama event sakral ini berlangsung. Akhir kata met menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan, mohon maaf lahir batin :)


Mujix
sesosok hamba yang imannya
masih tertinggal entah dimana
Solo, 31 Juli 2011

Jumat, 29 Juli 2011

para komisioner #4

Siang kali ini tolol banget, lebih bodoh daripada keledai (bukan, bukan bahan baku pembuat tempe atau tahu. Keledai itu tuh, sejenis kuda labil yang suka nyengir). Aku siang ini sangat capek, sudah mencoba berbagai pose untuk tidur, namun apa daya tuhan belum merestui kemalasanku. Apa? Apa? Gaya nungging? Udah, aku udah nungging ampe lutut berubah jadi jembatan layang. Oke, daripada nungging gak jelas dan absurd kayak gini mending aku nlis saja ya, Kamis nan aneh ini adalah hari terakhir dari rentetan pameran komik komisi empat penjuru. Sebuah pameran komik maha alay (yah lebih alay daripada penontonnya inbox atau derings dan sebangsanya) itu diselenggarakan di sebuah gang sempit cinderejo lor RT:16 RW:V, gilingan, banjarsari, solo. Event galau nan kacau itu di kerjakan oleh duo manusia maniak nan ganteng dari sebuah komunitas komik. Oke mari kita kenalan dengan duo yang enggan disebut sebagai pasangan serasi dan teman-temannya:


Mujiyono: sesosok makhluk aneh berambut keriting (banyak yang berasumsi bahwa benda tersebut bukanlah rambut, melainkan otak yang berwarna hitam kelebihan protein hewani hingga moncrot keluar) sangat doyan dengan yang namanya baca komik sambil minum teh anget dalam situasi apapun. Kadangkala aku berfikir, adaikata suatu saat dia amnesia dan tersadar dari sakitnya mungkin kata-kata yang dia ucapkan pertama kali adalah “mana teh dan komikku ”. dia didaulat oleh keadaan sebagai coordinator acara ini. Bukan, dia bukan ajasmara kok. Walau 11, 12 sama anjasmara dia enggan dibilang mirip. Posisi coordinator bohong-bohongan.



Angga tantama: dia adalah manusia wonogiri yang khilaf terjebak bujuk rayu oleh cowok keriting yang diatas. Kalo diliat lekat-lekat, kalian akan menemukan perpaduan yang sangat eksotik dari vokalisnya ARMADA, bisma SMASH, dan secuil idungnya SUPER JUNIOR. Yeah walau seabsurd itu, dia adalah teman yang kereeen. Baru kali ini aku bikin event seasik ini dengan orang luar negeri (baca: wonogiri). Kata si mujix, angga sie curhatnya si koordinator bohong-bohongan :D



Wahyu eko.p : yey, kadang kala aku berpikir kalau dia bukanlah manusia. Makhluk ajaib doyan tidur ini ternyata memiliki idealis yang cukup yahud. Saat ini dia adalah calon mahasiswa seni murni di kampusku. Entah mengapa beberapa hari ini dia menggila secara tak wajar, mungkinkan ada “hantu pelawak yang mati gara-gara stress tidak memperoleh tawa dari penotonnya” yang merasuki wahyu? Ataukah sebenarnya dia alien dari galaksi Andromeda yang menyamar menjadi manusia untuk menculik Nikita Willy dari planet bumi? mungkin dia sebenarnya adalah Nicholas saputra yang…. (diam sejenak) ah kurasa bukan. Walau dia bukan manusia namun dia memiliki semangat yang tinggi untuk membantu teman. Pak SBY harus bangga memiliki seorang Wahyu Eko P. (bukan payudara atau kosakata porno lainnya lho ya). Posisi penggembira dan sie display yang yahuuuud :D



Arum setiadi. Sesosok cowok aneh ini adalah seorang komikus, vokalis, penjual mie ayam, MC, guru TK, actor handal, vokalis (udah disebutin bego), dan lain-lain. posisi pembuat cover dan sie konsumsi. tanpa bapaknya event kemarin tidak akan segokil itu. Hidup pak bejo :D



Maulana skets: the newber in komisi solo, sesosok cowok mirip (katanya oksa sih) lee ming hoo, ah biarlah yang penting gak mirip boo boo hoo. Dia orang jepara, bersekolah di kampus ISI Solo dan aku jerumuskan ke komunitas komik dengan sukses. Semangat yang sangat agresif itu layak di perhitungkan, kurasa setelah 2 tahun berkuliah dia akan berevolusi menjadi seorang wahyu eko P. ya enggaklah… aku bercanda….. dia memiliki semangat yang keren, hiduuuup



Anang silikon : sesosok cowok ganteng ini juga memegang peranan penting dalam kompilasi kali ini, banyak ide brilian dan kosakata yang mawut terlontar dengan sangat sadis kepadaku. Sangat sadis jika kalian harus tertawa sampe mampus gara peletakan “kata istilah” yang salah di berbagai tempat. Saat ini dia tengah dimabuk asmara dengan si dedek dari penjuru di utara sana.jadi inget ramalannya suhu utara alias Feri Yes You, katanya presentase untuk banyak hal dalam kehidupan anang adalah 70:30. Walau karyanya belum selesai, Semoga langgeng terus yaa.




Jeky: si jeky pemuda bersemangat berasal dari Sumbawa, benar, pulau yang terkenal dengan susu kuda liarnya. Tapi kita tidak akan membicarakan susu (karena dikhawatirkan akan menjurus tema yang mesum) ataupun membicarakan kuda (sorry ini bukan postingan berternak kuda ataupun tips-tips menjadi kuda yang sholeh). Setelah kemarin nyasar dengan sukses kuliah di jurusan pariwisata, dia akhirnya memutuskan untuk hijrah jurusan ke DKV. Kalau mebicarakan si jeky aku jadi inget si sinta dan jojo dalam duet keong racun. Sori sori sori jek…^^




Sholek: dia cowok absurd nan humoris yang doyan ngucapin “tretek dung cess”, heeeh ucapan entah bermakna apa itu aku liat pertama kali di status FB-nya. “Tretek dung cess” itu kurasa adalah sound khas ketika kita menonton program situasi komedi/ acara lawak di luar negeri. Si sholek memiliki jenggot yang unik, ah kapan ya aku punya jenggot. Hiduup jenggot




Pak bejo: pak bejo adalah ayahnya arumania. Dia seorang penjual mie ayam yang sangat menyenangkan. Dia biasanya mangkal di gang samping rel barat pertamina. Secara fisik pak bejo adalah orang yang kaku, serious people, menyebalkan, namun jangan salah dia adalah sosok yang menyenangkan, pemurah dan baik. Hanya saja cara bercandanya yang kasar terhadap arum mungkin akan membuat kalian sedikit berfikir ‘ayah’ keren menurut gilingan version:D trims untuk bonus mie ayamnya ya pak




Mas ismanto: dia adalah kakak sepupuku, sesosok suami beristri satu yang cukup pendiam. Dia membantu kami mencetak buku kompilasi keempat. Aku sangat salut dengan pola pikirnya, banyak hal yang serius kita obrolkan suatu waktu. Walau hasil cetakannya kurang sesuai dengan harapan kami, dia telah berusaha dengan sangat gigih untuk mengejar deadline tolol kami. Yeah suatu saat semoga bisa berkerjasama lagi yam as :)




Pak yudi: pak yudi adalah ketua RT cinderejo lor, kalau tanpa ijinnya acara asaoy kemarin hanya tinggal rencana. Kuduga sosok pak RT ini awalnya adalah bapak-bapak berkumis tebal dengan muka garang memegang clurit di tangannya (ini sih bukan bapak RT, tapi tukang sate dogol). Setelah hampir 4 kali wira-wiri kesana kayak strika akhirnya kita bertemu beliau di hari min 2 sebelum acara pameran tersebut. Ternyata bayangan maha sangar tentang bapak-bapak berkumis tebal dengan muka garang memegang clurit di tangannya hilang sudah. Beliau adalah om-om ramah yang doyan futsal dan memiliki aura yang istimewa (aku mohon kalian jangan membayangkan aura kasih dalam postingan kali ini).




Sandy: si ketua karang taruna ngudi rukun, dia adalah pemuda teratur yang dinobatkan oleh masyarakat cinderejo untuk menjadi ketua karang taruna. Dia adalah orang pertama yang kami cuthati tentang acara pameran komik di gang cinderejo, usul kami yang terdengar sangat muluk itu ternyata ditanggapi dengan sangat antusias olehnya. Dia juga yang member kemudahan mengakses apapun di keperluan kami ketika acara ini mulai berjalan. Mulai dari gelas, akses ke pak yudi, peberitahuan masyarakat umum, letak kamar mandi sampai bagaimana kami harus bersikap kepada penduduk kampung tersebut. Bisa dibilang, dia adalah benang merah yang menghubungkan kita semua di event 4 penjuru ini, thanks dude :D (oh iya, kamu katanya mo kenalan sama sayaka cewek dari jepang, kok gak jadi?)



Pakdhe dan kawan-kawan tugitu unite: nama aslinya adalah agus susanto, sesosok mantan mahasiswa unyu-unyu ini bisa dibilang motor utamanya tugitu unite. Si agus pakdhe ini sempat memberi saya petuah-petuah ampuh mengenai berkomunitas di kota solo pada umumya. Tanpa Teman-teman tugitu unite seperti pakdhe, ryan, celly eka, doni, topik, dan lain-lain mungkin acara kami gak akan sekereeen itu. Apalagi ketika jamstrip bareng, ciaah kereeen deh komiknya, trims ya semua. Mumumumumumumumumumu…..



untuk kawan-kawan lain seperti mas joko, mas toha, mbak desti, pak yayok, mas brum,mbak ana, dan beberapa teman yang Dalam postingan kali ini aku tidak berniat membantai siapapun, aku hanya menuliskan beberapa tokoh penting yang mendukung event kami selasa kemarin. Bisa dibilang aku sangat salut dengan kawan-kawan seru kami. Akhir kata saya mengucapkan banyak terimakasih telah di beri kesempatan untuk menggila dengan kalian. Thanks yaaa :)


Mujix
badan ane hampir berevolusi jadi perkedel
gara-gara kecapekan ngurus eventnya komisi
empat penjuru :D
Solo, 29 Juli 2011

Selasa, 26 Juli 2011

kata

capek, pegel, sumuk, cenut-cenut, panas, asik, komisi, empat, penjuru, mie ayam, gokil, gila, gang, cinderejo, pak bejo, pak yudi, pameran,lounching, komik, lelah, ngantuk, facebook, curhat, cetakan, buruk, psychic, girl, unyu, display, tugitu, desti, hendikem, restart, angga, anang, maulana, wahyu, solek, jeki, ruwet, jam 5, kamera, pembukaan, gunting, pita, pink, es teh, teh anget, gilingan, pertamina, wawancara, solopos, joglosemar, restart, joko narimo, tugitu, pakdhe, celenk, dony, topik,jepang, spanduk, hujan, stasiun, 12, juta, senang, gembira, keren, ramai, curhat, ojek, kost, tidur, asik, #5, lemon tea, kerjaan, finansial, arsip, hidup, takdir, tuhan, diri, cinta, berarti, dunia, akhirat,terimakasih,dan, terakhir, semangaaaaaaaaat:)



Mujix
baca aja seasik kalian
Solo, 26 Juli 2011

padepokan dan empat penjuru

Met pagi, kali ini aku sedang asik menikmati hidup di suatu tempat yang bernama “PADEPOKAN”, sebuah kontrakan terpencil di sudut kota solo. Aku sangat menyukai tempat ini, walau semuanya tampak sederhana setidaknya sangat menyenangkan bertemu banyak orang disana. Tempat itu sebenarnya studio kecil untuk mengerjakan komik dan desain, pemilik tempat itu adalah pak ijok, pak agus, dan kak arumania. Oke akan kuceritakan sedikit tentang pak ijok dan pak agus, untuk kak arum sorry yaa you udah terlalu sering aku bantai dan siksa dengan berbagai dogma di blogku. Pak ijok adalah sesosok om-om yang friendly dan maskulin. Aku bisa mangatakan maskulin dikarenakan badannya besar dan brewoknya cukup yahud. Kalau kutaksir saat ini dia berumur sekitar 30an, yang aku kagumi dari pak ijok (selain brewoknya) adalah penataan jadwal dan menejemen akan apapun. Aku banyak belajar dari dia^^.

Makhluk kedua penunggu padepokan yang jarang nongol adalah pak agus. Dia juga om-om, ah sial kurasa disini adalah perkumpulan om-om maniak kerja. Aku tidak begitu banyak tahu tentang dia, kecuali manusia coffee nerd dan mempunyai skill yang keren dalam menggambar. Ketika pertama kali bertemu pak agus, aku menduga dia adalah manusia murung dengan sikap acuh tak acuh pada siapapun. Namun, ternyata perkiraanku salah. Dia orangnya seru walau tak sekacau arumania. Pesan moralnya adalah jangan menilai seseorang melalui tampilan luarnya don’t judge book from the cover. Jareno ngono…^^.


Banyak manusia setengah normal dan error berkumpul di padepokan ini. Bangunan sederhana 2 tingkat dengan teras bebas atap kurasa menjadi kelebihan tersediri dari tempat itu. Mahkluk-makhluk sebangsa setengah mamalia setengah protozoa semisal mujix, anang silicon, hendro ‘chemod’, dan geng kacau yang memaksa untuk disebut band seperti the mudub, sering mampir untuk sekedar curhat dan tidur bersama (ups kalian jangan mikir yang aneh-aneh yaa).

Solo, 26 Juli 2011

Pagi ini aku masih direpotkan dengan event komisi #4. Yup kuralat tidak merepotkan ding, menyenangkan malah kurasa. Tinggal satu hari untuk kita mempersiapkan sebuah event makah kacau berjudul “pameran kompilasi komisi 4 penjuru”. Aku mengatakan kacau karena untuk acara sebesar ini hingga 2 hari menjelang hajatan hanya ada 4 manusia labil yang mengurus. Saat ini buku kompilasi telah mencetak, rencana ada 100 buah buku dengan budget hampir 800 ribu. Perijinan insyaalah udah fix dan press rilis telah aku percayakan kepada teman-teman GKS. Oh iya aku akan menceritakan mengenai teknis pameran kali ini. Rencananya kita akan merespon sebuah gang di tempatnya arumania untuk di jadikan tempat memamerkan karya. Berbagai medium seperti pagar, tembok, dan tempat menjemur pakaian akan menjadi sudut yang asik untuk sekedar meramaikan display. Setiap komik akan kami lapisi plastic dan untuk beberapa akan digantung di jemuran, dan yang lain akan kami tempel dengan brutal di banyak tempat.



Pak RT dan ketua karang taruna bernama sandy telah mengijinkan untuk bergayeng-gayengan disana. Oh iya, rencananya akan ada pesta mie ayam disana, setelah membooking mie ayam pak bejo kurasa akan ada kekacauan besar di selasa sore besok. Yeah semoga saja kekecewaanku akan system birokrasi yang mengganjal ketika stasiun dapat terobati. setelah kenyataan pahit mengenai perijinan stasiun yang sangat “Indonesia banget” minggu kemarin, aku memutuskan untuk mengambil alternative kedua. Opsi kedua mengenai lokasi untuk pameran komik empat penjuru kali ini adalah gang kampung. Tema besar kali ini memang keberagaman manusia, stasiun dan kampung juga bisa menjadi simbol untuk menggambarkan kultur manusia di era sekarang. Di postingan kemarin kita berbicara stasiun sebagai tempat publik dan berbicara mengenai kemungkinan berbicara tentang media komunikasi alternative kepada masyarakat urban.

ini dia peta lokasinya:



Rencana untuk menciptakan ruang berkesenian itu ternyata kandas dengan sangat sukses dikarenakan sistem birokrasi yang cukup ‘sakit’. Aku tidak tahu siapa yang benar dan salah, namun show must go on. Acara hajatan ini tidak akan berhenti hanya gara-gara tersandung masalah financial yang tidak fear. Opsi kedua masalah lokasi untuk berpameran komik andaikata di stasiun gagal adalah gang perkampungan.
Pengertian kampung menurut komisi #4 adalah tempat dimana para manusia dari berbagai penjuru membentuk suatu sistem yang beraneka ragam melalui proses adaptasi. Kita tidak dapat memungkiri keberadaan kampung di kota besar sangatlah penting. Alasan-alasan kita untuk memakai kampung sebagai tempat berpameran juga tidak jauh berbeda dengan alasan di stasiun. Beberapa pernyataan seperti ‘mendekatkan media’ dan ‘mencari tempat seni yang baru’ masih membayangi motif kami kali ini. Sama persis? Ah, kurasa tidak, ada beberapa poin asik yang seru untuk dicermati mengenai kampung dan komik komisi #4. Oke, saatnya mendiskripsikan keasikkan kampung cinderejo, gilingan, di kota Surakarta.


Hal yang pertama kali aku pikirkan andaikata terdengar kata “kampung” adalah keberagaman subyek yang sangat akrab. Pernyataan itu sangatlah beralasan, jalinan kedekatan tersebut akan sangat berbeda sekali dengan keberagaman di stasiun. Tempat transit sarana public seperti stasiun mungkin hanya bisa sekedar numpang lewat dan kemudian segera bergerak kembali. Jika kalian mengharapkan suasana hommy, enjoy, dan sangat teduh dari tempat pemberhentian kereta tersebut maka kalian salah besar. Di stasiun kita hanya berhenti, menunggu sejenak, dan kemudian pergi. Aku percaya setiap kejadian pasti ada keinginan tuhan yang tersirat didalamnya.

Aku juga sedikit belajar dari konser hampir gagal the mudub sabtu kemarin. Konser labil dan gokil yang rencananya akan diakan di pendopo telah gagal dengan sukses di karenakan banyak hal. Entahlah, kurasa ada banyak keinginan dan motif yang harus kita pahami dari banyak manusia. Pak “B”, kakak pertama, si Telo, feri yes you, sanasuke, popok, dan lain-lain pasti mempunyai keputusan yang tepat untu mereka. Dan terakhir aku akan mencoba lebih arif dalam memandang masalah dan apapun yang ada:)


Mujix
sedang menenangkan diri
untuk pembukaan pameran komisi
4 penjuru
Solo, 26 Juli 2011

Selasa, 19 Juli 2011

malam yang biasa

ini adalah malam yang biasa, tidak ada kesunyian ataupun kesenyapan. yeah, kurasa malam-malam aneh yang terus berputar seperti ini tak baik untuk sekedar memikirkan hari esok. kau ingat kapan pertama kalian mengenal kenangan? atau kau bisa menggambarkan scene apa yang palng awal ketika kau hadir di dunia yang seba cepat ini? aku ingat, walau hanya sebatas visual aneh tentang masa kecil konyol. kali ini kita tiak akan membicarakan tentang masa kecil atau tentang kenangan masa lalu. kita akan sedikit merespon hari ini, menggambarkan detik ini dengan lebih detail. kalian tertark untuk mencoba? oke kumulai dari diriku sekarang.

aku sekarang berada di sebuah tempat umum. banyak manusia d sekitarku, mereka hidup dengan pikirannya masing-masing. kurasa mereka juga memiliki ambisi sekeras batukarang layaknya aku kali ini. audio berisik aku paksakan saja ke telingaku, berharap suara berisik itu bisa memacu semangatku untuk sekedar bercerita tentang apa yang kualami sekarang. cukup menyenangkan kurasa, walau cuaca cukup panas. setidaknya didalam ruangan sempit ini.

hari ini kurasa akan tetap hidup, walaupun tergilas waktu yang makin agresif. pagi yang baru juga telah datang tepat pukul 00.20 saat aku mengetik postingan ini. seabrek permasalahan yang belum kunjung usai itu membuatku bergairah untuk sekedar menulis tentang apapun. benar-benar cukup panas.

oke, begitulah denganku saat ini. bagaimana
dengan keadaan kalian?


Mujix
ayo semangat teman
masih ada hari ini
Solo, 19 Juli 2011

Senin, 18 Juli 2011

10 hal tentang minggu ini

Aku sedang malas menulis apapun kali ini, namun senggak-enggaknya aku akan menuliskan beberapa kejadian seru minggu-minggu ini. Ada kejadian apa aja siiiih di sekitar cowok autis komik beberapa minggu ini. Ayo disimak:


1.KOMISI #4: Rencana pameran komisi #4 di stasiun purwosari gagal total, untuk lebih jelasnya kalian bisa membaca postingan sebelumnya

2.Oh iya ayahku balik lho dari bogor, entah dalam rangka apa yang pasti hal itu menjadi kejutan yang menyenangkan. Beliau tak banyak berubah,masih gaul, doyan minum kopi dan tentu saja masih suka memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang.


3.Yey aku mendapat hadiah dari kak argo, sesosok senior ganteng dengan kodok di hidungnya (wkwkkw semoga aja dia kagak marah:p). hadiah itu berupa file holder berwarna kuning, dan kayaknya bakal asik banget kalo aku menyimpan kertas-kertas gambarku didalamnya. Thanks kak buat hadiahnya, aku janji aku tidak akan memanggilmu “cowok ganteng” dengan penuh cinta lagi ^^

4.Minggu kemarin aku muter-muter tolol bersama angga, sesosok cowok cakep ala korea dari wonogiri. Setelah perbincangan norak “wani piro” dengan “pak B” di stasiun lempuyangan akhirnya kami memutuskan untuk melancong sejenak ke malioboro, jogjakarta. Kota yang sangat aku benci (alasan pribadi sih). Perjalanan aneh nan labil itu ternyata tidak membuahkan apapun, hanya sedikit hal yang kami dapat (aku dapat tepatnya). Cewek-cewek jogja sangat cakep, sumpah. Hidup cewek jogjaaa :D


5.Arumania berganti model rambut, wkkwkwkwkw kurasa ini adalah kejadian terkonyol minggu ini. Cirri khas arum yang dulu: dekil, berantakan, keibuan dan kebapakan, rock en roll, vokalis urakan mendadak berubah drastic. Pagi hari tadi dia potong rambut, sedikit pendek namun cukup sopan. Setelah aku tertawakan sama hendro kurasa , kesan “bapak” dan “tua” telah hampir hilang. Yah kubilang hamper hilang saja :D hidup aruuuuum.

6.Ada tiga temanku yang telah diwisuda minggu ini, mereka sangat kereen. Walau tidak ada kabar apapun aku salut dengan mereka. Semangat teman, semoga sukses. Jangan seperti saya yang masih labil dan doyan baca komik sambil koprol gak jelas gini :)


7.Lemon tea aku putuskan aku stop sebentar. Rehat dikit, mo fokus ke kompilasi komisi edisi ke empat dulu. Semoga aja popok lupa kepencudanganku ini. I’m sorry pok :(

8.Sanasuke gak ada kabar apapun, ah entahlah semoga dia baik-baik saja.

9.Aku tiba-tiba kerasukan roh maniak buku. Aku menghabiskan duitku hanya untuk membeli benda-benda semacam novel gravis laika, usagi yojimbo, troy, dan novel kecil cinta brontosaurus. Padahal masih banyak buku-buku yang belum selesai aku baca. Fak!!

10.Badanku kurang fit, sepertinya harus segera berolahraga deh T__T

Oke kurasa cukup, nanti aku lanjutkan lagi. Semoga aja ntar malem ketika pulang ke kost, aku bisa nemu laptop dan sepeda gunung. Biar bisa segera nulis dan gak nyingkat2 kayak gini. hafuuuuuuuh


Mujix
seorang pemalas yang ganteng, halah
capek jix :p
Solo, 18 Juli 2011

Senin, 11 Juli 2011

aku dan Komisi Solo #4

Kalian tahu Komisi Solo? Komisi solo adalah sebuah komunitas komik yang aku dirikan bersama teman-teman ISI tiga tahun silam. Komunitas itu lahir gara-gara temen-temen komik (terutama cowok keriting berhati galau) tidak memiliki wadah untuk sekedar pamer karya, yah, pamer karya saja itu sudah cukup. Hari ini aku sibuk mengurus hajatan Komisi Solo edisi empat penjuru.



Sebenarnya juga gak sibuk-sibuk banget sih, namun kalo dikatakan ribet juga sangat ribet. Komisi solo kali ini judulnya “empat penjuru”, sebuah edisi gokil kompilasi komik dari berbagai kota di indonesia, terkumpul total ada 35 komikus yang ikutan. Rencananya sih aku dan teman-teman Komisi Solo akan mengadakan pameran komik di Stasiun Purwosari. Ya, mata kalian masih normal, aku menulis “pameran komik di Stasiun Purwosari





Jgerrr!!! duarr!!! Ide konyol itu tercetus tiba-tiba, tidak ada topan badai yang menerjang otakku, celana dalamku juga masih wangi, tidak ada sms dari Agnes Monika yang bilang ingin “di sun”, namun kenapa ide ini mencuat begitu saja? Kebiasaan umum teman-temen komisi adalah membuat pameran komik di galeri, atau ikutan stan-stan seni rupa (dan wajarnya emang gitu). Alasan aku memilih untuk membuat pameran di stasiun cukup lumayan banyak, yuk kita intip alasannya :D

Alasan.1. tema pameran. Kompilasi kali ini diadakan oleh komisi dan diikuti oleh banyak teman komik dari berbagai kota. Apabila kita berbicara tentang kota dan fasilitasnya, tentu kita akan berpikir mengenai sarana-sarana umum yang ada di dalamnya. Salah satu tempat publik yang menghubungkan banyak kota tersebut adalah stasiun. Aku bisa saja memilih terminal bis, namun tempat itu memiliki tingkat kerawanan kriminalitas yang sangat tinggi, belum lagi keribetan sirkulasi para pengguna terminal. Tempat alternatif lain adalah bandara, ini mah kagak mungkin banget, sangat susah untuk diakses secara umum, hanya segmentasi ekonomi masyarakat menengah keatas yang bisa ke bandara. Stasiun aku pilih karena tempat itu yang paling cocok dengan kriteria empat penjuru, selain kemudahannya dalam mencapai khalayak ramai, stasiun juga memiliki kerawanan yang cukup minim.



Alasan.2. mencari ruang baru. Berbicara soal tempat berpameran, mindset kita pasti tertuju ke gallery-gallery seni rupa pada umumnya. Tidak ada yang salah dengan pemikiran tersebut, namun apabila kita berbicara mengenai seni rupa rendah (merujuk kutipan Scott Mc Cloud di Understanding Comic) seperti komik, tentu tempat seperti galery seni rupa menjadi lokasi yang sangat prestisius. Namun apabila kita merunut kembali latar belakang komik dan perbedaan pemahaman masyarakat tentang seni rupa, maka komik sebenarnya bisa lebih bergerak lebih bebas dalam hal waktu, tempat dan masalah subyek yang diangkat. Komik sangat dekat dengan masyarakat urban, dan diperlukan tempat urban agar mereka bisa lebih dekat lagi. Seenggak-enggaknya masyarakat bisa tahu ada media lain untuk sekedar memandang dunia dari kacamata yang berbeda.


Alasan.3. asik. Yeah yang ini alasan pribadi sih, sepertinya sangat asik sekali jika kita bisa pameran komik di stasiun. Kalian tahu kan apa makna “asik” tersebut. Asik karena kita akan mendapatkan banyak hal baru, asik karena kita pasti akan mengenal banyak teman anyar, asik karena akan ada seru-seruan di tempat yang asik. Dan lagi ketika kita berbicara transportasi yang asik untuk jurusan antar kota, yang paling asik adalah naik kereta, akan ada pengalaman seru didalam setiap gerbongnya (terutama gerbong ekonomi gaya baru malam jurusan senen^^).


Tempat stasiun sebenarnya belum deal, kita masih mengurus banyak hal. Perijinan belum kelar dikarenakan kemalasanku yang makin kacau. Event kali ini sedikit sepi, soalnya hanya beberapa teman saja yang membantu untuk pra event kali ini. Siang ini aku menelepon Pak “B”, dia adalah orang penting di Stasiun Purwosari. Tanpa ijinnya kita tidak akan bisa pameran di tempat “asik” tersebut. Besok di Purwosari jam 10 siang kita akan mengobrolkan soal perijinan tersebut. Semoga saja bisa diwujudkan untuk bisa berpameran komik di stasiun Purwosari.

Ayo dong kasih ijin, kita ingin mendekatkan masyarakat dengan media alternatif lain bernama komik ni pak, please deh cint. Hrus buleh ea akko gag nakal ug...
wkwkkwkwkwkwkwkwk


~Solo. 11 Juli 2011~

kabar buruk, ternyata untuk pameran komik di stasiun kita harus menyiapkan uang 12 juta rupiah, keinginan khayal nan muluk seorang cowok keriting maniak komik itu pupus sudah. Minimnya ruang berkesenian yang kian minim, ternyata tidak mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak. Budaya 'wani piro' atau bahasa jawa dari 'berani berapa' masih mengakar kuat di berbagai sektor di Indonesia. Ah, ruang publik yang katanya untuk publik, sekarang telah menjadi tempat komersial nan individual.

Mereka tidak perduli dengan pergerakan komik, bagi mereka masalah media alternative pengalihan stress problem komunal melalui hal yang lebih positif sangatlah tidak penting, mengawasi kinerja para birokrat melalui seni bukanlah urusan mereka.

Terlalu rumit untuk merubah mind set warisan orde baru tersebut. Semoga saja kelak (entah kapan) akan ada sedikit perubahan yang bisa membuat bangsa ini lebih baik.
Yeah… ayo pameran komik di tempat laen :)

~Solo. 16 Juli 2011~

penulis adalah sesosok cowok penggila komik berambut
keriting yang katanya lebih suka dipanggil ‘mujix’ daripada
‘susi’ atau ‘yanti’. curhatan ini bisa dibaca juga di
KOMPILASI KOMISI #4

SMS

Siang hari yang sangat panas di pertengahan bulan Juli, ya sangat panas. Saya merasa jadi dendeng berambut keriting yang siap di santap. Ada apakah dengan aku hari ini? Cih pertanyaan konyol yang hampir setiap posting pasti di ucapkan, ada banyak hal terjadi tentunya. Aku malas mendiskripsikan satu-satu, namun aku akan menceritakannya pada kalian garis besarnya.


Salah satu kebiasaan seruku akhir-akhir ini adalah mencatat buku sms. Kalian tahu apa yang aku maksud, itu tuh menulis inbox yang masuk dalam hape di pindah ke buku harian. Bisa dibilang salah satu pengarsipan kejadian hidup yang cukup konvesional, sms mungkin bagi banyak orang hanya salah satu media komunikasi sederhana. Pesan-pesan konyol sepert “kmuh dimana”, “bentar lagi otw nih”, atau “mas mujix, I miss you”. Ketika kita memandang sms tersebut sebagai suatu hal yang sangat remeh maka hal itu akan menjadi remeh dan tidak bernilai. Namun jika kita melihat sisi lain dari sms maka banyak hal yang bisa di perbincangkan.


Kebiasaan lucu ini aku peroleh dari seorang teman yang bernama Arumania (kalian inget sesosok pemuda berwajah tua yang selalu bersemangat itu kan?). dia adalah manusia ajaib yang katanya ketika lahir berbau sangat harum, titisan putri cantik yang terjebak dalam tubuh seorang bapak-bapak. Arumania sangat suka menjadwal sesuatu, dia menata banyak hal dan mengagendakan semua kegiatan yang dia ikuti. Salah satu hal yang menarik dari dia adalah kebiasaannya mencatat pesan sms dari siapapun di hapenya. Sikap uniknya itu dimulai (katanya) awal 2008 silam, 3 jilid buku tebal sms telah dikumpulkan sejak tahun itu. Aku kurang tahu apa alasannya namun alasan itu kurasa tidak begitu jauh dengan alasanku menulis blog.

Kuakui aku menulis blog ini lebih bermaksud untuk mendokumentasikan apa saja yang terjadi dalam hidupku. Aku bahkan tidak tahu sampai kapan kebiasaan menulis ini bisa terus berlanjut, namun aku sangat menyukainya. Kembali ke buku sms, iseng-iseng aku pernah membaca salah satu smsku di buku smsnya arumania. Di dalam sms itu aku sedang stress, kau terbahak-bahak, 3 tahun yang lalu ternyata aku sama saja, masih suka galau, sambat dan tentu saja pusing gara-gara hal yang sepele. Sensasi seru ketika mambaca smsku ini ternyata menginspirasiku untuk menulis ulang semua sms didalam hape buntut ini. Akhirnya aku memutuskan untuk menyalin semuanya, total ada hampir 78 pesan masuk yang aku tulis.


Sms dari berbagai macam manusia-manusia yang membuatku hidup, semisal sms seru dari Popok, sms galau dari Feri, sms mutiara dari mas Ryan dan Sitha, dan tentu saja sms penyemangat dari diriku sendiri. Berbagai kejadian penting dalam hidupku ada dalam sms tersebut, hanya saja untuk kurun waktu 2 tahun silam, semua pesan tersebut tidak sempat aku tulis ulang dikarenakan hapeku yang dulu lenyap entah dimana. Sial!!! Aku benar-benar emosi, seperti biasa hal tersebut disebabkan keteledoranku dalam melatakkan barang (dan sepertinya aku memegang rekor soal ceroboh di dalam keluarga sutarno).

Dulu memang aku tidak suka menulis sms, lebih tepatnya tidak kepikiran, namun setelah kejadian raibnya hape tersebut aku mulai berpikir ulang. Aku harus segera menulis semua pesan tersebut, aku tidak mau waktuku tidak terlacak lagi gara-gara kehilangan hape, dan aku juga tidak mau hidupku tidak berbekas didunia yang serba cepat ini.


Kurasa cukup banyak manusia diluar sana yang tidak memperdulikan pentingnya mengarsipkan apapun, dan kurasa memang tidak penting. Hanya saja jika kita berbicara soal eksistensi seorang manusia, maka kita dapat melihat seberapa eksis manusia tersebut melaui jejak apa saja yang dia tinggalkan. Jejak itu bisa berwujud apa saja, apakah itu melalui kekaryaan, sumbangsih dalam hal pemikiran, mengarsipkan banyak hal lewat tulisan, maupun memberikan perubahan yang signifikan dan bermanfaat untuk khalayak ramai.


So, setiap orang adalah pembuat sejarah, maka buatlah sejarah itu dari hal-hal yang kecil:)



Mujix
sedang menanti SMS dari Tuhan
Solo, 11 Juli 2011

Sabtu, 09 Juli 2011

07.09.2011

aku terlalu lelah untuk sekedar bercerita tentang hari ini. semuanya berlalu biasa-biasa saja, setumpuk asa, secangkir kopi tadi pagi, dan sepotong cinta yang kujatuhan entah dimana. malam ini dia hadir sedetik lebih cepat, tak ada obrolan mengenai hari ini. dia menumbangkan logikaku dengan lembut, keacuhanku akan dirinya tidak akan merubah apapun, hanya saja dia dan dimensi aneh yang entah datang darimana itu membuat cuaca detik ini menjadi sangat panas. perasaan yang sama ketika aku merindukan hujan d bulan oktober.

kurasa aku harus mengakhiri hari ini dengan cepat, segera beralih ke tempat lain yang setidaknya lebih sejuk. sial...

Mujix
entahlah
solo, 09 juli 2011