Jumat, 27 April 2012

22:36:46


"bersenang-senanglah, ciumlah ibumu, beli es krim kesukaaanmu, tertawa, minumlah teh hangat, heningkan pikiranmu sementara, dengarkan musik, keluar kamar sejenak, tersenyumlah. hidupmu adalah milikmu :)"
pesan tersebut aku kirim ke hampir semua kawanku kemarin malam, niatku siih simpel. sekedar mengingatkan dan memberi semangat saja. kalian tahu, hidup kita seringkali di sibukkan dengan banyak hal yang membuat kita semakin jarang untuk sekedar menikmati waktu.so enjoy your life buddy :)
Mujix
Greatestman
Solo, 27 April 2012

voilaa!!


Kalo si Spiderman suka loncat dari gedung ke gedung yang laen, si Mujix bulan ini suka salto dari satu deadline ke deadline yang lain. Kodrat mutlak cowok galau nan kribo ternyata gak menghalangi doi untuk membabat habis semua deadline. Ada banyak cerita bulan ini, yaah, bulan april yang sangat cepat, dan udah tanggal 26 April, ajegileeee. Dua minggu pertama Mujix kebetulan masih berkutat dengan lay out majalah sambil dengerin ceribel . ini dia majalahnya, ada komiknya si mujix juga lhoo.

http://www.facebook.com/majalahcangkir
kemudian segera salto ke komik Limmie Magazine, sebuah majalah grafis dari jakarta. komik yang aku bikin berjudul "Ideas", yaah curhatan ketika kau buntu gak nemuin ide apapun. dan ternyata kebuntuan itu bisa juga lho dijadikan komik,kayaknya sih bakal masuk ke edisi yang ini.



Limmie 4 (Picasso) designed by Cattalex Graphic.
© 2012 Ezzro Media

setelah kelar buat tu majalah dia segera saja ngerjain peta denah sebuah taman, dan belum sempet di coloring dia harus segera mengimel data buat comical magz eventnya komisi.  Ada waktu luang dikit, langsung cabut ke Simo, menemui nenek, bengong bentar  disana, kemudian balik lagi ke Solo bawa sekarung beras sama kerupuk (buat survival ketika tanggal tua, maksudku tanggal dimana uang mulai menipis gara-gara tanggal tua).

Ada beberapa hal yang masih dalam WIP hari ini, seperti Proposal buat eventnya Komisi yang belum sempat doi ajuin ke Balai Soedjatmoko, trus beberapa menit yang lalu doi baru aja imel submissi komik buat Masenca, yah bakal menjadi bulan yang sibuk. Komik Lemon Tea tak tersentuh sedikitpun bulan ini, terlalu banyak salto soalnya. Sering mondar-mandir dari GKS ke Padepokan, balik ke GKS kemudian tidur di Padepokan lagi. Eniwei ada kegiatan baru yang seru nih. Judulnya Stand Up Comedy off air di sebuah radio lokal, si kribo ikutan agenda tersebut. katanya sih mau melatih speak-speak, dan susahnya minta ampun. Bersama si arum, si hendro lucu gak lucu, sama pasukan baru si Angga Tantama dan Jeki Prilana. Akan jadi apa kegiatan tersebut? jadi boybandkah? (kalo jadi boyband, selangkah lebih dekat dengan Anissa Ceribel) di tunggu aja deh :p

Potongan rambut si doi baru lagi, maksudnya baru lagi sejak Februari 2011, ya owoooh lama amat potong rambutnya. Gara-gara doi traumatis ama mas-mas bermuka mengkilap di potong rambut madura, akhirnya doi nekat memotong rambutnya sendiri. Ternyata hasilnya sangat ajiiib, dari 6 wanita 5 diantaranya mengatakan doi makin ganteng, sisanya pingsan gara-gara bingung mo kasih komentar. Kata salah satu wanita yang dirahasiakan namanya, mujix sekarang mirip personelnya maliq de esensial. Setelah aku googling, ternyata ada sesosok muka yang mirip sama figurku. Cieh, cieh, cieh...

setelah mati lampu mendadak di GKS, sekarang si kribo ganteng galau  sedang mengetik kelanjutan postingan ini di padepokan. udah hampir jam 1 malam, malah kepikiran buat komik tentang pak raden dan unyil (kalian tau tau infonya kan, iya soal 1000 karikatur itu lhooo).Oh iya satu lagi, selama si kribo sok sibuk salto kemana-mana, si tupai masih terus berpetualang. Yap, novel epic itu telah mencapai episode tiga, buat yang belum baca bisa langsung mampir ke blognya mujix. judulnya si Mujmuj, Tupai Kecil Berekor Biru. oh iya, buat penutup doi melampirkan poster kover dari  komik 'Ideas'.



Mujix 
Entah menunggu apa atau siapa
aku sendiri tidak tahu, sepertinya 
memang harus berjalan seperti ini
dulu agar bisa tahu dan paham tentang
diriku
Solo, 27 April 2012

Sabtu, 21 April 2012

22 April 2012

Aku pertema kali mendengar namanya ketika kelas 2 SD dipelajaran kesenian. Rambutku tentu saja masih keriting (kalo rambutnya lurus berarti itu bukan Guwe, anak tetangga kali), masih unyu-unyu (tentu sajah) , masih suka di pukul pake bambu sama pak Bambang (doi guru SD akkuh yang cukup killer), dan tentu saja masih suka meledek ingus adik temanku yang suka meler membentuk angka 11. Dulu aku tak terlalu berpikir berat tentang dia, oooh dia toh, kayaknya aku pernah melihat dia deh, ya seperti itulah. Aku menyanyi di pelajaran kesenian itu berulang-ulang menyebut namanya sambil memikirkan hal lain yang dulu kurasa lebih penting. Suaraku yang kayak bebek kejepit pintu garasi melengkapi keunyuanku di kelas kesenian, aku lupa tentang apa yang kupikirkan saat itu (yang pasti gak mikirin Nikita Willy atau Anisa Ceribel). Namun andaikata boleh menebak, pasti aku memikirkan agar segera kelas kesenian ini berakhir dan segera cabut ke rumah untuk membaca Majalah Bobo terbaru (yang aku dapat dari Bogor, upeti wajib dari ortu ketika mereka pulang saat lebaran). Ya, ya, ya, aku menyanyikan nama dia tanpa tau siapa dia sebenarnya.

***

Beberapa tahun telah berlalu, kali ini aku telah duduk di meja kelas 4 SD. Ketika nenekku sedang ribet, beliau menyuruhku membelikan bubur daun pisang di tempat Bu Wakinem. Nenekku setiap pagi membuat rengginang (makanan yang berasal dari ketan yang di jemur di terik matahari dan kemudian di goreng itu tuuuh), ketan seakan-akan menjadi menu sarapan wajib buat Mujix. Kadangkala bosen juga makan ketan, makanya beliau membelikan bubur daun pisang. Rumah Bu Wakinem jaraknya hanya beberapa puluh meter dari rumahku, setiap pagi aku pergi kesana dengan berjalan kaki, menikmati angin yang sepoi. Nah di pagi yang damai itu, nenekku memberikan uang sepuluh ribuan lecek untuk membeli bubur, selama perjalan, aku mengamati uang tersebut dengan sangat semangat. amboiiii, ada wajah keibuan pake sanggul dengan senyum penuh keanggunan mirip senyum ibuku. Hihihi, aku tertawa kecil. Aku ingat, saat kelas 2 SD aku pernah meneriakkan namanya di kelas kesenian, Lucu sekali, pagi itu aku baru mengetahui nama dan wajahnya saja.

***
Namanya Pak Ratmo, dia guru full timeku di kelas 4 SD. dia menjelaskan perihal nama wanita yang dulu kuteriakkan dengan lantang di pelajaran kesenian dan wajah yang muncul di uang sepuluh ribuan tersebut. di pelajaran itu aku mengetahui beberapa hal, dia adalah sosok yang cukup keren, cukup keren karena wanita tersebut berada di buku Ilmu Pengetahuan Posial yang murid SD seantero Indonesia membaca kisah heroiknya. Dia adalah sesosok wanita yang mengubah Indonesia, dia yang berusaha mewujudkan harkat martabat wanita melalui benda yang bernama ‘emansipasi’. Saat itu aku masih belum paham apa itu ‘emansipasi’, bagiku, ‘emansipasi’ adalah nama spesies hewan langka yang harus di lindungi oleh negara. Ya, saat itu aku berpikir ‘emansipasi’ adalah sesuatu benda ganjil yang layak untuk di pertahankan, dan dicintai. Seperti kita mencintai Anoa, Komodo, dan badak bercula satu. Aku memperhatikan dengan seksama cerita tentang wanita keibuan pake sanggul itu dengan seksama, walau kadang teralihkan oleh kumis tebal Pak Ratmo yang mirip pisang goreng berjejer menunggu untuk disantap. Hebat, wanita itu mengubah indonesia melalui spesies hewan langka yang harus di lindungi bernama ‘emansipasi’. Wuidiiiih...


Beberapa tahun berlalu dengan sangat cepat, aku melupakan wanita wajah keibuan pake sanggul dengan senyum penuh keanggunan mirip senyum ibuku. Oke aku ralat sedikit, daripada melupakan lebih tepatnya aku tidak perduli dengan wanita itu. Saat ini Senyum namun anggun itu tersebut telah di berganti dengan sesosok om-om bermuka serius dengan kumis tebal mirip Pak Ratmo guru SD-ku dulu. Ya kalian benar, uang sepuluh ribuan telah di tarik dari peredaran, Terlalu banyak perubahan kurasa. dulu dengan uang uang sepuluh ribuan lecek dengan gambar wanita keibuan pake sanggul, kalian dapat membeli komik Dragon Ball 5 buah. Sekarang dengan uang sepuluh ribuan dengan gambar sesosok om-om bermuka serius dengan kumis tebal, kalian hanya dapat menyewa komik Dragon Ball 3 buah. Oke, hanya menyewa. Untuk membeli 1 buah komikDragon Ball, kalian harus mengundang sesosok kakek-kakek berjenggot panjang berkulit coklat, itu pun harus dua orang kakek-kakek. Lengkap sudah uang kalian terkumpul Rp.20.000 dan segera saja minggat ke toko buku terdekat. Mungkin ketika sampai dikasir, dan menengok dan menatap mata para pahlawan di uang tersebut. mereka akan berkata “Nak, perjuangan kami untuk Indonesia hanya sampai di meja kasir dan kantong tebal para pencuri di Indonesia”. 

***
Hari ini adalah hari dimana seluruh wanita di Indonesia layak untuk berbangga hati, menyombongkan diri juga boleh. Gpp, wanita wajah keibuan pake sanggul dengan senyum penuh keanggunan itu tidak akan marah dengan kalian. Sekedar informasi saja, wanita itu tadi pagi membangunkanku dengan senyum manisnya dan berkata bahwa dia ingin bercerita tentang banyak hal melalui tulisanku. Saat ini dia di belakangku, memegang pundakku dan kadang kala tersenyum geli melihatku menulis. Iya deh, tulisanku emang acak adut, gak jelas, suka terbang kemana-mana, aku tahu dia memang cewek cerdas, namun mbok ya jangan gitu. Kurasa dia menertawakan semua kosakataku yang acak adut, amburadul, dan sebagainya. ilmu yang dia dapat dari surat-menyurat dengan kawan-kawannya di eropa bisa menelanjangiku sekarang juga. Arrgh... bentar mbak, tak kelarin dulu tulisan tentangmu ini

Mbak-mbak di belakangku yang tertawa geli ini benar-benar haus akan ilmu, dahulu dia terjebak di sebuah sistem priyayi yang membuatnya tetap harus berada didalam rumah. kecerdasannya berasal dari surat menyurat dengan banyak kawannya di eropa, dia mengeluhkan tentang banyak hal mengenai hak wanita pribumi di tanah jawa. Yaah, kurasa kalian sudah bisa menebak siapa gerangan mbak-mbak yang kuceritakan kali ini, Kalian masih ingat dengan spesies hewan langka yang harus di lindungi bernama ‘emansipasi’, oke deh, benda itu bukanlah spesies hewan langka. Kalian boleh menjitakku sekarang (khusus yang cewek boleh menciumku kalo kalian mau). Secara garis besar emasipasi adalah pembebasan dr perbudakan atau persamaan hak dl berbagai aspek kehidupan masyarakat (spt persamaan hak kaum wanita dng kaum pria). Yup, ternyata memang bukan hewan langka, pengertian itu baru aku ketahui jauuuuh setelah aku berumur 21 tahun, dan menjadi mahasiswa ganteng yang doyan baca buku sambil salto. Saat itu aku sedikit paham tentang dia, tentu saja bukan hanya nama, wajah atau spesies hewan langka yang harus di lindungi bernama ‘emansipasi’, lebih dari itu kawan. Feminisme, persamaan gender, humanisme, sistem patriaki dan kesetaraan hak sangat akrab ketika kita memperbincangkan dia. wajah keibuan pake sanggul dengan senyum penuh keanggunan mirip senyum ibuku ternyata tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja, melainkan adalah tokoh nasional; artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya.

***

Sekarang kurasa kalian bisa menebak, siapa yang aku tulis di postingan ini. Mbak-mbak yang cekikikan di belakangku ini juga sudah memperbolehkan menuliskan namanya. Maaf ya mbak , kalo saat kelas 2 SD aku teriak-teriak labil di kelas kesenian saat menyanyikan lagu tentangmu, maklum deh namanya juga masih SD mbak, sori juga kalo saat kelas 4 SD perhatianku lebih fokus ke sepasang kumis yang mirip pisang goreng itu daripada mendengarkan cerita tentangmu, namun percaya deh, gara-gara uang sepuluh ribuan yang dititipin nenek aku jadi tahu satu hal, senyummu itu ternyata menyiratkan sebuah tujuan yang sangat super duper kereeen, oh ya soal hewan langka itu anggap aja igauan mujix kecil yak. Hahaha... Nama wanita wajah keibuan pake sanggul dengan senyum hambar penuh keanggunan mirip senyum ibuku adalah Anisa Ceribel..

Hening

Mujix langsung di keplak pake sandal, maaf, maaf, namanya bukan Anisa Ceribel ding, si mbak-mbak yang tadi cekikikan di belakangku sekarang malah mrengut bin cemberut.
Namanya Raden Ajeng Kartini.
Okey, sudah selesailah tulisan kali ini.

sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kartini

Apah? Apah? Dia ngomong sesuatu...

“panggil aku Kartini saja” kata mbak-mbak itu sambil tersenyum melihatku merampungkan postingan ini dengan sangat gaul dan unyu, unyu.
 Dia kemudian lenyap, Selamat hari kartini semuaaah:)



Mujix ganteng abis potong rambut
karena trauma dengan horornya
potong rambut di madura
dia nekat motong rambutnya sediri pagi ini
Solo, 21 April 2012

Jumat, 13 April 2012

April Mop!!

pagi ini aku berada di padepokan, suasananya ramai dan sangat berisik.
seberisik ketika kalian galau gara-gara mantan terus dengar lagu cinta
ini membunuhku-nya D-Massiv di speaker rental. bedanya, pagi ini tidak ada cowok galau gara-gara mantan atau lagu cinta
ini membunuhku-nya D-Massiv. pagi ini ada aku dan teman-teman padepokan sedang sok sibuk mengerjakan banyak hal.

banyak hal apa? banyak kok, si Angga Tantama -atau Lee Min Hoo dari
Praci (tau Praci? heeeh bukan Kwaci bego, sebuah daerah yang berada di negeri antah berantah)- sedang bercumbu dengan Adobe After Effect ngerjain TA. di kamar sebelah si Arumania- cowok yang berprofesi sebagai Comic stand up Tragedy yang nyambi sebagai komikusdan vokalis musiman- masih asik ngobrol sama Boocan-makhluk absurd yang doyan naik onthel- dan berkutat dengan pinsil desain kaos sepak bola. dan si Mujix- si mas-mas berambut semak belukar yang masih menjadi tokoh utama episode hari ini- sedang bengong gak jelas sambil curhat tentang hidupnya pagi ini, menulis tentang keramaian yang absurd dan tentu saja
menulis tentang hal-hal yang menarik hariini.

hari ini hari pertama di minggu kedua di bulan April, bulan April yang
katanya bulan keisengan ini dimulai dengan keisengan pemerintah
membatalkan kenaikan harga BBM. iya,setelah berbagai aksi demo di
berbagai tempat akhirnya pada tanggal 1 April kenaikan itu di tunda:)
okey, ternyata bukan cuman Bikini Bottom saja yang merayakan April Mop,
di sini, negara tercinta kita juga merayakan april mop.okey deh
kita liat kelanjutannya 5 bulan mendatang:D

***

hari udah berganti lagi, sekarang udah nyampe hari di penghujung minggu
kedua, dan gak kerasa pagi ini udah jumat lagi, aduduh waktu itu cepet banget ya?
kesibukanku kali ini semakin menggila. setelah kemarin sempet menggila di CFD bersama
teman-teman Komisi, hari selasa kemarin akhirnya aku merampungkan Lay out Majalah Cankir edisi 2, 50 halaman BW dengan Tema Kirab tersebut akhirnya kelar dalam waktu 2 minggu, kelamaan? iya juga sih soalnya aku sambi banyak hal - banyak hal itu semacam gambar komik, galau, dan ngitungin becak yang lewat di jalan Slamet Riyadi-. kalian percaya? ketika aku udah lepas dari mulut macan -anggap aja Majalah itu mulut macan:p- maka akan ada mulut-mulut lain yang menganga untuk dimasuki -istilah seremnya 'masalah', istilah cakepnya 'kesempatan'- dengan mendadak. tiba-tiba ada banyak mulut macan yang tiba-tiba menawarkan barang. okey, akan aku sebutan beberapa, ada workshop komik 'iNDONESIA kREATIF'5 kota dan kota Solo sepertinya memang harus aku pegang, ada tawaran bikin komik strip di LIMMIE MAGZ juga, besok wawancara labil di TA TV, trus ada job animasi -tapi kayaknya aku tolak aja-, aku diimel sama si admin Ngomik.com buat bikin komik premium, si Bocan malah sempet telpon katanya "mau bikin stan menggambar lagi gak? buat memperingati hari Bumi" ya owoooh, padat amat?

perlu kalian ketahui, selain beberapa tawaran diatas, cowok
yang mukanya mirip Nicholas Saputra salah pake daster ini, sebenarnya masih memiliki banyak list yang
belum dikerjain. hedheeew, jadi pengen ketemu sama si Dian Sastro nii :p

***
hingga pagi ini, udah ada beberapa list yang kelar. okey, aku sepakat dengan kalian yang berpedoman manfaatkan waktumu sebearti mungkin -dan aku juga sepakat dengan pedoman 'gantengkan hidupmu sebelum menggantengkan orang lain'-. walau dua hari ini sempet pusing gara-gara gak bisa gambar karena buntu ide, akhirnya kemarin
aku bisa merampungkan komik buat LIMMIE MAGZ. berbicara soal waktu, si arumania beberapa hari ini sedang mendealine dirinya sendiri untuk membuat komik strip sebanyak 2 halaman dalam satu hari, sepertinya doi terinspirasi
dengan 'Hanyut'-nya Yoshihiro Tatsumi, sebuah novel grafis tentang perjuangan pemuda dalam menemukan eksistensi di dunia komik jepang. berbicara soal waktu (lagi), si Mujix akhir-akhir ini makin charming, percaya diri, dan ingin tampil beribawa -Auwaah tenan po ra ki? padu ae- gara-gara terobsesi untuk mendapatkan pacar yang munyu-munyu kayak Anissa Ceribel :D

***

sekarang bagian yang paling penting dari postingan ini.kata pak Iyok tadi malem
-biasa sesi curhat wajib sesama cowok- kunci orang bahagia adalah bersyukur, bersyukurlah, maka ikhlas, sabar, tawakal, dan bahagia akan meyertaimu. terakhir, kata seseorang yang ngefans bebek di dunianya Mujmuj, jangan abaikan hal-hal kecil disekitarmu, hal-hal yang kecil adalah komponen penting untuk menciptakan hal-hal yang besar.


Mujix
intinya siihh
errr.... anuu...
gituu tuuuh....
jangan nanya soal Nikita Willy dulu deh
Solo, 13 Maret 2012