Rabu, 28 Desember 2011

kilas balik 2011

"kalo aku bengong-bengong saja, kehidupan ini akan terus berjalan tanpa ada apa-apa"
#Koyuki, from BECK Manga vol.4



Kutipan keren tersebut gw (sekali-kali pake “gu-we” gpp kan? Biar keliatan gaul kayak di tipi-tipi gitu) embat dari sebuah Manga (dibaca ‘mangga’, sebuah istilah untuk menyebut komik jepang) keren bikinan si om Harold Sakuishi, dalam manga tersebut doi mengangkat tema musik rock. Sebuah tema yang sangat menantang imajinasi pembacanya, yah kalian bisa ngebanyangin membaca sebuah komik bertema “musik” hanya dengan melihat “gambar” dari panel (bisa dibilang kotak-kotak adegan didalam komik, kalo di dalam film biasa di sebut shot) ke panel yang lain. Gw membaca BECK pertama kali ketika jaman SMA, jaman dimana gw sedang gandrung-gandrungnya dengan komik dan masa muda (ceileh masa muda yang mana nih). Saat itu bulan Juni 2004, di rental komik di daerah Kerten, ada sebuah komik tebel segede kamus bahasa inggris untuk pemula teronggok dengan rapi di rak berwarna coklat. Buku tersebut berjudul SHONEN MAGZ, edisi pertama. Bisa dibilang semacam kompilasi manga mainstream impor pertama di indonesia (setau gw sih gitu, kalo ada info yang lebih valid coment status gw ya). Berbagai mangaka ( istilah untuk menyebut komikus beraliran manga) kondang didalam kompilasi tersebut membuat gw cinta mati sama SHONEN MAGZ.


Dua manga yang membuat gw gemeter saat itu adalah BECK sama SCHOOL RUMBLE-nya Jin Kobayashi. Dua manga yang sangat berbeda rasa itu akhirnya memaksa gw untuk menyewa komik SHONEN MAGZ dengan sangat rajin. Namun awal 2006, SHONEN MAGZ , mulai banyak manga yang mbosenin yang membuat gw pindah haluan ke SHONEN STAR.


Hingga hari ini gw masih mengikuti SHONEN STAR, alasannya pilihan tema unik dan beragam semuanya ada di SHONEN STAR. Mungkin sudah hampir 5 tahun gw tidak menyewa SHONEN MAGZ, namun ada satu komik yang terus gw panteng. Komik tersebut adalah BECK. Serius, komik tersebut sangat menarik dari segi cerita maupun dari segi artwork.


Pada suatu ketika gw mendapat kabar dari temen, bahwa BECK akan di buat Live Action Movie-nya. Wuoooh, gw surprais banget, segera saja gw googling di mbah google, Dan akhirnya gw mendapatkan trailer keren di youtube. Karena dulu kagak ada modem akhirnya gw melupakan film tersebut dan hanya mengintip versi animenya (anime adalah sebutan untuk film kartun buatan jepang) di rental internet belakang kampus. Baru kesampaian download 3 hari yang lalu di komputernya kakak gw, pake modem, tentu saja, masak pake sandal.


Sepertinya biasa, gw kelepasan menceritakan tentang latar belakang manga tersebut pada kalian, namun sesekali tidak apa-apakan berbagi pengalaman membaca komik.
Kembali ke topik awal, sepertinya ini bakal jadi postingan terseru di tahun ini.dan gw rasa kalian adalah orang yang tepat untuk membaca kilas balik hidup gw selama setahun. Oke check this out dude:

a.Januari
Bulan itu adalah bulan perubahan terbesar gw, setelah 4 hari paling mengenaskan yang terjadi dibulan Desember 2010, akhirnya gw memutuskan untuk masa lalu dan membuka lembaran baru hidup gw. Pada bulan ini gw banyak pergi ke tempat-tempat yang baru, mengenal banyak orang dan menikmati hidup. Agenda bulan ini yang paling menyenangkan adalah 2 minggu berada di Jakarta dan Bogor dalam rangka promo kompilasi KOMISI SOLO 4 penjuru. Sempet mampir juga ke acara DISKOMVES di ISI JOGJA, dan tentu saja bergelut dengan mata kuliah agama:p


b.Februari
Di bulan ini gw bener-bener mulai menikmati hidup, apalagi di tambah dapet kesempatan ikutan workshop bersama komikus Prancis bernama Simon Huereu di CCF jakarta, bisa di bilang dalam acara tersebut gw mendapatkan pengalaman asik dari sudut pandang yang sangat berbeda. Sempet muter-muter juga di Bandung bersama AKADEMI SAMALI dan muter-muter labil bersama Kak Diyan Bijac di Bogor, trus bersama Hendro gw melancong di Surabaya. Gw juga mulai fokus ke karya, ada komik Joshephira dan Lemon Tea.


c.Maret
Even duet pertama antar komunitas KOMISI dan Tugitu. Gw meluncurkan komik berjudul Joshepira, komik curhat untuk pameran generasi biru. Sibuk mengerjakan storyboard, dan hampir jatuh cinta lagi dengan adik kelas di hari rabu:p, di bulan ini gw juga mulai menyebar isu buat pameran Komisi 4 penjuru.


d.April
Gw menyelesaikan komik Badai Otak, dan Si Amed. Si Amed dengan judul cita-cita itu termuat di koran Media Indonesia, dan si Badai Otak walau kagak menang lomba tapi sempet berpameran juga di Mataram, Nusa Tenggara. Komik Nabi gw yang katanya untuk penerbit berhasil kelar 2 chapter. Ada lounching HARTELUST ZINE #1 juga di akhir maret, sebuah zine curhatan gw.


e.Mei
Bulan ini gw bikin komik promonya Festival Film Solo, makin gila baca buku. Kadangkala sesekali galau, dan tentu saja berkutat bersama komunitas komik termuumumu yang bernama Komisi Solo. Oh iya, sama dapat zine keren dari mas Fery berjudul LOKER TUA.


f.Juni
komisi memamerkan logo dan isu untuk pameran Komisi #4 di pameran seni murni, komik Si Amed episode 2 dimuat lagi di koran media indonesia, status kali ini menunggu honor turun dari Jakarta. Dan masih bertarung dengan komik cinta


g.Juli
Pameran komik 4 penjuru, bersenang-senang dengan masyarakat di kampung gilingan. Mulai rutin menulis buku SMS, walau kadangkala ngadat sih. Banyak bengongnya juga bulan ini, dan Lemon Tea gw stop bentar buat ngurus kerjaan sama event.


h.Agustus
Gak banyak adegan penting di bulan ini, namun yang pasti kebiasaan nulis gw bertahan hingga bulan agustus nyampe sekarang, gw pergi ke tempatnya Pak Wagiman buat ngurusin tanggungan film dokumenter yang sempet juara 3 tingkat Jawa Tengah. Berkutat dengan Lemon Tea, dan tentu saja mulai ngeksist di berbagai media sebagai publik figur:p

i.September
Bikin event halal bi halal tergaul di anak muda solo, masih mengerjakan lemon tea dengan binal. Ada job keren dari mas Erwin, yaitu trailer novel Nibiru dan Kesatria Altantis. Sepertinya ini bulan terlabil gw, ketika gw cek di profile FB banyak share-share lagu-lagunya Didi Kempot sama Cherry Belle, adududuh :P



j.Oktober

Oktober ini usia gw 23 tahun, masih muda, dan masih berapi-api. Semuanya sangat cepat berlalu, masih disibukkan dengan kerjaan, komik cinta, ngeksis di media lagi dan urusan berkomunitas yang keren. Sempet gw bersama teman-teman Komisi mengadakan workshop menggambar di Jagalan, bantuin mas Mujadi membuat video musik diari. Intinya di bulan ini gw banyak belajar banyak tentang hidup.


k.November
Trio labil komisi mengadakan hajatan bernama KOMISI BIRTHDAY FESTIVAL, sebuah acara ulang tahun komik terkeren bulan ini.


l.Desember
Gw menang desain kaos, alhamdulilah bisa buat bertahan hidup beberapa hari. Kemudian mengerjakan coloring sisa kemarin, sempet galau mendadak juga, ada workshop komik lagi di kelurahan palur dalam rangka ultah Tugitu ke 2.

Okey, gw kehabisan energi buat nerusin tulisan ini, gw harus bolak=balik dari blog ke FB, kemudian ke blog lagi buat melacak apa saja yang gw lakuin tahun ini. Menyebalkan memang, namun akan sangat menyenangkan suatu saat kelak membaca tulisan ini lagi.


Kalian masih ingat kutipan keren di awal postingan ini, yup setelah melihat kegiatan setahun ini gw menyimpulkan bahwa gw masih terlalu banyak bengong. Setahun ini gw tau bahwa ada beberapa agenda gw di tahun 2011 belum sempat tercapai di tahun ini, menyebalkan memang.

Namun, sebengong apapun gw di tahun 2011 setidaknya gw bisa melaluinya dengan gembira, yah cukup beralasan memang. Setelah mereview setahun ini gw berjanji akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, waktu itu gak bisa diulang, hilang dan lenyap entah dimana. Semoga kalian semua bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, jangan kebanyakan bengong kayak gw:)


And the last word for this post is keep smiling, enjoy everything , move on , move on, and change your life for better future.


Mujix
SUMPEH, pake kata ganti "GW" ribet banget,
dan ini postingan paling melalahkan
sepanjang tahun 2011
Solo, 28 Desember 2011

Kamis, 22 Desember 2011

24 Desember 2011

hari ini dimulai dengan adegan mujix kebingungan sambil kayang gara-gara kehilangan sikat gigi, iya adegan sangat absurd itu terjadi selama 5 menitan dan cukup membuat ayam-ayam di sekitar kost tertegun takjub. ya.. ya.. gak setakjub ketika nemu uang 50.000 sih, tapi intinya gitu...



okey, setelah mengobrak-abrik kamar kost hingga jadi kandang ayam (semulanya kandang kambing berambut kribo), sikat gigi tersayangku itu ternyata sedang berbaring dengan pasrah di bawah kasur berpola bunga-bunga itu. anu.. aku heran, bukannya sikat gigi itu biasanya di kamar mandi? kok bisa ngumpet labil gitu di bawah kasur. emangnya si sikat gigi itu berevolusi menjadi kelinci dan loncat-loncat dari kamar mandi menuju ke kasur untuk berhibernasi? ampuuun dijeee...
*langsung kayang


setelah scene antiklimaks bersama gigi, akhirnya aku memutuskan untuk segera kewarnet. tentu saja sudah berdandan mirip Dude Herlino ketika mau melamar dek Nikita Willy seperti di sinetron "Putri Yang Ditukar", yang gak mirip adalah rambut kribonya. (kalian jangan membayangkan dude herlino pake rambut kribo yah. please)
agenda hari ini sepertinya masih belum tertata, masih bingung mau memulai seperti agenda biasanya. mujix kribo ini masih berkutat dengan lemon tea dan animasi, kalo siang ngerjain animasi sampe mateng,kalo malam berkomik sampe ganteng:D auwah
*langsung di gampar sama Dude Herlino


rambutku semakin panjang (boleh juga di baca kribo), semakin keaatas dan semakin mengokohkan posisiku sebagai cowok kribo terganteng di ISI Surakarta (iye.. yang kribo kan guwe doang). karena terlalu panjang dan mengganggu pandangan alhasil aku mengucirnya seperti para samurai gitu. yah,jadi sedikit rapi kok. lumayan, daripada di suruh keluar waktu nonton di twenty one sama petugas bioskop.


oh iya, sekarang aku hbi pake celana pendek. adeeeem gitu, sepoy-sepoy sesuatu banget. biasanya sih skiny jins warna item atau biru :p masyarakat di luar sono bilang skiny jins adalah simbol anak muda dan kebudayaan urban, namun bagi mujix saat ini skiny jins adalah celana super ketat yang gak enak buat tracing gambar, gak adem buat bepergian, dan tentu saja simbol peperangan kebudayaan antar bangsa. Kalo luamg, Ayo pake celana pendeeek *ajakan ini jangan terlalu dipikirkan


sabtu ini panas sekali, ceileh makin mirip bandeng berambut kribo di atas penggorengan. Lemon tea mengalami kemajuan pesat, walau tak sepesat kisah cintaku *auwah... sepertinya kisah asmaraku di masa muda yang menggila tak sesuai dengan skenario di tipi-tipi, ya.. ya.. bukan masalah besar sebenarnya, masih umur 23 tahun kok. Baru kali ini aku mengalami kesulitan untuk jatuh cinta kepada wanita. Bentar deh... kisah asmaraku di masa muda yang menggila sepertinya menunggu aba-aba dari Tuhan dulu. Masih ada deadline komik, dan job animasi yang belum kelar:)


desember ini aku belanja buku banyak sekali, karena habis menang kompetisi desain kaos nafsu beberlanjaku aku umbar di sembarang tempat.


Ini desainnya yang menang:D

buku-buku semacam “Writepreneur”, “ejaaan yang di sempurnakan”,novel grafis “CHE” ,“Yojimbo Usagi”, dan yang paling baru buku “komik humor 101 lalu lintas”-nya om Diyan Bijac, mereka semua biang kerok peludas dompet yang paling ramah. andaikan saja aku merokok kurasa hadiah kontes itu akan berubah menjadi asap gak jelas, andaikan saja aku gayus tambunan kurasa.... err.... oke, gw bukan gayus. Gayus tak seganteng gw, gw tak setajir Gayus,Titik.


Oke kerjaan di bulan desember ini cukup tertata rapi, berbagai list dan tanggungan dikit-dikit terselesaikan, yang berantakan cuman rambut kribo dan kamarnya mujix. Aku memang juaranya memberantakin sesuatu, apapun bakal jadi berantakan kalau aku datang, kurasa cukup berbakat menjadi penjahat seperti di komik-komik. Aku merasa melupakan satu hal, ada satu poin penting yang berhak menjadi juara “hal terberantakan” di desember ini. Hal tersebut adalah pola makanku sehari-hari, yeah sangat acur, acakadul, acak-acakan dan amburadul. Apalagi kalo sedang mengalami PMS (Pemuda Masa Stress), porsi makanku berlipat ganda. Macam-macam makanan sebangsa Mie ayam, Bakso, Tahu Kupat, dan kawan-kawannya menjadi pelampiasan pengubah mood terbaik sepanjang bulan ini.

satu lagi, rabu kemarin aku muter-muter sama mas Mujadi Tani bikin video diary, iya, doi cowok bersemangat yang aku ceritakan di postingan "Kesempurnaan Cinta", kapan-kapan aku ceritakan detailnya deh. kegilaan doi hari itu bisa dilihat sekarang, silahkan simak.


Garuda Buntut Kucing


Jokowi


sekedar catatan video "Motivator Kambuhan" asuhan mas Muj telah mencapai 207 video.


udah segitu aja dulu, sedang gak mood menulis soalnya.
okey sampai jumpa di curhatan selanjutnya :D
horeee


Mujix
ntar malem nungguin sinterklass dimana
om?
Solo, 24 Desember 2011

Sabtu, 17 Desember 2011

Aku, Kamu dan Pagi

Pagi hari di sudut kota tua, aku berjalan pelan berharap dia masih ada sekitar bangunan berwarna kuning pucat tersebut. aku menyembunyikan tubuhku di balik tembok, berharap tidak ada seorangpun yang tahu bahwa aku berada disana. Kurasa keadaan ini sangat mirip dengan James Bond mengintai musuhnya, tentu saja aku James Bond-nya. Dan gadis berkerudung itu target operasiku hari ini (ya.. ya.. kalian gak usah cerewet, aku tahu kalo James Bond di Tipi gak ada yang berambut kribo dan segalau diriku).


Tak lama kemudian terdengar riuh rendah suara anak-anak dari dalam ruangan, yah kurasa mata pelajaran tersebut akan segera berakhir, aku merasa jantungku berpindah ke dengkul karena berdegup kencang, sekencang Suzuki Shogun, heh? Dilarang promosi? Ya.. ya... nanti aku ralat lagi. Aku mengintip perlahan, yup, dia muncul. Sesosok gadis berkerudung merah muda dengan dikelilingi anak-anak kecil yang masih polos, aku merasa dia seperti malaikat yang membimbing para Cupid ke dunia manusia. she is Wonderfull girl today...


Kurasa jaraknya sekitar 8 langkah dari tempatku berdiri sekarang, terlihat dia sangat menikmati menjawab setiap celotehan anak-anak kecil di sekitarnya. Kurasa keceriaan itulah yang mebuatku tergila-gila kepadanya, terkadang dia membetulkan Cardigan warna merah yang kadang kala berantakan di tiup angin. Tersenyum simpul dan sesekali menatap langit cerah di pagi hari itu. Aku, aku bahkan masih berdiri mematung di sudut bangunan dan berharap Doraemon memberikan sekantung pil keberanian agar aku bisa menyapanya.


“ehem, hei... ” aku meyapanya perlahan, sial tidak ada Doraemon dimanapun.

“hei... mujix!! Kapan datang?” dia menoleh dan melihat kearahku dengan sedikit kaget.

“baru aja kok, baru 10 menit yang lalu. Aku ngumpet di belakang”
kataku tersipu

“hihihihi kamu dari dulu gak berubah, suka bikin keget orang” dia tersenyum dan menarik tanganku segera.

“ayo pindah tempat, gak enak sama anak-anak”


Iya, aku terkenal sebagai maniak tukang bikin kaget hadapannya, ada sekantong apel merah nangkring di depan kost lah, mencegat dengan cuek di tengah jalan hanya untuk memberikan sebuah Kaset favoritlah, pergi menentang hujan deras demi sekotak kado ultahlah. Masih banyak ketololan yang mebuat dia makin paham dengan pemikiran acakku.


Dia menggandeng tanganku melewati kerumunan anak-anak berbaju hijau yang tengah bermain, aku melihat berbagai macam kesibukan di sana. Ada beberapa tukang mengecat tembok yang mulai luntur, ada kerumunan ibu-ibu wali murid sibuk membereskan perkakas untuk pesta drama, ada pula pemuda kribo yang bengong gak jelas mau di bawa kemana oleh seorang wanita berkerudung. Saat ini adalah akhir tahun, bisa dibilang banyak kegiatan yang bersifat pertunjukan di Taman Kanak-kanak ini, seseorang yang menggamit tanganku ini adalah seorang wanita luar biasa.


“tahun ini bakal banyak murid baru yang daftar, makanya mereka semua bersibuk ria ”
dia berkata seperti tahu apa yang aku pikirkan.

“yaa acara ini bisa dibilang pesta anak-anak di sini gitu, ada lomba, dan berbagai pertunjukan yang akan di tampilkan lusa malam nanti”

“hmm....” aku berdehem sekilas, kurasa cukup terjawab mengenai kenapa untuk sebuah Taman Kanak-kanak tiba-tiba bisa seramai berubah pasar sayur dadakan.


Kami akhirnya berhenti di sebuah bangku beton berbentuk jamur, lucu juga kursinya. Sebuah tempat yang rindang, kalian bahkan bisa mendengarkan gemerisik suara angin membelai daun.

“yeeeey ini tempat favoritku, oi kamu udah makan? ” dia mengangkat tangannya, aku hanya tersenyum melihat dia seheboh itu.

Aku duduk di kursi berbentuk jamur tersebut, belum sempat kujawab dia malah berlari ke arah seorang anak yang tengah menangis gara-gara terjatuh. Dia kemudian mengambil sebuah permen dari tas kecil di pundaknya, dan ajaib. Tangisan bocah itu berhenti, kurasa bukan hanya sekedar permen yang membuat dia berhenti menangis.

“maafin aku yaaaa, si Bino tadi emang suka gitu, lari kesana kemari kemudian jatuh dimana-mana, untung aja permen sisa tadi malam masih aku simpan hehehe”

“gak papa lagi,aku udah makan kok. emang harusnya gitu kan” kataku sambil tertawa lepas.

Suasana damai yang kurindukan itu terulang kembali, kita hanya berdua di pinggir halaman itu. Memandang berbagai macam polah tingkah anak-anak kecil, kadang kala dia tersenyum penuh misteri ketika aku menceritakan banyak hal, aku suka cara dia menatapku.


“Bulan kemarin aq gak jadi bikin komik lagi, aku galau mendadak. Kau tau apa yang aku lakukan? Aku ngembat Topeng Power Ranggers milik adik temanku dan langsung saja foto-foto labil gak jelas” aku menceritakan kekonyolan-kekonyolan bulan Oktober kemarin. Dia tertawa, bahkan malah balik mengejekku

“yeeeeey kamu tuh udah kribo nakal lagi, trus si adik temanmu gimana? Gak nangis tuh?”







Kita bercerita banyak hal. Cerita yang sangat biasa, namun sesuatu yang biasa apabila kita maknai secara berbahagia, maka hal tersebut menjadi cerita yang sangat luar biasa suatu saat kelak.

“trus kenapa kamu kesini?” dia menatapku lekat-lekat, Waktu seakan berhenti. Sebuah pertanyaan yang membuatku tahu bahwa alasan aku berada disini sangat tidak wajar baginya

“gpp” aku menjawab singkat.

“trus kenapa kamu kesini? Pasti ada alasankan kenapa kamu mengunjungiku pagi ini”

Aku masih diam, kemudian mengacuhkan pertanyaaannya dengan mengganti topik yang lain.
“hei katanya, Adachi Mitsuru membuat komik baru lhooo. Judulnya ‘Q and A’ ”



Dia hanya tersenyum tangannya tiba-tiba menyentuh wajahku. Mengusap perlahan dan menyentuh rambutku.

“kamu berubah ya, makin kurusan” dueng!! Kata-kata yang kubenci setelah kribo adalah kurus.

“kamu gimana sih, emangnya kapan aku gemuk? Emangnya sapii” aku berkata secara spontan.

“ahahahahaha iya yaa, kalo kamu gemuk dunia bakal segera kiamat tuh” dia tertawa terkekeh-kekeh Melihat ku bersungut-sungut.

“trus kenapa kamu kesini?” dia menatapku lekat-lekat, dia mendekatkan wajahnya ke mataku.

“kamu masih mencintai aku ya?” aku kaget, dia tahu apa yang bergemuruh di hati namun tak kuasa untuk dikatakan. Aku tidak menjawab pertanyaan tersebut, aku hanya menghela nafas panjang. Berharap semua ini akan segera berlalu. Dia menurunkan tangannya dari wajahku. Mundur sejenak dengan wajah tertunduk, aku tidak bisa melihat dengan jelas apa yang dia rasakan.

“jangan gitu dong jix...” dia sesengukan sambik berkata lirih, dia menatapku sangat lambat. Matanya memerah, berkaca-kaca, dan beberapa bulir air jatuh membasahi pipinya. Aku dan dia sudah hampir satu tahun mengakhiri kisah cinta itu. Ada secuil kisah yang mewarnai cerahnya pagi ini.

“aku hanya ingin bertemu denganmu, aku tahu cinta datang di tempat dan waktu yang tepat. Dan saat ini dan di tempat ini aku ingin bertemu denganmu” kataku sambil memberikan tisu kering yang selalu aku bawa di tas Consina berwarna merah milikku.


“tadi subuh, kemarin sore, dan hari ini. Aku merasa menjadi pecundang, apa yang aku kerjakan dengan sungguh-sungguh semuanya sia-sia, aku menahan perasaanku selama ini hanya untuk memenuhi egoisku yang gak jelas juntrungannya” aku menghempaskan semua keluhanku padanya. Kita bercerita banyak hal. Cerita yang sangat biasa, namun sesuatu yang biasa apabila kita maknai secara berbahagia, maka hal tersebut menjadi cerita yang sangat luar biasa suatu saat kelak. Dia sepertinya juga butuh tempat sampah, mebutuhkan teman untuk berbagi. Seperempat siang sebelum tengah hari tak terasa telah kami habiskan berdua. Hingga akhirnya dia mengantarku ke gerbang sekolah bercat hitam, melepas kepergianku, tentu saja kawan.


“hei, thanks dah mau berbagai hidup denganku” ucapnya dengan suara perlahan, dia tersipu dan mendorongku keluar pagar.

“heh harusnya aku yang berkata seperti itu, kamu ngusir apa ngusir nih”
ucapku sewot. Dia tertawa kecil, iya tawa yang aku rindukan selama satu tahun ini.

“aku pergi yaa... kalo kangen kamu liat semak-semak dipinggir jalan aja. Tempel mukanya Sponsbob ntar mirip ma aku kok” candaku sambil melambaikan tangan ke arahnya.

“iya, kalo kamu kangen aku liat aja fotonya Saskia Mecca, mirip kok” dia membalas gurauanku dengan haru.

Aku hanya tersenyum, kemudian aku berlari agak menjauh dari gerbang, aku berhenti di ujung jalan dan berteriak


“HEIII!!! IYAAAA!!! MAAFIN AKUU!!! AKU MASIH SAYANG MA KAMU!!! SEHAT-SEHAT YAAA!!! SALAM BUAT CALON SUAMIMUU!!!!”



Dia tersenyum, dan mebalikkan badan seraya menghapus air matanya
kemudian berteriak “BODOOOHH!!!!”.

Aku melihat dia pergi dengan sangat dramatis, kamu tahu ketika kamu jatuh cinta maka akan ada hal-hal semacam luka, sedih, putus asa, bahagia dan cita-cita yang ikut bersamanya. Dia menghilang di telan riuh rendahnya anak-anak, lenyap di tengah siang hari yang berisik, pergi bersama angin utara yang berhembus entah kemana.

Aku berkata kepada diriku sendiri “Oke, saatnya berjalan lagi. Hidupku tak akan berakhir disini ”


Mujix
hidup itu hanya persoalan perjumpaan dan perpisahan
kalian percaya?
Somewhere in Indonesia, Desember 2011

Minggu, 11 Desember 2011

Balada wanita tua

Wanita itu termenung sejenak menatap pagi. Kurasa lebih separuh abad dia melihat pagi yang sama, dia tertawa ketika melihat rambut keritingku berantakan tertiup angin siang tadi. Sebuah siang damai di sudut terpencil desa yang selama ini aku acuhkan. Wanita tua itu tinggal di sebuah rumah bercat putih pucat yang cukup megah. Tak jauh dari sana terdapat bangunan lama terbuat dari bambu usang tergeletak begitu saja. Dia walaupun tua adalah wanita yg hebat. Tinggal sendirian tanpa kawan tak menyurutkan semangatnya untuk sekedar menyambutku dengan peluk cium akrab yg selama ini aku rindukan. Masa lalu kelam mengenai suami yg telah mati di era partai komunis itu tak membuatnya enggan untuk menyambut hari ini. Dia adalah wanita tua yg hebat. Pertemuanku hari ini dengan wanita tua itu kurasa telah terencana sejak dahulu. Tak ada yang tidak disengaja, tertulis dengan sangat rapi.

Ingatanku kembali ke dua hari yang lalu, dimana aku masih berada di jantung kota yang ramai. Aku muak dengan kota tempat dimana aku menuntut ilmu itu. Akhirnya semua masalah, cita-cita, cinta, dan apapun itu telah aku tinggalkan disana. Tuhan telah menegurku untuk segera menemuinya. Segera saja aku pergi meninggalkan kota busuk itu menuju ke sini. Hampir tiga jam aku terømbang-ambing di bis kota lawas berwarna biru, berpindah kendaraan dan kadang kala berhenti sejenak mencaci maki hari itu. Disepanjang perjalanan aku hanya diam menatap kosong di balik jendela. Sawah terhampar hijau, pohon mahoni, langit biru menemaniku saat itu. Di ujung jalan tak jauh dari sungai kecil itu akhirnya aku turun, kuhirup saja aroma angin siang hari jam 2. Aku berjalan pelan, kulayangkan pandanganku ke segala arah, sesekali aku berhenti kemudian diam mendengarkan gemerisik daun- daun yang bercumbu dengan teriknya hari itu. Cukup romantis bagaimana desa itu menyambut kepulanganku.

Aku tidak dapat mengingat kapan wanita tua itu muncul dikehidupanku. Mencongkel memori paling dalampun aku hanya menemukan adegan kecil dan terlihat sangat samar. Sebuah scene sederhana dimana aku terjebak di dalam kegelapan pekat, hanya ada lentera dari kaleng susu kental manis di meja tak jauh dari wanita tua yang sedang menimangku. Sebuah kidung tentang binatang ia nyanyikan perlahan membius malam, remang-remangnya langit dan lirihnya nyanyian itu membuat mujix kecil terdiam melupakan rasa rindunya akan ibu dan bapak. Wanita tua itu akan terus bernyanyi hingga mujix kecil terbuai mimpi, sampai pagipun wanita tua itu tidak perduli.


***

Pagi itu hidup berjalan seperti biasanya, langit esok di sebuah kampung kecil dimasa lalu itu mulai ternodai oleh semburat cahaya kuning dari sang surya. Hawa dingin nan pekat masih menyelimuti tubuh mungilku di depan teras rumah. aku berlari menuju rumah kecil berwarna abu-abu dan mengendap-endap perlahan. Kulihat wanita tua itu masih melumat ketan putih dengan air di dalam mangkok berukuran sedang. Aku mengalihkan pandanganku ke arah meja dapur kuno di belakang tungku tempat wanita tua itu menanak nasi, menjerang air, atau sekedar menghangatkan diri ketika subuh mulai menjelang. Ya, mataku tak dapat lepas dari sebuah benda cair berwarna kecoklatan beraroma sedap di sebuah gelas bening. Ketika dia lengah, aku segera menghambur ketempat benda cair tersebut dan meminumnya setengah. Wanita tua itu sangat pandai menyeduh teh panas, kadang kala diperlukan sedikit kecurangan untuk menikmati seduhan teh miliknya. Segera saja aku mengganti setengah teh yang tersisa itu dengan air panas di termos kecil dan menambahkan secara serabutab beberapa jumput teh dari bungkusnya tersebut, itu caraku mengkamuflase sisa cairan berwarna coklat agar tak di ketahui wanita tua itu. Setelah kurasa berhasil mengecohnya, aku menyodorkan piring lebar ke arah tumbu dimana ketan tersebut masih mengepul hangat. Itu adalah sarapan favoritku sepanjang masa, sepiring ketan dan beberapa potong tempe goreng. Ketan tersebut sebenarnya adalah bahan baku rengginang, makanan sejenis kerupuk yang berasal dari ketan dan perlu di jemur sampai kering. Wanita tua itu membentuk lingkaran-lingkaran kecil dan meletakkannya di sebuah nampan besar dan kemudian membawanya ke luar rumah. mungkin memerlukan waktu seharian untuk membuatnya benar-benar kering. Setelah sepiring ketan telah kutelan habis, aku biasanya menyalaminya dan bergegas berjalan 3 Km ke arah timur. Ya, sekolah SMP ku memang cukup jauh dari tempatku tinggal.
Selama 9 tahun itu, aku dan wanita tua itu sangatlah akrab. Walau sering memarahiku gara-gara lupa mencuci kaos kaki, setidaknya dia selalu menungguku di depan pintu ketika waktu pulang sekolah tiba. Hubungan sangat personal itu harus berakhir ketika aku memutuskan untuk mengambil sekolah di kota Surakarta. Aku ingat ketika suatu subuh awal tahun ajaran baru, aku berbincang sejenak dengan wanita tua itu. Aku berjanji pada dia akan pulang satu minggu sekali, setiap akhir pekan, dan tidak akan melanggarnya, itu sumpahku saat itu. Setelah mengecup pipinya aku berjalan menembus kegelapan dan berjalan cepat mencari kendaraan umum untuk mengantarkanku ke Kota Busuk itu.

***

Hari ini aku bertemu wanita tua itu lagi, perjalanan yang cukup memuakkan itu kurasa telah aku lupakan. Aku segera saja merogoh uang yang terselip di kantong jaket putih lusuhku, dia heran dan menoleh memperhatikan tanganku.

“mbah, iki duit gajianku. Nyooh, mang ge tumbas enjet kalih suruh hehehe” kataku sambil menyerahkan beberapa lembar uang berwarna merah bergambar pasangan presiden idolaku sepanjang masa.

“opo ki yon?”wanita tua itu masih bingung dengan wajah kaget.

“iki gajiku soko nggambar kartun mbah, ngge njenengan”

Wanita tua itu tiba-tiba memelukku dengan penuh haru, sangat erat, kulihat sekilas air matanya menggenang membasahi kulit pipinya yang mulai keriput. Yah cacian tentang hari ini, kemuakanku tentang takdir Tuhan, dan beberapa gelas teh yang aku curi ketika masih kecil semuanya terbayar sudah. Pertemuanku hari ini dengan wanita tua itu kurasa telah terencana sejak dahulu. Tak ada yang tidak disengaja, tertulis dengan sangat rapi.



NB: Enjet dan Suruh adalah bahan baku untuk kinang. Kinang adalah beberapa lembar daun sirih, sejumput kapur, sejumput gambir, sejumput tembakau. Manfaat dari kinang antara lain mencegah kerusakan pada gigi, mencegah pembekakan gusi, mencegah pendarahan geraham, dan menghilangkan bau mulut.

Rengginang adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari nasi atau ketan yang dikeringkan lalu digoreng panas (deep-fry). Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Rengginang dapat digoreng tanpa diberi bumbu maupun rasa, asin atau manis.


Mujix
ini tulisan lama tentang Nenekku yang
baru sempat aku posting sekarang. nenekku
keren sekali yak :D
Solo, 11 Desember 2011

Sabtu, 10 Desember 2011

dear diary

dear diary, hari inii akkuh seneeeeng banget, ternyata hidup itu memang harus seperti ini yaa. siang tadi waktu akkuh kecapekan gara-gara ngerjain komik semaleman ada beberapa temen sms ke hape akkuh, katanya fotoku nongol di koran Jawa Pos. akkuh gag nyangkaa kalo ternyata acara penyerahan hadiah kemarin bakal dimuat di koran, gak nyangka bangeeet. aduuuh walaupun sering muncul di media gara-gara komik, aku kan jadi malu kalo di bicarain seperti itu.

dear diary, hari ini solo hujan sepanjang hari, dingiiin, dan pengennya tidur terus. setelah semalaman mengerjakan komik buat TUGITU UNITE di GKS, akkuh akhirnya memilih tidur di kost. soalnya kalo tidur di tempat Arum atau GKS gak enak sama orang lain. oh iya, komiknya lucuu lhooo, total ada 7 halaman, akkuh menceritakan tentang perjalanan komunitas KOMISI SOLO dan TUGITU UNITE dengan komik. semoga TUGITU UNITE senang ya menerima submisi komik dariku.

dear diary, tahun 2011 hampir berakhir. beberapa keinginan dan harapan di tahun kemarin tidak semuanya terkabul. dari 10 target yang bisa akkuh lakukan tahun ini hanya 3 saja, akkuh sediiih. bisa dibilang tahun 2011 ini akkuh tidak konsisten sama tujuanku dimasa itu. namun akkuh tidak menyesal kok, setidaknya akkuh melakukan semua hal dengan sangat bersemangat. semoga tahun depan akkuh bisa menyelesaikan semua keinginanku.. amin ya...

dear diary, sabtu kemarin gara-gara akkuh membaca komiknya mas Diyan Bijac. akkuh kangen dengan Popok. di halaman terakhir di dalam komi tersebut ada karikaturnya, dan kegalauan itu bertambah setelah bertemu tidak sengaja dengan kak Rizuka, dia kakaknya Popok. akkuh sedih, soalnyaa akkuh jadi teringat komik Lemon Tea-ku yang belum selesai. ya Tuhan semoga tahun ini akkuh bisa menyelesaikannya yaa,,, ^_^

dear diary, oh iya beberapa hari ini aku berhasil menata waktuku dengan sangat baik. sepertinya membuat list dan meniatinya dengan serius dapat meningkatkan kualitas hidup kita. ternyata menyenangkan meluangkan waktu untuk membantu orang lain, namun sebisanya saja yaa. akkuh yakin Tuhan pasti akan membalas semua kebaikan kita:)

dear diary, terimakasih telah menemaniku selama ini. kamu pasti marah akkuh selalu mengeluh dan bercerita banyak hal. maafin akkuh ya, kalo tidak ada kamu, akkuh pasti akan sedih dan terluka. akkuh sangat bersyukur mempunyai diary sebaik kamu. aku sangat bererimakasih sekali kamu menemaniku selama 2 tahun ini. akkuh akan berusaha untuk menjadi manusia yang dewasa kok, akkuh akan menjadi manusia yang keren. itu janjiku padamu:)


Mujix
sedang menghayati menjadi seorang cewek manis
yang menulis diary rahasia
Solo, 10 Desember 2011

Rabu, 07 Desember 2011

Desember

Bulan Desember selalu mengingatkanku akan kejadian yang membuatku muak terhadap hidupku selama ini. Ya, kalian benar, ini cerita tentang 1 tahun yang lalu. 4 hari paling kelam dalam hidup seorang Mujix, andaikata film bisa dibilang saat itu adalah fase klimaks paling buruk. Aku tidak akan menceritakan hal itu secara mendetail, berbagai hal yang terjadi saat itu benar-benar sangat personal. Andaikata aku melihat kembali kebelakang ada satu hal yang pasti, aku bertambah dewasa, makin menikmati hidup, dan tentu saja terus berusaha menjalani hari ini agar berarti di kehidupan nanti.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan sinterklas. Iya, kakek berjanggut putih itu suka lewat di atap rumah pada tanggal 25 Desember. Dulu aku sempat nangkring di genteng gara-gara liat di kartun ada Sinterklas bawa hadiah di film kartun. Alhasil aku tidak menemukan kakek-kakek berseragam merah dengan janggut putih, aku hanya menemukan nenek berambut putih yang menyuruhku segera tidur. Nenekku khawatir besok masuk angin gara-gara kelamaan nongkrong diatas genteng waktu malam.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan hujan, yup. Air yang jatuh dari langit itu membuatku benar-benar galau. Sepanjang hari sampai sore air selalu turun, membasahi banyak hal. Aku tidak membenci hujan, namun ketika baju dan celana dalam kalian tidak kering gara-gara curah hujan yang ngawur, sepatu kalian berbaju tengik dikarenakan air yang masuk kedalam kaki, aku takkan membenci hujan. Hujan ada untuk semua umat manusia, hujan menghubungkanku dengan banyak cerita cinta. Yah, sekesal apapun aku kepada Tuhan yang memberi Hujan, aku tetap manyukainya. Aku cinta Tuhan, dan aku sangat suka dengan hujan.


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan kuliah. Yah inilah dilema masa mudaku saat ini, seperti yang kalian ketahui aku mengambil cuti selama 2 semester. Di waktu tersebut aku mulai menata banyak hal, aku bekerja semaksimal mungkin, mengurusi berbagai acara komik, pergi ke banyak tempat, dan tentu saja menikmati hidup. Walaupun kadangkala rencanaku gagal total karena banyak hal. Aku tidak akan menyesali keputusanku untuk cuti. Dan bulan januari depan aku akan mengejar kuliahku lagi. Semoga tahun ini aku bisa wisuda di depan kedua orang tuaku tercinta:)


Bulan Desember selalu mengingatkanku akan impianku. Desember adalah bulan evaluasi, selain hari ulang tahun, aku sering menata hidupku di bulan desember. Mencatat semua target, menata semua arsip tahun kemarin, mengedit semua impian-impian tolol, mencari cewek-cewek ababil inceran tahun depan, dan tentu saja belajar mensukuri apapun yang terjadi tahun lalu. Intinya sih, bulan desember adalah bulan pemantapan visi misi pribadi.


Mujix
Bulan desember selalu mengingatkan bahwa aku
telah berhasil menulis blog ini selama
satu tahun, selamat buat Mujix
atas keberhasilannya
Solo, 07 Desember 2011

Minggu, 04 Desember 2011

04.12.2011

sial...
Tuhanku, Kamu memang yang paling mengerti tentang aku
Kau tahu apa yang kurasakan sekarang?
ya... Kau benar
Kau membuatku terpuruk dan sadar,
bahwa apa yang aku pikirkan dan aku harapkan
memang harus aku diskusikan lagi dengan
Logika-Mu...


entahlah Tuhan
suatu saat aku akan menemui-Mu di ranjang
di tempat biasa kita bercerita tentang cinta
tentu saja, bercengkrama dengan akrab
seperti kemarin pagi di ujung senja.
sial...



Solo. 04 Desember 2011