Senin, 14 April 2014

Biasa Ajah

Beberapa bulan ini aku tidak mempunyai gairah yang menggebu-gebu untuk sekedar menulis di blog. aku enggak tahu kenapa, mungkin ini yang disebut ‘post power syndrom’. Kata kakakku, istilah itu digunakan untuk menyebut keadaan di mana seseorang sudah tidak memiliki kekuatan/keinginan untuk sekedar  menjalani hari ini dengan bergairah. Seperti itulah. Entah benar atau enggak, namun beberapa bulan ini aku terkadang terjebak di hari-hari yang membosankan.

Sangat membosankan. 

Di masa-masa itu aku lebih sering menghabiskan waktu untuk sekedar memikirkan hal-hal yang tidak terlalu penting. Tidak terlalu penting namun harus dilakukan. Misalnya memikirkan apakah aku harus terus menulis di blog ini atau enggak. Menulis di blog ini tidak terlalu penting, namun harus dilakukan. Harus dilakukan apabila aku mengingat motivasi ketika blog ini tercipta. Kurasa semacam itulah. Arrgh!! Baru sampai di paragraf ini saja, rasa enggan itu sudah menyergap tanpa ampun.

Aku akan menahan diri dan akan terus menulis. Baiklah aku akan memulai menuliskan sesuatu yang tidak terlalu jauh dari hidupku akhir-akhir ini. Aku akan menulis mengenai skripsi.

Hal ter-awesome akhir-akhir ini adalah ujian kelayakan yang terlaksana pada hari Kamis kemarin, tepatnya tanggal 10 April 2014. Ujianku berjalan lancar, dengan tiga dosen penguji yang sangat seru. Setelah berbagai macam diskusi akhirnya skripsiku tersebut layak untuk dilanjutkan ke tahap selanjutnya, sidang pendadaran. Satu langkah lagi menuju wisuda. Apakah aku sudah merasa bergairah? Yah, mungkin tercekat dan ada gejolak yang meletup, namun bukan berati aku merasa sangat bergairah.

Aku telah memperkirakan bagaimana ujian itu akan berjalan dan bagaimana ujian itu akan berakhir. Hebat yah guweh. Yah, intinya ujian itu selesai dengan beberapa revisi di sana-sini yang akan menjadi santapanku minggu-minggu ini. Bukannya mau sesumbar sih, tapi aku bertekad Senin depan revisian itu sudah harus selesai. Ehemm, aku sudah merasa bergairah? Enggak. Biasa ajah.

Kita pindah obrolan ke topik lain. Topik lain? Topik apaan lagi sih?! Beberapa hari yang lalu aku bertemu Sanasuke di kampus, kabar terbarunya sih doi sedang membenahi Tugas Akhir animasinya yang belum kelar. Kalo melihat jadwal yang tertempel di kantin kampus, doi harusnya ujian kelayakan minggu-minggu ini. menurut informasi dari beberapa sumber yang dapat dipercaya, doi punya permasalahan dengan presentasi.

Permasalahan tersebut berwujud demam panggung yang cukup akut. Aku mempunyai segudang tips buat mengatasi permasalahan tersebut, namun melihat perkembangan keadaanku dengan Sanasuke yang masih Awkkward banget itu, gak mungkin deh aku muncul dengan sotoynya berkhotbah tentang tips agar enggak demam panggung.

Kalo kalian nanya kenapa tiba-tiba aku ngobrolin Sanasuke, alasannya adalah karena Bang Arum dan all partner in crime-nya pindah kontrakan satu daerah dengan doi.

Iya Men, kontrakannya Bang Arum kira-kira berjarak 100 Meter gitu dari rumahnya Sanasuke. Cuman 50 meteran dari persewaan komik yang selalu aku datangin saat SMA dulu. Rental tersebut sudah beralih fungsi menjadi bengkel sepeda motor. Epic banget. apalagi jika mengingat hal-hal tolol apa saja yang aku lakukan demi sesosok wanita bernama Sanasuke. Super duper epic pake banget.

Kontrakan tempat Bang Arum bersarang relatif lebih baik daripada kontrakan sebelumnya. Iya, kontrakan sebelumnya yang berada di dekat Pasar Depok itu tuuuh. Satu hal yang paling kurasakan adalah, satu tahun itu waktu yang sangat cepat berlalu. Tiba-tiba aja aku sudah selesai magang, ujian kelayakan dan sekarang sedang dipusingkan dengan revisi skripsi. Sebenarnya aku ingin bercerita banyak hal, namun terkadang keinginan itu lenyap hilang entah kemana. Aku memiliki banyak ide catatan mengenai stand up comedy, tentang proses kreatif pembuatan komik ‘Negara ½ Gila’ ,  keluhan seberapa aku bencinya terhadap kota Jogja, hingga catatan dadakan semacam pengalaman hampir kemalingan laptop. 

Banyak ide itu percuma kalau gak ada yang direalisasikan. Iya kan broh?

Yah, gak semuanya kacau balau kok. Mungkin memang beberapa bulan ini aku tidak mempunyai gairah yang menggebu-gebu, namun masih ada beberapa ide yang terwujud dengan ganteng. Salah satunya adalah projek komik religi dengan Om Cassofa Fachmy. Ide komik religi hasil kolaborasi kami itu sudah berevolusi menjadi 17 halaman yang ajib banget. sekedar bocoran ajah, target duet kami minimal harus menghasilkan 100 halaman komik dan semoga bisa segera kelar sebelum lebaran. 

Sebuah target yang cukup menegangkan, apalagi mengingat aku mengerjakannya disela-sela pra wisuda dengan berbagai tanggungan akademis di kampus, contohnya revisi skripsi yang belum kelar. Kabar baiknya aku sangat menikmati proses pengerjaan komik ini, proses tersebut terbayar dengan hadiah buku Habibie karyanya Om Cassofa lengkap dengan tanda tangan sang pengarang dan tanda tangan Pak Habibie. 

Keren yah. Kalau mau pinjem boleh kok, main aja kerumahku. Kalau main jangan terlalu pagi. Soalnya aku terkadang belum bangun.

Begitulah, kalau kalian main ke rumahku jam 6 pagi, kalian akan menemukan sesosok pemuda berusia 25 tahun yang ogah-ogahan buat bangun pagi. Akhir-akhir ini aku malas buat bangun pagi, bangun pagi sholat shubuh kemudian tidur lagi. Bangun pagi kemudian tidur lagi adalah surga dunianya para pemalas. 

Apakah aku seorang pemalas? Mungkin. Biar kuberitahu kepada kalian, para pemalas di seluruh dunia itu sebenarnya hanya mebutuhkan ‘alasan yang kuat dan realistis’ untuk melakukan sesuatu. Apapun itu. Hal ini berlaku untuk hal-hal yang Tidak terlalu penting namun harus dilakukan, misalnya menulis catatan di blog ini. ah sudahlah, dalam keadaan paling malas dan tidak mempunyai gairah yang menggebu-gebupun aku masih menyempatkan menulis. Mungkin aku  enggak sepemalas yang aku kira. 

Aku hanya membutuhkan alasan yang kuat dan realistis. Alasan yang saat ini belum kutemukan yang harusnya sesuai dengan logika otak berpikirku.

Alasan yang kuat dan realisitis. Di paragraf ini aku akan mencoba menuliskan alasan-alasan apa saja yang membuatku bersemangat di waktu yang lalu. Semoga saja aku masih bisa memungut alasan-alasan tersebut dan memakainya untuk sumber energi hidupku hari ini. eeerrr... gak usah aja deh. Kayaknya terlalu didramatisir kalau aku tuliskan di paragraf ini. yah pokoknya aku akan menuliskannya suatu saat entah kapan dan di mana. 

Namun yang pasti, aku harus segera mengatasi keadaan ‘post power syndrom’ yang terjadi saat ini. aku harus segera menemukan hal-hal baru yang membuatku bersemangat. Sepertinya harus segera membuat list kecil mengenai ‘hal-hal apa saja yang ingin aku lakukan sebelum mati’. 

Wuish... sangar yah, tapi percayalah, banyak orang membuat list tersebut agar mereka tahu mengenai hal apa saja yang harus mereka lakukan. Gimana kalau list tersebut aku tulis di blog ini? sepertinya menarik sekali.
Ehemm, apakah aku sudah merasa bergairah?
Enggak.
Biasa ajah.


Mujix
hari ini gak jadi ke Solo,
soalnya hujan. semoga
besok bisa segera ke Solo.
Simo, 14 April 2014