Rabu, 30 November 2011

cerita hari ini

malam ini aku capek, sangat capek, resah, bunchiiis... errr apa lagi ya, bahkan untuk mengeluhpun aku kehabisan kata-kata.
(ada yang jual kata-kata di dekat sini? ane mau borong)

waktu sudah menunjukkan 03.35 WIB, masih terdampar di sebuah gedung lawas di Sriwedari dan tentu saja belum tidur. gak, aku gak mangkal. heran apa kalian tidak percaya kalau aku adalah cowok sejati?
(sambil membusungkan hidung)

okey, KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL 2011 telah menginjak hari yang ke 3, ntar sore ada event yang tidak kalah hebohnya apabila dibandingkan David Becham ke Indonesia (ke Indonesia tepatnya ke Boyolali, katanya sih mau cari susu). TUGITU UNITE nanti sore mau me-lounching maskot mereka, yaitu Agus Pakdhe, Daamas, dan Topik Wolvrine XD. katanya sih sayang kalau ketampanan mereka mubazir kalau hanya dinikmati kalangan personal saja.

sedangkan peluncuran kompilasi artwork mereka yang ke 9, sebenarnya hanya kedok dan kamuflase agar banyak pengunjung yang sudi hadir untuk menengok acara tersebut.
judul kumpulan artwork kali ini adalah Empat Sehat Lima Semaput, entahlah apakah ada hubungannya sama pelajaran PENJASKES SD daerah Jebres atau bukan aku tidak perduli, namun yang pasti menurut analisisku (ceileeeh analisis, mau nyaingin Detektip Conan jix? Detektip Conan gak pernah berambut kribo lhooo. kalo kribo ntar jadinya detektip KONAK:D), para anggota tugitu pasti sering bersinggungan dengan masalah gizi, nutrisi, serat, dan lain-lainya. maklum anak kost
*bruak langsung di keroyok anak TUGITU UNITE


oh iya, aku baru saja merampungkan poster buat hari ke 4, temanya "Komik Solo 3 hari ke depan", temanya keren yak. yang ngasih tema itu Agus "Pakdhe" Susanto, perlu aku jelaskan dia siapa? bukan, bukan, dia bukan pakdheku. apa nenekku? salah? kalian keracunan es teh ya? kok jadi ngigoo gitu?


do'i adalah sesesok om-om maniak komunitas yang baru saja aku kenal di akhir 2010(om-om apa pakdhe-pakdhe?). tepatnya ketika event "Post Card Untuk Sahabat". sebuah acara amal buat para korban bencana Merapi akhir tahun kemarin. kapan-kapan aku ceritakan lebih mendetail tentang do'i. saat ini aku tengah bertapa menahan ngantuk agar biar bisa terjaga sampai pagi.


kata status seorang kawan tadi sore "Kesalahan terbesar kita adalah saat kita menyesali pilihan yang kita ambil.", yak betul status itu aku bajak dari seorang seniman tua bernama Argha Yudha Prathama .

kalian kenal? ayoo ayooo? tunjuk kaki kalo ada yan kenal....
*langsung pada terjungkal ke depan, ya iyaalah tunjuk kaki kan sama aja dengan nendang. beda sedikit sama salto. hampir sama kayak kayang, dan penjelasan ini sangat tidak penting XD


Argha Yudha Prathama adalah seorang pemuda yang bersemangat, ganteng, baik hati dan suka menolong (temennya si Budi sama Ani yang sering disebut di buku kelas satu SD itu lhooo.....) Kalo soal ganteng tidak perlu banyak diperdebatkan, andai kata ada barometer kegantengan seseorang niscaya dia akan dapat nilai seratus, terutama kacamatanya. dia (kata fans gelapnya) sangat mirip John Lennon. (fans gelapnya itu pokoknya suka nagkring di tempat gelap-gelap, suka tidur di tempat yang gelap) apa kalian tidak percaya? mirip jempolnya john Lennon? oke sepakat XD
*si Mujix langsung di suruh nyebur ke laut sama Argha). inti dari omong kosongku diparagraf ini adalah aku sangat suka dengan statusnya saat itu, (bukan orangnya,aku bukan homo soalnya.CATEEEEET)

kok kita jadi ngomongin si Argha? kan kasihan sama si Nikita willy.
balik lagi ke status, walau hanya sekedar melihat sekilas, ternyata hatu kecilku mempertanyakan pernyataan itu.

"Apakah aku menyesali berbagai keputusan yang aku ambil selama aku hidup sebagai manusia 23 tahun ini?" kata-kata tersebut berteriak lantang di seluruh semesta di dalam tubuhku.
apakah keluhanku di paraghaf pertama "malam ini aku capek, sangat capek, resah, bunchiiis... " adalah wujud penyesalanku selama ini?
.............
.............
.............
.............
.............
.............
hidup hening sejenak, mujix berdiri tegak menatap langit, daun-daun beterbangan mengitari riuhnya angkasa raya. Bulan dan Bintang pun terdiam ketika Mujix mempertanyakan hal yang sangat retoris tersebut. (kalo bisa ngomong berarti kena pengaruh lagunya om Si Doel Sumbang)
.............
.............
.............
kurasa aku tidak menyesali apapaun yang pernah aku lakukan (setidaknya ketika aku mengetik tulisan ini telah kuteguhkan tekadku)
.............
.............
.............
.............

saat ini lagu Sheila On 7 yang berjudul "Mudah Saja" bersuara nyaring mengiringi apa yang aku tulis, aku cukup menyukai lagu tersebut. setidaknya audio itu telah masuk ke ke playlist berlabel "Lemon tea's song". playlist kesukaan untuk menemani prosesku mengerjakan komik labil bertamakan cinta tersebut, Popok maaf ya komiknya belum kelar.
(ceileeeh malah curhat)

kalian masih ingat kan dengan kalimat diantara banyak titik tersebut. oke sesimpel itu kok,
kurasa aku tidak menyesali apapun yang pernah aku lakukan.
okey,titik. silahkan lanjutkan aktivitas kalian :)


Mujix
dan postingan bertema curhat
harian ini aku selesaikan
pada pukul 04.19 WIB
setelah bunyi aneh dan matinya komputer secara mendadak
aw aw aw eaa XD
Solo. 30 November 2011

Minggu, 27 November 2011

mujix and KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL's first day

“wedhus, kenapa lilinnya gak jelas gini?” tukas angga melihat serpihan-serpihan lilin berwarna merah pucat itu rontok dari batangnya.


“kayaknya gak mungkin bisa menyala deh dek” kataku sambil melihat dek nafi yang berdiri tak jauh dari tempat angga berdiri.


“enggak mas.. ini pasti bisa nyala kok percaya deh” kata dek nafi dengan sedikit memohon.


Aku bingung, iya, aku bingung 70 keliling. Kulihat kerumunan orang itu masih ramai, dan sepertinya memang harus segera dimulai acara sakral tersebut. Sebuah acara ulang tahun komunitas komik tereksis di kota solo (kayaknya sih gitu, eksis sejak 3 tahun yang lalu).


Petang itu kami meributkan lilin berbentuk angka tiga yang tidak mau dibakar, oke aku ralat tepatnya tidak bisa dinyalakan. Tanganku hampir keriting memencet korek api batangan berwarna ungu janda itu.


“ngga, kamu coba tanya feri deh. enaknya gimana, udah ramai banget nih” ujarku kepada angga.


Angga segera berlari menuju tempat dimana feri masih berdiri menemani kawan-kawannya menggambar di kain sepanjang 7 meter. Terlihat mereka berbicara sejenak, agak samar-samar dan aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Sepertinya minus di kedua mataku ini semakin bertambah. kemungkinan penyebab yang paling logis kenapa mata ini makin minus adalah kebiasaanku membaca buku, menghadap komputer kelamaan, dan tentu saja perilaku menggambarku yang semakin membabi buta. Penyebab tidak logisnya adalah gara-gara kelamaan bengong sehabis bangun tidur gara-gara mimpiiin nikita willy.


“kata feri, gak usah pake lilin, langsung dipotong pake pisau aja ji”
teriak si manusia berambut poni ala korea boy band itu. Iya ngga potongnya pake pisau, masa mau pakai kapak batinku makin bingung.


“Masak acara ulang tahun gak pake niup lilin mas? Gak kerasa dong pestanya...”
dek nafi menyahut sebelum akhirnya meraih lilin berangka 3 tersebut.


Sore itu aku dan kawan-kawan KOMISI SOLO tengah dibingungkan akan masalah lilin buat ulang tahun, Ya lilin, kita dibuat bego gara-gara lilin yang rontok gak jelas. Heran, ternyata lilin bisa rontok juga toh. Kirain cuman rambut bokap doang. Sial, sudah gak bisa dinyalain suka rontok pula, lilin jaman sekarang sukanya emang gitu ya?


waktu menunjukan pukul tujuh malam, masalah lilin itu hanya salah satu bagian dari serentetan masalah gak penting lainnya di hari pertama KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL.
Petang itu Gedung Kesenian Solo di penuhi oleh puluhan anak muda dari berbagai kalangan, kurasa sekitar 50-an orang. Mataku menjelajah ke berbagai arah, melihat kemungkinan apapun yang bisa di ganti untuk acara tiup lilin. Apa diganti acara salto berjamaah gitu ya, atau acara lompat-lompat sambil berteriak “BUNCHIIIIIIIIS”.
Iya enggaklah, emangnya gw cowok apakah (atau apapun?).

Persoalan utamanya adalah lilin yang rontok gak jelas itu sedang ngambeg dan gak mau dinyalain. Setelah memasang muka sok serius dan berpose ala patung pemikir-nya Auguste Rodin, akhirnya Aku berteriak kegirangan ketika menemukan tusuk kue berwarna biru ke hijauan, segera saja aku mengatakan ideku pada mereka.


“EUREKA!!!!! EUREKAAAA!!!”
aku berteriak mirip Archimedes menemukan bahwa berat (dalam Newton) air yang tumpah sama dengan gaya yang diterima tubuhnya, Dan bedanya aku gak lari-larian telanjang sampai Syracuse.


“gini aja, lilin-lilin itu kita tusuk biar berdiri dan gampang di nyalakan lilinnya ” kataku dengan memasang muka serius.


Segera saja aku tusuk sisa lilin itu, aku melihat apakah ada celah yang bisa aku masukkan tusuk kue berwarna kebiruan itu. Dibawah kurasa agak longgar, segera kudorong dengan paksa, kuharap benda itu bisa berdiri di atas kue blackforest coklat berukuran sedang itu.


“Yes!!! Masuk!!!” aku langsung loncat-loncat kegirangan kemudian melepas baju dan lari-larian telanjang mengelilingi kota solo. (oi..oi.. kok jadi makin kacau gini?)
Okey, tusuk kue itu memang masuk ke celah kecil tersebut, namun bukannya berdiri tegak yang terjadi lilin itu makin bertambah rontok.


“begooo!!!” aku menjerit dalam hati, lilin-lilin itu makin hancur,bentuknya masih mending ketika sebelum di tusuk. Kalo tadi masih berbentu angka 3 sekarang berbentuk seperti huruf F di balik dan dilihat pake sedotan (intinya sih aku bingung untuk mendiskripsikannya).


Angga dan dek nafi bengong melihatku membereskan serpihan lilin yang rontok itu.


“gini aja, lilinnya dinyalakan namun kamu lindungin lilin itu agar tidak mati lagi jix”


Aku akhirnya mundur, sepertinya mereka juga tidak mempermasalahkan bentuk lilin yang tidak karuan tersebut.


Nafas panjang kuhela saja dengan tak memperdulikan badanku yang mulai kecapekan, pikiranku melayang ke beberapa jam yang lalu, dimana kota solo di guyur hujan dengan sangat deras. Aku berpikir acara festival ini mungkin akan gagal total, saat itu hanya ada 7 makhluk gak jelas di GKS. Jam 3 sore telah berlalu setengah jam, dan hujan masih belum berhenti.

“pokoknya walaupun hanya 5 orang acara ini akan tetap berlangsung”
kataku meyakinkan kawan-kawan panitia acara tersebut.


Setelah berkata seperti itu aku segera salto ke sofa berwarna coklat tak jauh dari tempat mereka berdiri.


“aku tidur dulu ya, aku capek banget.sekalian sambil nungguin hujan reda”


Okey, aku segera tidur, segera memejamkan mata dan mengacuhkan hujan diluar sana yang semakin menggila. Beberapa hari ini aku memang mempunyai masalah dengan istirahat malam, walaupun aku bukan pecandu lembur, setidaknya aku sering memaksakan tubuhku untuk merampungkan berbagai kerjaan yang masih belum kelar.


Acara komisi birthday festival yang belum terlaksana gara-gara hujan ini sebenarnya agenda yang sangat mendadak. Bahkan tidak termasuk dan tidak terpikirkan oleh sebagian anggota komisi. Aku memperhatikan langit-langit berwarna putih kecoklatan yang hampir lapuk itu. Mencoba tidak memikirkan apapun, termasuk memikirkan kekhawatiran yang tidak beralasan akan event yang belum terjadi itu, dan langsung pergi ke alam mimpi.


Hujan reda pukul 17.00 WIB, badanku terasa lebih baik.


“fer, kayaknya jamstripnya mending diluar aja deh”
aku berkata kepada feri yang tengah berbincang dengan dek Nafi di sebelah pintu.


“oke, sip. Santai ji” tukas cowok berkulit hitam dan berbadan tambun itu. Badan tambun itu sudah cukup mendingan apabila dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu. Dulu dia lebih gemuk, lebih imut (item mutlak:p) dan lebih bulet (jadi pengen nggilindingin si feri dari puncak gunung lawu) .


Angga, feri, jeki trendi, dek nafi, dan sholek segera bergegas keluar ruangan. Kami menuju ke halaman di sebelah selatan tak jauh dari kerumunan para penari SBC yang tengah berlatih. Segera saja aku mengambil kain putih berukuran 7 meter itu dan menggelarnya bersama angga di halaman tersebut. Vertikal melintang dari timur ke barat, wow sebuah kompisi yang keren.


Tak jauh dari tempatku menata kain, feri dan jeki terlihat sibuk mempersiapkan makanan di meja kayu berukuran sedang. Gorengan, kue , oleh-oleh dari kampung berupa jenang, jadah, sosis, serta kacang ditata dengan rapi di meja berwarna coklat. Wuiiih, berapapun yang datang aku tidak perduli. Kami akan tetap berpesta dengan komik hari ini. Rugi dong aksi memanjat labil kayak kera yang tadi sore aku lakukan hanya untuk memasang sepotong MMT Komisi birthday festival ini. nguk...


Pukul 17.30
banyak orang mulai berkumpul, aku kaget, ternyata banyak yang meluangkan waktu untuk menghadiri acara KOMISI (atau menyempatkan waktu untuk menengok wajah gantengku), semakin malam pengunjung semakin membludak. Acara jam strip segera kami mulai.


Arumania
segera saja menggiring para pengunjung ke tengah acara, dia bertugas menjadi MC sore ini. Dia makhluk ajaib multi talenta andalan banyak orang di daerah kami. Aku heran, ketika Tuhan memutuskan takdir untuk menciptakan Arumania, pasti banyak manusia lain yang belum lahir ikutan protes. Arumania sangat mengerikan, sementara ini daftar status yang dia pegang adalah: komikus, vokalis, MC, pemain Film, penjual mie ayam, kakak yang baik, Guru, pencipta lagu, desainer, jombo bahagia, ect. Tuh kan....


Mengerikan....


Acara jamstrip berjalan lancar, setelah panel pertama dihajar sesosok manusia ganteng perpaduan dari Ridho Rhoma sama Wolfrine bernama Topik dari TUGITU akhirnya semua teman mulai menggambar dengan binal di kain sepanjang 7 meter tersebut.


Yeah, aku memandang keramaian itu dengan penuh keharuan. Sangat dramatis, apalagi kalau mengingat sesosok bocah kribo yang memandang panel-panel gambar di acara "Solo Berkomik" dengan mata berbinar 8 tahun lalu. Solo berkomik adalah acara pesta komik yang dulu sempat rutin diadakan dan berakhir pada tahun 2005 (atau mungkin 2004, agak lupa sih). Sejak saat itu sangat jarang ada event komik di kota solo. Setelah dunia perkomikan solo vakum selama beberapa tahun, akhirnya aku dan kawan-kawan mendirikan komunitas komik pada tahun 2008, semenjak saat itulah aku berjuang setidaknya kita harus mengadakan acara komik untuk kita sendiri. Yah, untuk diri sendiri dulu, kurasa itu cukup beralasan.


Keramaian itu semakin memuncak pada pukul 19.00 WIB, yah kurasa ini saat yang tepat untuk acara potong memotong. Dek nafi beranjak menuju ke arah kardus berwarna perpaduan putih dan orange. Dia mengambil kue blackforest dan meletakannya diatas kardus minuman mineral tak jauh dari kain panjang tersebut. Aku sangat bernafsu sekali melihat kue berwarna coklat itu, aku memang jarang makan coklat, jarang makan pizza, jarang dicium sama nikita willy dan jarang itu air panas dalam bahasa jawa (apaaan sih? Kok lokal banget joke’s-nya) . dan seperti dugaan cowok kribo itu, acara potong kue menjadi klimaks dari acara jamstrip ini.


Aku deg-degan melihat dek nafi menyalakan lilin berwarna merah itu,

aku deg-degan,

aku masih deg-degan,

aku hampir deg-degan selama 10 menit kok tidak segera dinyalakan?

lama banget...


Ya amplop, ternyata lilinnya emang gak jelas. Aku memanggil angga, biasanya cowok berponi korea itu kadangkala memiliki inisiatif yang keren. Angga berjalan kearah dek nafi dengan gagah berani, dengan wajah diganteng-gantengkan dia melangkahkan kaki dengan mantab. Aku membanyangkan banyak bunga berterbangan mengiringi langkahnya, bintang-bintang bersinar.

Sedikit sendu dia berkata “ada yang bisa di bantu dek?... ”

clink-clink...


Dua menit kemudian semua bayangan itu lenyap.

“wedhus, kenapa lilinnya gak jelas gini?” tukas angga melihat serpihan-serpihan lilin berwarna merah pucat itu rontok dari batangnya.


Tuh kan, ceritanya balik lagi ke paragraf pertama:D
Lilin itu akhirnya bisa berdiri dengan ganteng di kue ultah tersebut, setelah memaksakan diri menutup area kue agar bisa menyala dan tidak tertiup angin, acara tiup lilin.


Acara lempar tanggung jawab meniup lilinpun berlangsung dengan seru.
si rambut kribo mengajukan feri,


“ayo fer!! Kamu tiup lilinnya. Sebagai anggota komisi yang paling item pokoknya harus kamu yang niup lilin itu” aku berteriak kesetanan sambil berlari menyeret feri ke tempat eksekusi.


“wah jangan aku jiii, kowe wae, opo angga kae lhooo. Pokokmen ojo akuu” feri menolak, dia menatapku dengan berkaca-kaca dan bercucuran air mata, ups ternyata bukan air mata. Itu air keringatnya:D


dan si pemuda tambun berkulit item itu melampar tanggung jawab ke cowok berambut poni bernama angga tantama, si angga bingung sambil tertawa salah tingkah.

“wah wedhus!!! Pokokmen ojo akuu!!! Dek nafi ae”
angga berlari muter-muter lokasi ultah kemudian salto 50 kali.


dia mencoba melempar tanggung jawab itu ke dedek mumumu berjilbab merah jambu.
Dek nafi diem. Sepertinya dia memang tidak bisa menyanggah apapun perkataan angga, apalagi aku dan feri menatapnya dengan penuh harap.


Andaikata ada kamus “arti tatapan mata”, maka tatapan kami bertiga pasti artinya
“ayo deeek, please tiup lilinnya. Kamu mau kalo kami besok bangun shock dan mendadak ganteng gara-gara kepikiran lilin yang belum ditiup?”


Dek nafi diem. Kemudian berjalan ke arah kue blackforest tersebut.
“yowis mas, aku yang akan niuuup”


Huwoooo!!!! Mujix langsung berteriak kegirangan sambil menari ala orang hawai. Si angga langsung salto dan kayang secara bersamaaan. si feri diem, kemudian meledak dan berubah menjadi doel sumbang.



Detik-detik sebelum lilin itu pikiranku kembali melayang ke 8 tahun yang lalu, atau mungkin lebih lama lagi. Mujix kecil yang dahulu pasti tidak menyangka kalau di umurnya yang ke 23 tahun, dia berhasil membuat komunitas komik dan mengadakan acara festival kecil yang selalu diimpikannya sejak SMA. Lilin itu padam setelah dek nafi meniupnya dengan pelan, dan kemudian di sambut riuh rendahnya suara tepuk tangan yang membahana di seantero lingkungan GKS.


Aku tersenyum kecil, ini masih belum selesai. Masih banyak kegembiraan-kegembiraan yang belum aku alami di masa depan. aku sangat bersyukur bisa menikmati kegembiraaan kecil itu bersama-sama dengan Feri, angga, Dek nafi, wahyu, eko roey (yang walaupun saat ini tidak bisa hadir), bejita, sholek, jeki, dan semua teman-teman komik yang menemani perjalanan hidupku hingga detik ini. Kalian hebat kawan :)


Mujix
review super labil ini
aku persembahkan buat kawan-kawan yang
kemarin telah berjuang mewujudkan
KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL
dengan sangat menyenangkan
Solo 27 November 2011

Minggu, 20 November 2011

ayahku yang apatis




walaupun berbadan kecil dan bermuka seram, ayahku adalah ayah yang paling hebat sedunia. Terlahir di jaman era 60-an tidak membuatnya menjadi penganut faham apatis terhadap orang lain. Kadangkala aku sangat suka mengingat ketika ayahku berjoget aneh kala menghibur bocah berambut keriting yang sedang meraung penuh tangis kala beliau belum bisa membelikan mainan robot-robotan untuknya. Jogetan ayahku sangat menggelikan, dan sangat ampuh untuk membuatku tertawa terkekeh-kekeh melupakan robot-robotan atau apapun. beliau mengempitkan kedua tangannya dan bertingkah seperti ayam kemudian melompat-lompat kearahku sambil berteriak “joget-joget-joget tak to dundang mbokmu”. Sebuah mantra lucu itu kurasa tidak akan kulupakan sampai kapanpun.


Semenjak kelas 1 SD aku mulai berpisah dengan beliau, berpisah dengan ibuku, tentu saja karena dikampungku mempunyai tradisi pergi ke jakarta untuk mengais rezeki. Pergi ke kota besar yang katanya tidak mempunyai skill apapun bisa mencari uang disana. Semenjak itu, aku dan orang tuaku mempunyai sebuah hubungan yang sangat romantis. Kami hanya bisa bertemu disaat idul fitri tiba, atau saat liburan panjang selama satu bulan caturwulan ketiga. kata kawan-kawanku saat kecil, ayahku orangnya egois, seorang apatis sejati. Ayahku bukanlah seorang ayah yang apatis. aku percaya itu, demi aku dan kehidupanku belaiu rela pergi merantau ke negeri asing nan antah berantah.


Ada banyak hal yang bisa aku ceritakan tentang ayahku kepada kalian, ada banyak sekali. Salah satu kebiasaan ayahku yang sangat mengganggu seantero rumah adalah kebiasaan mengorok di kala tidur. Sangat mengerikan, mirip suara dinosaurus yang kelaparan ,mencari mangsa. Setali tiga uang dengan suara diesel di tempat tetangga saat hajatan pernikahan. Saat itu aku sering berpindah tempat tidur dikarenakan suara “duet diesel dan dinosaurus” itu. Ibuku sering melempar bantal ke muka ayahku untuk menghentikan suara dengkurannya. Tentu saja dengkuran itu berhenti, oke berhenti sejenak. Kurasa hanya 5 menit, dengkuran itu kembali meneror seisi rumah, disambut tawa nenek dan kakakku yang melihat adegan lucu tersebut.


Pertemuan demi pertemuanku dengan beliau sangat mengesankan, aku selalu menikmati saat-saat tersebut. Dari dulu hingga saat ini tidak banyak berubah, beliau masih ayahku yang hebat. Tidak dapat digantikan oleh ayah-ayah manapun.
Kalian tahu? Kalau ayahku yang hebat dan mengesankan tersebut sekarang sedang berada tak jauh dari tempatku berada. Beliau tidak ada di jakarta atau di bogor, lebih dekat lagi. Hanya berjarak sekitar 25 Km dari tempatku menulis postingan ini. Ayahku rabu lalu telah sampai di Boyolali, berkunjung dan menghadiri perniakahan keponakannya. Rabu lalu ayahku berkendaraaan umum menempuh jarak sekitar 200 km hanya untuk bertemu rumah, pohon rambutan, nenekku tercinta, dan tentu saja dua anak kesayangannya.


Saat ini aku sudah melupakan robot-robotan yang dulu aku perjuangkan dengan tangisan. Dan sejak saat itu aku memang sudah jarang meminta apapun, hanya saja kali ini pertemuan mengesankan yang aku inginkan tidak berjalan lancar. Jarak sependek itu tidak dapat aku tempuh gara-gara tidak memiliki transpot untuk kesana.


Aku sudah bosan menunggu berjam-jam bus kecil berwarna hijau yang katanya bangkrut gara-gara tidak ada penumpang. Andai kata aku boleh memohon kepada Tuhan aku ingin agar ada robot yang bisa terbang dan mengantarkanku ke kampung. Untuk bertemu dengan ayahku, untuk bersua dengan dengkurannya yang mirip dinosaurus, dan tentu saja agar aku bisa yakin bahwa Ayahku bukanlah seorang ayah yang apatis.percayalah dia sangat menyayangiku sama dia menyayangi keluargaku.




Mujix
ayoo?ada yang
mau nganterin
aku sampai kampung?
Solo 20 November 2011

Jumat, 18 November 2011

Pikachu I

Aku agak suka menulis. Okey aku bohong, aku sangat suka menulis. Walaupun awalnya curhat garing gak jelas namun beberapa waktu terakhir ini aku sangat kecanduan menulis (sama kecanduan liat video Mr.Taxi-nya SNSD). Menulis dan komik dua dunia yang cukup dekat denganku, walau kami belum sempat pacaran, komik ataupun menulis menjadi media yang ampuh untuk melampiaskan apapun. Tema komik sudah sering aku jabarkan di setiap postinganku, nah untuk kali ini aku akan bercerita mengenai dunia tulis menulis dari sudut pandang komikus amatir berambut kribo. Bagaimana dedemit bernama mujix bisa terjebak di dunia tulis menulis? Apa sajakah pengaruh secara positif dan negatif menulis dikehidupan mujix? Siapa sajakah yang mengispirasi makhluk kribo itu untuk terjun kedunia tulis menulis? Apakah benar isu Nikita Willy selingkuh sama Dude Herlino? Kita simak yang mau lewat ini. Wush.... (langsung ada cewek cakep berjenggot jarang yang berteriak-teriak labil “kyaa kyaaa kyaaa!!! Mujix!!! Balikin uangku dong!!!”, mujix langsung sembunyi nyamar jadi semak belukar).


Aku tidak ingat kapan aku menulis pertama kali, kurasa dari kecil (sekecil semut:p) aku sudah suka menulis, di pintu rumah nenekku yang berasal dari kayu kurasa masih ada beberapa napak tilas ketololanku saat SD (atau mungkin saat TK, walaupun aku tidak pernah sekolah di TK, pokoknya waktu dimana aku belum sekolah SD dan seusia anak TK namun tidak pernah mengikuti pelajaran di TK yang biasanya diikuti anak-anak sebelum masuk SD yang seusia aku saat itu. Bingung? kayang dulu). kayu berwarna coklat tua itu aku nodai, telah aku perkosa sangat binal dengan kapur putih dengan tulisan “YONA” (yang kemudian orang tua kayu coklat itu tidak terima dan memintaku untuk menikahi kayu coklatnya yang telah hamil 4 bulan).


Bukan, bukan, aku bukan mau menulis “BONA Gajah kecil berbelelai panjang”, ataupun mau menulis “Im Yoona-nya SNSD”, saat itu aku mau menulis namaku. Yup kalan benar, saat itu aku belum bisa membedakan huruf “O” sama “A”. Kata “YONA” dalam kayu tersebut aslinya adalah “YONO”, nama bekenku di kampung. Yah kalian bisa membanyangkan kekacauan yang terjadi ketika kalian salah menempatkan huruf “O” dan huruf “A”. Kala itu akan banyak sekali orang dewasa (terutama guru SD-ku ) yang bingung dan mengeryitkan dahi ketika membaca karanganku (sebagian tidak hanya mengeryitkan dahi namun juga langsung berteriak kesetanan mengucapkan ayat kursi sambil lompat-lompat).


“Suatu hari celana amir bolong dia minta tolong sama bambang untuk di tambal”

Menjadi

“Suotu hori celona amir bolang dio minta tolang sama bombang untuk di tambol”

Guru kelasku cuman nyengir sambil omong,

“yon, ntar dirumah makannya 3 kali sehari ya. Jangan lupa belajar”.



Kurasa itu salah satu kekonyolan terawal dari kehidupan tulis-menulisku. Setelah bersekolah selama 6 tahun di sekolah dasar akhirnya aku memahami fakta yang mengerikan. Huruf “A” itu seperti gunung merapi, huruf “O” itu seperti buah dada. Mengerikan bukan? Ternyata fakta itu aku terima dengan lapang dada dan sadar ketika aku menginjak SMP di pelajaran biologi bab Reproduksi. Semenjak itu aku makin yakin bahwa huruf “O” dan huruf “A” itu sangatlah tidak sama.


Ketika SMP semuanya berubah, permasalahan sekarang tidak hanya sekedar membedakan huruF “A” dan huruf “O”, saat usiaku beranjak ke 14 tahun aku mulai mengenal banyak dimensi tentang dunia tulis menulis. Amboooiiii, ternyata dengan mengunakan tulisan kita bisa merubah dunia, apabila menulis ternyata kita bisa meninggalkan banyak sejarah didunia, dengan merangkai kata-kata ternyata aku bisa membuat puisi galau absurd nan memalukan untuk seseorang.


Ya aku pernah membuat sebuah puisi tolol untuk seseorang teman sekelasku saat SMP, namanya PIKACHU, (tentu saja bukan nama sebenarnya). Dia adalah cewek super, super jenius, peringkat satu di kelas 3D, baik hati, dan tentu saja unyu-unyu banget. Aku memanggilnya pikachu karena dia selalu menggantungkan sebuah boneka kecil berwarna kuning salah satu karakter “POKEMON”. Entah sejak kapan yang pasti aku dan PIKACHU sering jalan bareng saat pulang sekolah. dulu jarak sekolah dengan rumahku cukup jauh, sekitar 3 km. Teman-teman sedesaku biasanya naik angkot dan berjejalan sampai atap hanya untuk segera sampai rumah dengan cepat, sedangkan bocah kriwil labil itu malah memilih jalan kaki sejauh 3 km hanya agar bisa berjalan bersama pikachu sesering mungkin. Kenapa aku rela melakukan hal seperti itu? Tentu saja karena aku cowok romantis. Ciyee ciyeee ihiiiirrrrrrr :D


Adegan tulis menulis ini terjadi ketika kami sudah akan berpisah dari bangku SMP ke SMA, yah saat-saat itu adalah waktu yang sangat emosional bagi kami (khususnya bocah kriwil penggila komik). Awal ujian akhir SMP perasaanku udah bergejolak, dan aku tidak mengetahui apa nama gejala itu. Kalo melihat si Pikachu pengennya nataaaaap melulu, pengennya disampingnyaaaa terus, pengen ngobrol terus, kalo lapar pengen makaaaaaaaaaan terus. Dan tentu saja waktu terus berjalan mendekati hari terakhir sebelum perpisahan dikelas.


Dua malam terakhir sebelum perpisahan tersebut, mujix kecil terdiam di tengah malam. Setelah sholat tahajud dia memandang bintang. Saat itu mujix kecil sangat takut dengan hantu dan sejenisnya, namun perasaan aneh tersebut memaksanya untuk keluar rumah dan menikmati halaman yang senyap. Dia bingung, menghela nafas panjang kemudian menyadarkan tubuh mungilnya ke tiang tak jauh dari pot kecil berwarna abu-abu. Sejenak dia meletakkan tangan kecil itu didadanya, ternyata mujix memang berdebar-debar keras apabila mengingat wajah Pikachu dan kemungkinan saat terakhir mereka. Siapa bilang urusan cinta hanya menyiksa untuk orang dewasa? Untuk dirinya saat itu yang bahkan belum mengenal cinta mujix kecil juga cukup tersiksa. Tersiksa oleh rindu, tentu saja kawan...



Satu hari berlalu tanpa penyelesaian, mujix dan pikachu masih berjalan menempuh rute pulang seperti biasanya. Hanya saja mereka hanya terdiam, berjalan tanpa kata dan mengacuhkan Teman-teman sedesaku di angkot dan berjejalan sampai atap yang meledek kami habis-habisan. Besok adalah hari terakhir bersamanya, apa yang harus aku lakukan Tuhan?

BERSAMBUNG...

Mujix
Akhirnya kesampaian juga
menulis tentang masa SMP
takutnya ilang ditelan waktu
Solo 18 November 2011

Jumat, 11 November 2011

aku dan Tuhan




me, God, and my life:)
kata orang-orang yang bersembunyi di balik kepercayaan mereka, hidup kita telah di tentukan semenjak kita belum terciptakan, semenjak alam semesta belum bermateri, semejak kata Tuhan di mengerti oleh orang-orang yang bersembunyi di balik kepercayaan mereka. benar tidaknya pernyataan tersebut aku tidak terlalu memperdulikannya. aku merasa masih ada lingkaran hidup yang belum aku selesaikan.
03 November 2011


Hidup itu tidak sesederhana surga dan neraka. Itu yang aku pikirkan ketika mendengarkan khotbah siang tadi. Pria berpeci putih di podium itu membicarakan banyak hal, tema-tema familiar seperti kematian, sebab akibat, dan ganjaran seakan-akan menjadi menu utama di setiap pertemuan. Setidaknya menu utama itu banyak membuat seluruh manusia disekitarku terkantuk-kantuk. Entah mengerti atau tidak aku tidak perduli dengan mereka, aku yakin beberapa dari mereka bahkan masih memikirkan bagaimana harus membayar tagihan listrik yang menunggak 2 bulan. Dari berbagai buku yang kubaca kemarin siang, (aku tidak yakin buku itu benar-benar sesuai dengan kenyataan atau hanya akal-akalan manusia saja) manusia mempertanyakan Tuhan semenjak hampir dari 4000 tahun yang lalu, dimana Charles Darwin masih membayangkan bagaimana dia tengah kebingungan setengah mampus untuk mempresentasikan teori ‘mata rantai yang hilang’ kedepan publik. Aku tidak akan membahas tentang teori evolusi ataupun sejarah Tuhan yang sangat berbelit-belit itu. Hanya saja siang tadi aku sedikit mempertentangkan makna Tuhan dengan kata-kata seseorang di sebuah buku yang saat ini tengah terletak dengan manis di sudut New Arrival di toko buku terkemuka di kotaku. Sedikit kata-kata tersebut adalah

“firman Tuhan telah membentuk kebuadayaan kita, kita harus memutuskan apakah kata “Tuhan” masih tetap memiliki makna bagi kita dimasa sekarang ini‘’.
~Karen Amstrong~

Sebuah kutipan yang sedikit menggangguku kala aku menyimak pria berpeci putih itu.
kata kawanku yang sedang menerima keuntungan dari jual beli saham “Tuhan hadir ketika aku bahagia, ketika kau sedih berarti Tuhan sedang tidak ada dan absen entah kemana”. Sangat berbeda pendapat sekali dengan pria berpeci putih itu; atau mungkin memang dua subyek itu tidak sebanding untuk di bandingkan. Tagihan listrikku memang tidak menunggak 2 bulan, dan aku tidak terkantuk-kantuk melihat dia berbicara, namun ketika dia memperbicangkan ‘Tuhannya’ dengan sangat lantang di seantero kampung tersebut otakku melayang dan jatuh di sebuah obrolan mengenai ‘manunggaling kawulo gusti’ sebuah ajaran yang menurut banyak pihak sesat dan sangat terlarang untuk di perbicangkan di tempat publik.
aku dan Tuhanku adalah satu kesatuan, atau mungkin inti dari obrolan tersebut adalah 'aku adalah Tuhan di dalam semesta kecil yang bernama manusia ini'. atau entahlah...
setidaknya melihat keruwetan diskripsi tersebut, aku jadi teringat kata-kata kakak sepupuku.


Kakak sepupuku yang sangat terobsesi sekali dengan wayang kulit berkata, "setiap manusia mempunyai tuhan kecil didalam dirinya. Tugas kita didunia ini adalah menemukan ’Tuhan kecil’ kemudian berdamai dengan Dia" hampir sama dengan pendapat om Bodhidharma. Untuk memperoleh nirwana kita harus bisa berkompromi dengan diri sendiri. Aku merasa apa yang cetuskan kakak sepupuku dengan om Bodhidharma cukup mirip; cukup mirip untuk dua orang yang kurasa belum pernah memperbincangkan Hidup dan Tuhan bareng disebuah wedangan pinggir jalan.


Semua teori mengenai Tuhan dan kebahagiaan kurasa menjadi PR yang sangat panjang untuk di kerjakan umat manusia. Apakah kita akan mengikuti ‘definisi Tuhan’ yang dicetuskan banyak pihak melalui beberapa tekanan dogma aliran tertentu, ataukah kita mencoba berdamai dengan diri sendiri dan berharap kita menemukan ‘dewaruci’ kita kemudian mencapai nirwana yang masih entah, aku rasa banyak pihak yang tidak perduli. Aku juga tidak memperdulikan pilihan kalian, namun yang pasti siang kemarin di kaca lawas di masjid dipinggir jalan itu bercerita lain. Saat itu wajahku yang pucat dan berantakan itu bertanya sedikit berbisik. ‘apakah aku telah berdamai dengan diri sendiri? Ataukah aku harus memprotes Tuhan besar mengenai permasalahan tentang susahnya berdamai dengan diri sendiri? Ataukah aku harus menelan mentah-mentah perkataan tentang definisi Tuhan pria berpeci putih itu?’


Aku segera saja memalingkan muka. Pergi kembali ke meja gambar dan menyesaikan sisa kerjaanku yang belum kelar gara-gara ketakutanku akan kemungkinan tagihan listrik kamar kost agar tidak menunggak 2 bulan.


Mujix
Sepertinya Tuhan tengah
tertawa terbahak-bahak melihatku
menulis sumpah serapahku di postingan ini
Solo 11 November 2011

Jumat, 04 November 2011

I'ts mujix day (up date)

Detik ini perasaanku aneh. Mirip-mirip gejala galau tapi lebih aneh lagi. Kayak semacam ada jam beker nyungsep di bagian ulu hati. Ctak jduk ctak jduk ctak jduk... ctak....*ini sih bukan jam beker, tapi orang gila main drumer
Hari ini adalah hari ketiga di bulan November 2011, setelah sebulanan kemarin muter-muter gak jelas kayak kipas angin akhirnya awal bulan ini aku bisa bernafas sedikit lega. Beberapa kejadian di bulan oktober belum sempat aku tuntaskan tulisannya. Terutama yang ada kaitannya dengan ulang tahunku yang kemarin, karena sayang kalo mubazir alhasil akan aku tulis ulang spesial buat para pengutit dan fans-fans rahasiaku. Oke kita mulai saja :D

21 Oktober 2011
Oke, sore ini aku berada di padepokan. Iya, tempat dimana orang labil bersarang dan beranak pinak. Sore ini tempat itu sangat ramai, berpotensial menjadi pasar burung alernatif setelah pasar burung di depok* soalnya cuman ada 5 cowok absurd gak jelas. Ada arumania dng muka lawasnya, pak agus maniak kopi item, om iyok si dandy dari ASDI, dan mas slamet seniorku saat sma. Mereka tengah sibuk dengan aktivitas rutin ala padepokan. Di temani lagunya mbak ARE YOU THINK THING* tentu saja.

Setelah autis di kamar buat bikin gambar akhirnya aku cabut ke Sriwedari. Enggak, aku enggak mangkal kok, tenang aja. Hanya sekedar guling2 gak jelas dan mencoba program ADOBE FLASH buat preview animasi NIBIRU. Sebuah program yang membuat aku lari~larian marathon sambil salto,,

sebuah program yang memaksaku memutar DILEMMA-nya CHARRY BELLE

sebuah program yang membuatku makin sayang sama nikita willy....
*langsung di tendang mental sampai ZIMBABWE sama si Dude Herlino


Kalo aku bilang bahwa postingan yg kedua ilang gara~gara HP nokiaku ini sakratul maut bin tewas karena kurang listrik kalian percaya?
Percayalah tanganku ini andaikata bisa bicara mungkin bakal tereak "HP bego, nyemplung pispot sana"

hampir saja hape ini aku makan...

Untung aja gak jadi...

Hp akkuh mcih caiayang ma ammuh ug:)
#sambil mencium kulkas:3

Menurut kalian cinta itu penting gak sih? *ajegile, pindah topiknya jauh amat:3

bukan apa-apa sih, tapi akhir-akhir ini aku merasa sangat biasa dalam memandang cinta *atau apapun istilahnya.

Tema yang membuat dunia ini menjadi berwarna *kayaknya sih gitu

beberapa hari kemarin aku memposting tulisan tentang cintanya MUJADI TANI yg berjudul "KESEMPURNAAN CINTA" di blogku. Sebuah kisah cinta yang mempertanyakan kesempurnaan cinta di KICK ANDY SHOW. Gara-gara menulis kisah tersebut saat ini aku merasa cinta adalah anugrah.

Untuk seorang comic nerd berambut kribo yang susah sekali jatuh cinta *perhatian,harap maklum tema kali ini sedikit bergeser
Berbicara soal cinta, jadi inget komik obsesiku. Iya, itu tuh, LEMON TEA:bukan komik cinta. Sebuah comic diary yg teronggok dng sukses di file holderku sejak 7 milyar tahun yang lalu, itu jaman dimana belum ada pesbuk dan manusia masih belum mengenal ARE YOU THINK THING,

jaman dimana bangau thonk-thonk belum punah...

Era dimana belum ada BENCONG maupun LONTONG:D

komik itu baru sampai chapter 3, bab dimana mujix masih galau dan sedang prepare ke semarang untuk ikut PEKSIMIDA *ane kasi sdikit spoiler ya gan:p

doakan komiknya selesai yah pemirsa, pokoknya sesuatu banget*via syahrini yang juga kayak sesuatu:D
(sesuatu mbahmu gedhi mbakyu)


Eniwei, saat ini aku udah sampai kost lagi, istanaku, sarang gak jelas, gudang yang ngangenin. walaupun gak ada potonya SEO HYEON SNSD tapi aku suka.

Aku habis pergi sama feri yes you dari kelurahan JAGALAN, iya feri yang suka bikin komik dan berkulit item dop itu. Kami nyasar ke kampung itu dalam rangka event KOMISI SOLO.
Komunitas komik termumumu sekota surakarta. Ada rencana tolol bikin workshop komik di kelurahan. Ajiiiib keren bukan, kalo lukisan seni rupa jadi HIGH ART gara-gara kolektor, atau GRAPHIC DIARY jadi lower art gara-gara sekedar melepas kegalauan untuk bermansturbasi ide sendirian.

Maka kami akan mengatakan COMIC adalah midlle art karena digunakan media berinteraksi dengan masyarakat.

Ayo dong, bukan saatnya ngobrolin konsep konservatif mengenai posisi lazimnya di masyarakat...

Atau saling menyombongkan diri dengan skill dewa dalam hal coloring wet style kalian.

Transfer ilmu atau sekedar menempatkan masyarakat jangan sebagai pemirsa saja...

Mereka juga bagian masyarakat urban lho...
Aw aw aw
#ea





22 oktober 2011



"ASU!!!" umpatku dalam hati, kata itu terlintas mendadak ketika hape nokia ini tidak mau bernegosiasi dengan diriku. Iya hapeku gak jelas, abnormal kurasa, andaikata di dunia manusia dia adalah sesosok om girang yang bingung milihin mukena buat pasangannya *ceritanya om-om girang yang sholehah

hape nokia 6070 ini hobi banget mati mendadak, aku paham didunia perhapean tidak ada istilah sakratul maut ataupun penghitungan amal sholeh, namun mbok ya jangan mati mendadak gitu. Kasihan istrimu dirumah *namanya bu nok kia, istrinya pak no kian.

Kasihan juga sama sebuah makhluk kribo (ajegile emangnya mujix spesies apaan? ) yang pengen curhat hari ultahnya lewat hape:(

emang ada apa dengan mujix hari ini? Hari ini manusia GANTENG (GAlau daN TENGil) berambut kriting itu ulang tahun.

Horeee!! Tuing-tuing... Hosh hosh *langsung loncat2 sambil push up diatas genteng.

Ultah tahun ini menggergaji banjet*pinjem istilahnya OM PINSIL TEMPUR

banyak sekali kejadian ajegile hari ini. Kado pertama kuterima dari Tuhan. Si Doi masih memberi hidup yang keren buat si mujix, walau si kribo sholatnya bolong-bolong dan suka komplain gak jelas soal hidupnya yang absurd gini, mujix tetap bangga dengan hidupnya hari ini.


*untung aja tadi bangun masih berwajah mujix dan berambut kribo. Andaikata bangun muka tiba-tiba berubah jadi MORGAN SMASH gimana coba. Banyak yang bakal I Heart you dong. Kya kya kya kaka mujix!! Pukul setengah 6 pagi aku terbangun gara-gara hawa dingin angin fajar yg belum menyinsing, masih malu-malu menelusup pelan melalui celah kecil jendela kamar kostku. Semburat cahaya kuning itu berpendar sejenak membias mataku yang masih sayu ini dengan tatapan penuh rindu.
*ceileh rindu, iya iyalah bangun aja siang terus:D



Aku terjaga tiba-tiba. Tampak sedikit blur secarik kertas dan beberapa poster lemon tea comic di dinding berwarna krem kusam tak jauh dari tempatku terkapar di pecundangi pagi.

Iya, kertas itu adalah tujuan hidupku belakangan ini.

Pagi yang menakjubkan, walau kamarku berantakan, rambutku acak-acakan, kertas gambarku bertebaran gak karuan ternyata aku masih mempunyai impian. Aku menatap lekat kertas putih itu, mengacuhkan elegi esok pagi dibulan oktober. Kubaca perlahan apa yang tertulîs disana...

"SABTU, 22 OKTOBER 2011, pameran komik tunggal 'LEMON TEA'S PARTY'!!"


menyusul tulisan kecil berbunyi...

"semangat jix, kalahkan rasa manjamu demi hari ini"

"duniamu adalah pikiranmu, keep positive and enjoy everything"

tertanda

"mujix, 20 may 2011"


keren, benar-benar keren...
Kututup dengan sedikit puisi galau di hari ultahku:


Buih-buih waktu itu berjalan merayap kearahku.
mereka menggulung dan menghempaskan hidupku hingga hari ini. Sebuah masa dimana aku bertemu banyak diriku di masa lampau. Berbincang dengan aku di hari kemarin cukup menyenangkan, walau terlalu banyak keluh kesah ia tak perduli. Kata kawanku, perubahan perasaan adalah perubahan takdir. Selama 22 tahun alam semesta menaungiku, bersinergi dan berinteraksi membuat semua hal menjadi hari kemarin. Apapun yang terjadi hidupku adalah sekarang.


Begitulah, cuap-cuapku yang terjadi beberapa hari di pertengahan bulan oktober tersebut. Si mujix ternyata cerewet juga yaa. Oh iya mau nambahin, hampir semua tulisan diatas aku tulis pake hp NOKIA kucel milikku, belum sempat menyentuh keyboard komputer soalnya:D eniwei selamat menjalani bulan November.semoga baik-baik saja dan sukses buat kalian semua.


Mujix
sedang Bad Mood
gara-gara ujan terus-terusan,
semoga aja ujan di bulan November ini
bermanfaat untuk banyak orang ya
amieeeen
Solo 03 November 2011